Feature

Saat LDR, Haruskan Kita Mengekang Pasangan dengan Berlebihan?

Mungkin tak ada pasangan yang mau LDR. Selain berat, rintangannya banyak. Mereka yang melakoni LDR pasti sudah dibekali rasa optimisme yang tinggi. Hanya saja, di tengah jalan, tantangan kadang justru datang dari dalam relasimu sendiri.

Begini, kunci LDR-an supaya berhasil itu menumbuhkan dan menjaga rasa paling percaya, bukan? Tapi memang, susahnya bukan main. Jangankan LDRan antar negara, yang baru terpisah satu kota satu provinsi saja pasti rasanya sukar sekali menjalani relasi semacam ini. Tapi bukan berarti mereka yang melakoni LDR tak akan berhasil. Lihat saja Tasya Kamila dan Randi Bachtiar, sekian lama LDR lantaran urusan pendidikan, justru mereka bisa bersatu di pelaminan.

Tasya dan Randi pasti juga pernah mengalami fase clingy alias maunya selalu dekat pasangan. Tapi jarak berkata lain. Pun dengan pasangan lainnya yang harus mengalami LDR. Alih-alih meredakan sikap clingy, sering rasanya yang terjadi justru salah paham. Bahayanya, clingy yang begitu parah bisa membuat seseorang jadi terobsesi pada pasangannya dan berusaha mengawasinya setiap waktu. Kalau begini, dari clingy tapi berubah jadi cemburu Nah, hati-hati ya kamu. Sebab yang namanya rasa cemburu tapi berlebihan justru bisa membuat pasanganmu merasa tertekan.

Jangan Pernah Lelah untuk Terus Melatih Komunikasi bersama Pasanganmu

Yap, komunikasi memang skill yang diperlukan demi membangun sebuah relasi yang baik dan berkepanjangan. Komunikasi bukan perkara durasi atau intensitas berkabar setiap jam bahkan setiap menit. Cukup kalau memang kamu dan dia sedang  terpisah jarak, berikan kabar seperlunya kepada pasangan setiap hari.

Kamu perlu memahami, setiap pasangan punya metodenya masing-masing yang bisa membuat kamu saling nyaman satu sama lain, bukan? Coba temukan metode tersebut. Serta jangan lupa untuk menjadi pribadi yang terus terbuka saat sedang berkomunikasi pasangan. Bagikanlah apa yang kamu lakoni dan rasakan hari ini secara jujur dan terbuka. Hal semacam ini pasti akan membuat hubunganmu semakin bermakna sekalipun terpisah jarak.

Carilah Kegiatan Bermanfaat, Terus-terusan Meratapi LDR Hanya Akan Membuatmu Jadi Kepikiran

Yap, yang namanya rintangan, hadapi saja. Melakoni LDR itu bukan untuk diratapi ya kawan. Yakini saja kalau kamu dan pasanganmu pasti akan berhasil melewati rintangan ini. Sementara pasanganmu disibukkan dengan kegiatannya, kamu pun juga harus demikian. Carilah kegiatan yang bermanfaat.

Kamu dan dia punya hobi dan minat bahkan nongkrong teman-teman yang mungkin bisa jadi caramu mengisi waktu kan? Sebab daripada terus menerus memata-matai pasangan, lebih baik carilah sesuatu yang sifatnya bisa membangun dirimu kearah yang lebih baik. Tunjukkan kalau kamu bisa lepas dari sifat clingy yang selama ini mungkin membelenggu.

Kalau Pasangan Memang Sedang Ingin Sendiri, Berikan Dia Ruang, Dia Pasti Akan Baik-baik Saja, Kamu Tak Usah Berlebihan

Bila pasangan berkata jenuh, jangan langsung berpikir yang tidak-tidak. Berikan dia kesempatan untuk menjelaskan kejenuhan seperti apa yang dia rasakan. Sebab bisa saja sebenarnya dia sedang jenuh dengan pekerjaan atau lingkungannya yang baru, kan? Cobalah untuk memahami mood-nya yaitu dengan membiarkannya menyendiri kalau memang itu yang dia minta. Berbagi cerita atau tanya kabar pasangan ya sah-sah saja, tapi tak perlu setiap saat juga kan?

Hati-hati lho, kalau terlalu sering, bukan tak mungkin pasangan justru jadi terpikir kalau dia merasa terkekang. Ingatlah bahwa bosan itu bukanlah tanda bahwa pasangan sudah tidak sayang lagi. Mungkin saja dia sedang benar-benar lelah karena banyak tuntutan pekerjaan, tugas kuliah, atau masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan hubungan kalian.

