Feature

Menjawab Penasaran Kenapa Kamu Terlihat Lebih Muda Dibanding Teman Sebaya

Momen terakhir bertemu kawanmu, dihabiskan untuk melakukan foto bersama. Diunggah ke sosial media, lalu kamu bisa menikmati hasil jepretan tersebut. Dari satu foto ke foto lainnya, kamu telusuri. Dan kamu tersadar sesuatu.

Kamu terlihat jauh lebih muda dibanding kawanmu yang lain. Okay, ini bukan soal merasa lebih baik dari kawan lainnya. Namun memang demikian adanya yang kamu rasakan setelah melihat foto tersebut.

Serunya klaim ini dibenarkan pula oleh orang lain sekitarmu. Mereka yang melihatmu bersama kawan-kawan sebayamu tak jarang memberi komentar iseng, betapa kawan-kawanmu terlihat jauh lebih tua darimu.

Nah penasaran bukan atas apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa terlihat lebih muda dibanding yang lain?

Meski Terdengar Kontradiksi, Tapi Kamu Yang Tak Pernah Menolak Tua Justru Akan Terlihat Awet Muda

orangtua

Mungkin kedengarannya aneh. Namun sejumlah penelitian mengatakan demikian. Mereka yang lebih bisa menerima bahwa usia terus bertambah justru malah terlihat lebih muda. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di harvard, menyebut bahwa berusaha tampil muda dengan berpakaian, bersolek dan berperilaku tak sesuai usia justru membuat seseorang terlihat lebih tua di mata orang lain.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa sikap menerima “proses penuaan”, membuat seseorang tak dilanda stres. Kamu lebih bisa menerima bahwa tak ada yang abadi sehingga lebih santai menghadapi semuanya. Ujungnya? Kamu lebih relaks dan membuatmu lebih sehat dan terlihat muda.

Disadari Atau Tidak Pola Asupan Makananmu Membantumu Terlihat Oke Seperti Sekarang

Mungkin kamu tidak dengan sengaja menjaga asupan makananmu. Namun ternyata pola makanmu justru membantumu terlihat lebih muda. Karena Ariel Ostad, MD peneliti dari American Academy of Dermatology menyebut ada makanan yang bisa mempercepat proses penuaan kulit dan gigi.

Sebut misalnya gula. Ketika kita memakan makanan manis, tubuh akan menghasilkan advance glycation. Terlalu banyak zat tersebut akan merusak kolagen kulit yang berfungsi untuk membuat kulit tampil muda dan segar.

Contoh lain adalah bagian hitam di daging bekas bakaran atau panggangan. Sepele memang, kamu yang doyan sate mungkin tak pernah perduli dengan ini. Atau malah disitu kenikmatannya. Padahal bagian hitam itu mengandung hydrocarbon yang juga berpengaruh pada kolagen kulit.

Beberapa makanan lainnya yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan penuaan adalah garam, daging hasil proses seperti sosis, daging burger, nugget, daging merah, minuman berenergi, minuman soda, lemon, dan makanan mengandung lemak berlebih.

Kamu Yang Doyan Pedas, Itu Bisa Membuatmu Lebih Muda Beberapa Tahun

Masih dari penelitian yang sama disebut bahwa makanan pedas akan membuat pembuluh darah menjadi lebih aktif. Ujungnya sel akan aktif meregenrasi dirinya dan membuat seseorang jadi terlihat lebih muda karenanya.

Namun khususnya untuk perempuan. Ketika nanti memasuki usia menopose, konsumsi makanan pedas ini harus dikurangi. Karena justru akan memiliki efek sebaliknya dan membuat kulit menjadi lekas terlihat tua.

Kamu Tidak Merokok, Tidak Minum Kopi, Tak Juga Minum Alkohol, Kulitmu Jadi Lebih Lembab dan Segar

Journal of the British Medical Association (BMA) merilis bahwa nikotin dapat membuat wajah menjadi cepat berkerut, gigi menjadi rusak dan rambut juga kehilangan kecemerlangannya. Disamping soal penampilan, terlihat muda juga berkaitan dengan tubuh secara keseluruhan bukan?

