Feature

Menjawab Penasaran Kenapa Kamu Terlihat Lebih Muda Dibanding Teman Sebaya

Momen terakhir bertemu kawanmu, dihabiskan untuk melakukan foto bersama. Diunggah ke sosial media, lalu kamu bisa menikmati hasil jepretan tersebut. Dari satu foto ke foto lainnya, kamu telusuri. Dan kamu tersadar sesuatu.

Kamu terlihat jauh lebih muda dibanding kawanmu yang lain. Okay, ini bukan soal merasa lebih baik dari kawan lainnya. Namun memang demikian adanya yang kamu rasakan setelah melihat foto tersebut.

Serunya klaim ini dibenarkan pula oleh orang lain sekitarmu. Mereka yang melihatmu bersama kawan-kawan sebayamu tak jarang memberi komentar iseng, betapa kawan-kawanmu terlihat jauh lebih tua darimu.

Nah penasaran bukan atas apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa terlihat lebih muda dibanding yang lain?

Meski Terdengar Kontradiksi, Tapi Kamu Yang Tak Pernah Menolak Tua Justru Akan Terlihat Awet Muda

orangtua

Mungkin kedengarannya aneh. Namun sejumlah penelitian mengatakan demikian. Mereka yang lebih bisa menerima bahwa usia terus bertambah justru malah terlihat lebih muda. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di harvard, menyebut bahwa berusaha tampil muda dengan berpakaian, bersolek dan berperilaku tak sesuai usia justru membuat seseorang terlihat lebih tua di mata orang lain.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa sikap menerima “proses penuaan”, membuat seseorang tak dilanda stres. Kamu lebih bisa menerima bahwa tak ada yang abadi sehingga lebih santai menghadapi semuanya. Ujungnya? Kamu lebih relaks dan membuatmu lebih sehat dan terlihat muda.

Disadari Atau Tidak Pola Asupan Makananmu Membantumu Terlihat Oke Seperti Sekarang

Mungkin kamu tidak dengan sengaja menjaga asupan makananmu. Namun ternyata pola makanmu justru membantumu terlihat lebih muda. Karena Ariel Ostad, MD peneliti dari American Academy of Dermatology menyebut ada makanan yang bisa mempercepat proses penuaan kulit dan gigi.

Sebut misalnya gula. Ketika kita memakan makanan manis, tubuh akan menghasilkan advance glycation. Terlalu banyak zat tersebut akan merusak kolagen kulit yang berfungsi untuk membuat kulit tampil muda dan segar.

Contoh lain adalah bagian hitam di daging bekas bakaran atau panggangan. Sepele memang, kamu yang doyan sate mungkin tak pernah perduli dengan ini. Atau malah disitu kenikmatannya. Padahal bagian hitam itu mengandung hydrocarbon yang juga berpengaruh pada kolagen kulit.

Beberapa makanan lainnya yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan penuaan adalah garam, daging hasil proses seperti sosis, daging burger, nugget, daging merah, minuman berenergi, minuman soda, lemon, dan makanan mengandung lemak berlebih.

Kamu Yang Doyan Pedas, Itu Bisa Membuatmu Lebih Muda Beberapa Tahun

Masih dari penelitian yang sama disebut bahwa makanan pedas akan membuat pembuluh darah menjadi lebih aktif. Ujungnya sel akan aktif meregenrasi dirinya dan membuat seseorang jadi terlihat lebih muda karenanya.

Namun khususnya untuk perempuan. Ketika nanti memasuki usia menopose, konsumsi makanan pedas ini harus dikurangi. Karena justru akan memiliki efek sebaliknya dan membuat kulit menjadi lekas terlihat tua.

Kamu Tidak Merokok, Tidak Minum Kopi, Tak Juga Minum Alkohol, Kulitmu Jadi Lebih Lembab dan Segar

Journal of the British Medical Association (BMA) merilis bahwa nikotin dapat membuat wajah menjadi cepat berkerut, gigi menjadi rusak dan rambut juga kehilangan kecemerlangannya. Disamping soal penampilan, terlihat muda juga berkaitan dengan tubuh secara keseluruhan bukan?

