Feature

Robot Diprediksi Bakal Meracik Obat, Jurusan Farmasi Ditengarai Akan Hilang, Benarkah?

Mungkin dominasi robot dalam kehidupan manusia tak bisa kita percaya begitu saja. Apalagi beberapa film animasi kerap menceritakan tentang ‘bahaya’ ini yang mungkin saja bisa terjadi di masa depan, dengan mengemasnya menjadi cerita yang menarik. Dengan konklusi sulit untuk manusia dan robot dalam hidup berdampingan. Apalagi kemajuan teknologi di jaman sekarang membuat robot bisa diandalkan untuk pekerjaan manusia.

Dikutip dari The Guardian, robot nantinya akan mengisi beberapa sektor pekerjaan manusia di masa mendatang. Terutama rutinitas pekerjaan yang dilakukan sama dan berulang-ulang setiap harinya. Dengan kata lain kerja yang monoton. Dampaknya tidak hanya manusia saja yang kehilangan profesinya. Tapi bisa diprediksi kalau itu berpengaruh terhadap jurusan kuliah tertentu. Karena jurusan kuliah tersebut nantinya akan sepi peminat.

Dikutip dari Womensarticle.com setidaknya bakal ada lima jurusan yang akan punah. Karena robot sudah mampu menggantikan posisi tersebut. Apakah kamu punya tebakan jurusan apa saja yang hilang?

Jurusan Akuntansi Bisa Terancam Karena Teknologi Bisa Menggantikan

Profesi akuntan salah satu yang terancam dapat digantikan porsi kerjanya dengan hadirnya sebuah robot. Sehingga jurusan ini nantinya bakal punah. Ditengarai bakal ada software yang mampu mengurus soal pajak mulai dari perseorangan maupun perusahaan besar. Padahal pekerjaan ini dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Namun jurusan akuntansi dapat ‘terselamatkan’ apabila ada pengembangan seperti pembaruan mata kuliah semacam akutansi berbasis teknologi.

Agen Perjalanan Bakal Hilang dengan Sendirinya Membuat Jurusan Pariwisata Ikut Musnah Seketika

Agen perjalanan dulu sangat dibutuhkan apabila kita ingin melancong. Namun sebagai besar industri yang bergerak di bidang perhotelan maupun pariwisata nampaknya mudah diganti dengan hadirnya teknologi. Dengan imbas jasa agen perjalanan akan berkurang yang termakan zaman karena teknologi yang makin matang.

Apalagi sekarang ini, kita dapat melakukannya sendiri dengan situs maskapai yang diinginkan. Kecepatan mengakses lewat sebuah situs sekaligus kredibilitas yang tak bisa diremehkan, bisa jadi alasan kalau agen perjalanan bakal digantikan teknologi.

Pengarsipan Tak Lagi Dibutuhkan dan Eksistensi Jurusan Hukum Bisa Juga Terancam

Informasi dengan mudahnya dapat diakses dengan adanya bantuan internet. Semua data yang tersimpan di internet nampaknya dapat menggantikan pekerjaan semacam pengarsipan. Sehingga orang yang bekerja dalam mengarsip secara manual tak lagi bisa bertahan hidup di era teknologi. Belum lagi kalau pengoperasiannya secara total sudah memakai robot, mungkin profes pengarsipan sudah tidak ada. Yang dibutuhkan hanyalah seorang teknisi yang merawat robot. Jurusan hukum mungkin masih bisa bertahan, karena adanya profesi pengacara dan notaris.

YouTube Lebih dari TV?

Kalau hal ini sudah terlihat sejak sekarang, di mana televisi sepertinya sudah kurang peminat semenjak adanya paltform YouTube yang lengkap dengan content creatornya. Acara TV yang kerap dijustifikasi sebagai acara tak mendidik, membuat orang muak, terutama para generasi milenial yang kesehariannya memang akrab dengan teknologi. Lantas dengan adanya peristiwa ini apakah jurusan broadcasting masih bisa tetap berdiri?

Apoteker Digantikan dengan Robot, Apakah iya?

Ada yang mengatakan kalau di masa depan nanti, pembuatan dan peracikan obat bakal dilakukan oleh robot. Ini masih bersifat prediksi, dan ini menjadi alasan kenapa jurusan ini bakal punah. Secara total peran apoteker dari segala sisi akan diperankan oleh teknologi atau robot. Bisa jadi validasi IPC dan EPC bakal dilakukan dengan teknologi, bahkan sampai pelayanan resep. Lantas, apakah jurusan farmasi masih akan terus bertahan?

Well, ini semua hanyalah sebuah prediksi yang mana belum bisa diprediksi 100% akurat. Bisa jadi jurusan tersebut tetap ada namun kurang peminat. Namun ancaram robot dalam dunia pekerjaan adalah nyata. Pada 2013, Carl Benedikt Frey dan Michael Osborne dari Universitas Oxford, menyebut 702 jenis pekerjaan di Amerika Serikat bisa digantikan oleh robot. Mereka berkesimpulan, 47 persen pekerjaan dalam satu atau dua dekade ke depan akan digantikan oleh mesin. Bahkan di era sekarang sudah terjadi di beberapa sektor, lho.