Tubuh yang sering sakit akibat rokok membuatmu jadi terlihat lebih tua. Mau berhenti tapi tak tahu caranya? Sini Aku kasih tahu cara berhenti merokok.

Efek ini juga yang ditimbulkan oleh konsumsi alkohol berlebihan. Liver alias hatimu menjadi tak sehat lagi. Padahal fungsi hati adalah untuk memproses racun. Jadi jika hatimu tak baik akibat alkohol, kulitmu juga akan banyak menyimpan toksin alias racun.

Bagaimana dengan Kopi? Kopi itu bersifat menyerap cairan. Sementara salah satu kunci untuk terlihat muda dan segar adalah dengan menjaga kelembaban kulit.

Kamu Punya Kucing? Mereka lah Obat Awet Mudamu

Dari hasil penelitian dengkuran yang dihasilkan kucing berbeda sekali dengan suara-suara lain, karena dengkuran yang dihasilkan kucing pada saat dia menarik maupun menghembuskan napas. Gelombang dari dengkuran kucing berkisar antara 25 hingga 150 Hertz. Dengan kisaran gelombang tersebut Journal of Vascular and Interventional Neourology, menyebut bahwa memelihara kucing bisa menurunkan resiko terkena stroke dan penyakit jantung.

Sentuhan yang kamu berikan kepada kucingmu dengan membelai lembut bulunya adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi kadar stress yang menyerangmu. Saat kucing duduk dipangkuanmu dan tertidur pulas dengan suara dengkuran yang halus, kamu akan mendapatkan energi kenyamanan dan kesenangan tersendiri pada saat itu. Hal ini timbul karena adanya hubungan emosional yang terjalin antara kamu dan kucing peliharaanmu.

Studi lain mengungkapkan bahwa frekuensi yang muncul dari dengkuran kucing dapat membantu menyembuhan cedera pada tulang dan otot. Tak heran jika panti-panti jompo, sering menggunakan kucing sebagai terapi untuk para orang tua.

Istirahat Dan Tidurmu Cukup, Tak Pernah Kamu Memaksakan Aktivitasmu

Yup, Kamu awet muda? Bisa jadi tidur dan istirahatmu cukup. Seperti juga mesin dan kendaraan, tubuh butuh istirahat untuk memulihkan setiap selnya. Karena masing-masing sel dalam tubuh itu punya usia pakai. Cara mengganti sel yang mati adalah dengan tidur yang cukup. Yang cukup itu berapa? 8 jam setiap harinya.

Ketika Kamu Lebih Religius, Kamu Lebih Bahagia Dan Cenderung Terlihat Lebih Muda

Sejumlah penelitian menyebut bahwa dekat dengan agama alias religius bisa membuat kamu terlihat lebih muda. Penyebabnya karena agama menekankan pada penyerahan diri, tak mengenal dendam dan menerima hidup apa adanya. Pemikiran seperti ini membuatmu jadi lebih tenang yang berujung pada hidup yang lebih bahagia senhingga secara fisik lebih sehat. Ujungnya kamu terlihat lebih muda.

Data dari World Economic Forum yang meneliti si 20 negara menyebutkan bahwa setidaknya masih ada 44 persen orang yang menyatakan kebahagiannya sangat terkait dengan keyakinan alias agama. Angka ini mungkin tak terlalu besar kalau dibandingkan faktor lain yang membuat bahagia seperti memiliki teman dan keluarga (91 persen) atau memiliki uang (85 persen). Namun khususnya di Indonesia angkanyaa bukan 44 persen seperti di negara lain, tapi memiliki agama yang baik tercatat 93 persen membuat orang lebih bahagia.

Senyum Dan Tertawa Itu Membuatmu Lebih Terlihat Muda, Setidaknya Penelitian Mengatakan Begitu

Sebuah studi yang di muat di WEBMD mencoba menghubungkan antara psikologi dan penuaan. Para responden dalam penelitian ini ditunjukan foto 174 orang dari berbagai ekspresi. Mulai dari marah, taakut, jijik, senang, bahagia, netral, tersenyum dan tertawa. Kemudian responden diminta menebak usia orang dalam foto yang diliatnya.