Tubuh yang sering sakit akibat rokok membuatmu jadi terlihat lebih tua. Mau berhenti tapi tak tahu caranya? Sini Aku kasih tahu cara berhenti merokok.

Efek ini juga yang ditimbulkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. Liver alias hatimu menjadi tak sehat lagi. Padahal fungsi hati adalah untuk memproses racun. Jadi jika hatimu tak baik akibat alkohol, kulitmu juga akan banyak menyimpan toksin alias racun.

Bagaimana dengan Kopi? Kopi itu bersifat menyerap cairan. Sementara salah satu kunci untuk terlihat muda dan segar adalah dengan menjaga kelembaban kulit.

Kamu Punya Kucing? Mereka lah Obat Awet Mudamu

Dari hasil penelitian dengkuran yang dihasilkan kucing berbeda sekali dengan suara-suara lain, karena dengkuran yang dihasilkan kucing pada saat dia menarik maupun menghembuskan napas. Gelombang dari dengkuran kucing berkisar antara 25 hingga 150 Hertz. Dengan kisaran gelombang tersebut Journal of Vascular and Interventional Neourology, menyebut bahwa memelihara kucing bisa menurunkan resiko terkena stroke dan penyakit jantung.

Sentuhan yang kamu berikan kepada kucingmu dengan membelai lembut bulunya adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi kadar stress yang menyerangmu. Saat kucing duduk dipangkuanmu dan tertidur pulas dengan suara dengkuran yang halus, kamu akan mendapatkan energi kenyamanan dan kesenangan tersendiri pada saat itu. Hal ini timbul karena adanya hubungan emosional yang terjalin antara kamu dan kucing peliharaanmu.

Studi lain mengungkapkan bahwa frekuensi yang muncul dari dengkuran kucing dapat membantu menyembuhan cedera pada tulang dan otot. Tak heran jika panti-panti jompo, sering menggunakan kucing sebagai terapi untuk para orang tua.

Istirahat Dan Tidurmu Cukup, Tak Pernah Kamu Memaksakan Aktivitasmu

Yup, Kamu awet muda? Bisa jadi tidur dan istirahatmu cukup. Seperti juga mesin dan kendaraan, tubuh butuh istirahat untuk memulihkan setiap selnya. Karena masing-masing sel dalam tubuh itu punya usia pakai. Cara mengganti sel yang mati adalah dengan tidur yang cukup. Yang cukup itu berapa? 8 jam setiap harinya.

Ketika Kamu Lebih Religius, Kamu Lebih Bahagia Dan Cenderung Terlihat Lebih Muda

Sejumlah penelitian menyebut bahwa dekat dengan agama alias religius bisa membuat kamu terlihat lebih muda. Penyebabnya karena agama menekankan pada penyerahan diri, tak mengenal dendam dan menerima hidup apa adanya. Pemikiran seperti ini membuatmu jadi lebih tenang yang berujung pada hidup yang lebih bahagia senhingga secara fisik lebih sehat. Ujungnya kamu terlihat lebih muda.

Data dari World Economic Forum yang meneliti si 20 negara menyebutkan bahwa setidaknya masih ada 44 persen orang yang menyatakan kebahagiannya sangat terkait dengan keyakinan alias agama. Angka ini mungkin tak terlalu besar kalau dibandingkan faktor lain yang membuat bahagia seperti memiliki teman dan keluarga (91 persen) atau memiliki uang (85 persen). Namun khususnya di Indonesia angkanyaa bukan 44 persen seperti di negara lain, tapi memiliki agama yang baik tercatat 93 persen membuat orang lebih bahagia.

