Trending

Rayakan Hari Air Sedunia, P&G Tunjukkan Kepeduliannya Akan Air Bersih di Berbagai Negara

Untuk yang belum tahu, sebenarnya peringatan Hari Air Sedunia jatuh pada tanggal 22 Maret lalu. Diumumkan untuk yang pertama kali diumumkan pada sidang umum PBB ke-47 pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Untuk kemudian terhitung sejak tahun 1993, peringatan ini selalu dirayakan, dengan tujuan dapat jadi salah satu bentuk kesadaran manusia akan pentingnya air dalam kehidupan.

Mari kita buka-bukaan, kamu mungkin sering sekali mengambil air minum namun tak meminumnya hingga habis dan akhirnya tersisa lalu terbuang sia-sia. Yap, itu sudah jadi salah satu kebiasaan buruk kita dalam hal konsumsi air minum sehari-hari.

Padahal faktanya ada sekitar 2,1 miliar penduduk dunia, yang masih belum memiliki akses air bersih yang sejatinya adalah hak asasi manusia. Dan beberapa saudara kita sebangsa pun turut serta di dalamnya. Sebab hingga kini, masih banyak masyarakat dipedalaman yang belum bisa mengkonsumsi air bersih dengan layak dan mudah. Jadi tak heran, jika angka kematian pun kerap bertambah setiap harinya.

Jadi tonggak utama kehidupan manusia, air memiliki peranan sangat penting untuk kehidupan yang kita jalankan. Bahkan hampir semua hal yang kita lakukan selalu ada air yang berperan. Nah, ini pulalah yang menjadi salah satu perhatian dari P&G. Sebab baru-baru ini dalam rangka merayakan Hari Air Sedunia tahun ini. P&G bekerjasama dengan National Geographic Channel, merilis sebuah film dokumenter berjudul “The Power of Clean Water”.

Tayangan ini bercerita akan kondisi 663 juta orang di seluruh dunia yang saat ini hidup dengan keterbatasan akses akan air bersih setiap hari. Tapi menariknya, film dokumenter ini menampilkan apa saja dampak positif yang dapa ditimbulkan oleh air bersih dalam kehidupan tiga orang wanita, yang juga telah merasakan manfaat baik dari salah satu program besutan P&G yakni, Program Children’s Safe Dringking Water, dari 3 negara yakni Indonesia, Kenya dan Meksiko.

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh P&G dari program CSDW ini adalah, untuk memaksimalkan pasokan air bersih bagi mereka yang memang benar-benar membutuhkan. Sebab biar bagaimanapun, situasi ini sangat memberikan pengaruh banyak pada kehidupan yang mereka jalankan.

Orangtua yang bisa lebih punya banyak waktu untuk bekerja, anak yang tak lagi sakit perut hanya karena minum air mentah, tak lagi mencari kayu hanya untuk memasak air, dengan kata lain mereka punya lebih banyak waktu untuk bisa fokus belajar dan ke sekolah.

Sedikit tentang program Chindren’s Safe Dringking Water, ini adalah salah satu bentuk upaya dan juga komitmen dari P&G, untuk memberikan pengarahan dan edukasi tentang pentingnya upaya melakukan kebaikan dan juga mendorong perteumbuhan masyarakat di seluruh dunia.

Dan melalui bantuan dari lebih 150 mitra di seluruh dunia yang terlibat didalamnya. P&G telah menyediakan lebih dari 13 miliar liter air bersih dengan menargetkan 15 miliar liter air bersih pada tahun 2020 mendatang. 

Dengan modal keahlian dan pengembangan inovasi dan riset konsumen, para ilmuan di P&G ‘mengubah’ sistem pengelolaan air kotor menjadi air bersih yang layak pakai, dengan produk sederhana berupa bubuk Purifier of Water sachet empat gram.

Teknologi ini memudahkan setiap orang yang ingin mendapat air bersih di tengah keterbatasa pasokan air yang ada. Sebab hanya dengan menggunakan embel, sendok dan kain sebagai penyaring serta bubuk P&G Purifier of Water, setiap orang dapat memurnikan air 10 Liter yang tadinya kotor hanya dalam waktu 30 menit.

Di Indonesia sendiri, program CSDW pertama kali ada dan dijalankan, sejak 2004 lalu ketika Aceh dilanda bencana Tsunami, dan telah membantu puluhan ribu keluarga di seluruh Indonesia yang juga menjadi korban bencana. Mulai dari Padang, Yogyakarta, Jakarta, dan beberapa lokasi di daerah Jawa Tengah, Papua dan lain sebaginya.

