Community

Saat Kamu Bangun Pagi di Bulan Suci, Jangan Lupa Syukuri 7 Hal Ini

Bulan Ramadan memang bulan yang penuh berkah bagi umat muslim di dunia. Banyak hal yang menjadikan bulan Ramadan menjadi lebih spesial dari bulan-bulan lainnya. Sebagai umat muslim, kamu harus bersyukur dengan diijinkannya kamu merasakan bulan suci Ramadan. Tak terasa, sebentar lagi bulan Ramadan akan segera tiba. Di saat itu, setiap kamu bangun pagi, jangan lupakan untuk bersyukur atas apa yang Allah SWT beri.

1. Bersyukurlah, di Bulan Ramadan, Jam Kantor Jadi Lebih Pendek dari Biasanya

Entah apa yang melatarbelakangi lahirnya kebijakan ini. Yang jelas kamu pun ikut diuntungkan dengan lebih pendeknya jam kerja di bulan Ramadan. Artinya, akan lebih banyak waktu untukmu ibadah dan berkumpul bersama orang-orang terdekat.

2. Di Bulan Ramadan, Jalanan Lancar pada Pukul 6 Sore

Jika di hari lain kamu selalu menemui kemacetan di sepanjang hari, bersyukurlah karena pukul 6 sore di bulan Ramadan, jalanan akan lebih lancar dari biasanya. Hal ini karena banyak orang muslim yang berbuka puasa dan menjalankan ibadahnya.

3. Keramaian di Saat Menjelang Sahur

Jika di hari biasa dini hari merupakan waktu yang sunyi dan sepi, di bulan Ramadan akan ada hal berbeda yang kamu rasakan. Anak-anak dan orang dewasa beramai-ramai berkeliling kampung untuk membangunkan orang sahur. Ini adalah hal yang tidak akan kamu temui di hari biasa selain di bulan Ramadan.

4. Makanan yang Terasa Lebih Nikmat

Setelah seharian menahan haus dan lapar, tentu saat waktu berbuka tiba, apapun makanannya akan terasa lebih nikmat. Ditambah jika kamu melaksanakan puasa bersama dengan keluarga, pasti rasanya akan lebih nikmat lagi.

5. Diskon di Banyak Tempat

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasti akan banyak digelar diskon habis-habisan di banyak tempat. Surga dunia bagi yang suka belanja bukan?

6. Sholat Tarawih Bersama Keluarga

Jika kamu seorang pekerja yang jarang pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga, pasti kamu akan sangat merasakan berkah di bulan Ramadan. Di bulan Ramadan kamu tak hanya bisa lebih sering berkumpul dengan keluarga, tapi juga bisa beribadah bersama dengan keluarga tercinta.

7. Momen Kumpul Bersama Teman

Di bulan Ramadan, kamu akan lebih sering menerima undangan untuk ngabuburit dan buka bersama dengan teman-temanmu. Tak jarang momen ini juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk menjalin silaturrahmi dengan mengadakan reuni teman TK sampai teman kerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untuk Laki-laki, Cintailah Perempuanmu Seutuhnya Bukan Sebutuhnya!

Sebelum berhasil mendapatkan hati seorang perempuan, konon laki-laki akan berbuat apa saja untuk merebut hatinya. Sialnya, setelah resmi menjadi pacar atau suami. Beberapa lelaki justru berubah, tak lagi semanis dan sebaik saat sedang pendekatan. Seolah ada yang hilang dari mereka, perempuan yang paham pasti akan bisa melihat perbedaannya.

Padahal, salah satu tanggung jawab seorang lelaki selepas menjadi pacar atau suami adalah dengan mencintai pasangannya secara utuh bukan hanya ketika sedang butuh. Pacar atau istrimu bukanlah sebuah benda yang bisa kamu cari ketika kamu inginkan dirinya. Untuk itu, selalulah bijak dalam bersikap. Perlakukan ia baik sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Jangan Hanya Tahu Berkata Cinta, Kamu Wajib untuk Tetap Menjaga Semua Rasa

Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan diatas, para kaum adam selalu akan bersikap manis untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Maka untuk bisa menilai seberapa teguh ia pada janjinya adalah bagaimana ia bersikap setelah sah menjadi pacar atau suami.

