Feature

Saat Hubungan Mulai Merenggang, Perbaiki Dulu Komunikasi yang Mulai Berkurang

Diawal hubungan, komunikasi jadi hal paling getol yang dilakukan. Tapi belakangan, pasanganmu justru jarang memberi kabar. Sudah bosan? Situasi ini mungkin jadi sesuatu yang janggal. Seolah ada sesuatu yang benar-benar hilang dari hubungan. Berbagai macam kemungkinan pun buru-buru dibayangkan. Entah si dia yang sekedar sibuk, sedang malas saja, atau asyik dengan orang ketiga.

Bosan jadi kata yang mungkin wajar, sebab bertemu dengan orang yang sama setiap waktu kadang-kadang membuat jemu. Tapi hubungan yang merenggang bukanlah perkara wajar, sebab ada cara yang bisa kita lakukan agar tak merasa bosan, untuk terus bertukar kabar dengan sang pacar.

Cari Akar Masalahnya dengan Bertanya, “Mengapa Hubungan Kita Kian Renggang?”

Barangkali kadar percaya mulai berkurang, diganti dengan prasangka dan curiga yang kian besar. Beberapa alasan yang disampaikan pasangan, mulai terdengar seperti bualan. Jadi wajar, jika komunikasi mulai berjalan tak lancar.

Semenatara curiga terus tumbuh, kita lupa untuk kembali memahami satu sama lain. Bukannya segera berbaikan, hal yang dilakukan justru saling mendiamkan pasangan. Kalau begini, sudah pasti hubungan kian renggang. Agar tak semakin memperkeruh keadaan, mulailah mencari asal dari pertengkaran yang mungkin sudah lama larut dalam hubungan. Bicarakan pada pasangan, dan terbuka untuk sama-sama memaafkan, juga belajar agar lebih pandai menahan amarah dan prasangka.

Selanjutnya Cobalah Perbaiki Pola Komunikasi dengan Interaksi yang Mampu Meredam Amarah

Demi menguatkan ikatan dalam hubungan, ada ruang yang memang perlu kita rawat bersama pasangan. Dibenahi jika ada yang salah, dan terus saling terbuka untuk sesuatu yang mungkin tak kita suka. Untuk itu, demi membantumu memperbaiki komunikasi yang mulai renggang, melakukan interaksi fisik jadi sesuatu yang perlu dilakukan.

Percayalah, jabatan tangan sederhana yang akan kita berikan pada si dia, mampu meluluhkan amarah atau kejengkelan yang mungkin sedang dirasanya. Bahkan jika memang memungkinkan, memberinya pelukan pun sangat disarankan. Sembari melakukan hal itu, cobalah beritahu dirinya, perihal apa yang mungkin sedang kita rasa.

Sebelum Bertanya, Cobalah Baca Situasi dan Raut Wajah si Dia

Nah, tak semua kita bisa memahami kode-kode yang diberikan oleh si dia. Untuk itulah, kita perlu bertanya apa sebab dari kerenggangan hubungan yang makin terasa. Tapi jangan pula, membuatnya seperti seorang tersangka yang sedang diinterogasi. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang bisa menimbulkan kesalahan dalam hal mengartikan.

Tanpa harus terdengar sedang mengorek informasi darinya, pakailah pertanyaan dengan bahasa yang tak terkesan memojokkan. Tunjukkan padanya, pertanyaan yang kita sampaikan lahir dari rasa ingin tahu, bukan tuduhan yang membuat ia merasa tersudut.

Dari sini, ia akan paham. Jika niat yang kita sampaikan adalah sesuatu yang murni datang dari rasa ingin tahu, demi memperbaiki hubungan.

Jadilah Komunikator yang Baik, Ciptakan Momen yang Membuatnya Sadar akan Kerenggangan dalam Hubungan

Kemampuan kita untuk bisa memahami pasangan, jadi sesuatu yang memang diperlukan. Cobalah untuk masuk ke dalam hal-hal yang sedang ia bagikan, dengan mendengarkan apa yang ia ceritakan. Barangkali memang benar, ada sikap dari kita yang membuatnya tak nyaman.