Jangan Biarkan Kamu Sendiri Didera Kecemasan, Kelola Rasa Cemasmu Itu dengan Benar

Kamu dan dia sedang berjauhan, padahal biasanya kalian bersama. Kedekatan yang biasanya kamu sarakasauntuk sementara waktu harus dilewatkan. Nah, disisi lain, kamu tahu jika dirimua dalah tipikal orang yang mudah cemas. Lalu sudahkan pasanganmu tahu akan hal ini? Cobalah terbuka dan jujurlah ke pasangan untuk hal yang satu ini. Sebab ternyata rasa cemas yang berlebih itu ada yang disebabkan karena pengalaman masa lalu.

Untuk hal ini, biarkan pasangan membantumu meredakan segala bentuk cemas yang sebenarnya tak akan terjadi. Jangan biarkan dirimu sendiri yang merasakan kecemasan itu. Kalau pasangan tahu, pasti dia akan membantumu cari jalan keluarnya sekalipun kamu dan dia sama-sama sedang LDR.

Terakhir, Memperluas Pergaulan pun Perlu Demi Kesehatan Mentalmu

Jauh dari pasangan bukan berarti kamu tidak boleh berhubungan dengan orang lain di sekelilingmu, kan?  Kalau selama ini Anda enggan berhubungan dengan orang banyak karena tidak mudah percaya dengan orang lain, sesekali cobalah keluar dari zona aman Anda dan patahkan mindsetnegatif di kepalamu.

Dengan semakin banyaknya orang yang kamu temui, maka kamu akan lebih banyak belajar bagaimana cara memahami karakter, perilaku dan sikap orang lain, termasuk memahami dirimu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Dibanding Seorang Pacar, Kamu Mungkin Lebih Membutuhkan Aplikasi Ini!

Ada banyak aplikasi yang tersedia untuk smartphone di era sekarang. Aplikasi yang ada pun bisa dipikih sesuai dengan kebutuhanmu. Nah, namun meski selera setiap orang berbeda, tujuh aplikasi ini nampaknya banyak difavoritkan oleh pengguna smartphone. Yuk simak daftarnya, kira-kira apa saja ya?

1. Aplikasi untuk Menonton Film

Saat tengah terjebak macet, tentu kamu butuh sedikit hiburan untuk membuat macet tak terlalu terasa menyiksa. Kamu bisa menonton film favoritmu dari layar smartphone-mu.

2. Aplikasi Music Streaming

Bagi kamu yang hobi mendengarkan lagu, pasti kamu menyimpan aplikasi music streaming di smartphone-mu. Aplikasi ini tentu saja bisa bikin hidupmu lebih berwarna dan tak terasa hampa.

3. Aplikasi Game

Saat ini banyak anak muda yang hobi dengan gaming. Hal ini ditunjang juga dengan semakin banyaknya aplikasi game yang menggiurkan untuk dimainkan.

4. Aplikasi Chatting

Jujur saja, kamu pasti sudah memiliki aplikasi chatting andalanmu untuk bisa berkomunikasi dengan teman-temanmu.

5. Aplikasi Online Shop

Kamu yang hobi belanja pasti suka dengan aplikasi yang satu ini. Aplikasi yang memudahkanmu untuk berbelanja tanpa harus capek-capek mengeliling mall untuk mendapatkan barang yang kamu inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tanda-tanda Pacarmu Memang Belum Serius dalam Menjalani Hubungan Denganmu

Hubungan pacaran sejatinya tak selalu berakhir di pelaminan. Semua tergantung pada keseriusan masing-masing dalam menjalani hubungan itu sendiri. Kamu tak bisa memaksakan pacarmu untuk serius denganmu, sama halnya pacarmu juga tak bisa memaksamu untuk serius dalam menjalani hubungan dengannya.

Hubungan yang serius tergantung pada kesiapan masing-masing individu. Ketidakseriusan yang ada tentu memiliki alasan tersendiri. Nah, kamu bisa loh mengecek apakah pacarmu sudah serius atau belum dalam menjalani hubungannya denganmu. Berikut adalah hal yang menandakan bahwa pacarmu belum serius denganmu.

1. Dia Tidak Mengenalkanmu pada Keluarganya

Dia masih saja menjalani hubungannya denganmu tanpa sepengetahuan keluarganya. Jika sudah seperti ini, artinya dia memang belum siap menjalani hubungan yang serius denganmu. Bahkan setiap kali kamu bertanya, kapan akan dibawa ke rumahnya. Ia sering terlihat mencari alasan yang tak jelas untuk bisa terhindar dari pertanyaan ini.

2. Dia Tidak Mengenalkanmu pada Teman Nongkrongnya

Kamu tak pernah mengenal teman-temannya, karena memang kamu tak pernah dikenalkannya kepada temannya. Bahkan saat dia pergi nongkrong bersama temannya pun, dia tak pernah mengajakmu untuk ikut bersamanya. Seolah ingin menyembunyikan kamu dari lingkungannya, ia bahkan tak pernah berujar jika kamu adalah kekasihnya di depan teman-temannya. Nah, kalau sudah seperti ini baiknya kamu hati-hati.

