Feature

Menjawab Penasaran Kenapa Kamu Terlihat Lebih Muda Dibanding Teman Sebaya

Momen terakhir bertemu kawanmu, dihabiskan untuk melakukan foto bersama. Diunggah ke sosial media, lalu kamu bisa menikmati hasil jepretan tersebut. Dari satu foto ke foto lainnya, kamu telusuri. Dan kamu tersadar sesuatu.

Kamu terlihat jauh lebih muda dibanding kawanmu yang lain. Okay, ini bukan soal merasa lebih baik dari kawan lainnya. Namun memang demikian adanya yang kamu rasakan setelah melihat foto tersebut.

Serunya klaim ini dibenarkan pula oleh orang lain sekitarmu. Mereka yang melihatmu bersama kawan-kawan sebayamu tak jarang memberi komentar iseng, betapa kawan-kawanmu terlihat jauh lebih tua darimu.

Nah penasaran bukan atas apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa terlihat lebih muda dibanding yang lain?

Meski Terdengar Kontradiksi, Tapi Kamu Yang Tak Pernah Menolak Tua Justru Akan Terlihat Awet Muda

orangtua

Mungkin kedengarannya aneh. Namun sejumlah penelitian mengatakan demikian. Mereka yang lebih bisa menerima bahwa usia terus bertambah justru malah terlihat lebih muda. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di harvard, menyebut bahwa berusaha tampil muda dengan berpakaian, bersolek dan berperilaku tak sesuai usia justru membuat seseorang terlihat lebih tua di mata orang lain.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa sikap menerima “proses penuaan”, membuat seseorang tak dilanda stres. Kamu lebih bisa menerima bahwa tak ada yang abadi sehingga lebih santai menghadapi semuanya. Ujungnya? Kamu lebih relaks dan membuatmu lebih sehat dan terlihat muda.

Disadari Atau Tidak Pola Asupan Makananmu Membantumu Terlihat Oke Seperti Sekarang

Mungkin kamu tidak dengan sengaja menjaga asupan makananmu. Namun ternyata pola makanmu justru membantumu terlihat lebih muda. Karena Ariel Ostad, MD peneliti dari American Academy of Dermatology menyebut ada makanan yang bisa mempercepat proses penuaan kulit dan gigi.

Sebut misalnya gula. Ketika kita memakan makanan manis, tubuh akan menghasilkan advance glycation. Terlalu banyak zat tersebut akan merusak kolagen kulit yang berfungsi untuk membuat kulit tampil muda dan segar.

Contoh lain adalah bagian hitam di daging bekas bakaran atau panggangan. Sepele memang, kamu yang doyan sate mungkin tak pernah perduli dengan ini. Atau malah disitu kenikmatannya. Padahal bagian hitam itu mengandung hydrocarbon yang juga berpengaruh pada kolagen kulit.

Beberapa makanan lainnya yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan penuaan adalah garam, daging hasil proses seperti sosis, daging burger, nugget, daging merah, minuman berenergi, minuman soda, lemon, dan makanan mengandung lemak berlebih.

Kamu Yang Doyan Pedas, Itu Bisa Membuatmu Lebih Muda Beberapa Tahun

Masih dari penelitian yang sama disebut bahwa makanan pedas akan membuat pembuluh darah menjadi lebih aktif. Ujungnya sel akan aktif meregenrasi dirinya dan membuat seseorang jadi terlihat lebih muda karenanya.

Namun khususnya untuk perempuan. Ketika nanti memasuki usia menopose, konsumsi makanan pedas ini harus dikurangi. Karena justru akan memiliki efek sebaliknya dan membuat kulit menjadi lekas terlihat tua.

Kamu Tidak Merokok, Tidak Minum Kopi, Tak Juga Minum Alkohol, Kulitmu Jadi Lebih Lembab dan Segar

Journal of the British Medical Association (BMA) merilis bahwa nikotin dapat membuat wajah menjadi cepat berkerut, gigi menjadi rusak dan rambut juga kehilangan kecemerlangannya. Disamping soal penampilan, terlihat muda juga berkaitan dengan tubuh secara keseluruhan bukan?

Tubuh yang sering sakit akibat rokok membuatmu jadi terlihat lebih tua. Mau berhenti tapi tak tahu caranya? Sini Aku kasih tahu cara berhenti merokok.