Dan sejak tahun 2015 lalu, P&G Indonesia telah mengukuhkan komitmen menyediakan 65 juta liter air bersih kepada lebih dari 8.000 keluarga di Nusa Tenggara Timur dan pada tahun 2017 lalu, ada skeitar 3.000 keluarga di kabupaten Malawi, Kalimantan Barat yang juga telah mendapat 22 juta liter air bersih.

Kemarin rabu malam, 04 April 2018bertempat di America Pasicif Place Candar Dethan selaku Zonal Manager Eastern Zone ChildFund International, mengatakan bahwa “Wanita dan anak-anak perempuan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, menghabiskan setidaknya enam jam setiap hari untuk mengumpulkan air, ini setara dengan 40 miliar jam setiap tahun dikeluarkan hanya untuk mendapatkan air yang aman untuk dikonsumsi. Padahal, waktu berharga yang  mereka miliki ini dapat dimanfaatkan lebih baik lagi untuk bekerja dan/atau mengenyam pendidikan,”

Dan akan sangat membantu sekali, kita kita bisa membantu sesama, sebangsa dan setanah air untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi. Untuk itulah, program CSDW ini ada, dan berjalan hingga kini.

Untuk kamu yang penasaran bagaimana P&G menyoroti dan berupaya untuk memberi kontribusi pada isu ini, silahkan tonton film dokumenter yang jadi saksi atas perjalanan yang telah mereka lakukan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lupakan Semua yang Lalu, Mari Sambut Hari yang Baru

Segala perkara yang belakang terjadi atas hidup, terasa jadi bom atom yang tak henti-hentinya menghancurkan segalanya. Mengubah tatanan cita-cita, meluluh-lantakan kisah asmara, hingga beban lain yang datang bertubi-tubi dan seolah tak ada habisnya. Beban berat yang melekat di pundak, membuat kita fokus pada hal-hal menyedihkan yang dibawanya. Padahal, bisa jadi ada sedikit suka yang bisa dijadikan alasan untuk tetap mensyukuri semuanya.

Sebelum nanti menyesal karena terlalu lama memendam kekalahan diri, sebelum nanti ia pergi dan memilih manusia lain untuk dicintai, ada banyak amunisi yang bisa kita jadikan alasan untuk kuat berdiri. Cobaan akan selalu datang, ujian tak akan pernah benar-benar bisa kita tanggalkan. Tapi cara kita belajar untuk jadi seorang petarung yang handal, bisa jadi jalan keluar untuk segala persoalan.

Ketika Cita-cita Terbelokkan, Bukan Berarti Kita Tak Bisa Mewujudkan Impian

Merasa perlu bekerja dengan passion yang disenangi, susah payah kita berjalan untuk  mewujudkan keinginan. Sialnya, kenyataan yang didapati tetap jauh dari yang diharapkan. Berpikir ini adalah sebuah kegagalan, kita memilih fokus pada semua ketidakberhasilan yang didapatkan.

Lalu lupa, jika apa yang selama ini kita kerjakan juga bermanfaat untuk kehidupan. Memberi kita kabahagian, pelajaran, pengetauan baru, hingga nilai positif lain yang selalu kita abaikan. Hanya karena merasa jika pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Baik memang jika semuanya berjalan sesuai rencana, tapi ingatlah kalau dunia sering bercanda dengan merubah banyak haluan jalan. Sebagai seorang pencari, kita hanya perlu memaksimalkan perjalanan agar tetap bisa menemukan apa yang diinginkan.

Patah Hati Itu Hal Biasa, Suatu Saat Kamu Juga Akan Merasakan Cinta yang Luar Biasa

Pernah jatuh cinta dan bahagia. Memberikan segalanya, lalu ditinggal pergi begitu saja. Kecewa, mungkin sudah pasti. Tapi menangis dan mengutuki semua yang sudah terjadi tentu tak akan berarti. Tak ada yang salah dari patah hati berkali-kali, anggaplah ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri.

Bertemu dengan banyak pribadi, memberikan kita banyak pelajaran berarti. Sudah menjadi pola yang pasti, jika selain bahagia cinta pun bisa membuatmu terluka. Nah, daripada berusaha untuk tak selalu terluka, bersiaplah untuk tetap  tenang meski nanti mungkin akan terluka.