Senyum Dan Tertawa Itu Membuatmu Lebih Terlihat Muda, Setidaknya Penelitian Mengatakan Begitu

Sebuah studi yang di muat di WEBMD mencoba menghubungkan antara psikologi dan penuaan. Para responden dalam penelitian ini ditunjukan foto 174 orang dari berbagai ekspresi. Mulai dari marah, taakut, jijik, senang, bahagia, netral, tersenyum dan tertawa. Kemudian responden diminta menebak usia orang dalam foto yang diliatnya.

Hasilnya? Tebakan paling sesuai dengan kenyataan adalah foto-foto dengan ekspresi netral. Sementara ekspresi tersenyum dan tertawa, hasil tebakannya rata-rata 2 tahun lebih muda dari aslinya.

Mungkin Kamu Akan Terkejut Tapi Terhubung Dengan Internet Membuatmu Lebih Muda

Di luar dari banyaknya kontroversi dan konten negatif, sejumlah penelitian menyebut bahwa terhubung dengan internet membuat seseorang jadi lebih muda. Hal ini dimungkinkan karena berselancar di internet melatih memori otak kita, dan mempertajam kemampuan bahasa serta kemampuan membaca. Hal ini membuat kamu bisa terhindar dari penuaan dini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kita Pegang: Syukur dan Sabar

Atas segala perkara yang kadang terasa jadi beban, beberapa cobaan sering membuat kita merasa kesusahan. Sibuk mencari jalan keluar, lalu bingung karena semuanya kian terasa tak terlewatkan. Tunggu sebentar, tarik nafasmu dalam-dalam lalu mulailah untuk meresapi semua yang sedang kau alami. 

Tak butuh sesuatu yang besar, demi bahagia dan sedih yang datang lalu lalang. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan. Jika dua hal ini sudah berhasil dijalankan, apapun sedih dan bahagia yang sedang kamu rasakan. Kehidupan akan selalu terasa baik dan menyenangkan.  

Meski Hidup Kadang Sulit, Sabar Akan Membantumu Mengurai Segala yang Rumit 

Ingat, perjalanan kehidupan yang akan kita lalui akan disertai dengan segala hal berat dan ringan, menyedihkan dan membahagiakan, dan segala titik baik dan buruk yang berjalan beriringan. Tak selalu sedih, tapi juga tak akan selalu bahagia. Berusahalah untuk tetap berdiri, bangkit dan mencari solusi.

Dan hal yang paling utama adalah mengontrol diri agar selalu sabar meski hidup kian berat saban hari. Kesedihan memang tak akan hilang dengan cepat, tapi sabar akan membantu kita menguraikan segala hal yang tadinya terasa berat. 

Bukan Tentang Besar dan Kecilnya Masalah, Selalu Bersyukur Akan Membut Hidup Terasa Mudah 

Banyak dan sedikitnya harta benda dan uang yang kita punya, digadang-gadang jadi patokan untuk hidup bahagia. Si kaya lebih bahagia, sedang dia yang tak punya dianggap sengsara dan nelangsa. Padahal kenyatannya tentu tak selalu seperti yang kita kira. Banyak atau tidaknya harta tak selalu jadi tolok ukur untuk bahagia.

Karena mereka yang tinggal di kolong jembatan bisa jadi lebih tertawa lepas dari dia yang duduk manis di dalam mobil mewah. Siapapun pun kita, dan berapa banyak pun harta yang kita punya, kesabaran selalu jadi kunci untuk membuat terasa mudah. 

Jadikan Syukur Sebagai Penguat, Agar Tak Ada Waktu untuk Mengeluh dan Berdebat

Pada masa-masa terberat, menyesali semua yang sudah dilakukan kita anggap jadi jalan keluar. Bukannya menemukan jawaban, kita justru lelap dalam liang sesal hingga akhirnya tak kunjung menemukan kesenangan. Nah, daripada sibuk menyalahkan situasi dan keadaan. Cobalah cari celah untuk bersyukur atas segala hal yang sedang menghadang.

