Feature

Rasanya Jadi Panitia Bukber yang Sering Diberi Harapan Palsu Oleh Kawan-kawan Alumni

Sudah jadi ritual tahunan, bulan Ramadhan selalu datang sebagai ajang kumpul-kumpul bersama teman. Mulai dari alumni, SD-SMP-SMA-KULIAH, hingga teman kantor lama, kawan komunitas, hingga banyak grup-grup pertemanan lainnya.

Jika selama ini, banyak yang akan bilang jika datang ke acara buka bersama adalah perbuatan yang sia-sia. Maka kali ini, mari kita coba mengerti bagaimana rasanya jadi panitia buka bersamanya.

Tak Direspon Berhari-hari, Tapi Ketika yang Lain Sudah Buka Bersama yang Dikomplen Pastilah Panitia

“Eh sist, kita mau bukber. Temen lain bisanya kamis depan, kamu bisanya kapan?” dan tak berbalas sampai purnama selanjutnya datang.

Ya, kita semua memang pastilah punya kesibukan. Punya prioritas lain yang harus didahulukan, daripada sekedar membuka chat dari panitia bukber yang barangkali memang tak begitu penting. Tapi, atas nama pertemanan alangkah baiknya jika diberi respon, sebagaimana mestinya. Toh, kalaupun kamu tidak bisa hadir, panitia tak akan memaksanya.

Sialnya lagi, walau tak merespon kabar dan pertanyaan yang sudah kita kirimkan padanya. Saat hari H buka bersama tiba, beberapa teman pastilang berbagai foto di sosial media. Lalu dengan entengnya berkata “Kok, aku nggak diajak? Panitianya gimana sih?”  Seketika itu juga, sang panitia mungkin ingin segera pindah ke merkurius saja.

Walau Tak Selalu Dilihat, Berbagai Usaha Dilakukan Agar yang Ikut Bukber Itu Banyak

Setelah pesan ajakan buka bersama dikirimkan, selanjutnya kita jadi penunggu kabar untuk siapa saja yang akan bisa ikut buka puasa bersama. Momen ini akan terasa kurang, jika yang ikut hanyalah segelitir orang. Maka untuk meramaikan acara, biasanya sang panitia akan memutar otak untuk mencari cara. Ya, mencari cara bagaiamana biar semuanya bisa ikut dijadwal yang tepat.

Pada titik ini, biasanya kemampuan untuk melobby orang diuji. Target kita jelas adalah kawan yang bisa kumpul bersama, jadi jangan bosen ya kalau ditanya tiap hari kapan bisanya?

Sabar Menunggu Hasil Diskusi, Walau Ujung-ujungnya Kitalah yang Memilih Sendiri

“Kamis saja” – Ani

“Ya, boleh” – Citra

“Eh, aku kamis meeting sampai malam” – Dedi

“Jadi kapan dan dimana?” – Budi

“Sabtu aja di resto daerah…” – Parman

“Eh jangan, manager resto itu mantanku” – Lisa

…. Dan masih saja belum menemukan titik temu.

Demi menegakkan demokrasi dalam hubungan pertemanan, satu sampai dua hari perbincangan di group whatsapp masih sampai pada topik pemilihan hari dan tempat yang dirasa mumpuni. Dan pada beberapa kasus yang lain, perbincangan ini kerap terjadi dan tak akan menemukan titik temu sampai lebaran tiba.

Agar tak berlarut-larut hanya karena menentukan kapan dan dimana tempat berbukanya, para peserta baiknya meminta panitia yang menentukan saja. Ini lebih membantu.

Berusaha Untuk Membuat Acara Ini Jadi Berbeda, Tapi Ada Saja Kalimat Sumbang yang Sampai ke Telinga

Jadi ajang yang mengumpulkan kawan satu angkatan, tak jarang beberapa orang mungkin tak begitu kita kenal. Mereka yang suka, mungkin akan berterimakasih pada panitia. Karena sudah susah payah menyiapkan acar berbuka bersama.

