Feature

Realitas Percintaan di Masa Kini dalam Bentuk Ilustrasi

Dari sekian banyak ironi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tak semua kita bisa menggambarkan sesuatu yang mudah dipahami. Sering kita abaikan, beberapa hal yang sebenarnya butuh diperhatikan terjadi begitu saja. Dari keresahan itulah, seorang ilustrator bernama Sergio Ingravalle dari Jerman, akhirnya membuat beberapa ilustrasi yang bisa dimengerti banyak orang.

Yap, dalam situsnya, ada beberapa ilustrasi yang sengaja ia ciptakan untuk menggambarkan kenyataan dari kisah percintaan zaman sekarang. Sehingga, siapa  saja yang akan melihatnya akan mengangguk tanda setuju karena sebagian besar ilustrasi yang ia lahirkan. Memang kerap terjadi dalam kisah cinta zaman sekarang. Hemm…kira-kira apa saja ya?

Menikah Dinilai Jadi Jalan Keluar Semua Masalah

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Dianggap jadi solusi, beberapa orang memilih menikah karena merasa terlalu lelah bukan karena memang sudah siap berumah tangga. Tameng lelah hidup sendiri, kalau menikah kan akan ada yang menemani jadi alasan yang membuat orang lupa bahwa menikah bukanlah perkara bahagia saja. Ada berbagai macam kesedihan yang juga bisa terjadi setelahnya.

Pergeseran pandangan akan sesuatu yang sakral, memang membuat kita terjebak dalam pemahaman yang salah. Namun meski katamu hidup sendiri terasa susah dan sepi. Menikahpun tak selalu membuatmu bahagia loh. Jadi jangan asal menikah ya.

Banyak Perempuan yang Menganggap Keseriusan Lelaki adalah Sebuah Permainan

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Berita yang santer baru-baru ini terdengar, gagalnya rencana pernikahan seorang aktor dengan sang tunangan. Beberapa perempuan memang bisa mengiyakan lamaran tapi tak mau melanjutkan pernikahan. Dengan kata lain keseriusan tak selalu jadi modal kuat untuk bisa berjalan ke tahap yang lebih dekat. Karena ketika satu pihak yang sunguh-sungguuh, bisa jadi pihak lain masih merasa ‘nanti dulu’. Bisa terjadi pada siapa saja, pada beberapa kasus, perempuan yang sudah serius kadang-kadang ditinggal pergi begitu saja oleh lelaki yang masih belum  bisa menetapkan hatinya.

Masuk ke Dalam Hati Seseorang, Sering Membuatmu Terjebak Lebih Dalam

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Memilih untuk mencintai seseorang tak selalu berjalan baik sesuai yang kita rencanakan. Beruntung jika kamu masuk pada hati yang memang baik untukmu. Tapi nyatanya, ada pula orang-orang yang terjebak pada hati yang salah. Alih-alih pergi utnuk bisa menyembuhkan lukanya sendiri, dia yang jatuh cinta malah terjebak lebih lama. Tahu itu menyiksa namun tak mau beranjak untuk meninggalkan hati yang pernah dimasukinya.

Isi Pikiran Seringkali Tak Sejalan dengan Apa yang Kita Katakan

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Demi menyenangkan hati pasangan, coba ingat berapa kali kamu bilang ‘iya’ meski sebenarnya tak suka. Kamu bisa saja menolak dengan catatan ada resiko yang juga harus diemban. Namun dengan alasan tak mau berdebat dengan pasangan, hal tersebut sering kali kita urungkan. Mengesampingkan kebenaran yang kita pikirkan demi hubungan percintaan.

Sekilas memang terlihat seperti pilihan yang bijak, namun percayalah itu tak sehat untuk hubungan.

Jatuh Cinta Kadang Membuatmu Buatmu Mati Rasa

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

“Jatuh cinta berjuta rasanya, begitu kata para pujangga”. 

Segala keputusan sering kita ambil dengan persetujuan dari pasangan. Seolah-olah tak bisa menentukan apa-apa, semua yang akan kita jadi pilihan haruslah didasarkan kemuannya. Mulai dari hal-hal remeh sampai kepada hal besar sekalipun, cinta selalu kita jadikan prioritas utama. Tak lagi bisa membedakan mana yang baik dan tak baik, naluri kita sering ditimpa oleh rasa sayang yang terlalu besar. Maka, sekalipun itu melukai diri sendiri, kita masih bisa berkata jika itu tak melukai, meski nyatanya sudah menyakiti.

Mengalah dan Kehabisan Kata-kata atau Diam Meski Sebenarnya Banyak yang Ingin Disampaikan

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Setiap kali ada perdebatan, kamu mungkin akan diam karena sudah tak lagi bisa menyampaikan maksud dan keinginan dengan kata-kata. Selanjutnya, pada kasus yang berbeda kamu justru menahan diri untuk tak mau angkat bicara walau sebenaranya ada banyak hal yang ingin kau sampaikan padanya.

Berdebat harusnya membiarkan dua kubu saling tukar pendapat, bukan malah mengurung semua pendapat pasangan dengan semua omongan yang kita miliki. Atau memilih diam karena terlalu lelah untuk bisa mengerti.

Dipikirnya Sayang Padahal Semua Ucapan Hanyalah Bualan

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Jangan terlalu mudah percaya. Beberapa orang bersikap baik hanya untuk membawamu masuk pada jebakan miliknya. Memberimu semua kata manis yang ia punya, sampai akhirnya kamu masuk dan bisa terkunci di dalamnya. Percaya boleh saja, tapi dirimu juga perlu untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya. Benarkah ia sungguh-sungguh cinta?