Belum Bisa Buat Orangtua Bahagia Bukan Berarti Tak Berguna, Semua Hal Tentu Ada Masanya

Beberapa orang mungkin bisa merasa biasa saja meski belum bisa memberi apa-apa untuk kedua orangtua. Namun di sisi lain, ada pula orang-orang yang kerap khawatir atas pencapaian hidupnya. Merasa gagal jadi anak yang berbakti, tak berguna untuk membahagiakan mereka yang dicintai.

Hei, bukankah sesuatu yang bernilai baik memang selalu sulit didapatkan? Tak perlulah kamu takut sampai menjadikannya beban pikiran. Bukan apa-apa, jiwa yang terlalu diselimuti rasa bersalah tentu tak baik. Bukannya bisa fokus untuk melakukan hal-hal baik yang kamu inginkan, rasa bersalah justru membuatmu kian tertekan dan akhirnya tak mendapatkan hasil apa-apa.

Kedua orangtua pun tentu paham, apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal yang terpenting sekarang adalah, bagaimana kamu terus berjalan dan menemukan jalan keluar. Demi membuat mereka bangga atas apa yang kamu lakukan.

Tak Lagi Punya Banyak Teman Tak Selalu Menyedihkan, Justru Kamu Lebih Paham Siapa yang Layak Dipertahankan

Seiring dengan bertambahnya usia, kita semua akan merasakan babak kesepian hebat dalam kehidupan. Tak punya teman sebanyak masa sekolah, berpikir jadi manusia paling sedih sedunia, hingga bertanya-tanya apakah yang salah dari diri kita.

Dengar, hal seperti ini terjadi atas hidup semua orang. Tak ada yang berubah dari kita atau teman-teman yang tadinya kita miliki, waktu dan prioritas hidup yang harus diutamakanlah yang kemudian merubah pola hubungan pertemanan kita. Di saat kita masih berjibaku dengan banyaknya cicilan kebutuhan, teman lain mungkin sudah sibuk dengan anak kecil yang baru saja ia hasilkan. Semuanya ada masanya, dan kita harus selalu bersiap untuk kehilangan semuanya, termaksud teman.

Kesedihan dalam Hidup Akan Selalu Ada, Tapi Satu Hal yang Pasti “Kita Harus Selalu Bangkit dan Berdiri Lagi”

Tak ada yang bisa memastikan jika kita akan baik-baik saja untuk segalanya. Segala macam aspek kehidupan, kerap berkonspirasi untuk menciptakan kesedihan yang jadi beban. Tapi di waktu lain, kita pun bisa bahagia dengan perasaan yang tak terkira. Intinya, bahagia dan duka selalu datang kapan dalam bentuk apa saja.

Merasa dipecundangi waktu dan keadaan adalah respon yang biasa atas semuanya. Tapi jagan pernah merasa menyerah untuk semua perkara. Karena dibalik semua ujian dan cobaan yang ada. Hal yang wajib dilakukan adalah bangkit dan berdiri lagi untuk memulai hidup baru yang lebih bahagia lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Penelitian Bilang: “Benci Mantan Itu Normal”

Urusan perasaan memang tak selalu bisa ditebak. Hari ini masih sayang-sayangan, besok bisa saja sudah bersikap bak tak saling kenal. Dulu ia adalah segalanya, hari ini bisa jadi kita sangat membencinya. Jangan terlalu khawatir atas perubahan hati, karena membenci mantan pacar konon adalah sesuatu yang normal.

Dikutip dari inc.com, sebuah penelitian terbaru dari Wellcome Laboratory of Neurobology meneliti para relawan yang memendam rasa benci pada seseorang, dan ternyata kebanyakan pada mantan kekasih, sebagian lain pada saingan dan figur politik terkenal. Para relawan itu kemudian dipindai otaknya.

Para peneliti menganalisis aktivitas saraf pada para partisipan saat mereka memandang foto dari orang yang paling mereka benci tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa lingkaran rasa benci dipengaruhi oleh dua bagian otak yang ada pada sub-korteks: putamen dan insula. Putamen adalah bagian pada otak yang berkaitan dengan fungsi sistem motorik juga perasaan menghina dan jijik. Insula diketahui ikut memengaruhi respon untuk menekan stimuli.

Menurut ahli neurologi dan kepala penelitian, Profesor Semi Zeki menjelaskan, “Jaringannya melibatkan area puteman dan insula yang hampir mirip dengan jaringan yang aktif saat ada gairah, perasaan romantis, dan cinta.” Dengan kata lain, jaringan di otak yang memengaruhi rasa benci sama dengan jaringan yang memengaruhi rasa cinta.

