Feature

Rosalina Oktavia: Pasca Amputasi Kaki Bukan Berarti Karierku Ikut Mati

Helatan Asian Para Games tengah berlangsung. Dalam pembukaannya pekan lalu, pesta olahraga se-Asia untuk penyandang disabilitas ini mengusung jargon We Are One. Sederet pengisi acara penyandang disabilitas memberikan penampilan terbaik mereka, salah satu yang menarik perhatian adalah sosok model Rosalina Oktavia. Dirinya mampu mematahkan standar kalau model harus memiliki kondisi fisik yang sempurna.

Rosalina harus menjalani amputasi kaki lantaran kecelakaan sepeda motor yang dialaminya di tahun 2010. Tapi hal tersebut justru mengantarkannya jadi sosok yang lebih tangguh bahkan ia mampu menunjukkan bahwa dengan keterbatasan yang dimilikinya, bukan berarti hal tersebut mematahkan cita-citanya.

Semua Berawal dari Kecelakaan Motor yang Membuatnya Harus Kehilangan Salah satu Kakinya

Siapa yang tak syok bila mendapati musibah seperti yang dialami Rosalina? Ia tak pernah membayangkan akan kehilangan satu anggota badannya setelah mengalami kecelakaan. Selama menjalani operasi, salah satu arteri Rosalina terputus sehingga membuat bagian kakinya membusuk. Dunianya seketika berantakan seiring prosedur amputasi kaki yang diterimanya tiga tahun lalu. Ia bahkan merasa seperti jadi orang buangan karena tatapan aneh dari orang-orang asing.

Sebelumnya, Ia memang Sudah Lama Punya Impian Jadi Model

Rosalina tak pernah menyangka akan menggeluti profesi yang sudah lama dicita-citakannya. Ia sama sekali tak pernah mengira akan menjadi model dengan disabilitas. Sebelumnya, ia bekerja sebagai seorang bidan. Namun seiring pengalaman pahit yang dialaminya, ia bangkit dan mewujudkan cita-citanya sejak lama.

Ia Bangkit Berkat Dukungan Sang Suami

Kiprah modeling Rosalina bermula dari dukungan sang suami, Don Kasunjith yang berprofesi sebagai fotografer. Terinspirasi model difabel di Amerika Serikat dan Eropa, suaminya tersebut membantunya mengumpulkan portofolio model, yang membantu sang istri untuk menemukan kembali kepercayaan dirinya.

Proses inilah yang akhirnya membuat Rosalina yakin bahwa ia juga bisa mewujudkan mimpinya meski hanya punya satu kaki. Mimpinya terwujud saat ia ditawari untuk melenggang di Singapore Fashion Runway dan menjadi duta untuk para model berkebutuhan khusus.

Setelah Melewati Berbagai Proses Berat, Pada Akhirnya Rosalina Bisa Memaknai Sendiri Pelajaran berharga dalam Hidupnya

“Saya ingat seperti apa rasanya setelah menjalani amputasi, dunia rasanya runtuh. Orang lain jangan sampai melewati pengalaman seperti itu. Saya sempat menjajal modelling paruh waktu sebelum amputasi, tetapi tak pernah terpikir itu masih mungkin dilakukan lagi setelah itu,” kenangnya seperti dikutip dari News.com.

Satu prinsip yang dipegangnya adalah, saat kita memutuskan melakukan sesuatu, maka lakukanlah. Jangan biarkan orang lain mengalihkan fokus kita dan jangan biarkan pendapat orang lain mempengaruhi fokus kita.

“Yang paling penting, jangan biarkan perbedaan atau kecacatan Anda menghentikan langkah Anda,” katanya.

Berkat Kerja Kerasnya, Kini Ia dikenal Sebagai Model dengan Disabilitas

Sekarang, Rosalina Oktavia sudah bangkit. Ia bangkit dan menunjukkan pada dunia kalau ia bisa menakhlukkan kekhawatirannya dengan menekuni profesinya sebagai model dengan disabilitas. Rosalina kini bermukim di Singapura. Ia juga salah satu duta keberagaman yang berjalan di Singapore Fashion Runway, ajang sekaligus wadah fashion yang mengusung dan mendukung penuh orang-orang berkebutuhan khusus untuk menyuarakan isu keberagaman yang mereka alami.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top