Tapi, disisi lain ada pula kawan lama yang sering menyebalkan. Tak begitu kenal, atau memang tak suka pada panitianya. Hingga tak sedikit pula, ada obrolan-obrolan yang menyinggung dan tak enak untuk didengar oleh telinga. Berhubung ini adalah bulan penuh berkah, mari doakan saja.

Akan Tetapi, Meski Begitu, Selalu Ada Rasa Haru Ketika Tawa dan Canda Mengalir Begitu Saja Pada Semua Peserta Buka Bersama

Barangkali pemandangan akan berapa banyak jumlah kawan yang datang, jadi puncak rasa bahagia yang akan dirasakan oleh panitia. Siapa mereka yang datang dengan pasangan baru, anak kecil yang baru, hingga berbagai macam cerita menarik yang dibagikan oleh teman lama.

Berbaur bersama dalam satu meja untuk kembali mengenang beberapa romansa hidup yang sudah lampau. Bagaimana dulu kita semua saat SMP, siapa  yang dulu sering dihukum guru BP saat SMA, hingga mahasiswa abadi yang diraih oleh seorang kawan saat kuliah. Sederhana memang, tapi itulah titik keberhasilan yang hanya akan dirasakan oleh panitia.

Dan Tak Tahu Karena Dipercaya atau Memang Suka Dibuat Susah, Silanya Selepas Acara Sering Diminta Untuk Jadi Panitia Lagi di Tahun Berikutnya…

Disatu sisi kita yang bertugas sebagai panitia mungkin sudah jengah, atau bahkan sudah tak ingin lagi repot-repot di tahun berikutnya. Sialnya, beberapa kawan yang merasa puas untuk pertemuan yang sudah kita tangani ini sering kali dengan cepat berujar agar panitia tahun berikutnya, biar saja dipegang oleh panitia hari ini.

Pernyataan itu memang bisa jadi salah satu bentuk percaya, tapi kemarin-kemarin kenapa semuanya begitu menyebalkan ya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pesona dan Kekaguman Bisa Terpancarkan Lantaran Kamu Terlahir Dari Zodiak Berikut Ini

Kekaguman dirimu akan seseorang biasanya sangat membingungkan. Tak ada pancaran apa-apa dari dalam dirinya, namun ia terlihat menarik meskipun wajahnya tak cantik atau tampan. Bahkan, tanpa fisik yang unggul pesona itu tetap muncul. Sehingga membuat kamu semakin heran apa yang dia kenakan sampai aura-nya begitu terpancar secara dalam. Kagum adalah sikap yang timbul ketika melihat seseorang dengan memancarkan aura, dibalik prestasi atau sikap yang dia punya.

Rasa kagum timbul bisa kepada siapa saja, artis, seniman, penulis, dan lawan jenis. Bisa jadi orang yang kamu kagumi itu berdasarkan rasi bintang atau zodiak yang bakal disebutkan ini. Karena memang ada beberapa zodiak yang melahirkan seseorang dengan potensi pesona dan kekaguman yang baik. Kalau kamu penasaran, kami akan menyebutkan beberapa zodiak yang konon katanya dikagumi banyak orang.

Gemini

Tak banyak orang tahu kalau gemini memang terkenal karena memiliki kecerdasan linguistik. Segudang ide ditampilkan dirinya sehingga ia memiliki pembicaraan yang menarik apabila kita bersamanya. Topik obrolan tak akan pernah habis dan basi. Inilah membuat para gemini memiliki daya tarik bagi beberapa orang. Bahkan banyak yang mengakui  ketika seseorang bakalan terpesona akan kharismanya yang dilirik dari konten obrolannya. Selain itu, ada pula sifat-sifat lain dalam skala spontanitas hingga menimbulkan kelucuan. Alhasil banyak orang yang merasa nyaman dan menyenangkan apabila bersamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Uang Adalah Salah Satu Alasan Untuk Bekerja, Tapi Sudahkah Kamu Mengelolanya dengan Baik Sebagaimana Mestinya?