Sebagai perempuan kamu bisa melihat, masihkah ia bersikap sama manisnya atau sudah berbeda dan lupa pada janjinya. Dan teruntuk para lelaki, tanpa harus diperingati, harusnya kamu paham bagaimana bersikap sebagai seseorang yang jantan. Tak lari dari semua yang kamu ucapkan dan selalu bertahan demi cinta kepada sang perempuan.

Tak Ada Manusia yang Sempurna, Jangan Pergi Hanya Karena Perempuanmu Banyak Kurangnya

Setelah menjadi pacarnya, kamu mungkin baru tahu jika ada beberapa kekurangan yang ia miliki. Entah sesuatu yang kurang berkenan atau hal lain yang mungkin tak kamu sukai. Tanpa harus buru-buru kabur dan pergi karena ia punya banyak kekurangan. Cobalah untuk membicarakan semua yang menurutmu kurang berkenan dan sebaiknya dihilangkan.

Dengan begitu perempuanmu bisa tahu, apa yang perlu dilakukannya demi membuat dirimu nyaman. Ingat, hubungan akan bisa berjalan dengan baik jika ada komunikasi yang baik. Jadi jangan main asal pergi ya.  

Karena Mencintai Tanpa Berharap Balas adalah Bentuk Lain dari Cinta yang Sesungguhnya

Seorang laki-laki yang memang sungguh-sungguh mencintai tak akan pernah bosan untuk terus memberi perhatian. Lebih dari itu, ia akan selalu bersikap sebagai pahlawan untuk  memenuhi semua yang dibutuhkan seorang perempuan. Ia memberi dengan tulus, karena merasa perempuannya layak mendapatkan itu.

Kamu perlu tahu, jika rasa cinta yang tulus tak pernah ragu-ragu. Itulah mengapa seorang laki-laki akan rela berbuat apa saja tanpa berharap mendapat balasan dari perempuannya. Hingga kelak kamu akan sadar bahwa cinta yang kalian berdua miliki adalah sesuatu yang luar biasa berbeda dari yang biasanya.

Tak Boleh Sampai Salah, Perempuanmu adalah Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung

Untuk urusan mencari nafkah atau berbagi materi ketika masih pacaran, tentulah tak salah. Sebagaimana lelaki yang bekerja, perempuan pun punya hak serupa untuk membantu perekonomian keluarga. Tapi dengan catatan, sebagai laki-laki kamu tetap jadi pihak yang bertanggung jawab atas kehidupan dan mencari materi untuk kebutuhan.

Tetapi jika kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, dimana kamu menjadikan perempuanmu sebagai tulang punggung keluarga. Itu artinya ada yang salah dengan pemahamanmu sebagai laki-laki untuknya.

Akan Selalu Ada Masalah, Tapi Bukan Berarti Kamu Bebas Meninggalkannya

Hubungan yang baik bukan yang tak pernah diterpa masalah. Pada beberapa fase kehidupan dan percintaan, akan ada yang namanya pasang surut untuk hubungan. Kalian mungkin akan bertengkar, saling marah dan menyalahkan, merasa jengkel atau kecewa pada pasangan, hingga kepada pertengkaran lain yang bisa membuat kita hampir menyerah.

Tapi, seorang lelaki tak pantas menjadikan hal semacam ini sebagai alasan untuk meninggalkan perempuannya. Kamu bertanggung jawab untuk tetap menyelesaikan masalah. Bahkan jika memang tetap harus berpisah, kamu tak boleh pergi begitu saja. Tetap bertahan dan jelaskan kepadanya apa yang menjadi sumber masalah dalam hubungan kalian berdua.