Efek ini juga yang ditimbulkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. Liver alias hatimu menjadi tak sehat lagi. Padahal fungsi hati adalah untuk memproses racun. Jadi jika hatimu tak baik akibat alkohol, kulitmu juga akan banyak menyimpan toksin alias racun.

Bagaimana dengan Kopi? Kopi itu bersifat menyerap cairan. Sementara salah satu kunci untuk terlihat muda dan segar adalah dengan menjaga kelembaban kulit.

Kamu Punya Kucing? Mereka lah Obat Awet Mudamu

Dari hasil penelitian dengkuran yang dihasilkan kucing berbeda sekali dengan suara-suara lain, karena dengkuran yang dihasilkan kucing pada saat dia menarik maupun menghembuskan napas. Gelombang dari dengkuran kucing berkisar antara 25 hingga 150 Hertz. Dengan kisaran gelombang tersebut Journal of Vascular and Interventional Neourology, menyebut bahwa memelihara kucing bisa menurunkan resiko terkena stroke dan penyakit jantung.

Sentuhan yang kamu berikan kepada kucingmu dengan membelai lembut bulunya adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi kadar stress yang menyerangmu. Saat kucing duduk dipangkuanmu dan tertidur pulas dengan suara dengkuran yang halus, kamu akan mendapatkan energi kenyamanan dan kesenangan tersendiri pada saat itu. Hal ini timbul karena adanya hubungan emosional yang terjalin antara kamu dan kucing peliharaanmu.

Studi lain mengungkapkan bahwa frekuensi yang muncul dari dengkuran kucing dapat membantu menyembuhan cedera pada tulang dan otot. Tak heran jika panti-panti jompo, sering menggunakan kucing sebagai terapi untuk para orang tua.

Istirahat Dan Tidurmu Cukup, Tak Pernah Kamu Memaksakan Aktivitasmu

Yup, Kamu awet muda? Bisa jadi tidur dan istirahatmu cukup. Seperti juga mesin dan kendaraan, tubuh butuh istirahat untuk memulihkan setiap selnya. Karena masing-masing sel dalam tubuh itu punya usia pakai. Cara mengganti sel yang mati adalah dengan tidur yang cukup. Yang cukup itu berapa? 8 jam setiap harinya.

Ketika Kamu Lebih Religius, Kamu Lebih Bahagia Dan Cenderung Terlihat Lebih Muda

Sejumlah penelitian menyebut bahwa dekat dengan agama alias religius bisa membuat kamu terlihat lebih muda. Penyebabnya karena agama menekankan pada penyerahan diri, tak mengenal dendam dan menerima hidup apa adanya. Pemikiran seperti ini membuatmu jadi lebih tenang yang berujung pada hidup yang lebih bahagia senhingga secara fisik lebih sehat. Ujungnya kamu terlihat lebih muda.

Data dari World Economic Forum yang meneliti si 20 negara menyebutkan bahwa setidaknya masih ada 44 persen orang yang menyatakan kebahagiannya sangat terkait dengan keyakinan alias agama. Angka ini mungkin tak terlalu besar kalau dibandingkan faktor lain yang membuat bahagia seperti memiliki teman dan keluarga (91 persen) atau memiliki uang (85 persen). Namun khususnya di Indonesia angkanyaa bukan 44 persen seperti di negara lain, tapi memiliki agama yang baik tercatat 93 persen membuat orang lebih bahagia.

Senyum Dan Tertawa Itu Membuatmu Lebih Terlihat Muda, Setidaknya Penelitian Mengatakan Begitu

Sebuah studi yang di muat di WEBMD mencoba menghubungkan antara psikologi dan penuaan. Para responden dalam penelitian ini ditunjukan foto 174 orang dari berbagai ekspresi. Mulai dari marah, taakut, jijik, senang, bahagia, netral, tersenyum dan tertawa. Kemudian responden diminta menebak usia orang dalam foto yang diliatnya.

Hasilnya? Tebakan paling sesuai dengan kenyataan adalah foto-foto dengan ekspresi netral. Sementara ekspresi tersenyum dan tertawa, hasil tebakannya rata-rata 2 tahun lebih muda dari aslinya.