Di sisi lain, kita mungkin akan berpikir bagaimana bisa hal itu terjadi. Tapi faktanya, meski rasa cinta dan benci ini bagai dua kutub yang berlawanan, secara fisiologis keduanya saling berkaitan. Maka saat seseorang menatap orang yang dibencinya, ketika otaknya dipindai akan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil korteks serebral yang nonaktif. Tapi ketika mereka menatap orang yang dicintainya, sebagian besar area korteks serebal yang nonaktif. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa saat kita sudah jatuh cinta pada seseorang, kita akan sangat mudah kehilangan akal sehat.

Nah, selain hasil dari penelitian yang sudah dijelaskan di atas. Ada banyak hal lain yang juga menjadi alasan, mengapa kita membenci si dia ketika sudah jadi mantan.

Gelagat yang Tak Kita Sukai Kian Terlihat, Wajar Jika Dirinya Tak Lagi Mengangumkan

Pernah terbuai karena cinta, semua hal yang dilakukannya terlihat jadi sesuatu yang istimewa. Meski banyak kekurangan, kita kerap menggenapkan semuanya itu dengan berpura-pura tak melihat apa yang jadi kenyataan. Tapi selepas berpisah, kita jadi lebih kristis dalam menilai dia. Kekurangan yang selama ini seolah tak kita lihat, kini jadi alasan kuat untuk mantap berpisah.

Benar memang, barangkali ini dikarenakan pudarnya rasa cinta yang tadinya bersemanyan di hati kita. Putus cinta memang membuat mata kita kian terbuka, sehingga tak dan pikiran kita pun kembali aktif untuk melihat  bahwa ia memang tak pantas untuk dijadikan pasangan.

Pernah Bilang Cinta Lalu Pergi, untuk Apa Ditangisi?

Siapa sih yang tak kesal, jika seseorang yang pernah berjanji bersama mendadak pergi dan meninggalkan kita. Sekalipun alasan berpisah mungkin bukan karena dia saja, tapi selalu ada rasa kecewa yang bisa jadi amarah. Sudah berkhianat dan pergi melenggang, balasan yang paling sesuai tentulah memutus hubungan.

Tak perlu tak enak hati, hapus semua kontak yang ada. Bahkan memblokir dirinya di sosial media jadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan. Anggaplah ini jadi salah satu bentuk kebencian atas janji yang tak lagi ia jalankan.

Sudah Tak Lagi Bersama, Tak Ada Keharusan untuk Tetap Baik Padanya

Lupakan dulu perintah berbuat baik yang jelas diajarkan agama, ini perihal perasaan. Sebab ada beberapa hal yang kadang bisa dilakukan sesuai kebutuhan. Dan untuk urusan hubungan yang sudah berakhir, bisa kita artikan sebagai tanda berakhir pula segala bentuk sikap baik padanya.

Tak perlu berpura-pura merasa biasa dengan tetap berbuat baik padanya. Jika memang kamu merasa ia berubah dan menunjukkan sikap yang tak lagi bersahabat. Membalasnya dengan perbuatan yang sama, bisa jadi jalan keluar untuk menuntaskan rasa kecewa. Setidaknya kita punya alasan mengapa harus membencinya. Selain ia sudah mengecewakan, sikapnya memang tak pantas dijadikan teman.

Lagipula Hanya Psikopat yang Masih Berteman Sama Mantan

Kamu perlu tahu, berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling dari Oakland University, pada 861 orang yang diberi pertanyaan tentang alasan mengapa mereka tetap berteman dengan mantan. Hasilnya para peneliti ini menemukan perilaku menyimpang yang mencakup, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Lebih parahnya lagi, para peneliti tersebut merangkum bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih berteman dengan mantan karena ada manfaat lain yang akan menguntungkan diri sendiri. Nah, kalau ternyata mantanmu menunjukkan gelagat demikian. Perlu untuk mengatur  jarak darinya.