Haturkan terimakasih pada diri sendiri karena sudah gagal, sebab dengan itu kita belajar untuk tak lagi sembarangan dalam membuat keputusan. Yap, bersyukur membuat kita lebih bijak, hingga akhirnya sadar bahwa segala hal yang terjadi datang membawa makna yang akan menghiasi kehidupan sekarang dan masa depan nanti. 

Tak Lagi Merasa Berhak Menuntut Tuhan Jika Ada yang Tak Sesuai Keinginan, Sabar Membuat Kita Banyak Belajar

Jadi jalan keluar termudah yang bisa kita lakukan, mengeluh memang kadang membuat kita bisa bernafas lebih lega. Merasa semua pertanyaan bisa tertuangkan, tapi sialnya, kita sering bersikap bak Tuhan yang berhak memprotes segala yang sudah ditakdirkan. 

Kita lupa, jika kita hanyalah manusia biasa. Bisa benar, bisa pula salah. Bisa bahagia, bisa pula  bersedih meski entah karena apa. Latihlah diri untuk lebih banyak bersabar, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pelajaran dari setiap kegagalan. 

Sebab Hidup Akan Selalu Baik-baik Saja, Jika Syukur dan Sabar Selalu Melekat dari Ingatan

Tak peduli kamu akan percaya atau tidak, tapi menjadi manusia yang penuh rasa syukur dan sabar akan mengubahmu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dengan syukur kamu lebih memaknai segala hal, tak lagi bersikap sembarangan, dan paham batas-batas mana yang harus tetap dijaga dan yang sekiranya boleh dilanggar. Sebaliknya, bersabar membuatmu jadi manusia yang berbeda. Mengerti arti dari menunggu dan berserah, serta tak akan gusar atas segala sesuatu yang masih jadi misteri dari semesta. 

Jika dua hal ini bisa berhasil kamu jalankan, percayalah jika hidupmu akan selalu dipenuhi kesangan dan segala keberuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Belajarlah Iklas Agar Segala Sakit Hati Tak Lagi Membekas

Meski telah berusaha sekuat tenaga, sesuatu yang tak baik untuk kita pasti akan dijauhkan entah dengan cara apa. Begitu pula dengan kisah cinta yang tadinya kita percaya akan berakhir bahagia. Dimata kita mungkin ia adalah sosok yang sempurna, tapi Allah jadi pihak yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Tak bisa menghindar dari semua sakit hati yang mungkin akan kita rasakan, belajar ikhlas untuk segala hal, jadi satu-satu jalan agar tak terus menyimpan dendam. Lepaskan semua amarah, buang jauh pikiran buruk atas segala luka yang kita terima. Anggaplah ini sebagai proses belajar, agar semua sakit hati dan luka tak lagi tertinggal. 

Jika Apa yang Kita Inginkan Tak Kita Dapatkan, Itu Berarti yang Terbaik Sedang Disiapkan

Hidup tak akan terasa berwarna jika apa yang kita inginkan selalu kita dapatkan. Untuk itulah, luka hadir untuk memberi kita pelajaran. Membuat kita semakin dewasa, bijaksana, dan lihai dalam memilih segala situasi yang ada. Ini bukan tentang kisah-kisah sedih yang selalu berujung dengan air mata. Tapi bagaimana semua luka ternyata selalu punya makna.

Hari ini kita mungkin bersedih ditinggal pergi kekasih, dikhianati sahabat yang kita cinta, atau kehilangan orangtua yang kita sayangi. Dalam bentuk apa saja, luka memang selalu membuat kita menyimpan amarah. Tapi memendamnya berlama-lama juga tak ada artinya. 

Lepaskan, maka yang indah akan segera kau rasakan. Bukan tanpa alasan, setiap luka yang datang akan diganti dengan sesuatu yang lebih menguatkan. 

Belajarlah untuk Merelakan, Agar Air Mata Berganti dengan Tawa dan Kebahagian

Kita boleh protes, menangis semalaman, atau diam tak mau makan karena merasa dikhianati oleh keadaan. Tak selalu bisa ditebak, segala sesutu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pada titik inilah kita harusnya belajar. Membuka mata untuk melihat segala kebaikan, dan menjadikannya sebagai pelajaran. 