Mungkin Kamu Akan Terkejut Tapi Terhubung Dengan Internet Membuatmu Lebih Muda

Di luar dari banyaknya kontroversi dan konten negatif, sejumlah penelitian menyebut bahwa terhubung dengan internet membuat seseorang jadi lebih muda. Hal ini dimungkinkan karena berselancar di internet melatih memori otak kita, dan mempertajam kemampuan bahasa serta kemampuan membaca. Hal ini membuat kamu bisa terhindar dari penuaan dini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Belajarlah Dari Kecewa, Agar Kamu Percaya Ada Bahagia yang Nyata Dari Hasil Menata Luka

Kenapa kamu kecewa? Karena Tuhan menciptakan air mata sebagai salah satu pereda dari sedihnya dikecewakan.

Hidup bagaikan roda yang berputar, siang berganti malam, panas berganti hujan, dan kekecewaan yang berganti menjadi kebahagiaan. Susah dan senang selalu berdampingan mengiringi perjalanan kehidupan, jangan harap kamu akan selalu merasakan bahagia, tanpa pernah merasakan luka. Hidup terlalu monoton jika dihabiskan dengan bahagia.

Lalu, setelah yang ku sampaikan barusan kamu masih bertanya mengapa Tuhan memberikanmu kekecewaan? Sini, mendekatlah. Biar aku jelaskan sekali lagi, coba ceritakan hal apa saja sebenarnya yang membuatmu kecewa? Kamu terluka karena cinta? Harapanmu tentang cita-cita kandas? Keluarga yang tak utuh, pendidikan yang tak bisa diraih, dan karier yang hanya jalan ditempat tanpa kemajuan, semua itu yang membuatmu kecewa? Tolong, coba berpikir dan mencoba bersyukur sekali saja.

Jangan selalu memikirkan hal-hal yang tak dapat kamu capai, karena semua itu diluar kendalimu. Ada takdir yang lebih berkuasa dari kekuatan otak, otot dan mental. Cobalah untuk lebih fokus dengan apa yang sedang kamu genggam, kamu miliki. Merasa cukup bukan berarti harus berhenti berjuang, hanya saja itu bisa dijadikan obat kekecewaan.

Pernah kah kamu membaca kisah-kisah orang yang sukses diluar sana? Apakah kesuksesan mereka raih dengan cara instan? Apakah dengan sekali berjuang mereka langsung ber-uang? Dan apakah mereka tidak pernah merasakan kecewa dalam hidupnya. Tentu saja mereka pernah jatuh, sebelum bangkit dan menikmati hasil dari perjuangannya.

Jatuh, bangkit. Gagal, bangkit. Kecewa, menata luka. Tidak ada kata menyerah dalam kamus orang-orang sukses. Seperti halnya mereka, mengapa tak kamu coba untuk mengambil sisi positif dari kecewa? Menjadi lebih dewasa misalnya. Setelah luka yang kamu dapat, dari situ kamu belajar lebih dalam tentang kehidupan. Belajar menerima bahwa ada beberapa hal yang memang diluar kendali makhluk bernyawa.

Semuanya hanya tentang proses, orang-orang sukses diluar sana mengalami jatuh bangun atas usahanya, lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Apakah mereka terpuruk sepertimu? Apakah mereka menyalahkan dunia atas takdir-Nya? Dan apakah mereka sepertimu yang hanya bisa menyalahkan tuhan lalu mengutuk keadaan. Mengaku menjadi orang yang paling terpuruk, sakit hati terhadap dunia.

Kini, masih mau kah kamu menyalahkan Tuhan atas kekecewaan yang kamu rasakan? Apa yang akan kamu dapatkan dari semua itu? Kebahagiaan? Tidak, semua itu hanya akan memperburuk keadaan. Tuhan diam saja bukan berarti dia ingin melihatmu terpuruk, sekarang apa yang akan tuhan ubah sedangkan dirimu sendiripun tak mau berubah. Jika kau bangkit dan mampu mengobati kecewamu dengan hal positif maka tuhan juga akan menggantikan tangisan dengan senyuman.

Kamu hanya perlu yakin atas takdirNya, nikmatilah prosesmu sendiri meskipun panjang. Jangan banyak mengeluh, lebih baik kamu keluarkan lebih banyak peluh agar kebahagiaanmu terbayar utuh. Tuhan memberimu kecewa bukan berarti dia ingin melihatmu terluka, justru dia ingin membuatmu bangkit dan menatanya. Hey, kamu yang sedang dilanda kecewa, aku yakin kamu kuat, bangkitlah segera, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jarang Disadari, Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Disamping kita yang suka meluapkan marah-marah, ternyata di sisi lain ada orang yang justru memilih untuk memendam semua amarahnya diam-diam. Terlihat manis di luar memang, sebab kamu tak akan pernah mendapatinya dengan emosi yang meluap-luap. Seolah-olah hidupnya damai tanpa ada masalah, padahal bisa jadi ada pergumulan berat yang sedang ia alami.