Hasilnya? Tebakan paling sesuai dengan kenyataan adalah foto-foto dengan ekspresi netral. Sementara ekspresi tersenyum dan tertawa, hasil tebakannya rata-rata 2 tahun lebih muda dari aslinya.

Mungkin Kamu Akan Terkejut Tapi Terhubung Dengan Internet Membuatmu Lebih Muda

Di luar dari banyaknya kontroversi dan konten negatif, sejumlah penelitian menyebut bahwa terhubung dengan internet membuat seseorang jadi lebih muda. Hal ini dimungkinkan karena berselancar di internet melatih memori otak kita, dan mempertajam kemampuan bahasa serta kemampuan membaca. Hal ini membuat kamu bisa terhindar dari penuaan dini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Uang Adalah Salah Satu Alasan Untuk Bekerja, Tapi Sudahkah Kamu Mengelolanya dengan Baik Sebagaimana Mestinya?

Dari sekian banyak alasan yang bisa kita sebutkan, tentang alasan untuk bekerja. Uang selalu jadi bagian penting yang akan disebutkan. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makan, rumah tinggal, pakaian, dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan.

Tapi sayangnya, kita kerap salah kaprah. Bahkan masih saja sering membeli barang yang tak sesuai pada peruntukannya. Selanjutnya, setelah sudah sampai pada titik lelah atas banyaknya barang yang dibeli namun tak berarti. Coba cek lagi, sudah sampai mana kemampuan kita dalam mengelola pendapatan yang diterima selama ini!

Kerja Rodi Bagai Kuda, Tapi Tabungan pun Tak Ada

Jika hal ini memang sedang kamu rasakan, itu artinya kamu tak punya kemampuan mengelola keuangan. Kalau tak percaya, coba hitung berapa gajimu selama memiliki sumber pendapatan, lalu bandingkan dengan saldo tabunganmu sekarang.

Padahal kalaupun gaji yang ditabung hanya 10 persen dari gaji, nilai ini sangatlah bermanfaat untuk masa-masa sulit yang mungkin terjadi di hari depan. Jadi, kapan mau mulai menabung?

Tak Memperdulikan Berapa Banyak Pengeluaran, Kamu Tak Tahu Uang yang Keluar Setiap Bulan

Sekilas kegiatan seperti ini mungkin terasa aneh bagimu, atau berpikir jadi sesuatu yang sudah teramat kuno. Gambarannya begini, kalau kamu tak tahu apa saja yang menjadi pengeluaranmu tiap bulan. Dengan membuat catatan pengeluaran yang teratur dan terinci, jelas akan membantu kita untuk tahu.

Sebab dengan begitu, kita tahu kemana uang yang dimiliki pergi. Dan rasa kehilangan yang sia-sia, juga tak lagi terasa. Karena kita tahu, kemana alokasinya.

Tagihan Kartu Kedit, Lebih Besar dari Gaji Bulanan

Nah, coba dipikirkan lagi apa sebenarnya alasanmu untuk bekerja. Jangan sampai, semua gaji yang kamu terima hanya akan habis untuk membayar tagihan kartu kredit yang kerap digesek tanpa tahu aturannya.

Tiap kali kita berbelanja, hanya dengan menggunakan kartu tanpa mengeluarkan uang tunai. Rasanya memang jelas membuat baagia, seolah apapun yang kita suka bias didapat dengan mudah. Padahal setiap kali kamu belanja dengan kartu kredit, itu sama saja dengan menambah jumlah hutang yang kamu punya.

Kartu kredit jelas membantu pada waktu-waktu tertentu, tapi kalau sudah keblalasan bisa-bisa jadi beban.

Bukan Perlu, Sering Kali Barang yang Dibeli Hanya Sekedar Ingin Saja

Demi memastikannya, mari kita lihat lagi barang-barang yang ada dalam lemari. Benarkah semuanya terpakai dengan baik, atau justru masih ada banyak barang baru beli yang belum tersentuh? Bukan karena butuh dan memang dirasa perlu, beberapa benda yang kita miliki sering kali dibeli hanya karena suka. Padahal, dipakainya jarang sekali.

Kontrol diri untuk lebih realistis lagi, dengan tak membuang-buang uang pada barang yang sejatinya tak diperlukan. Karena tak hanya meyelamatkan kita dari ancaman kehabisan uang, hal ini juga jadi upaya agar isi lemari tak dihiasi barang-barang tak perlu.