Biarkan semua ketidakadilan yang kau rasakan pergi dengan semua kekecewaan. Tak perlu diingat-ingat lagi, tak pula untuk ditangisi. Relakan semua hal yang jadi beban, sebab kebahagian sudah menunggu kita di depan. 

Kehilangan Sesuatu yang Dicinta Memang Membuat Hati Terluka, Tapi Bisa Jadi Itulah yang Terbaik untuk Kita 

Apa yang kita inginkan, tak selalu sejalan dengan yang Allah berikan. Dimatamu, kekasihmu ini adalah sosok terbaik yang akan menjadi pendamping sehidup semati. Tapi nyatanya, ditengah perjalanan cinta ia justru membelokkan hatinya. Memilih perempuan lain, lalu pergi bersamanya. 

Tak perlu ditanya, kamu jelas kecewa dan mungkin sedang mengutuki semua rasa dan cinta. Lalu lupa, jika pengkhianatan yang bisa kamu saksikan sekarang harusnya jadi ajang bersyukur atas kehidupan. Bersyukur karena kamu bisa tahu lebih cepat, jika dia ternyata bukanlah orang yang tepat. 

Dia yang Pergi Tak Perlu Ditangisi

Walau ini akan jadi sesuatu yang susah, walau ini akan jadi kesedihan tersendiri untuk kita, tapi dia yang membuat luka akan selalu serupa, sekalipun ia sudah mengirim maaf sebagai tanda bersalah. Maka jika memang ia berniat pergi, biarkan ia pergi. Tak ada yang perlu ditangisi, apalagi berharap ia datang kembali. 

Karena Sebagian Orang datang untuk Memberi Kita Pelajaran, Bukan untuk Datang dan Tetap Tinggal

Sebelum nanti bertemu dengan dia yang memang tepat, beberapa kali kita memang akan singgah pada hati yang salah. Mencintai ia dengan segenap cinta, lalu terluka agar kian dewasa. Bukan untuk membuatmu marah atau kecewa saja. Segala sakit hati dan pengorbanan yang terasa sia-sia kelak akan berubah membuatmu lebih kuat dari biasanya.

Berhenti menyesali semua yang sudah terjadi, tak semua cinta yang datang bersedia untuk tinggal. Maka kita harus selalu siap jika semuanya berakhir dengan perpisahan. 

Yang Kita Rasa Salah Belum Tentu Tak Baik untuk Hidup Kita 

Luka memang selalu dianggap jadi kesedihan, jadi bentuk lain ketidakberuntungan, hingga memuat kita berpiki jika diri sedang sial. Ini mungkin menyedihkan, membuat kita kewalahan hingga menyesal karena sudah pernah memberi cinta dengan segenap jiwa. Tak butuh banyak hal, kamu hanya perlu bijak dalam memaknai segala kekecewaan. Apa yang kau anggap salah belum tentu tak baik untuk kita. Dan sebaliknya, dia yang terlihat baik belum tentu benar baik untuk kita.  

Dan Demi Hidup yang Lebih Bahagia, Lupakan Semua Hal yang Membuatmu Terluka

Tak akan ada bahagia jika kita terus lelap dalam bayang-bayang kecewa. Sebagai pihak yang terluka, kita wajib untuk menentukan langkah selanjutnya. Akan diam dan tak banyak bicara, tetap bertahan dalam semua luka atau bangkit berdiri dan mencari bahagia kita. 

Setiap orang terlahir dengan cerita berbeda, tak perlu membandingkan hidup dengan mereka  yang terlihat bahagia-bahagia saja, karena kamu tak pernah tahu, sudah berapa kali ia berdiri untuk lepas dari luka yang membelenggu. 