3. Dia Tak Pernah Berinisiatif untuk Membicarakan Hubungan ke Arah yang Lebih Serius

Dia tak pernah memulai pembicaraan serius di antara kalian. Terlebih untuk urusan membawa hubungan pacaran kalian ke arah yang lebih serius, yaitu pernikahan. Ini bisa kamu lihat dari sikap dan responnya, setiap kali kamu ajak bicara untuk hubungan kalian ke depannya.

4. Dia Menghindar Saat Kamu Memberi Sinyal

Setiap kali kamu mulai memberi sinyal untuk mengarah pada pembicaraan yang serius, dia selalu saja menghindar. Dia langsung mengarahkan pembicaraan pada hal lain yang tak ada hubungannya dengan apa yang ingin kamu perjelas darinya. Entah apa saja, selalu ada alasan yang dipakai untuk menghindar dari pertanyaan tersebut.

5. Dia Selalu Beralasan Saat Kamu Ingin Mengenalkannya pada Keluargamu

Saat kamu hendak mengenalkannya kepada keluargamu, dia selalu saja beralasan. Dia memiliki banyak alasan agar niatanmu tak bisa berjalan sesuai rencanamu. Bisa dipastikan, jika dia berperilaku seperti ini artinya dia memang belum siap untuk menjalani hubungan yang serius denganmu.

Nah, kalau sudah begini kamu bisa mempetimbangkan bagaimana kelangsungan hubunganmu dengannya ke depan. Apakah akan tetap dilanjutkan, atau disudahi saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Kebiasaan yang Harus Kamu Miliki untuk Jadi Orang Sukses

Apakah kamu pernah berpikir mengenai kebiasaan apa sih yang dilakukan oleh orang-orang sukses? Sebenarnya, apa yang mereka lakukan bukanlah sebuah kebiasaan yang sulit kok. Kamu pun bisa meniru kebiasaan mereka jika kamu mau. Berikut adalah tujuh kebiasaan yang harus kamu miliki untuk bisa menjadi seorang yang sukses.

1. Berpikiran Positif

Memiliki pemikiran positif adalah hal yang harus kamu biasakan jika kamu ingin menjadi seorang yang sukses. Jangan pernah takut untuk mengambil risiko. Tetaplah berpikir bahwa apa yang kamu lakukan jika kamu bersunggh-sungguh melakukannya, maka peluang untuk berhasil akan sangatlah besar.

2. Menghargai Waktu

Kamu tak bisa menyia-nyiakan waktumu untuk hal yang tak berguna. Kunci dari kesuksesan adalah penghargaan atas waktu. Orang sukses memandang bahwa waktu adalah hal terpenting yang tak bisa dilewatkan dengan hal yang tak bermanfaat. Karena setiap menit yang kita miliki, bisa jadi sesuatu yang berarti jika bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan begitu, ada banyak hal yang bisa kita lakukan.

3. Tidak Segan Belajar dari Orang Baru

Orang yang sukses adalah orang yang tak mudah puas dengan pengetahuan yang mereka miliki. Kamu perlu menjadi orang yang haus akan pengetahuan. Dengan begitu kamu pun akan menjadi orang yangtak segan untuk belajar dari siapapun, termasuk orang yang baru kamu kenal.

4. Menjaga Pola Makan dengan Baik

Kamu tak akan bisa menjadi seorang yang sukses tanpa kesehatan yang mendukung. Untuk itu usahakan untuk menjaga pola makanmu dengan baik. Terlebih di waktu sarapan, jangan sampai kamu melewatkannya karena sarapan adalah hal penting yang harus kamu lakukan sebelum mengajak tubuhmu bekerja seharian.

5. Terbuka akan Kritik dan Saran

Jika kamu ingin menjadi orang yang sukses, kamu harus mau terbuka akan kritik dan  saran orang lain terhadapmu. Dengan begitu kamu bisa memperbaiki apa yang kurang dari dirimu sendiri dan menjadi sosok lebih baik di kemudian hari. Dari titik ini kita akan belajar, untuk membenahi apa yang menjadi kesalahan di masa lalu.

6. Mampu Menentukan Prioritas dengan Baik

Sempatkanlah untuk membuat jadwal prioritas kegiatan yang akan kamu lakukan. Dengan begitu semua pekerjaanmu bisa terselesaikan dengan baik. Waktumu pun akan berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

7. Mengevaluasi Diri

Sebelum tidur, kamu bisa mencatat semua kegiatanmu selama seharian. Kamu bisa mengevaluasi dirimu dari catatanmu itu dan mencoba untuk membuat rencana yang lebih baik ke depannya. Ini akan membantu kita untuk melihat, titik mana dari perbuatan yang salah dengan titik mana yang perlu dirubah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top