Feature

Rasa Khawatir dari Ibu Saat Aku Masih Sendiri di Usia 25-an

Memasuki seperempat abad jadi masa emas bagi setiap perempuan. Fase ini memang jadi momen terbaik untuk produktif. Bekerja dengan giat, dan menikmati hidup dengan seimbang. Aku masih saja merasa nyaman, bepergian dengan teman, hingga larut dalam beberapa buku bacaan.

Tapi beberapa waktu terakhir hal lain yang mulai aku perhatikan, nampaknya ada keinginan lain yang justru memang harus disegerakan. Ya, orangtua, khususnya ibu terlihat mulai resah, sebab anak perempuannya ini masih saja tak menggandeng pasangannya saat bertandang ke rumah.

Demi menjaga perasaanku, ibu memang tak pernah berujar tepat di hadapanku. Tapi aku tahu jika beliau sering tak tidur hanya karena mulai memikirkan masa depanku.

Perkara Pasangan Memang Menyita Perhatian, Barangkali Itu yang Membuat Ibu Mulai Mengkhawatirkanku

Disela-sela rutinitas bekerja yang melelahkan, menghadiri beberapa pernikahan teman jadi sesuatu yang sedang giat kulakukan. Satu per satu dari mereka telah melepas status lajang. Dan mendatangi pesta tanpa pasangan memang ampuh membuat hati jengah.

Bukan apa-apa, sesungguhnya aku pun tentu ingin seperti mereka. Namun, barangkali semesta memang belum mempertemukanku dengan dia. Dan pemahamanku dengan ibu tentu tak sama. Sebab disaat aku masih bisa menikmati hari, ibu justru jadi pihak yang mulai mengkhawatirkanku..

Seiring Bertambahnya Usia, Produktifitas Sebagai Perempuan Jadi Alasan Lain yang Beliau Resahkan

Tidak hanya khawatir akan telat menikah, ibu juga cemas jika menikah di usia lewat 25-an akan mempengaruhi produktifitas sebagai perempuan. Beliau paham betul, jika usia yang kini sedang kujalani sudah layak menjadi seorang istri dan ibu untuk anak-anakku nanti.

Benar memang, bahkan sebuah studi terbitan Journal of Social and Personal Relationship tahun 2012 mengatakan bahwa usia 25 tahun memang jadi masa terbaik untuk menikah. Jadi wajar saja jika akhir-akhir ini, pada beberapa kesempatan ibu mulai menunjukkan keresahannya.

Sebagaimana yang diungkapkannya, beliau hanya takut aku kehilangan rasa, hingga tak mau menikah.

Aku Paham Tak Punya Pasangan Memang Membuat Kesepian, Itu Pula yang Membuat Ibu Mulai Tak Tenang

Bu, kita mungkin tak sepaham. Aku tahu, meski kubilang aku tak kesepian, Ibu tentu tak akan percaya. Bukan ingin membohongi diri sendiri, tapi aku memang benar-benar sedang menikmati apa yang sedang terjadi. Tapi empati Ibu akan kesendirianku pun sangat kuhargai.

Seperti ujarmu, pikiranmu masih dipenuhi kekhawatiran berlebih. Berpikir bahwa semua kegiatan yang kulakoni hanya untuk menghindarkan diri dari sepi. Padahal tak selalu begitu Bu. Aku justru menikmati setiap waktuku, termasuk ketika aku pulang ke rumah dan menemani Ibu duduk bicara.

Hal Lain yang Kadang Ibu Pikirkan, Beliau Takut Jika Suatu Waktu Aku Akan Memilih Hidup Sendiri Tanpa Pasangan

Keputusanku yang masih sendiri, memang mendatangkan beribu tanya. Tak hanya pada mereka yang kusebut teman, juga pada ibu. Barangkali ibu berpikir bahwa menikah dan menjadi istri adalah ukuran kebahagiaan. Aku pun tentu tak akan menentang, tapi saat ini hal tersebut memang belum aku pikirkan. Jika memang sudah direstui oleh Tuhan, kupikir kami akan bertemu.

Kuharap ketakutan itu tak lagi membuat Ibu resah, percayalah padaku jika suatu saat nanti aku tentu juga ingin menjadi seorang ibu. Dan terhitung sejak saat ini, aku tak ingin kesendirianku malah menganggu malam-malammu.

Bahkan Sering Berpikir Akan Pergi Lebih Dulu Sebelum Aku Bertemu Laki-laki yang Nantinya Beliau Panggil Menantu

Umur memang tak ada yang tahu, dan ibu telah berpikir sampai ke sana. Kenyataan lain yang aku sendiri belum pernah sekalipun membayangkannya. Beliau ini selalu takut dan khawatir jika nanti tak bisa mendampingiku pada momen sakral itu.