Lepaskan, ikhlaskan, maka bahagia akan datang tanpa diminta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perbedaan Lelaki yang Ingin Sekedar Jadi Pacar dengan Dia yang Siap untuk Meminang

Buru-buru dalam memaknai kehadiran seorang lelaki, beberapa perempuan kerap menelan luka. Menaruh harap pada pacarnya, padahal si lelaki datang hanya sekedar singgah. Dengar, tak semua lelaki yang ada dalam hidupmu punya ketulusan untuk mencintaimu. Beberapa dari mereka datang hanya untuk sekedar saling suka, lalu kemudian pergi membuatmu terluka.

Memilih lelaki untuk dinikahi bukanlah perkara kisah cinta yang bisa putus kapan saja. Lebih dari itu, kamu perlu memilah-milah sosok mana yang memang benar-benar mencintaimu. Memiliki komitmen untuk jangka panjang dan bersedia tetap saling menggenggam dalam segala hal.

Nah, agar tak salah kaprah dalam menilai mereka. Ada beberapa hal yang bisa membantumu membedakan. Manakah lelaki yang hanya ingin jadi sekedar pacar, dengan dia yang sungguh-sungguh siap meminang.

Yang Hanya Ingin Jadi Pacar Akan Banyak Berjanji, Tapi yang Ingin Menikah Akan Memberimu Bukti

Demi membuatmu merasa nyaman, si lelaki yang ingin jadi pacar ini akan memberimu banyak janji. Tapi sebagian besar dari janjinya itu, tak pernah ada yang dipenuhi. Bukannya membuatmu kian percaya, ia hanya bisa bercerita tentang semua angan-angannya untukmu tanpa berusa menjadikannya nyata. Obrolan yang ia selalu pakai pun tak jauh-jauh dari angan-angan, dan kalimat manis lain yang rasanya tak mungkin dilakukan.

Lain dengan lelaki tadi, yang serius untuk menjadikanmu istri akan hadir dengan pembuktian, bukan hanya sekedar omongan. Membuatmu bahagia dengan hal-hal yang kamu memang suka, hingga berbuat sesuatu yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya. Tanpa diminta, ia bergerak untuk memberimu bukti nyata.

Dengan Lelaki yang Serius Kamu Punya Temat Berdebat, Berbeda dengan si Pacar yang Hanya Mendengarmu Bercerita

Pacarmu itu mungkin aja jadi teman cerita yang selalu bersedia memberi telingannya. Mendengarmu berkata apa saja, tapi selalu diam dan tak memberi masukan apa-apa. Yang ia tunjukkan hanyalah kehadiran, bukan jadi pihak yang membantumu kian paham tentang sesuatu yang kalian bicarakan.

Lalu sebaliknya, si lelaki yang serius untuk menikah akan jadi teman debat yang bisa membawamu kian dewasa. Memberimu pemahamanan yang berbeda, hingga jawaban-jawaban menakjubkan yang selama ini tak ada dalam kepala. Ya, bersamanya kamu berkembang tak hanya jadi percerita yang handal. Tapi juga punya pengalaman yang lebih lebar.

Dia yang Hanya Sekedar Ingin Jadi Pacar, Menganggap Kencan Hanya Ajang Jalan-jalan, Tapi yang Serius Akan Membuat Kalian Saling Mengenal Lebih Dalam

Lebih dari acara makan–nonton– lalu pulang, laki-laki yang serius akan selalau menikmati waktu berdua dengan cara yang tak biasa. Mencipatakan obrolan-obrolan menarik untuk kalian berdua, hingga kalian mengerti kalau ada hal lain yang bisa dilakukan lebih dari sekedar kencan jika sedang berduaan. Untuk itu, kamu bisa membedakan hal apa saja yang sering pacarmu tunjukkan setiap kali kalian menghabiskan waktu di akhir pekan. Membawamu untuk sekedar makan malam atau mengajakmu menikmati sesuatu yang bertujuan membuat kalian saling mengenal lebih dalam.