Dari sekian banyak alasan yang bisa kita sebutkan, tentang alasan untuk bekerja. Uang selalu jadi bagian penting yang akan disebutkan. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makan, rumah tinggal, pakaian, dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan.

Tapi sayangnya, kita kerap salah kaprah. Bahkan masih saja sering membeli barang yang tak sesuai pada peruntukannya. Selanjutnya, setelah sudah sampai pada titik lelah atas banyaknya barang yang dibeli namun tak berarti. Coba cek lagi, sudah sampai mana kemampuan kita dalam mengelola pendapatan yang diterima selama ini!

Kerja Rodi Bagai Kuda, Tapi Tabungan pun Tak Ada

Jika hal ini memang sedang kamu rasakan, itu artinya kamu tak punya kemampuan mengelola keuangan. Kalau tak percaya, coba hitung berapa gajimu selama memiliki sumber pendapatan, lalu bandingkan dengan saldo tabunganmu sekarang.

Padahal kalaupun gaji yang ditabung hanya 10 persen dari gaji, nilai ini sangatlah bermanfaat untuk masa-masa sulit yang mungkin terjadi di hari depan. Jadi, kapan mau mulai menabung?

Tak Memperdulikan Berapa Banyak Pengeluaran, Kamu Tak Tahu Uang yang Keluar Setiap Bulan

Sekilas kegiatan seperti ini mungkin terasa aneh bagimu, atau berpikir jadi sesuatu yang sudah teramat kuno. Gambarannya begini, kalau kamu tak tahu apa saja yang menjadi pengeluaranmu tiap bulan. Dengan membuat catatan pengeluaran yang teratur dan terinci, jelas akan membantu kita untuk tahu.

Sebab dengan begitu, kita tahu kemana uang yang dimiliki pergi. Dan rasa kehilangan yang sia-sia, juga tak lagi terasa. Karena kita tahu, kemana alokasinya.

Tagihan Kartu Kedit, Lebih Besar dari Gaji Bulanan

Nah, coba dipikirkan lagi apa sebenarnya alasanmu untuk bekerja. Jangan sampai, semua gaji yang kamu terima hanya akan habis untuk membayar tagihan kartu kredit yang kerap digesek tanpa tahu aturannya.

Tiap kali kita berbelanja, hanya dengan menggunakan kartu tanpa mengeluarkan uang tunai. Rasanya memang jelas membuat baagia, seolah apapun yang kita suka bias didapat dengan mudah. Padahal setiap kali kamu belanja dengan kartu kredit, itu sama saja dengan menambah jumlah hutang yang kamu punya.

Kartu kredit jelas membantu pada waktu-waktu tertentu, tapi kalau sudah keblalasan bisa-bisa jadi beban.

Bukan Perlu, Sering Kali Barang yang Dibeli Hanya Sekedar Ingin Saja

Demi memastikannya, mari kita lihat lagi barang-barang yang ada dalam lemari. Benarkah semuanya terpakai dengan baik, atau justru masih ada banyak barang baru beli yang belum tersentuh? Bukan karena butuh dan memang dirasa perlu, beberapa benda yang kita miliki sering kali dibeli hanya karena suka. Padahal, dipakainya jarang sekali.

Kontrol diri untuk lebih realistis lagi, dengan tak membuang-buang uang pada barang yang sejatinya tak diperlukan. Karena tak hanya meyelamatkan kita dari ancaman kehabisan uang, hal ini juga jadi upaya agar isi lemari tak dihiasi barang-barang tak perlu.

Dan Sering Menghambur-hamburkan Uang, Hanya Demi Terlihat Kekinian

Dalam seminggu, dua atau tiga kali kamu mungkin akan duduk manis di coffee shop. Menikmatian beberapa cangkir kopi, yang harga bisa jadi biaya bensin untuk satu minggu ke depan. Dan kalau akan dikalkulasikan, bisa-bisa budget untuk minum kopi saja kadang 40% dari total gaji kita.