Dan hal ini memang sekaligus menyadarkanku, bahwa sesuatu yang memenuhi kepala ibu ternyata tak hanya tentang aku. Tapi juga tentang usianya yang sudah tak lagi muda. Untuk itu beliau sangat berharap, jika sesegera mungkin aku akan menikah.

Membesarkanku dengan Cinta, Beliau Tak Ingin Jika Nanti Kesendirian Akan Membuatku Nelangsa

Sejak dulu, beliau sudah menghabiskan waktunya hanya untuk membesarkanku. Sebenarnya ini semua sudah cukup bagiku, aku tak ingin ibu kembali pusing hanya karena diriku. Masih belum merasa bisa melepasku, sebab tak yakin jika aku bisa hidup tanpa dibantu.

Ibu benar, aku memang tak akan bisa hidup sendirian, sebab ada banyak hal yang tak bisa kulakoni seorang diri. Jelas butuh Ibu, dan butuh seseorang yang nanti memang akan menggenapkan. Bu, aku tak akan nelangsa, ini semua hanya soal waktu.

Karena Beliau Hanya Akan Merasa Bahagia Jika Putrinya Telah Menemukan Seseorang yang Mampu Menggenapi

Malam panjang yang harusnya dinikmati dengan tidur nyenyak, malah dihabiskan ibu untuk mencari cara bagaimana agar aku segera menikah. Kuakui kegigihan ibu memang juara. Walau tak pernah kuminta, ibu selalu berdoa agar aku lekas bertemu dia. Terlepas dari kesenanganku yang masih menikmati kesendirian di usia 25-an, ibu justru hanya ingin melihat aku bahagia. Tak lagi bepergian tanpa tujuan, atau terus-menerus berkutat pada pekerjaan.

Bu, maaf, aku memang masih belum bisa menggandeng pasangan yang kelak akan menjadi imam pembimbing kehidupan. Aku pun paham Ibu tak sedang ingin mendesakku, sebab yang Ibu inginkan hanyalah melihat kebahagiaanku.

Jika nanti memang sudah bertemu, aku akan membawanya datang bersamaku. Masuk ke rumah kita untuk meminta izinmu dan Ayah. Bersabarlah sebentar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Konon, Ada 5 Zodiak yang Berpotensi Akan Menikah Muda

Mereka yang usianya memasuki 20-an, barangkali sedang dilanda kebingungan atas banyaknya pertanyaan perihal pasangan. Dan menikah jadi hal lain yang kian sering dijadikan pembahasan dalam berbagai macam obrolan.

Pertanyaan yang tadinya terkesan bercanda berubah jadi sesuatu yang serius. Usia yang masih belia, jadi pertimbangan yang sering dijadikan alasan untuk tak buru-buru mensakralkan hubungan. Mengikat diri pada seseorang untuk bisa bersama hingga tua, jelas tak semudah mengajaknya makan malam berdua. 

Nah, hal lain yang mungkin jarang terpikirkan. Ternyata jika dilihat dari rasi bintang seseorang. Ada 5 zodiak yang konon paling berpotensi untuk menikah muda. Kira-kira siapa saja kah mereka?

Jadi Sosok Perfeksionis yang Parah, Katanya ‘Virgo’ Akan Menikah Muda

Sering jadi sosok yang menyebalkan karena segala sesuatu harus terasa sempurna. Ternyata diam-diam, manusia yang berzodiak virgo memiliki kemampuan mencintai yang baik. Tak hanya itu saja, si virgo juga sangat pintar dalam hal memelihara hubungan. Ia tahu bagaimana menjaga kepercayaan, dan selalu berpikir lebih matang untuk semua keputusan.

Jadi kalau ternyata ia memilih menikah muda, itu artinya ia sudah yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Dan biasanya, rentan usia mereka menikah adalah pertengahan 20-an.

Walau Berjiwa Bebas Seperti Angin, ‘Pisces’ Juga Akan Menikah Muda Loh

Pisces adalah pribadi yang punya semangat membara. Orang-orang ini bebas seperti angin, cenderung bergerak ke berbagai arah sesuka hati. Namun, memiliki hubungan atau tanggung jawab di usia muda akan membantu Pisces terfokus untuk menjadi pribadi yang lebih stabil dalam proses pendewasaan. Itulah kenapa, jika ia sudah merasa bahagia dengan hubungannnya saat ini. Ia tak segan-segan untuk buru-buru melamar sang kekasih.

Keinginan Hati ‘Capricorn’ Menikah Muda, Nampaknya Semantap Kemampuannya Mengambil Tindakan

Lambang kambing jantan pada Capricorn, barangkali jadi sesuatu yang menunjukkan betapa mantannya mereka kala bertindak. Demi rasa aman, ia akan berusaha untuk mencari jalan keluar tentang apa yang harus dilakukan.