Untuk Bisa Kompromi Kadang Kala Susah Sekali

Sumber : https://www.instagram.com/maivisto/

Beberapa perdebatan, acap kali berakhir dengan diam yang tak menemukan jalan keluar. Bukan tak bisa selesai, bukan pula tak menemukan titik akhir yang bisa dijadikan tujuan. Kita dan pasangan hanya terlalu egois, tak mau mengalah dan selalu berpikir yang paling benar. Tak mau dikritik dan mendengarkan, ujung-ujungnya lelap dalam hubungan yang tak sehat.

Padahal, kalau mau menurunkan sedikit saja ego dalam diri. Apapun masalahnya, kamu dan pasangan pasti bisa melaluinya. Bukan bertengkar dan tetap pada pendirian yang konon paling benar. Namun melunakkan saraf sebentar dan sama-sama berpikir tenang mencari apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Nah, kira-kira ilustrasi mana nih yang paling cocok dengan kisah cintamu?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Percayalah, Melakukan Hobi Berikut Ini Akan Membuatmu Terlihat Lebih Keren

Sebagai lelaki, kamu mungkin pernah mengalami betapa membosankannya hidup yang kini dijalani. Sekali-sekali ingin menjalankan sesuatu yang tak biasa demi suasana yang berbeda. Nah, pada fase ini kamu akan bisa merasakan jika hobi bisa meredakan pikiran yang sedang tak karuan.

Serunya lagi hobi ini sesungguhnya tak hanya berfungsi sebagai pelepas kepenatan. Namun juga bisa menjadi daya tarik tambahan di mata perempuan. Yup, sesungguhnya ada beberapa aktivitas yang bisa membuat si dia lebih melirik kita! Hobi-hobi ini adalah cara baru untuk terlihat lebih keren. Apa saja itu?

Fotografi

Posisi paling ideal dari seorang laki-laki memang di belakang lensa, bukan di depannya. Perempuan punya nilai plus untuk pria yang mendalami hobi fotografi ini. Apalagi memang dibutuhkan skill dan pengetahuan yang tak sedikit untuk menangkap gambar yang tak biasa.

Apalagi jika si dia doyan difoto. Dia pasti begitu ingin penampilannya diabadikan olehmu yang juga punya talenta. Jadi jangan heran kalau dirimu tiba-tiba akan punya banyak fans jika mendalami hobi ini. Tapi yang harus diwaspadai hobi ini butuh peralatan yang tak murah.

Lari

Olah raga secara keseluruhan adalah hobi yang akan membuat lelaki terlihat lebih keren. Kenapa? Karena dengan beraktivitas fisik, hormon testosteron laki-laki akan meningkat. Nah hormon inilah yang membuat kita akan terlihat lebih menarik buat perempuan.

Lalu kenapa lari? Olah raga yang satu ini bisa segera dilakukan kapan saja. Berbeda dengan olah raga lain yang butuh tempat dan peralatan, lari sangat sederhana. Tinggal bangun lebih pagi atau menyempatkan di sore hari, lalu cari area yang aman untuk berlari, bahkan kamu bisa melakukannya saat itu juga.

Bela Diri

Tidak ada perempuan yang tertarik dengan pria yang gemar berkelahi. Camkan itu! Namun, perempuan juga butuh keamanan dari pasangannya. Karena itu berlatih bela diri bisa meningkatkan unsur keren di mata perempuan.

Tak perlu mendalami bela diri yang penuh seni dan banyak jurus. Sebab saat ini sedang berkembang olah raga bela diri MMA yang jauh lebih efektif dan efisien. Ajak si dia menonton pertandingan sparing yang kamu lakukan. Dijamin si dia akan makin tertarik sepulang menonton kamu beradu jotos.

Melukis

Hobi yang satu ini mungkin terbilang langka, untuk itulah kamu akan jadi sosok yang dikagumi dengan cara yang berbeda. Sebab meski yang lain berlomba untuk melakukan hobi-hobi yang dinilai keren. Kamu justru memilih untuk tetap bermain dengan imajinasi dan menuangkannya di kavas yang sudah seperti teman.

Jangan takut untuk tak terlihat keren karena berbeda, karena pilihanmu untuk terlihat berbeda inilah yang justru membuatmu jadi sosok lelaki yang istimewa.

Bermotor

Naik mobil memang selalu nyaman, tapi naik motor penuh tantangan. Beruntunglah kamu yang punya hobi naik motor karena si dia akan melihatmu lebih menarik lagi. Sebab kamu terbukti tak takut untuk berhadapan langsung dengan alam.

Cobalah sekali-sekali, coba untuk mengajak si dia menghabiskan banyak waktu di atas roda dua. Maka penting untuk memilih motor yang cukup nyaman untuk dinaiki bersama. Ambil contoh misalnya Suzuki Nex II. Meski matic namun motor ini sudah dilengkapi mesin yang bertenaga dengan kapasitas mesin 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Mesin ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Torsinya sendiri bisa mencapai 8,5 Nm di 6000 RPM. Kombinasi ini tentunya cocok untuk penggunaan harian.

Apalagi sisi kenyamanan berkendara menjadi perhatian utama. Ukuran floorboard yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya membuat ruang kaki pengendara lebih terasa lega dan tidak melelahkan. Ruang penyimpanan di sisi kiri dan kanan depan juga dibuat lebih besar. Jadi bisa nyaman jika dipakai bersama si dia.

Sembari memilih hobi mana yang layak dilakoni, kamu juga perlu untuk memilih Suzuki Nex II mana yang pantas dimiliki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top