Dan Sering Menghambur-hamburkan Uang, Hanya Demi Terlihat Kekinian

Dalam seminggu, dua atau tiga kali kamu mungkin akan duduk manis di coffee shop. Menikmatian beberapa cangkir kopi, yang harga bisa jadi biaya bensin untuk satu minggu ke depan. Dan kalau akan dikalkulasikan, bisa-bisa budget untuk minum kopi saja kadang 40% dari total gaji kita.

Keinginannmu untuk terlihat kekinian, jelas jadi hak semua orang. Tapi bukan berarti juga kita harus membuang-buang uang hanya demi sebuah pengakuan. Biarlah orang akan memandang kita seperti apa adanya kita, yang terpenting kita mampu mengelola keuangan dengan benar dan sesuai keinginan.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Siasat Jitu Untuk Menjawab Pertanyaan ‘Nyelekit’ dari Keluarga Saat Lebaran Tiba

Setahun sekali, kita menantikan 1 Syawal untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Bermaaf-maafan, saling bertukar kabar, sampai bertanya seputar kesibukan yang sedang dilakukan sudah jadi bagian dari silaturahmi keluarga saat lebaran.

Tapi ada kalanya di tengah situasi yang kamu harapkan bisa berjalan kondusif, ada saja hal-hal diluar ekspetasi yang harus kamu hadapi. Misalnya, menghadapi pertanyaan ‘nyelekit’ berbau sindiran, sinisme, atau bahkan sarkasme pasti pernah kamu terima, bukan?

Begini, kuncinya yang terpenting ada pada dirimu yang menanggapi. Daripada dimasukkan ke dalam hati, cobalah untuk menanggapi omongan atau pertanyaan tersebut dengan senyuman. Ingat lho, di hari yang Fitri, sebaiknya rayakan dengan sepenuh hati.

Saatnya Kamu Memiliki Pengendalian Diri yang Baik, Kali Ini Kuminta Anggaplah Omongan yang Datang Sebagai Bentuk Perhatian…

Sebab ada banyak cara untuk mengungkapkan perhatian. Tak melulu dengan sikap yang positif dan omongan yang membangun. Sebab ada lho yang justru menunjukkannya dengan melontarkan pertanyaaan nyelekit seperti yang kamu rasakan. Angap saja begitu.

Anggaplah apa yang kamu terima sebagai bagian dari rasa perhatian mereka. Sukar memang, tapi cobalah untuk mengendalikan dirimu agar tidak terbawa perasaan atau emosi saat menghadapi omongan nyelekit dari saudara.

Memberi Senyum Adalah Hal Terbaik dan Terindah yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Membangun Komitmen untuk Saling Bermaaf-maafan

Di hari yang Fitri, kamu pasti ingin suasana kumpul keluarga terasa hangat dan membahagiakan. Langkanya intensitas bertemu dengan anggota keluarga yang lain, sebaiknya kamu manfaatkan untuk lebih sering lagi memberi senyum. Jangan hanya karena kamu menghadapi omongan atau komentar mereka yang begitu nyelekit, mood-mu jadi ikut berantakan.

Nah, untuk menghadapi situasi semacam ini, ya cukup senyum saja lalu beralih ke saudaramu yang lain. Cukupkan pembicaraan antara kamu dan dia yang melontarkan pertanyaan atau omongan tersebut, manfaatkan waktumu untuk berinteraksi dengan anggota keluarga yang lainnya juga ya.

Saat Mereka Bertanya, Sebaiknya Lontarkan Kembali Pertanyaan yang Serupa tapi dengan Nada Positif

Membangun image yang positif itu perlu. Seiring bertambahnya usiamu. Tapi tentu image yang dibangun harus dengan ketulusan hati. Seperti membuktikan kalau kamu pun sekarang sudah  bisa dewasa dalam menyikapi segala situasi yang mungkin menyulitkanmu.

Tunjukkan kalau pertanyaan atau komentar yang nyelekit tak akan mampu meruntuhkan mood baikmu dan ada baiknya kamu mengalihkan pembicaraan dengan melontarkan pertanyaan kepada si penanya.

