Community

Saat Patah Hati, Pasti Ini 10 Kebohongan yang Kerap Kamu Katakan pada Diri Sendiri

Tidak ada seorang pun yang ingin merasakan sakitnya patah hati. Tapi sadarkah kamu, tanpa kamu sengaja saat kamu patah hati kamu kerap mencoba membohongi dirimu sendiri. Kamu mencoba untuk mencari penghiburan diri dan berbohong pada dirimu sendiri tentang 10 hal ini.

1. “Aku dan Dia Sudah Selesai”

Kamu mencoba menekankan pada dirimu sendiri bahwa hubunganmu dengannya sudah selesai dan tak ada lagi hal yang harus kamu pikirkan. Namun pada kenyataannya hatimu masih saja menyimpan rasa kepadanya.

2. “Aku Nggak Bakalan Berhubungan dengan Dirinya Lagi”

Ucapan hanyalah ucapan, nyatanya saat dia berulang tahun kamu masih saja mengirimkan ucapan ulang tahun kepadanya. Sebenarnya kamu masih berharap bisa menjalin hubungan lagi dengannya.

3. “Aku dari Awal Nggak Terlalu Suka Sama Dia, So It’s Fine for Me”

Padahal dalam hatimu kamu sangat menyukainya. Kamu berkata seperti itu kepada dirimu sendiri karena kamu tak ingin terlalu sakit hati atas kepergiannya.

4. “Ini Semua Terjadi Karena Kesalahannya”

Dalam lubuk hatimu yang paling dalam kamu masih saja membelanya. Malah kamu seringkali menyalahkan dirimu sendiri atas semua yang sudah terjadi.

5. “Aku Nangisnya Sehari Ini Aja Kok, Besok Pasti Sudah Move On”

Pada kenyataannya kamu butuh waktu yang lebih lama untuk bisa melupakan segala tentangnya. Semua tak cukup dengan satu hari saja.

6. “Aku Sudah Tahu Dia Bakal Memperlakukanku Seperti Ini”

Itu semua bohong. Kamu bahkan sudah jauh berpikir ke depan bersamanya. Kamu sudah membangun angan-angan untuk bisa hidup bahagia selamanya bersamanya.

7. “Lihat Saja, Sebentar Lagi Dia Pasti Ngajak Balikan”

Kamu tahu pasti bahwa hal itu sangat mustahil untuk terjadi. Namun kamu masih saja menghibur dirimu sendiri dengan menyatakan kebohongan ini.

8. “Aku Janji Nggak akan Ngebandingin Cowokku Nanti Dengannya”

Namanya sifat manusia, mungkin tanpa nggak sadar kelak kamu akan melakukannya. Meski saat ini kamu sudah menyatakan tak akan membandingkan cowokmu nanti dengan dia yang sudah membuatmu patah hati.

9. “Kalau Dia Nggak Mutusin Aku, Pasti Aku Duluan Kok yang Mutusin Dia.”

Bohong, pada kenyataannya kamu ingin hubunganmu baik-baik saja dengannya. Kamu tak pernah berpikir untuk kehilangannya secepat ini.

10. “Nggak akan Ada yang Bisa Menyayanginya Seperti Sayangku ke Dia”

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak menutup kemungkinan dia bisa mendapatkan yang lebih baik darimu. Hanya saja, saat ini kamu butuh menghibur dirimu dengan mengatakan kebohongan ini pada dirimu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top