Feature

Rupanya Rahasia Badanmu Bugar Karena Rajin Sholat Tarawih?

Bulan puasa bukan berarti jadi alasan untuk bermalas-malasan. Walau harus tetap menahan haus dan lapar di tengah segudang kegiatan, kita bisa tetap bugar kok. Yap, salah satunya bisa kita dapatkan dari ibadah salat tarawih setiap malam.

Karena selain jadi ibadah wajib yang akan kita lakukan selama bulan Ramadan dengan berjamaah, ternyata salat tarawih tak hanya mendatangkan pahala saja. Tapi dipercaya juga memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh kita.

Dimulai dari Meningkatkan Kebugaran Tubuh

Salat tarawih mampu menghasilkan efek fisiologis sama halnya seperti saat melakukan olahraga ringan seperti jogging atau berjalan. Karena gerakan salat tersebut dapat memicu reaksi tubuh untuk memperkuat sel-sel kekebalan tubuh. Inilah yang kemudian bisa membantu kita untuk lebih kuat dalam berpuasa dan terhindar dari penyakit selama bulan Ramadan.

Bahkan hebatnya lagi nih, dari hasil penelitian gerakan salat tarawih yang kita lakukan hampir serupa dengan gerakan kita membakar 2.000 kkal per minggu. Berita baiknya, orang yang melakukan ini dipercaya memiliki angka kematian seperempat hingga sepertiga lebih rendah daripada yang tidak berolahraga sama sekali.

Menyehatkan Tulang dan Persendian

Lain dari salat biasa yang kita lakukan setiap hari. Salat tarawih adalah salah satu salat yang memiliki jumlat rakaat yang cukup banyak. Maka, dengan kata lain setiap kali kita melakukan salat tarawih mampu menyehatkan tulang dan persendian.

Meski pada kenyataannya beberapa masjid menunaikan salat tarawih 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat, dengan bacaan ayat yang panjang. Namun ada pula masjid yang menunaikan salat tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir dengan bacaan surat yang pendek sehingga cenderung tergesa-gesa. Nah, untuk dapat memperoleh kesehatan tulang yang kita inginkan. Salat tarawih sebaiknya dilakukan tidak tergesa-gesa terutama untuk orang yang sudah lanjut usia.

Dipercaya Juga Mampu Mengurangi Kadar Gula Darah dalam Tubuh Kita

Aktivitas berbuka puasa sering mendorong kita untuk mengonsumsi makanan-makanan manis. Padahal hal ini bisa berbahaya bagi tubuh. Karena meningkatkan kadar gula darah. Apalagi untuk kamu yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Kalau terjadi dalam rentang waktu yang terus menerus, jelas bisa berbahaya.

Berita baiknya, salat tarawih jadi salah satu kategori aktivitas dimana gerakan-gerakan bisa menurunkan kadar gula dalam darah selepas berpuasa. Kita bergerak yang juga membantu gula darah turun dan tak tertimbun dalam tubuh.

Bisa Jadi Alternatif untuk Mengurangi Berat Badan

Gerakan yang berulang, jika dilakukan secara rutin selama beberapa hari selalu bisa membantu kita melepas kalori. Nah, berhubung puasa akan berlangsung selama satu bulan penuh. Coba bayangkan berapa banyak kalori yang bisa kita lepaskan setiap kali tarawih kala malam. Ditambah asupan makanan yang jelas akan dikonsumsi terbatas, bukan tak mungkin jika puasa dan salat tarawih membantu kita untuk menurunkan berat badan.

Diyakini Juga Berpengaruh untuk Fungsi Otak Kita

Gerakan salat dengan jumlat rakaat yang lebih banyak, akan membantu peredaran darah ke seluruh tubuh, khususnya ke otak. Selain itu, hal ini juga akan membantu terjaganya suplai nutrisi yang dibutuhkan oleh otak kita. Sehingga otak kita mampu bekerja secara optimal. Jadi ketika esok pagi akan memulai aktivitas lagi, kita bisa lebih berkonsentrasi. Terutama jika sedang ingin bekerja atau berpuasa.

Mambantu Kita Terhindar dari Stress Karena Mood Baik dalam Diri Meningkat

Sepanjang bulan puasa, pasti ada saja hal-hal yang menjadi ujian emosi. Beberapa hal pun kerap jadi beban pikiran, ujung-ujungnya menganggu pekerjaan. Nah, salat tarawih yang dilakukan rutin setiap malam, menjadi salah satu alternatif untuk menghilangkan stress dan tekadan sepanjang hari. Sebab gerakan salat tersebut, membantu tubuh melepas beberapa senyawa kimia yang berfungsi untuk meredakan stress. Sehingga dengan demikian, kita bisa mengembalikan mood baik yang sempat hilang.

Serta Berdampak Baik Pada Kesehatan Jantung

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, ketika kita melakukan gerakan salat tarawih secara rutin tubuh menjaga keseimbangan detak jantung dan membuat tubuh merasa nyaman. Dengan kata lain, salat tarawih memiliki efek yang sama dengan latihan kardio atau senam jantung.

Dan Mampu Meningkat Stamina Tubuh Kita

 

Tanpa harus ditanya, kita semua tentu ingin punya tubuh yang staminanya tetap kuat. Sebagaimana aktivitas olahraga, salat tarawih ternyata juga dapat meningkatkan stamina dan membuat kamu tidak cepat lelah dan mengantuk di siang hari.

Jadi setelah tarawih di malam hari, besok hari kita bisa bangun untuk sahur dengan stamina yang cukup baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top