Tak Ada yang Salah, Seperti Pilihan untuk Mencintai Kita Juga Berhak untuk Membencinya

Untuk segala hal yang akan terjadi atas hidup kita. Diri sendiri selalu jadi pihak penentu tentang apa yang akan terjadi. Tak ada yang perlu ditakutan, selama hal tersebut baik untuk diri, lakukan saja. Tak perlu menghiraukan orang lain yang mungkin menyarankanmu untuk tetap bersikap baik pada mantan. Jika memang dirimu merasa tak nyaman, karena masih menyimpan kemarahan. Jauhi ia semampu yang kamu bisa. Tapi dengan catatan, jangan sampai rasa bencinmu itu merusak dirimu sendiri. Jadi bencilah dengan sewajarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berani Kritik Kebijakan Sekolah, Aldi Siswa SMA di Lombok Tak Diluluskan

Selama duduk di bangku sekolah, sikap berani untuk mengkritisi apa yang tak kita anggap tak benar, dinilai jadi sikap baik yang harus kita semua miliki. Namun apa jadinya jika sikap kritis yang kamu sampaikan, malah berujung dengan ancaman tak diluluskan. Itulah yang saat ini tengah dihadapi seorang siswa kelas XII SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggar Barat. Dia adalah Aldi Irpan, yang pada pengumuman kelulusan pelajar tingkat SMA pada Senin (13/05/2019) lalu dinyatakan tak lulus karena mengkritik kebijakan sekolah tempat ia belajar.  

Ini menjadi sebuah hasil yang terlihat dilatari suatu hal, karena pada kenyataannya Aldi tercatat berada di peringatk 2 di jurusannya dengan total nilai 192. Untuk itulah, dilansir dari tribunnews.com, Aldi berceritanya hal tersebut dikarenakan sikap kritisnya terhadap sekolah.

“Saya tidak lulus, karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah. Saya dianggap tidak menurut. Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya” kata Aldi yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/05/2019).

Lebih lanjut. siswa SMA jurusan IPS tersebut menuturkan, kemarahan sang kepala sekolah bermula saat pada awal bulan Januari lalu, ketika seorang temannya dianggap melanggar aturan sekolah karena menggenakan jaket di lingkungan sekolah. Padahal kala itu, cuaca di Sembalun sedang dingin.

Merasa hal tersebut tak sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani, Aldi menyampaikan protes kepada kepala sekolah melalui wali kelasnya dan beberapa guru lainnya. Tak berhenti di situ saja, kemarahan Aldi bertambah-tambah tatkala temannya bernama Holikul Amin, mendapat perbuatan kasar dari sang kepala sekolah dengan dipukul dan dilampar dengan bak sampah hanya karena dianggap melanggar aturan sekolah dengan memakai jaket di lingkungan sekolah.

“Padahal ketika itu , kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah. Banyak kebijakan kepala sekolah yang tidak sesuai dan tidak adil, tetapi kawan-kawan saya tidak berani mengutarakan. Saya berani mengutarakannya demi kawan-kawan saya,” tutur Aldi.

Masih merasa ada peraturan lain yang tak adil, selanjutnya pada tanggal 16 Januari 2019 lalu. Aldi kembali menuliskan satu kritik terhadap pihak sekolah tentang jam masuk siswa yang konon tak sesuai dengan kondiri daerah mereka. Harus berjalan kaki menuju sekolah, hujan yang pada saat itu hampir setiap turun, mengakibatkan jalanan di Sembalun becek dan licin karena ada proyek pelebaran jalan di beberapa wilayah. Bukannya mengerti dengan apa yang sedang di hadapi siswanya, sekolah malah memulangkan pada siswa yang ketahuan telat dari jam 07.000 WITA.

Sumber : Facebook

“Kami siswa SMAN 1 Sembalun tolong hargailah perjuangan kami, kami ingin sekolah untuk masa depan kami agar kami bisa membahagiakan kedua orangtua kami pendidikan diperuntukkan untuk siswa bukan untuk dipersulit, tolong lihatlah perjuangan kami….. Salam Demokrasi” Tulis Aldi sebagai status dengan turut serta melampirkan beberapa foto teman-temannya yang berjalan kaki di jalanan rusak dan becek, karena hujan.

Selepas status itu ia unggah di laman facebook miliknya. Ia dan beberapa temannya di apnggil oleh kepala sekolah dengan maksud menanyakan apa maksud dari status yang ditulisnya. Merasa perlu untuk menyampaiakan apa yang jadi keresahannya, Aldi pasang badan untuk menyampaikan ketidak setujuan atas banyaknya kebijakan sekolah yang tak berpihak pada siswa. Mulai dari jam masuk sekolah, saksi untuk dipulang jika terlambat, hingga larangan menggunakan jaket di sekolah, padahal suhu sedang dingin karena musim hujan.

