Feature

Saat Film Dalam Negeri di Indonesia Tak Bersinar, Tapi di Luar Negeri Justru Berbinar-Binar

Beberapa tahun belakangan film Indonesia memang mengalami perbaikan alur cerita. Setelah sebelumnya kita menemukan beberapa cerita yang tidak jelas dengan unsur horor dan komedi yang menjurus ke arah seksual. Kini banyak film baru yang menampilkan jalan cerita menarik dan bagus. Secara kualitas film Indonesia makin membaik bahkan sampai mendapat penghargaan di ajang film festival internasional.

Meskipun terbilang sukses karena mendapat pengakuan dari luar, tapi tidak berdampak pada sambutan penonton di bioskop di Indonesia. Lantaran banyak film yang kurang mendapatkan ruang di dalam negeri, dengan minimnya durasi tayang. Beberapa film Indonesia yang bersinar di ajang internasional ini mesti redup gaungnya di tanah air.

Kamu pensaran kan film-film apa aja yang sukses di luar negri?

Ziarah

Sumber : BookMyShow

Pernah kah kamu membayangkan seorang berusia 90 tahun menjadi pemeran utama dalam film. Kalau kamu tidak percaya, tentu kamu mesti menyaksikan film garapan BW Purba Negara berjudul Ziarah yang tayang tahun 2016. Film garapan BW Purba menceritakan seorang nenek yang mencari kuburan suaminya yang tidak pulang selama puluhan tahun. Petualangan si nenek nyari kuburan suaminya merupakan cerita yang memilukan.

Jadi tidak heran kalau mendapatkan apresiasi tinggi di beberapa festival film dunia. Salah satunya “Film Terbaik Pilihan Juri” di ASEAN International Film Festival and Awards 2017. Dan mendapatkan “Film terbaik” dari Salamindanaw Film Festival 2016 di Filipina. Sayang di Indonesia film ini hanya bertahan tiga minggu dengan total jumlah penonton 30 ribu di Indonesia.

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Sumber : BookMyShow

Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak merupakan film yang membuat kamu nggak kebayang kalau sosok cantik seperti Marsha Timothy, bisa berperan sebagai seorang janda miskin yang beringas dengan membunuh perampok yang ingin memeperkosanya. Film yang tayang tahun 2017 termasuk dalam kategori sadis. Apalagi ada satu adegan di mana satu orang terakhir dia bunuh dengan menebas kepalanya. Cerita makin menarik pas Marlina nenteng kepala si perampok yang udah putus ke kantor polisi buat jadi barang bukti.

Film ini pun akhirnya mendapatkan penghargaan luar negeri. Seperti kategori “Skenario Terbaik” pada FIFFS Maroko edisi ke-11. Ditambah, penghargaan di Five Flavours Asian Polandia. Marsha Timothy juga diganjar sebagai “Aktrris Terbaik Festival Sitges International”. Meskipun sederet penghargaan menghisi film ini, namun publik tak tergerak untuk menonton film ini. Terbukti hanya sekitar 100.000 penonton.

Terbaru, Film ini baru saja mendapatkan 10 piala dari di ajang Piala Citra 2018.

Siti

Sumber : Wartakota

Salah satu film lainnya yang kurang mendapatkan respon positif publik adalah film berjudul Siti yang tayang tahun 2014, Garapan Eddie Cahyono. Film ini bercerita tentang Siti yang bekerja sebagai pemandu karaoke di daerah pesisir Yogyakarta yang berjuang untuk melunasi utang keluarga dan merawat suami dan anaknya.

Sampai pada akhirnya ia malah tertarik dengan salah satu pelanggan tetapnya yang seorang polisi. Sama seperti film-film sebelumnya, Film Siti juga mendapat penobatan “Film Terbaik” di Festival Film Indonesia 2015. Sedangkan di Tiongkok dalam ajang Shanghai Internasiona Film Festival, Siti mendapat kategori “Best Cinematography” dan “Best Screenplay” . Tapi di Indonesia yang menonton Siti hanya berjumlah 4 ribu orang.

Turah

Sumber : Liputan 6

Film besutan sutradara Wicaksono Wisno Legowo dirilis tahun 2016 memiliki jalan cerita yang unik. Menceritakan kampung pesisir di Tegal Jawa Tengah yang diisi sama orang-orang pesimistis. Dari sekian banyak orang yang ada di kampung tersebut muncul lah sesosok orang yang optimis bernama Turah yang merubah pola pikir masyarakat.

Film ini sangat fantastis karena mendapat sambutan meriah di berbagai festival internasional bahkan sampai masuk dalam satu nominasi Oscar tahun lalu. Sayang pas di Indonesia film ini cuma dapat 16 layar di seluruh bioskop dan cuma bertahan dua minggu.

Istirahatlah Kata-Kata

Sumber : Tabloid Bintang

Film ini menceritakan tentang seorang penyair yang hobinya membuat puisi-puisi penuh kritik buat pemerintahan orba. Puisi satirnya membuatnya kuping beberapa orang panas hingga nyawanya terancam. Ia adalah Wiji Thukul, seseorang yang kerap dibisiki teror namun mulut tetap lantas berpuisi sampai akhirnya ia dikabarkan hilang hingga kini.

Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen yang dirilis tahun 2016 ini mendapatkan penghargaan sebagai “Film terbaik” di Bangkok Asean Film Festival 2017. Tapi film yang sarat akan sejarah ini tidak terlalu booming di Tanah Air. Cuma mendapat sekitar 50.000 penonton.

Beberapa film yang disebutkan memang mendapatkan sederetan penghargaan. Namun sungguh disayangkan tidak mendapat respon yang baik bagi pecinta film di tanah air. Mungkin karena alur cerita yang terasa asing atau kalah dengan publikasi film Hollwood. Membuat sederetan film ini kurang begitu tumbuh segar di tanah air.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top