Tapi tak buru-buru, biasanya untuk menentukan menikah ia butuh waktu berpikir dulu. Satu hal yang pasti, ia selalu merasa mantap dengan apa yang dipilih. Dan sudah barang pasti jika mereka memiliki pikiran terbuka dan siap untuk menikah muda.

Memiliki Sikap Keibuan yang Alami, Perempuan ‘Cancer’ Juga Siap Menikah Muda

Pemilik zodiak cancer dikenal dengan kemampuan mencintai tanpa syarat yang besar. Tak berharap balasan, apa yang diperbuatnya selalu tulus datang dari dalam hatinya. Mudah tersentuh dengan apapun yang terjadi atas hidupnya, dan perihal merawat seseorang dialah juaranya.

Jadi, buat kamu yang saat ini sedang berpacaran dengan perempuan cancer, percayalah ia adalah calon ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak.

Punya Selera yang Tinggi, Tapi Kalau Sudah Bertemu The One ‘Taurus’ Mungkin Akan Menikah Muda

Taurus adalah orang yang akan berjuang untuk mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah. Dirinya juga memiliki selera yang tinggi terhadap banyak hal. Entah itu pakaian, makanan, urusan liburan, sampai perkara pasangan. Tapi berita baiknya nih, ketika ia sudah merasa menemukan seseorang yang pas sesuai kriteria. Tak perlu menunggu waktu yang lama, ia bisa saja tiba-tiba mengajak sang pacar untuk menikah muda.

Kalau zodiak pacarmu adalah salah satu dari zodiak yang sedari tadi sudah disebutkan, kamu sudah boleh bersiap-siap untuk menikah ya. Hehe, tapi hal ini tak selalu berlaku ya, bisa jadi benar atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Serba-serbi Perjalanan Meraih Karir

Pada beberapa fase kehidupan, waktu dan situasi kadang memaksa kita untuk memilih. Walau sebenarnya bukan itulah yang diingini hati. Begitu pula dengan pekerjaan. Seringkali hal-hal yang sudah didambakan tak kunjung datang, padahal hal lain yang tak direncanakan ditawarkan untuk dijadikan pilihan.

Dan pekerjaan jadi salah satu bagian kehidupan yang sering membuat kita masuk pada ambang kebimbangan. Setelah lulus dan berhasil menyematkan gelar di belakang nama, mau jadi apa?

Tak Perlu Terpaku dengan Jurusan, Sebenarnya Kita Bisa Jadi Apa Saja Sesuai yang Kita Inginkan

Sarjana Pendidikan baiknya menjadi guru saja, Lulusan Fakultas Pertanian, tak boleh bekerja di Bank. Hingga pengelompokan lain yang sering dijadikan streotip oleh masyarakat kita, adalah pemikiran yang terlalu dipersempit. Karena, untuk bisa sukses menggembangkan karir, kita tak melulu harus bekerja sesuai jurusan.

Akan Tetapi, Meski Baru Lulus Kuliah, Sebaiknya Jangan Asal Memilih Tempat Kerja

Nah, demi masa depan gemilang sebagaimana yang kita harapkan. Setiap orang berhak untuk menentukan, kira-kira perusahaan yang bagaimana yang bisa memberi kontribusi baik dalam upaya pembangunan karir kita kelak. Itulah sebabnya, sebelum menerima tawaran kerja. Pastikan beberapa hal ini ada di perusahaan tempatmu bekerja nanti.

Namun Meski Tak Kuliah, Kamu Tak Boleh Menyerah untuk Mimpi yang Kau Punya

Tanpa berniat untuk merendahkan fungsi pendidikan, sebenarnya sarjana tak selalu bisa jadi jaminan untuk sukses yang didambakan. Lagipula kita tak boleh menutup mata, tentang banyaknya jumlah sarjana yang tak bekerja. Dari sini kita bisa belajar, bahwa pendidikan bukanlah jaminan, tapi kegigihan dan ketekunan jadi penentu akan jadi apa kita di masa depan.

Selanjutnya Kamu Mungkin Akan Dilema, Memilih Tempat Kerja yang Nyaman atau yang Bergaji Besar

Situasi ini sering mengacau pikiran, bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang sebaiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untuk diri. Ada untung-rugi yang harus kita pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar. Dan kamu bisa mengeceknya disini.

Begitu Pula Selepas Menikah, Mau Duduk di Rumah Saja atau Tetap Bekerja

Pertimbangan seperti ini umumnya dirasakan oleh para kaum hawa. Narik nafas pelan-pelan, sesungguhnya tak ada yang harusnya ditakutkan. Sebab meski sudah menjadi istri orang, bukan berarti pekerjaanmu dan mimpimu harus dilupakan. Kamu bisa tetap bekerja sebagaimana hasil diskusi dengan suami, bahkan jika kamu memilih untuk di rumah saja. Toh, sah-sah saja.