Untuk merespon apa yang disampaikan Aldi, sang kepala sekolah konon meminta Aldi mengumpulkan berapa banyak siswa yang setuju dengan pendapatnya. Sebagai balasan, jika ternyata banyak siswa yang setuju pihak sekolah akan mengubah kebijakannya. Tapi meski sudah berhasil mengumpulkan 200 orang siswa, Aldi tak mendapat balasan yang dijanjikan oleh sang kepala sekolah.

“Saya berhasil mengumpulkan 200 kawan-kawan saya, tetapi ketika semua berkumpul bukannya menepati janji, kepala sekolah justru memojokkan saya di hadapan seluruh siswa dan guru. Dia tidak menepati janjinya,” kata Aldi dengan nada kecewa.

Kejadian lain, pada salah saat melaksanakan try out Senin (6/5/2019), Aldi dimarahi oleh salah satu guru karena mengenakan baju putih abu-abu, selanjutnya ia diminta pulang dan tidak diperbolehkan mengikuti try out. Padahal, hal tersebut dikarenakan seragam yang seharusnya Aldi kenakan hari itu basah karena hujan. Tak mau menolak pulang, Aldi justru balas bertanya kepada sang guru BP yang hari itu juga tak sesuai aturan, karena seharusnya sang guru harus mengenakan seragam hitam putih. Karena beberapa protes yang kerap disampaikan oleh Aldi tersebut, pihak sekolah menggelar rapat untuk memecat Aldi dari sekolah.

Pasca rapat tersebut, kepala sekolah kembali memanggil Aldi dengan bertanya apa yang sebenarnya ia inginkan. Dengan jujur ia hanya menjawab, ingin peraturan sekolah dirubah. Jawaban tersebut tak digubris, kepala sekolah justru memintanya untuk pindah dan mengancam tak akan meluluskannya.

“Saya akan dibiayai jika mau pindah sekolah. Tapi saya menolak tetap tidak mau karena saya akan ujian. Kepala Sekolah mengancam tidak akan meluluskan. Saya tetap menolak. Kepala Sekolah akhirnya mengatakan terserah kamu, saya sudah menyerah,” tutur Aldi.

Melihat ketetapan hati Aldi yang tetap tak mau pindah, pihak sekolah sempat mengirimkan dua orang guru ke rumahnya. Jika ingin lulus, ia berserta orangtuanya harus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah. Dimana pada saat itu, ia dan orangtuanya pergi untuk menemui kepala sekolah di rumahnya. Namun, permintaan maaf tersebut tak diterima karena dilakukan di hari Minggu.

Orangtua Aldi yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang petani tak bisa berbuat banyak untuk menuntut keadilan atas nasib anaknya. Meski, Rusman, kakak ipar Aldi beserta organisasi Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra), Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), dan Pembaru telah mendamping Aldi dan sempat melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kurikulum, tim kesiswaan dan BP pada Rabu (14/5/2019), hasilnya masih tetap sama. 

Kepala sekolah masih tetap pada keputusannya, bersikeras tidak mau mencabut keputusannya dengan dalih Aldi dan pihak keluarganya tidak pernah datang untuk meminta maaf dan mendiskusikan masalah tersebut. Bahkan kepala sekolah memberikan alasan tidak meluluskan Aldi karena sering menentang dan melawan kebijakan sekolah.

Rusman mengatakan dari pengamatannya,  guru-guru dan kawan sekolahnya memeluk Aldi sembari menangis dan mengatakan bahwa Aldi tidak pantas diperlakukan tidak adil oleh kepala sekolah. Begitu juga sang wali kelas, Ruhaiman yang mengaku sedih dan tak bisa berbuat banyak untuk merubah keputusan kepala sekolah. Sebagai wali kelas dirinya ingin selalu membela anak didiknya, apalagi Aldi adalah ketua kelas. Karena menurutnya, Aldi adalah anak yang baik, rajin, sopan, dan pintar.

“Anak kita ini aktif di OSIS. Selalu membantu sekolah. Dia membantu mendatangkan donatur yang menyumbang 60 buah Al-Quran. Sampai sekarang sumbangan itu dipakai untuk mengaji anak-anak di sekolah ini,” kata Ruhaiman. Dimatanya dari segi akademis dan perilaku, Aldi tergolong anak baik. Dan memang kerap kritis jika mendapati kebijak yang merugikan banyak temannya.

Hingga ini dituliskan, konon sang kepala sekolah, Sadikin Ali, belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. Namun, dari informasi yang didapat dari salah satu guru di SMAN 1 Sembalun, beliau dipanggil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB. Tapi belum diketahui, apakah pemanggilan tersebut terkait masalah Aldi atau yang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top