Dan Bersikaplah Baik dengan Sepenuhnya, Bukan Hanya Ketika Kamu Membutuhkan Dirinya Saja

Tak peduli apa yang akan terjadi, kamu patut untuk selalu berjaga atas rasa cinta pada si dia. Tetap bertahan dan memperlakukannya baik sepanjang waktu, bukan hanya ketika dirimu butuh dan ingin dia ada di dekatmu. Jangan egois dengan hanya mementingkan dirimu sendiri saja, kamu juga perlu sadar bahwa perempuanmu juga tak suka jika kamu hanya mencarinya ketika sedang butuh saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lupakan Semua yang Lalu, Mari Sambut Hari yang Baru

Segala perkara yang belakang terjadi atas hidup, terasa jadi bom atom yang tak henti-hentinya menghancurkan segalanya. Mengubah tatanan cita-cita, meluluh-lantakan kisah asmara, hingga beban lain yang datang bertubi-tubi dan seolah tak ada habisnya. Beban berat yang melekat di pundak, membuat kita fokus pada hal-hal menyedihkan yang dibawanya. Padahal, bisa jadi ada sedikit suka yang bisa dijadikan alasan untuk tetap mensyukuri semuanya.

Sebelum nanti menyesal karena terlalu lama memendam kekalahan diri, sebelum nanti ia pergi dan memilih manusia lain untuk dicintai, ada banyak amunisi yang bisa kita jadikan alasan untuk kuat berdiri. Cobaan akan selalu datang, ujian tak akan pernah benar-benar bisa kita tanggalkan. Tapi cara kita belajar untuk jadi seorang petarung yang handal, bisa jadi jalan keluar untuk segala persoalan.

Ketika Cita-cita Terbelokkan, Bukan Berarti Kita Tak Bisa Mewujudkan Impian

Merasa perlu bekerja dengan passion yang disenangi, susah payah kita berjalan untuk  mewujudkan keinginan. Sialnya, kenyataan yang didapati tetap jauh dari yang diharapkan. Berpikir ini adalah sebuah kegagalan, kita memilih fokus pada semua ketidakberhasilan yang didapatkan.

Lalu lupa, jika apa yang selama ini kita kerjakan juga bermanfaat untuk kehidupan. Memberi kita kabahagian, pelajaran, pengetauan baru, hingga nilai positif lain yang selalu kita abaikan. Hanya karena merasa jika pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Baik memang jika semuanya berjalan sesuai rencana, tapi ingatlah kalau dunia sering bercanda dengan merubah banyak haluan jalan. Sebagai seorang pencari, kita hanya perlu memaksimalkan perjalanan agar tetap bisa menemukan apa yang diinginkan.

Patah Hati Itu Hal Biasa, Suatu Saat Kamu Juga Akan Merasakan Cinta yang Luar Biasa

Pernah jatuh cinta dan bahagia. Memberikan segalanya, lalu ditinggal pergi begitu saja. Kecewa, mungkin sudah pasti. Tapi menangis dan mengutuki semua yang sudah terjadi tentu tak akan berarti. Tak ada yang salah dari patah hati berkali-kali, anggaplah ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri.

Bertemu dengan banyak pribadi, memberikan kita banyak pelajaran berarti. Sudah menjadi pola yang pasti, jika selain bahagia cinta pun bisa membuatmu terluka. Nah, daripada berusaha untuk tak selalu terluka, bersiaplah untuk tetap  tenang meski nanti mungkin akan terluka.

Belum Bisa Buat Orangtua Bahagia Bukan Berarti Tak Berguna, Semua Hal Tentu Ada Masanya

Beberapa orang mungkin bisa merasa biasa saja meski belum bisa memberi apa-apa untuk kedua orangtua. Namun di sisi lain, ada pula orang-orang yang kerap khawatir atas pencapaian hidupnya. Merasa gagal jadi anak yang berbakti, tak berguna untuk membahagiakan mereka yang dicintai.

Hei, bukankah sesuatu yang bernilai baik memang selalu sulit didapatkan? Tak perlulah kamu takut sampai menjadikannya beban pikiran. Bukan apa-apa, jiwa yang terlalu diselimuti rasa bersalah tentu tak baik. Bukannya bisa fokus untuk melakukan hal-hal baik yang kamu inginkan, rasa bersalah justru membuatmu kian tertekan dan akhirnya tak mendapatkan hasil apa-apa.

Kedua orangtua pun tentu paham, apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal yang terpenting sekarang adalah, bagaimana kamu terus berjalan dan menemukan jalan keluar. Demi membuat mereka bangga atas apa yang kamu lakukan.