Bahkan nih, Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah.

Perubahan Mood dalam Durasi Waktu yang Cepat

Yap, kamu yang sering memendam emosi pasti paham apa yang kami maksudkan. Perubahan mood atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘mood swing’ akan jadi sesuatu yang kerap kamu rasakan jika terbiasa memendam kemarahan. Suasana hatimu tak bisa dikontrol, selepas tertawa dan bahagia, kamu bisa saja mendadak merasa sedih dan menangis secara tiba-tiba. Dan jika kondisi terus kamu alami, secara tiba-tiba kamu bisa saja marah walau tanpa alasan yang jelas.

Gangguan Tidur yang Kian Merusak Kesehatan dan Menambah Beban Pikiran

Kamu pasti paham kan, bagaimana susahnya untuk tidur  ketika diri sedang punya masalah. Nah, serupa dengan itu, orang-orang yang selalu memendam emosi hampir setiap hari akan merasakan hal yang sama. Gelisah dan tak bisa berbuat apa-apa, hingga akhirnya terjangkit insomnia yang kemudian menganggu kesehatan kita.

Padahal kebutuhan tidur untuk tubuh orang dewasa setidaknya terpenuhi sebanyak 8 jam sehari. Akan tetapi, insomnia akan memangkas durasi tidurmu yang kemudian berpengaruh pada kondisi fisik dan psikismu.

Beresiko Pula untuk Mendatangkan Penyakit dan Kematian

Asal kamu tahu saja, seseorang yang terbiasa memendam emosinya akan membawa pikiran negatif dalam tubuh yang dapat mengganggu keseimbangan hormon. Padahal hal ini meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan kerusakan sel, seperti kanker.

Itulah sebabnya, risiko kesehatan akan kian meningkat ketika seseorang tidak mempunyai cara mengekspresikan perasaannya. Dalam kasus apapun, para peneliti memperingatkan bahwa emosi yang tertahan dalam tubuh dan pikiran dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental yang serius dan bahkan kematian dini.

Untuk itu para ahli selalu menyarankan untuk dapat mengutarakan emosi yang dirasakan, terutama emosi yang menyedihkan, demi kesehatan mental tetap terjaga.  

Bahkan Berpengaruh pada Kesehatan Mental Karena Bisa Menimbulkan Stress Ringan

Dipandangan kita, hal ini mungkin terlihat sepele, ‘Ah cuma nggak mau marah doang’. Padahal kenyataannnya, memendam emosi dengan menekannya agar tak dikeluarkan akan menjadi emosi negatif yang kemudian merubah perubahan suasana hati, hingga membuat kita depresi.

Bahkan pada beberapa kasus serupa, seseorang yang sudah sering memendam emosi akan mulai terbiasa dan menyebabkan mati rasa. Keadaan ini akan berdampak buruk pada masa depan kita tentunya. Tumpukan emosi yang sekian lama dipendam suatu saaat menjadi bos waktu yang bisa membuat kita depresi.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tak ada obat yang bisa menyembuhkan kita dari situasi ini, satu-satunya jalan untuk bisa terlepas dari semua kemungkinan buruk ini adalah dengan memberanikan diri untuk meluapkan emosi. Cobalah berdamai pada diri sendiri, jika memang marah, ya marah lah. Jika memang sedang kecewa atau bersedih, menangislah.

Jujurlah pada apa yang kamu rasakan, tanp perlu menyembunyikannya dihadapan orang-orang. Dengan begitu, kamu bisa mengekspresikan perasaanmu dengan baik. Tak ada lagi yang dipendam, tak ada lagi emosi negatif yang menganggu pikiran dan kesehatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Emosi, Cobalah Lakoni Hal Ini

Walau tak semua orang sentimen, tapi pada beberapa hal pastilah kamu pernah emosi. Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Setidaknya ini mungkin bisa membuat lega, tapi dilain sisi, yang namanya emosi pastilah tak baik kan?

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelahnya, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Setiap Kali Emosimu Terpancing, Berusahalah untuk Menenangkan Diri Terlebih Dahulu

Kamu akan kalah jika ternyata sikap marah-marah bisa menang atas dirimu. Bendung hasrat untuk marah-marah, cari celah untuk bisa membuat dirimu tenang. Dan salah satu cara paling mudah yang bisa kamu lakukan adalah dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan.