Dari sini, kita mungkin bisa lebih mudah dalam memahaminya. Pelan-pelan, cobalah masukkan apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan dalam obrolan. Ajak ia untuk sama-sama sadar, bahwa jalinan komunikasi yang dimiliki sudah tak lagi seperti biasanya.

Ubah obrolan ke arah percakapan yang memang sedang ingin kita sampaikan. Ini akan membantunya sadar, jika apa yang sedang kita lakukan jadi upaya untuk memperbaiki komunikasi dalam hubungan.

Pasangan Bisa Jadi Cerminan, Barangkali yang Salah Adalah Kita Bukan Dirinya

Jangan buru-buru untuk berpikir bahwa dia jadi pihak yang bersalah. Menjauh dari hubungan, dengan mengabaikan kita sebagai pasangan, hingga tak lagi mau memberi kabar. Karena, kamu pun tentu tak sempurna. Barangkali ada salah yang tak kamu sadari telah membuatnya kecewa.

Mari ingat-ingat lagi, barangkali ada sesuatu yang memang sebelumnya terjadi atas kesalahan dari diri sendiri. Membuatnya jengkel hingga dibalasnya dengan melakukan hal serupa. Tapi jika memang tak ada, tidak apa jika kita belajar untuk mencari tahu dengan cara lain yang lebih baik lagi.

Sampaikan Perasaan dari Cerita yang Akan Kita Bagikan

Jangan pernah membangun cerita dengan bahasa yang terlalu dilebih-lebihkan. Belajarlah untuk mengungkapkan perasaan sesuai dengan yang memang kita rasakan. Jika memang tak suka dengan diamnya, sebaiknya sampaikan saja. Karena biar bagaimanapun, hubungan yang baik haruslah disertai dengan komunikasi yang sehat. Maka jika tak ada komunikasi yang baik antar pasangan, jangan harap jika hubungan bisa terus berjalan. 

Ceritakan padanya, apa yang kita rasakan ketika dirinya tak lagi memberi kabar sesering dulu, tak lagi memberi pengingat makan tepat waktu, buat dia merasa dibutuhkan kamu. Karena memang benar, kita telah merasa kehilangan. Ini akan membantunya luluh, dan mau terbuka tentang apa yang juga dia rasakan.

Dan Selalu Pahami, Bagimana Membuatnya Merasa Dihargai

Ini jadi sesuatu yang wajib untuk hubungan. Membuat dirinya dihargai dengan baik oleh seseorang yang dia sayang. Selama sedang bersamanya, hilangkan semua gangguan yang bisa merusak momen kebersamaan. Simpan ponselmu dengan fokus untuk menatap matanya selama berkomunikasi berdua.

Ciptakan suasana baik yang membuatnya merasa jika ia adalah sosok yang benar-benar kita hargai. Karena pada akhirnya, siapa saja yang merasa terabaikan, akan berjalan menjauh perlahan.

Komunikasi akan selalu jadi pondasi untuk hubungan yang langgeng. Sampaikan hal-hal yang memang berpotensi menjadi pemicu kerenganggan, lewat komunikasi ringan dengan pasangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lika-Liku Selingkuh, yang Perlu Kamu Tahu

Setelah banyaknya kasus selingkuh yang kerap dikaitkan dengan istilah ‘Pelakor’, beberapa orang menjadi was-was. Takut jika pasangannya dipikat atau terpikat oleh pihak lain. Padahal yang namanya selingkuh, itu tak hanya karena si penggoda saja. Lihat juga reaksi yang digoda, atau jangan-jangan pasanganmulah yang menggoda.

Jangan buru-buru sensi, buat bilang kalau si lelaki selingkuhan istrimu adalah brengsek. Atau perempuan yang konon merebut suamimu, kau cap murahan. Sekali lagi, selingkuh dilakukan dua orang dengan sadar. Tak ada yang bisa dibenarkan dan disalahkan. Agar tak terjebak dalam pemahaman yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang selak beluk penyelewengan yang melukai hati.

Kenali Dulu Siapa Dia, Sebab dari Hasil Penelitian Ada Orang yang Memang Gampang Selingkuh

Selingkuh itu merenggut kebahagian, dan memotong impian masa depan. Untuk itu, mendapati pasangan yang mendua jelas jadi sesuatu yang tak diinginkan kita semua. Nah, untuk membebaskan dari ancaman kejadian yang menyakitkan ini. Dari hasil beberapa penelitian, inilah beberapa jenis karakter orang yang disebut-sebut mudah sekali untuk selingkuh.