Tak Lagi Punya Banyak Teman Tak Selalu Menyedihkan, Justru Kamu Lebih Paham Siapa yang Layak Dipertahankan

Seiring dengan bertambahnya usia, kita semua akan merasakan babak kesepian hebat dalam kehidupan. Tak punya teman sebanyak masa sekolah, berpikir jadi manusia paling sedih sedunia, hingga bertanya-tanya apakah yang salah dari diri kita.

Dengar, hal seperti ini terjadi atas hidup semua orang. Tak ada yang berubah dari kita atau teman-teman yang tadinya kita miliki, waktu dan prioritas hidup yang harus diutamakanlah yang kemudian merubah pola hubungan pertemanan kita. Di saat kita masih berjibaku dengan banyaknya cicilan kebutuhan, teman lain mungkin sudah sibuk dengan anak kecil yang baru saja ia hasilkan. Semuanya ada masanya, dan kita harus selalu bersiap untuk kehilangan semuanya, termaksud teman.

Kesedihan dalam Hidup Akan Selalu Ada, Tapi Satu Hal yang Pasti “Kita Harus Selalu Bangkit dan Berdiri Lagi”

Tak ada yang bisa memastikan jika kita akan baik-baik saja untuk segalanya. Segala macam aspek kehidupan, kerap berkonspirasi untuk menciptakan kesedihan yang jadi beban. Tapi di waktu lain, kita pun bisa bahagia dengan perasaan yang tak terkira. Intinya, bahagia dan duka selalu datang kapan dalam bentuk apa saja.

Merasa dipecundangi waktu dan keadaan adalah respon yang biasa atas semuanya. Tapi jagan pernah merasa menyerah untuk semua perkara. Karena dibalik semua ujian dan cobaan yang ada. Hal yang wajib dilakukan adalah bangkit dan berdiri lagi untuk memulai hidup baru yang lebih bahagia lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Laki-laki yang Marah Setiap Kali Ditanya, Bisa Jadi Sedang Berbohong pada Perempuannya

Apapun itu alasannya, kebohongan tetaplah tak bisa dibenarkan. Dan akan terasa menyakitkan jika ternyata, hal tersebut dilakukan oleh seseorang yang kita sayang. Sialnya, untuk bisa tahu si dia sedang berbohong, gampang-gampang susah.

Bahkan dilansir dari laman elitedaily.com, untuk bisa tahu apakah si pacar sedang berbohong atau tidak itu tidak mudah. Sebab tidak ada tanda-tanda atau ciri-ciri khusus yang menunjukkan seseorang sedang berbohong. Apalagi jika si dia lihai dalam menyembunyikan kebohongannya dengan sangat baik.

Ia bisa saja mengelak dan berkata tak sedang menyembunyikan apapun dari kita. Namun sebagai perempuan, kamu tak boleh ditipu terus-terusan. Untuk itu, coba cari tahu kebenarnya dari caranya bersikap di depan kita.

Terlihat Gusar, Fokusnya Selalu Buyar Setiap Kali Diajak Bicara dan Ngobrol Berdua

Memang, selihai apapun penjahat menyembunyikan kelakukannya, pastilah akan tercium juga. Begitu pula dengan kebohongan yang mungkin sedang disembunyikan oleh si dia. Kalau tak percaya, coba ajak dirinya ngobrol berdua. Lalu perhatikan bagaimana gerak-gerikannya setiap kali menyampaikan jawabannya atas pertanyaan yang kita berikan.

Kalau ternyata ia terlihat tak tenang dan cenderung tak fokus serta sedikit gugup, barangkali ia memang sedang berusaha merangkai cerita bohong yang diharapkan bisa membuat kita percaya. Tanda lainnya, ia mungkin akan menggaruk kepalanya, memainkan tangannya di meja, menggoyang-goyang kaki, atau berkali-kali menggeser posisi.

Pertanyaan yang Sama, Seringkali Dibalas dengan Jawaban yang Berbeda

Di awal obrolan, kita mungkin sudah bertanya “kemana” dan “ngapain” saja dia semalaman. Jawaban pertama mungkin ia bilang ada di rumah dan tidak mengerjakan apa-apa. Namun pada beberapa menit selanjutnya, ketika kita mencoba untuk menanyakan hal yang sama. Ia malah berkata jika dirinya ada di luar dan kumpul bersama teman.