Biasanya orang akan lebih tertarik untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya dibanding mendengarkan jawaban orang.

Kalau di Momen yang Sekarang Ini Kamu Masih Ditanya Soal Karier, Target Menikah, atau Mungkin Kapan Mau Memiliki Momongan, Hadapilah dengan Kepala Dingin dan Tetap Meminta Doa

Perihal bagaimana saudara, tante, paman, ya siapapun itu dalam lingkup keluarga besarmu yang suka bertanya soal ‘kapan’, lebih baik jawablah dengan sebijak mungkin. Tak perlu kamu emosi atau jadi malas mengobrol dengan mereka, semalas apapun itu, lawanlah egomu dan jawablah dengan tetap meminta doa. Jadi orang bijak memang sukar, tapi justru akan lebih baik untuk dirimu sendiri sekaligus belajar mengendalikan diri, bukan?

Di Hari dimana Kamu Merayakan Kemenangan, Jangan Mau Kalah dengan Situasi yang Suka Semena-mena

Coba pikirkan kembali, setelah satu bulan menahan hawa nafsu dan amarah, ini adalah momen kamu meraih kemenangan di hari Lebaran. Untuk itu, jangan mau terusik dengan omongan-omongan yang mungkin tak mengenakkan hatimu.

Fokuskan niatmu untuk menikmati kemenangan dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Toh merayakan dan menikmati kemenangan di momen Lebaran ini sepenuhnya hakmu sebagai manusia. Tak perlu lagi lah pusing-pusing mikirin mereka. Sebab belum tentu apa yang mereka ucapkan ini benar-benar dipikirkan sebelumnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mengapa Laki-laki yang Sudah Melukai, Jadi Sosok yang Paling Sulit Hilang dari Hati?

Tenang, tenang ini bukan perkara belum move on atau tidak. Tapi jika saat ini, kamu sedang merasakan hal yang serupa, kamu tak sendiri.

Konon dia yang selama ini sudah berhasil melukis tawa, bisa saja jadi pihak yang melahirkan luka. Membuat kita bersedih, menangis hingga menimbulkan benci yang bisa merusak hubungan. Cinta pertama katanya akan selalu dikenang. Disisi lain, sejalan dengan itu, dia yang sulit dilupakan justru adalah sosok lelaki yang sudah melukai hatimu begitu dalam.

Berbagai upaya untuk melupakan sudah dilakukan, anehnya sosoknya justru selalu datang dalam pikiran. Lalu, apa hal yang sebenarnya menjadi penyebab dari ini semua?

Kamu Sudah Mencintai dengan Sangat Dalam, Namun Pada Waktu yang Bersamaan Ia Justru Memilih Pergi dan Melenggang

Gambarannya begini, kita mungkin sudah merasa ia adalah sosok yang akan menemani sampai akhir usia nanti. Hingga tak segan untuk percaya sepenuh hati, padahal si dia justru berbalik dan memilih untuk pindah ke lain hati.

Kecewa dan sakit hati itu wajar, karena biar bagaimana pun kita pernah saling sayang. Namun hal yang justru membuat kita sulit untuk melupakan adalah besarnya rasa sayang yang sudah kita berikan, beberapa saat sebelum ditinggalkan. Cinta boleh saja sudah dicurahkan, tapi memaksa orang lain untuk tetap tinggal jelas diluar kemampuan.

Mencoba Beralih pada Sosok yang Baru, Tapi Nyatanya Bayang-bayang Mantan Masih Seperti Hantu

Hal lain yang kita perlu ingat adalah, kisah cinta yang berakhir tak sesuai keinginan. Sudah menjadi takdir atas kehidupan. Tak bisa dicegah atau dihindari, mau tak mau memanglah harus dihadapi.

Setelah putus karena telah dilukai, beberapa orang memilih untuk buru-buru mencari mengganti. Seolah ingin membuktikan bahwa diri ini juga bisa hidup tanpa tanpanya. Tak apa memang, jika kita sudah menemukan orang yang tepat. Tapi biasanya, hal ini diputuskan hanya untuk sebuah pelarian.

