Feature

Saat Mimpi Punya Rumah Sudah Didepan Mata, Kira-kira Interior Manakah yang Memikat Mata?

Punya rumah itu tak perlu megah dan mewah. Asal kita pandai menatanya, meski ukuran rumah terbilang kecil pun akan terlihat nyaman dan sedap dipandang mata. Menata rumah sejatinya susah-susah gampang. Apalagi bagi yang masih awam dan mungkin bagi pasangan pengantin anyar yang baru punya rumah. Perlu menyediakan banyak waktu untuk sekadar mencari referensi soal konsep interior yang mau dipilih.

Belum lagi soal cocok atau tak cocok konsep interior dengan kepribadian sang pemilik rumah. Hal itu bisa jadi tantangan tersendiri. Karenanya, Gobagi akan berbagi konsep-konsep interior rumah yang bisa jadi referensi untukmu.

Untukmu yang Mengaku Dinamis, Desain Retro Barangkali Cocok Karena Ampuh Memberikan Kesan Ceria nan Minimalis

Kamu perlu tahu, desain retro itu memang menonjolkan kesan ceria dan menyenangkan untuk setiap orang yang berada di dalamnya. Desain yang satu ini sangat cocok bagi kamu yang mengaku suka berbagai warna terang nan mencolok. Atau mungkin untukmu yang suka menggabungkan warna-warna demi menciptakan kesan dinamis, kamu bisa menjajal desain yang satu ini.

Selain bermain warna, konsep retro punya keunggulan lainnya yaitu bisa digabungkan atau dikombinasikan dengan konsep desain lain seperti kontemporer atau minimalis. Ciri khas desain retro memang sifatnya yang atraktif. Orang yang suka dengan konsep retro berarti penyuka gaya interior yang berkembang pada tahun 1930-1970an.

Atau Bisa Jajal Interior Shabby Chic yang Sedang Marak Diterapkan di Kafe-kafe

Pernah dengar istilah shabby chic? Kalau dari namanya, kamu jangan salah mengira. Meski ada kata ‘shabby’ yang berarti usang, bukan berarti kondisinya yang rapuh atau tinggal tunggu rusaknya saja. Shabby chic ini sejatinya memang mengusung konsep dimana perabot lawas wajib mendominasi seisi ruangan, hanya saja penataannya diatur sedemikian rupa sehingga tampak cantik dan menawan. Terpenting, shabby chic selalu identik dengan warna-warna pastel.

Kalau kamu tertarik menerapkan konsep ini, mulailah mencicil dengan membeli atau berburu perabotan di pasar loak atau pasar barang antik. Agak berbeda degan konsep vintage, shabby chic dianggap lebih manis dan berwarna. Meski begitu, karena menggunakan benda-benda lawas, akan tetap terasa nuansa vintage hanya saja dibalut dengan aura yang lebih feminin.

Kamu yang Tak Suka Ribet Tapi Ingin Terlihat Unik, Konsep Industrial Dijamin Bisa Membuat Rumahmu Tampak Menarik

Interior rumah tak melulu ramai dengan pernak pernik atau warna-warna cerah. Untukmu yang lebih suka warna-warna maskulin, mungkin tren rumah industrial bisa dijadikan pilihan yang tepat. Dijamin, hunian kamu nantinya akan terlihat unik dan artistik. Gaya industrial kerap menonjolkan tekstur kasar dan biasanya didominasi oleh warna gelap dan monokrom.

Selain itu, salah satu ciri khas gaya industrial adalah kesan yang unfinished pada dinding atau lantai. Biasanya dinding atau lantai terbuat dari beton atau semen yang hanya dilapisi pelapis. Dinding pun sengaja tidak dicat sehingga terlihat warna aslinya. Justru hal inilah yang menguatkan kesan unfinished.

Siapa Bilang Tak Bisa Mengadopsi Gaya Rumah Eropa, Justru Kamu Bisa Mengawalinya dengan Menerapkan Konsep Mediterania

Konsep yang satu ini menawarkan begitu banyak aroma, selera, hingga warna pada ruangan. Merancang rumah dengan gaya Mediterania sejatinya bak merancang hunian untuk sebuah gaya hidup santai nan ramah. Gaya Mediterania biasanya tercermin dalam desain yang menampilkan suasana santai, dominasi perabotan ala rustic atau pedesaan, juga tekstur yang khas pada bagian dinding dan lantai. Gaya ini sejatinya kaya akan warna yang ceria namun tetap menenangkan. Intinya, penghuni rumah tetap bisa merasakan adanya suasana alam khas pedesaaan Eropa di dalam rumah.

Masih Kental dengan Nuansa Eropa, Kamu Dapat Menilik Desain Interior Bergaya Victoria. Sudah Pasti Rumahmu Kian Mempesona

Desain rumah bergaya Victoria memang sudah jadi salah satu desain yang kental dengan nuansa Eropa dan sudah banyak digunakan. Desain ini menonjolkan ruangan dengan pencahayaan baik yang berasal dari lampu maupun lilin. Warna yang sering diaplikasikan pada dinding rumah dengan interior bergaya Victoria adalah warna gelap. Sementara warna yang paling sering digunakan adalah warna merah tua, hijau tua, dan warna emas.

Sementara itu, untuk mempercantik dan menambah kesan artistik, biasanya pemilik rumah memilih wallpaper dan tirai dengan pola alam. Adanya permadani di atas lantai berfungsi untuk menambah kesan mewah dan elegan pada ruangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top