Apalagi Jika Dirinya Gemar Posting Foto Mesra di Sosial Media

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Bukan benar-benar bahagia, pasangan yang gemar memasang foto mesra, bisa jadi sedang menyembunyikan masalah hubungannya.

Dan Jika Suamimu Mendadak ‘Bernafsu’ Bisa Jadi Ia Sedang Selingkuh

Tanpa bermaksud untuk mengajakmu tak percaya pada suamimu. Namun, perubahan yang signifikan perlu untuk dicurigai. Coba perhatikan lagi, bagaimana ia bersikap sebelumnya. Masih serupa atau mendadak berbeda. Bahkan, dari hasil penelitian. Suami atau pasangan yang sedang berselingkuh, konon akan lebih bernafsu bercinta dari hari-hari biasa. 

Itulah Sebabnya, Hasil Studi Bilang : Tukang Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari Dia yang Setia

Untuk kamu para pelaku yang kerap berselingkuh, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Tapi Selalu Ada Alasan, yang Memicu Seseorang Selingkuh dari Pasangannya

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya. Berikut ini adalah beberapa alasannya.  

Lalu Jika Sudah Selingkuh, Pantaskah Ia Kembali Lagi Padamu?

Jadi momok yang selalu ditakutkan dalam hubungan, tak seorang pun ingin hubungannya berakhir karena perselingkuhan. Tapi, perjalanan cerita cinta selalu datang dengan berbagai macam kejutannya. Jika “selingkuh” tiba-tiba jadi prahara, kita tak selalu bisa menolaknya. Untuk bisa mempertimbankan apakau dirinya layak diterima lagi atau tidak, kamu bisa membacanya disini.

Sebagai Pelajaran yang Akan Menguatkan, Mari Berbenah Diri dari Sakit Hati Karena Diselingkuhi

Tak bisa memilih cerita hidup, beberapa orang bernasib sial karena pernah menjadi korban perselingkuhan dari seseorang yang mungkin disayang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, segala bentuk sakit hati yang tak bisa dihindari. Ada beberapa pelajar yang bisa kamu jadikan acuan untuk terus bangkit dari sakit hati, karena diselingkuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sederet Alasan, Mengapa Seseorang Selingkuh dari Pasangan

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya.

Dan dari hasil temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir dari Brightside.me, ada beberapa alasan yang bisa membuat seseorang berselingkuh. Berlaku untuk setiap orang, termaksud mereka yang hubungannya terlihat mesra. Sebab mereka juga berpotensi untuk tergoda oleh orang ketiga.

Keintiman Memudar dan Tak Tahu Bagaimana Caranya Mengembalikan

Bayangkan, kamu akan bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Dari sejak kamu membuka mata hingga tertidur pada malam harinya. Bosan itu manusiawi, tapi jika hal tersebut justru merubah kalian berdua sampai kehilangan keintiman. Jelas bisa berbahaya. Tak mamu untuk menciptakan suasana yang bisa membawa kalian dalam percakapan hangat, jadi kemungkinan yang bisa menghantar hubungan pada perselingkuhan, yang bisa berakhir pada perceraian. 

Seks sering disebut-sebut sbagai salah satu hal yang dicari oleh lelaki yang berselingkuh dari pasangannya. Padalah, pada buku The Truth on Cheating, konselor pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien lelakinya yang berselingkuh mengaku tak memiliki keintiman emosional dengan pasangannya. Dan kian sulit untuk bisa dideteksi, karena laki-laki tidak suka menunjukkan perasaan mereka. Padahal, banyak perempuan yang sangat menginginkan agar pasangan prianya memiliki perasaan terbuka.

Merasa Tak Dihargai Oleh Pasangan Sendiri

Percaya atau tidak, sebagian besar lelaki menginginkan eksistensi dan penghargaan atas apapun juga. Akan jadi cerita buruk, jika ternyata sang istri berperilaku dengan sesuka hati tanpa berpikir bagaimana perasaan sang suami. Entah dari perkataan, sikap, perbuatan, dan hal lain dalam interaksi serta hubungan berdua.