Hasilnya? Bukannya membantu proses melupakan lebih cepat, menerima orang baru dengan buru-buru justru membuat kita merasa bersalah. Karena meski sudah bersamanya, sosok yang dibayangkan masih saja dia yang telah jadi cerita.

Bahkan Kenangan Buruk Akan Dirinya, Kerap Membuat Kita Takut Kembali Terluka

Bayangan yang ada dipikiran sekarang adalah dia yang tadinya kita cinta justru jadi pihak yang menggoreskan luka. Pelan-pelan membuat diri tak nyaman, sebab mencintai dia yang tadinya kita percaya akan membuat bahagia saja, akhinya berujung dengan sia-sia.

Selain hal buruk yang sering terbayang, memang masih ada jenis bahagia yang pernah dirasakan berdua. Namun, tingkat dari rasa sakit hati yang kita lalui terasa lebih tinggi. Beberapa kali demi memastikan diri, kita mungkin akan bertanya-tanya, mengapa dia yang kita cintai dengan tulus justru membuat hati terluka? Dan akhirnya kita pun masih sering tak bisa menerima orang yang sedang berusaha untuk mendekatkan hatinya kepada kita.

Takut Kehilangan Itu Sah-sah Saja, Tapi Tetap Mempertahankan Hubungan Jelas Bukan Pilihan

Tak ada yang salah dengan pilihan untuk tetap tinggal, barangkali hati mungkin berpikir bahwa sebentar lagi dia akan kembali seperti semula. Hal lain yang justru menjadi kesalahan adalah langkah apa yang akan kita ambil jika ternyata dia tak terlihat menunjukkan perubahan.

Bukan, itu jelas bukan cinta. Karena faktanya kita hanya takut kehilangan sosoknya saja. Sehingga apa pun yang ia lakukan, akan tetap kita terima dengan dada yang lapang.

Melepasnya Memang Tak Akan Mudah, Tapi Tetap Lelap Dalam Luka, Untuk Apa?

Proses melupakan seseorang yang pernah kita cinta, barangkali memang jadi sesuatu yang susah. Jatuh-bangun kita menyembuhkan luka, hingga belajar untuk ikhlas dalam menerima semua. Tak ada yang bilang ini akan mudah, tapi bukan berarti juga kita tak bisa.

Tanpa ada yang akan memaksa kita tetap tinggal lagi, sebenarnya kita berhak untuk memilih hal apa yang akan dilakoni. Namun, jika ternyata tetap berada disampingnya hanya akan membuat luka kian menganga, lantas untuk apa?

Belajarlah untuk lebih bijak dalam memilah-milah pilihan, tentang jalan mana yang harus kita ikuti dan jalani.

Cobalah Nikmati Masa Transisi Ini, Hingga Benar-benar Tak Ingat Lagi

Jangan dipaksakan untuk benar-benar melupakan dengan cepat, tapi tak juga tetap lelap dalam bayang-bayang pacar yang sudah pergi meninggalkan. Buka hati dan pikiran, lihat sosok mana yang benar-benar sayang, dan terima hal-hal yang memang sudah jadi ketentuan.

Sebab tak satu pun dari kita bisa menentukan, jalan cerita seperti apa yang besok terjadi atas kehidupan. Hal yang bisa kita lakoni hanyalah menunggu dan menjalani alur cerita yang sudah disiapkan untuk kehidupan kita.

Karena Bukan Tak Bisa Melupakan, Kamu Hanya Terlalu Mengingat Hal-hal yang Nyaman dan Lupa Pada Luka yang Juga Telah Ia Goreskan

Jika memang saat ini kamu masih saja berkutat pada proses melupakan yang tak bisa diijalankan. Cobalah fokuskan diri pada keinginan yang sedang ingin dijalani, bukan malah berdiam diri pada bayang-bayang bahagia yang dulu ada.

Tanamkan pada pikiranmu, jika lelaki itu pernah dengan tega melukai hatimu. Cobalah ingat kembali, bagaimana ia pergi meninggalkanmu saat sedang butuh, hingga tak adanya rasa bersalah dari dia yang sudah menorehkan luka.

Bukan berarti tak bisa melupakannya dia, hanya saja dirimu kurang giat mengingat luka hati yang telah dibuatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top