Menahan diri ketika emosi memang tak semudah yang kita bayangkan, karena ada saja  hal lain yang bisa mendorong kita untuk lebih marah. Tapi jika ingin hidup yang lebih damai, belajarlah untuk mengontrol diri dimulai dari tak terpancing emosi.

Jika Sudah Lebih Tenang, Coba Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah Sampai Begitu

Ini perlu, karena kadang kala ada saja penyebab yang tak begitu terlihat mengapa akhirnya kita emosi. Gambarannya begini, kamu kesal pada pacar karena sudah seminggu tak ada kabar. Kemudian karena merasa sedang emosi, candaan seorang teman yang sebenarnya biasa kamu anggap sebagai sesuatu yang berlebihan. Ya, kamu menjadikanya sebagai sasaran pelampiasan kemarahan. Dan jelas itu salah.

Nah, demi menghindari hal-hal yang tak kau ingini. Kamu perlu mencari tahu, apa alasan yang membuatmu marah-marah. Karena degan begitu, setidaknya kita jadi bisa mengontrol diri. Tak melampiaskan kemarahan pada sembarangan orang.

Lempar Semua Pikiran Buruk dan Bayangkan Resiko dari Emosimu

Memang, saat sedang dilanda oleh masalah yang pelik, otak kita cenderung lebih fokus memikirkan jalan keluar terbaiknya. Padahal nih tanpa disadari, terkadang bukan masalah yang mendorong munculnya reaksi negatif. Melainkan pikiran dan asumsi buruk yang justru kita ciptakan sendiri.

Maka salah satu jalan keluarg terbaik untuk mengendalikan emosi, bisa kita mulai dengan berhenti memikirkan kemungkinan buruk yang terus menghantui pikiran. Terdengar klise memang, tapi menghindari diri agar tak terlalu larut dalam masalah jadi jalan untuk meringankan beban.

Selain itu, penting juga untuk memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi jika kita mengikuti emosi. Dicap buruk oleh teman, dianggap tak dewasa oleh rekan kantor, atau hal-hal lain yang nantinya merugikan diri sendiri.

Selanjutnya Cobalah untuk Berlapang Dada, Menerima Semua Sebagai Perkara yang Biasa

Kamu mungkin emosi karena macetnya kendaraan di jalan, pekerjaan yang terus datang, pacar yang akhir-akhir ini kurang perhatian, sampai menu makan siang yang tak sesuai pesanan. Iya, kami tahu ini meyebalkan, tapi satu hal yang perlu kamu tahu. Hal tersebut tak hanya terjadi atas dirimu saja.

Diluar sana, ada banyak orang yang kemacetan lebih parah, masih sibuk mencari pekerjaan, depresi karena tak punya pacar, sampai tak bisa merasakan apa itu namanya makan siang. Lagipula hal-hal seperti itu adalah perkara biasa, karena hidup memang tak melulu tentang bahagia. Ada beberapa kekesalan yang akan kita hadapi, untuk itu belajarlah menerimanya jadi sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi. Setidaknya ini akan membantumu menahan emosi.

Kalau Memang Masih Kurang Membantu, Alihkan Pikiranmu Pada Hal-hal Menyenangkan

Dari banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menahan emosi, mengalihkan pikiran pada energi positif jadi yang terbaik. Dan salah satu kegiatan yang bisa kita lakukan adalah, membentengi emosi dengan hobi. Dengan begitu kita bisa lupa, tentang emosi yang tadi memenuhi jiwa. Abaikan semuanya, ganti dengan kegiatan yang kamu suka. Tak melulu dengan hobi, menonton video-video lucu di internet pun bisa berhasil mengalahkan emosimu.

Demi Energi Positif Baru, Kamu Bisa Bercerita dengan Siapa Saja yang Kau Percaya

Walau tak selalu memberi jalan keluar untuk masalah yang kita miliki. Berbagi cerita dengan teman selalu jadi sumber kekuatan. Ketika semua keluh dan kesah kita bagikan pada dirinya, seolah-olah ada beban lain yang sudah hilang dari pundak kita.

Maka kalau akhir-akhir ini kamu sering emosi, cobalah minta waktu dari teman atau keluarga yang menurutmu bisa kamu percaya dan mau mendengarmu bercerita. Ingat, jangan marah-marah dan emosi lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top