Laki-laki akan merasa dilukai tatkala istrinya memandang rendah pekerjaannya, hanya karena si istri punya penghasilan yang lebih besar, misalnya. Rasa rendah diri atas sikap seperti ini akhirnya melahirkan sakit hati yang kemudian memicunya untuk mencari perempuan lain yang bisa menghargai dirinya seperti keinginannya. Dan bisa terjadi juga sebaliknya, perempuan selingkuh karena tak merasa dihargai oleh suaminya.

Berkurangnya Romansa dan Gairah Tiap Kali Ingin Bercinta

Yap, tetap mempertahankan romansa cinta seperti awal menikah memang susah. Geliat bercinta dan emosi bisa pudar seiring bertambahnya usia. Tapi, hal yang perlu dan baiknya tetap ditumbuhkan keterbukaan perihal kehidupan seks pada pasangan kita. Karena kalau tidak, pasanganmu bisa pergi dan mencari kebutuhan jasmaninya di luar.

Hal ini dibenarkan oleh survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte. Katanya, kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan menjadi alasan bagi 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk berselingkuh dari pasangannya. Menariknya, orang-orang dalam surveri tersebut mengaku memiliki kehidupan yang bahagia secara umum. Tak ada masalah atau skandal lainnya.

Waktu yang Tadinya Dipake Berdua, Direnggut Oleh Sosial Media

Mewabahnya tren sosial media, memang memberi dampak tersendiri bagi hubungan. Lelaki yang sibuk pada games di ponsel pintar atau perempuan yang terus berselancar pada timeline Instagram. Kadang perempuan lupa, bahwa ada pasangan yang perlu disambut ketika pulang kerja. Begitu pun sebaliknya, laki-laki lupa kalau istrinya pun butuh waktu berdua untuk tetap menghidupkan rasa.

Maka jika salah satu pasangan sudah terjebak pada aktivitas dunia maya yang berlebihan, kemungkinan selingkuh akan meningkat. Sementara kamu sibuk denga gadgetmu, lelakimu mungkin akan sibuk mencari perempuan yang bisa menggantikan peranmu.

Salah Satu atau Masing-masing, Terlalu Sibuk untuk Bekerja

Kecintaan terhadap pekerjaan dan alasan lain, seringkali membuat seseorang lupa. Bahwa selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ada pasangan yang juga membutuhkan dirinya. Perjalanan bisnis atau kebohongan yang disengaja, jadi celah paling banyak yang dimanfaatkan oleh lelaki untuk menyeleweng dari pasangan.

Sedangkan perempuan, biasanya akan berselingkuh di tempat kerja, pada rekan yang biasanya dekat dan bisa memahaminya. Dan, tahun 6 hingga ke 9 konon jadi tahun paling rawan atas perselingkuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dari sini kita belajar, bahwa manajemen waktu antara bekerja dan pulang ke rumah menikmati kebersamaan dengan pasangan bisa jadi salah satu penekan keinginan selingkuh dari pasangan.

Mendapat Pengaruh dari Luar Diri

Yap, circle pertemanan memang kerap disebut-sebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Walau sebenarnya kita tetap jadi pihak terkuat yang bisa menentukan akan jadi seperti apa kita kelak. Kita cenderung bersikap sebagaimana beberapa teman kita bersikap.

Bahkan dalam sebuah polling anonim, lebih dari 75% laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya mengaku terpengaruh karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, orang sekitar bisa jadi pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh.

Selingkuh, Sudah Jadi Kebiasaan yang Mendarah Daging Baginya

Percayalah, persentase seorang peselingkuh berubah sangatlah sedikit. Jadi, jika sudah pernah ketahuan satu kali selingkuh, kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di hari berikutnya. Sebab, selingkuh itu memberi efek ‘nagih’. Ada sensasi berbeda yang dirasa ketika berhasil menaklukkan banyak perempuan, jika ia adalah seorang lelaki. Pun begitu sebaliknya.

Maka jika sedari pacaran saja, kamu sudah tahu ia adalah ‘tukang selingkuh’. Sebaiknya pertimbangkan niatmu untuk terus bersamanya. Karena sifat tersebut, mungkin sudah jadi tabiatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top