Itu karena dari awal ia memang sudah berbohong, sehingga lupa pada jawaban yang sebelumnya sudah disampaikannya. Nah loh, ketahuan kan. Dari jawabannya saja sudah tak seragam, berarti ada sesuatu yang memang sedang disembunyikan.

Tak Pernah Bisa Mengulang Cerita dan Bagaimana Detail Rincian Kejadiannya

Jika memang benar, biar ditanya beribu kali pun. Seseorang akan bisa mengulang cerita dengan sama persis, atau setidaknya mendekati jawaban pertamanya. Berbeda dengan si dia yang sedang berbohong, apa yang ia ceritakan terdengar bukanlah sebuah kenyataannya yang sebenarnya.

Beberapa bagian tidak terdengar selaras, bahkan kadang jadi sesuatu yang tak mungkin dilakukan berbarengan. Jangankan untuk mengulang cerita, ia bahkan tak lupa bagaimana detail rinci kejadiannya. Entah karena lupa pada karangan cerita pertama atau sedang berhati-hati agar tak ketahuan bohongnya.

Bahkan Akan Marah, Jika Diberi Pertanyaan

Ini adalah tanda paling mudah untuk diidentifikasi. Bukannya memjawab pertanyaan yang kita berikan, ia justru marah saat diberi pertanyaan. Berdalih jika kita tak mempercayainya, padahal yang sedang ia lakukan adalah sebuah kamuflase agar kita bia mempercayainya.

Hal ini dikarenakan, laki-laki yang sedang berbohong percaya jika kemarahan bisa jadi alat yang meredam curiga seseorang. Karena melihatnya marah, kita pun mengurungkan niat untuk bertanya. Apalagi jika kebetulan dirimu adalah sosok yang tak suka bertengkar. Masuklah, trik jitu yang ia sedang mainkan. Jangankan untuk pertanyaan besar yang serius, hal-hal remeh saja kadang bisa mebuatnya marah.

Selalu Mengalihkan Topik Pembicaraan

Seolah ingin kabur dari jerat kecurigaan yang sudah kita tunjukkan. Laki-laki akan bisa dengan mudah mencari pengalihan agar perempuannya tak lagi membahas kebohongan yang mungkin sedang ia lakukan. Ditanya apa, dijawabnya apa. Tak ada yang singkrom, sebab ia sedang ingin mengalabui kita.

Untuk itu, jika memang merasa ia selalu mengalihkan topik pembicaraan. Kemungkinan besar ada kebohongan yang mungkin sedang ia sembunyikan dan takut ketahuan.

Kerap Terlihat Panik, Setiap Kali Kita Ingin Mengecek Ponselnya

Demi menghargai privasi, kita mungkin jarang sekali untuk memintanya menunjukkan apa yang ia kerjakan pada ponsel miliknya. Sialnya, kepercayaan dan keleluasaan yang kita berikan justru dipakai sebagai alat untuk menutupi kebohongan. Jadi jangan heran, jika tiba-tiba kamu meraih ponselnya, ia malah tak mau membukakan kuncinya.

Walau dibalas dengan sebuah candaan dengan berkata, “tak ada apa-apa disana”, jangan mudah percaya. Sebab ketika ia berkata tak ada apa-apa, bisa jadi karena ada apa-apa.

Dan Berperilaku Aneh Serta Terlihat Beda dari Biasanya

Sekali lagi, ia mendadak berubah bukan seperti lelaki yang kita cinta. Entah itu dari caranya bicara, pola perilaku, serta sikapnya kepada kita. Dia yang tadinya cuek dan tak begitu romantis, mendadak jadi perhatian. Dia yang tadinya sering mengingatkan makan, berganti dengan jarang memberi kabar.

Memang sih, perubahan seperti ini tak selalu berarti ada kebohongan yang disembunyikan. Tapi biasanya, hal tersebut dilakukan untuk menutupi sesuatu yang tak ingin kita tahu. Pintarlah membaca perubahan sikapnya, jangan sampai terjebak dan tertipu oleh kebohongan yang dibuatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top