Sebuah robot bernama Pepper menjadi robot pengajar di Inggris dan Jepang. Selain guru, Pepper dapat dipogram menjadi sales handal. Kemudian Carl sebuah robot yang bekerja sebagai bartender di The Robots Bar and Lounge di Jerman. Selain itu ada pula ChihiraAico yang bertugas jadi resepsionis di Tokyo Department Store. Meskipun minim interaksi, ia mampu membantu pengunjung. Lantas apakah jurusan kuliah tersebut masih bisa bertahan apabila suat saat nanti robot sudah menguasai sektor pekerjaan? Menurut kamu gimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dorce Gamalama Sudah Nyaman Tinggal Amerika Serikat

Belum lama ini Dorce Gamalama menceritakan pengalaman ketika tinggal di Amerika Serikat. Dorce menjelaskan bahwa ia tinggal di Amerika Serikat selama enam bulan dan di Indonesia selama enam bulan. Ia pun mengungkapkan alasan kenapa tidak bisa menetap di Amerika lebih dari enam bulan.

“Iya saya memang di Amerika sekarang, jadi 6 bulan di sana, 6 bulan pulang. Kita kan enggak boleh stay di sana, harus balik dulu. Nanti sudah berapa tahun kita baru punya green card, saya dua tahun lagi baru punya green card jadi mesti bolak-balik,” ucap Dorce seperti dikutip viva.co.id, Kamis (21/3).

Aktris berusia 55 tahun itu juga mengungkapkan alasannya kenapa memilih tinggal di Amerika Serikat. Bagi Dorce, tinggal di Amerika sangat memberinya ketenangan.

“Enggak ada alasan pokoknya enak saja, pokoknya lebih di sana tidak ada istilah nanya lu apa, bangsa apa, agama apa, enggak ada, kita menjalankan tanggung jawab kita masing-masing sebagai manusia,” tuturnya.

Pemain film Hantu Biang Kerok itu juga mengatakan bahwa ia sudah tinggal bolak-balik Indonesia Amerika sejak tahun 2014 lalu. Alasannya memilih Amerika juga karena Dorce sangat kagum dan menyukai kota New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aura Kasih Tak Ragu Memegang Ular Sekalipun Sedang Hamil

Penyanyi Aura Kasih kini tengah mengandung buah cintanya dengan sang suami, Eryck Amaral. Dalam beberapa unggahannya di akun Instagram, Aura Kasih tampak berfoto dengan ular. Warganet mengira bahwa Aura tengah mengidam memegang ular. Namun, Aura membantahnya.

“Wah gila, enggak (ngidam ular), kalau ular itu memang sudah punya dari dulu, tapi karena hamil dia aku titipin ke teman aku. Kebetulan, bawain lagi dong ularnya ke sini, mau liat lagi, seperti apa, gitu aja,” kata Aura seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (21/3). Kebiasaan Aura yang akrab dengan ular saat hamil juga sempat mendapat protes dari pengikutnya di Instagram.

“Banyak yang DM, ‘Mbak lagi hamil, jangan, istighfar, karena itu binatang jelek’. No, menurut aku semua binatang lucu, kata aku. Enggak boleh bilang jelek,” ujar Aura lagi. Ia menganggap hal ini sebagai latihan untuk anaknya saat lahir agar jadi penyuka binatang. Bagi Aura, ia sangat menyukai ular terutama jenis piton.

“Aku memang suka ular dan aku suka pitonku. Yang kecil itu punyaku, kalau yang gede, yang difoto punya temanku,” paparnya. Selama hamil, Aura mengaku selalu ingin melihat hewan-hewan yang menurutnya lucu dan menggemaskan.

“Enggak ada ngidam. Jujur, kalau ngidam lebih ke pengin liat binatang-binatang lucu. Kalau aku lagi lihat di Instagram pasti lihatnya kucing, anjing, binatang lucu aja,” jelas Aura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Punya Tiga Anak, Ririn Dwi Ariyanti Bersyukur Tetap Diberi Kebebasan untuk Bekerja oleh Sang Suami

Aktris Ririn Dwi Ariyanti mendapat kebebasan untuk bekerja dari sang suami, Aldi Bragi. Ia pun bersyukur karena itu.

“Apa pun aktivitas saya, saya selalu dapat dukungan. Untungnya didukung terus sama suami,” kata Ririn seperti dikutip kompas.com, Kamis (21/3). Kendati aktif bekerja, Ririn tetap menyadari tugasnya sebagai sebagai seorang istri dan ibu untuk tiga anaknya. Ia tidak mau kesibukannya dalam bekerja malah membuat keluarganya terabaikan. Soal membatasi pekerjaan, Ririn mengakui bahwa suaminya juga memberikan nasihat mana yang harus diambil atau tidak.

“Kalau (suami) membatasi kalau di luar dari pekerjaan ya. Aku dibatasi. Tapi, kalau pekerjaan ini (kegiatan shooting) sudah dari bagian aktivitas aku. Itu tetap terus konsisten sih. Shooting menyesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Ririn.

Ia menikah dengan Aldi Bragi pada 11 Juli 2010. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai tiga anak. Putri pertama mereka, Siti Alana Kalyani lahir pada 13 Oktober 2011. Dua tahun kemudian, tepatnya 12 Januari 2013, Ririn melahirkan anak kedua. Anak ketiga pasangan tersebut, Rami Alfie Utomo, lahir pada 15 April 2018.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top