Lelaki yang Hanya Berniat Memacari Tak Peduli pada Kebiasan Burukmu, Sedangkan yang Serius Akan Merubahmu Jadi Lebih Baik dengan Cara yang Benar

Jangan buru-buru senang jika sang pacar terlihat acuh dengan hal-hal buruk yang kamu lakukan. Bukan karena ingin memberimu kebebasan melakukan apa saja. Karena kelak jika kalian sedang berselisih, ia bisa saja memakai kebiasaanmu burukmu sebagai senjata. Ya, senjata untuk memojokkanmu hingga jadi seorang tersangka.

Namun sebaliknya, dia yang memang memiliki niat baik untuk menjadikanmu pasangan hidupnya. Pelan-pelan akan bersuara, memberimu pemahaman berbeda, hingga akhirnya memabantumu merubah kebiasaan buruk yang ada. Bukan untuk bersikap lebih benar, ia memilih kata dan kaliamat yang lebih pelan, halus dan tak membuatmu merasa ditekan.

Pacar Sering Menuntutmu Merubah Penampilan, Tapi yang Berniat Menikahimu Bersedia Menerimamu Bagaimana Adanya

Kalau yang tadi terlihat acuh pada kebiasaanmu, kini ia bisa jadi berubah getol untuk memerhatikan penampilanmu. Mulai dari pakaian yang kamu kenakan, sepatu yang kamu pilih, hingga warna lipstikmu kerap harus sesuai dengan yang ia ingini. Ia mendorongmu berubah, tapi untuk sesuatu yang menjadi keinginannya, bukan seperti yang kau ingini.

Padahal, sebagai lelaki harusnya ia tahu jika setiap orang berhak untuk menentukan apa yang ia inginkan. Itulah mengapa jika seseorang yang benar-benar sudah siap menikah, tak akan mempermalasahkan penampilan. Apalagi menuntutmu berubah sesuai yang ia inginkan. Karena ia tahu, setiap orang berhak menentukan apapun. Tak akan memaksa, ia akan menerima bagaimana kamu ada.

Si Pacar Tak Pernah Membawamu Ke Lingkup Pertemanannya, Tapi yang Serius denganmu Selalu Bangga untuk Mengakuimu Di Hadapan Semua Orang

Jangankan untuk dikenalkan ke keluarga besar, tiap kali bertemu temannya saja ia selalu pergi sendiri dengan dalih tak ingin ditemani. Sebaliknya, setiap kali kamu berusaha untuk mengajaknya bertemu dengan teman-temanmu ia selalu punya alasan untuk bisa menghindar dari ajakanmu. Baginya, hubungan kalian baiknya jadi rahasia. Tak perlu ada yang tahu.

Padahal lelaki yang siap menikahimu, selalu merasa perlu untuk membawamu ke lingkup pertemanannya. Membawamu ke acara keluarga, dan tak pernah malu untuk mengakuimu sebagai kekasihnya. Dari titik ini harusnya kamu bisa membedakan, siapa dia yang hanya ingin sekedar jadi pacar dengan dia yang memang serius siap untuk menikah dalam waktu dekat.

Tak Menghindar Setiap Kali Membicarakan Pernikahan Seperti Pacarmu, yang Serius Menikah Selalu bersemangat Jika Ingin Membicarakan Kelangsungan Hubungan

Yap, satu-satunya alasan mengapa ia selalu bersikap menunjukkan semua hal yang tadi sudah dijelaskan. Tentu saja karena belum merasa siap untuk menjadikanmu sebagai istrinya. Atau memang hanya ingin main-main saja, tanpa pernah berniat serius, sebagaimana kamu menganggapnya.

Ini jadi langkah paling menentukan. Bagaimana ia bersikap setiap kali kamu mengajaknya membicarakan pernikahan. Apakah dia pura-pura menghindar atau justru membuka obrolan dengan semangat yang berbeda dari biasanya.

Jangan mudah terlena hanya karena umbaran kata cinta yang membuatmu merasa istimewa. Lelaki yang memberimu kata-kata manis belum tentu berniat mengajakmu melangkah ke jenjang yang lebih intim dari sekedar pacaran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top