Keinginannmu untuk terlihat kekinian, jelas jadi hak semua orang. Tapi bukan berarti juga kita harus membuang-buang uang hanya demi sebuah pengakuan. Biarlah orang akan memandang kita seperti apa adanya kita, yang terpenting kita mampu mengelola keuangan dengan benar dan sesuai keinginan.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kalau Kamu Ingin Dirindu, Coba Rubah Dulu Sikapmu!

Sebagai seorang perempuan, dikangenin oleh pasangan merupakan sentuhan mesra yang dapat membelai jiwa. Merasa seperti memiliki penghargaan tinggi di mata pasangan. Sekaligus, merasa kalau kamu memiliki porsi lebih di relung hatinya.

Ternyata untuk mendapatkan rasa rindu atau kangen dari pasangan tidak hanya dengan memberikan perhatian secara jor-joran. Memberikan perhatian memang penting dan termasuk dalam faktor. Tetapi masih ada beberapa faktor lainnya yang luput dari perempuan.

Sehingga sang laki-laki merasa tak ada lagi secerca rindu di hati. Nah, kamu mau sikap apa saja yang dapat membuat selalu dirindui oleh pasanganmu?

Laki-laki Tak Mau Berpisah Dengan Perempuan yang Bersikap Sederhana

Bersikaplah sederhana dan apa adanya, jangan bergaya di luar dari kebiasaan kamu sebagai perempuan. Tampilah apa adanya, jangan terlalu dibuat-buat. Seperti jangan bersikap sok cantik, atau sok pintar justru laki-laki akan sebaliknya. Kalau kamu bisa menemukan letak dan posisi menariknya dirimu, dijamin si lelaki tak akan mau untuk berpisah.

Jangan Hanya Mengandalkan Fisik Tanpa Isi

Mengedepankan fisik untuk menjadi daya tarik sebagai perempuan, sebenarnya tidak begitu dibenarkan lho. Meskipun sah-sah saja. Tetapi fisik yang baik bisa terlihat sangat baik apabila kamu tampil cerdas. Otak yang berisi bisa membuat mu tampil lebih menarik. Lelaki akan melihat ke depan, bahwa ke depannya apabila sampai terbentuk rumah tangga, guna mendidik anak tanpa perlu ragu, karena ada sang ibunda yang cerdas selain cantik fisiknya.

Curahkan Perhatian Dan Tunjukan Kesabaran

Mencurahkan perhatian bukan soal mengingatkan makan, mandi atau hal-hal semacanya. Tetapi dengan mengingatkan akan beberapa hal yang luput dari perhatiannya. Kamu harus mengingatkan sebagian meskipun tak semua.

Dan kamu juga harus bersabar akan segala sikapnya atau bagaimana cara ia menjawab chatting. Karena ia sedang bekerja, mungkin ia sedang sibuk atau tidak dalam kondisi 100% terbaiknya.

Kerap Tampil Percaya Diri, Jangan Takut Untuk Ekplorasi Diri

Sebagai perempuan kamu harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Lewat hal itu, kamu dapat tampil mempesona karena mampu tampil di mana saja tanpa ada rasa minder. Beradaptasi dengan berbagai lingkungan itu penting. Saking percaya dirinya kamu sampai tampil dengan santai dan sangat menawan di mata pria.

Dengan kepercayaan diri membangun kepribadian juga mudah, karena kamu bakal mengeskplorasi tanpa ada rasa nggak pantes, atau tidak cocok saat mencobanya.

Sesekali Tampilkan Sisi Cuek Dan Misterius Agar Dia Makin Penasaran

Rindu semakin memuncak kalau orang yang dirindu adalah sangat tidak tertebak. Kalau kami sedikit misterius dan cuek pasti pasangan bakal terus memasang rasa kangennya di depan karena dia sedang penasaran.

Justru laki-laki tak begitu suka dengan perempuan yang kerap ingin mencari perhatian. Lelaki bakal begitu antusias apabila ia tahu sang perempuan selalu menimbulkan pertanyaan di hatinya. Sehingga hanya kamu yang selalu bernaung di hatinya dan kerap menjadi segudang pertanyaan baginya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top