Tapi Satu Hal yang Perlu Kamu Ingat Adalah: ‘Cintai Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Cintai’

Lebih dari itu semua, ada wejangan yang juga perlu kamu dengar untuk bisa sukses dalam hal pekerjaan. Yang bisa kamu lihat ulasan kami disini.

Tak selalu bisa ditebak, bagaimana kelangsungan karir kita dimasa yang akan datang. Tapi, setidaknya sedari sekarang kita harus berupaya untuk membuatnya menjadi lebih baik untuk masa depan. Biar bagaimanapun, ini salah satu jalan untuk menambah pundi-pundi rupiah yang juga bertujuan untuk menyambung kehidupan.

Maka pekerjaan dan karir adalah salah satu hal yang perlu dipersiapkan dengan matang. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dilema Memilih Tempat Kerja : Suasana yang Nyaman atau yang Bergaji Besar?

Untuk kamu yang baru saja lulus, kesulitan memilih tempat kerja bisa jadi dilema. Ingin memilih tempat kerja yang nyaman atau yang menawarkan gaji besar. Tapi tak hanya dirasakan oleh para fresh gradute saja, karyawan yang sudah lama bekerja pun sering bimbang. Sudah merasa nyaman di tempat kerja yang sekarang, tapi juga butuh tambahan penghasilan demi masa depan.

Suasana seperti ini, sering mengacau pikiran. Bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang baiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untukmu. Ada untung-rugi yang harus kamu pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar.

Bekerja Nyaman Bisa Mengurangi Tekanan dan Berpeluang Mengambil Pekerjaan Sampingan

Jika kamu kebetulan berhasil masuk ke dalam perusahaan besar yang sudah mapan. Biasanya perusahan tidak memberi tekanan yang besar pada karyawan. Sebaliknya, kamu bisa bekerja dengan nyaman dan suasana yang juga jauh dari kata stres.

Selain itu, karena teknan yang ada tak begitu besar. Tempat bekerja seperti ini biasa memberimu waktu luang yang lebih besar. Sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan atau pekerjan lain yang mungkin bisa jadi sumber penghasilan. Memulai bisnis di rumah atau membuka online shop, misalnya.

Tapi Dampak Buruknya Bisa Membuatmu Malas, Kurang Profesional dan Takut Akan Tantangan

Pola yang sudah lama terpatri atas orang-orang yang terlalu nyaman di pekerjaannya sekarang adalah susah keluar untuk memulai pekerjaan lain. Lagipula situasi sekarang ini sudah cukup nyaman, kalau harus keluar belum tentu bisa menemukan yang nyamannya sama. Begitu kira-kira gambarannya.

Padahal ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Karena biar bagaimana pun, pandangan seperti ini akan membuat kita menutup diri pada hal-hal lain. Merasa tak sanggup untuk mengikuti tantangan, hanya karena tak siap untuk berkompetisi dengan orang luar.

Selain itu, aturan yang fleksibel di tempat kerja yang nyaman juga banyak membentuk watak buruk bagi karyawan. Karena tak ada larangan yang begitu keras, kamu bisa saja berubah jadi orang yang sembrono. Telat membuat laporan, hingga datang terlambat setiap ada meeting bulanan. Ya, kamu tak profesional.

Akan Tetapi Jika Gajinya Lebih Besar Mampu Menjamin Finansial dan Membuatmu Kian Profesional

Untuk situasi ini, keuntungan dari segi finansial jelas jadi kelebihan yang wajib disyukuri. Biar bagaimana pun, pundi-pundi harus tetap terisi. Nominal pendapatan yang bertambah, setidaknya akan membantu kita memenuhi kebutuhan harian pada tingkat yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menyisihkan jumlah tabungan yang lebih besar untuk masa depan.

Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena jika gaji yang ditawarkan memang lebih besar. Ada kemampuan yang seimbang yang harusnya kita bayarkan. Tekanan yang datang untuk capaian pendapatan yang telah ditentukan akhirnya merubahmu jadi sosok yang mampu berkompetisi dengan baik. Karena mau tak mau kamu harus bergerak untuk mencapai targetmu, yang sebenarnya juga baik untuk mengembangan karir dan membuatmu kian profesional.

Namun Sialnya Kamu Jadi Mudah Stres Karena Tekanan yang Lebih Besar dengan Waktu Luang yang Terbatas

Yap, dituntut untuk mencapai target yang ditentukan, terpaksa membuat kita berjuang keras untuk terus bekerja. Beberapa hal yang akan terasa kian dekat, tentu saja stres kalau-kalau targetnya masih belum kesampaian juga. Selain itu, waktu untuk bisa beristirahat meski sekedar beleha-leha sebentar. Akan hilang, diganti dengan konsentrasi untuk mengurus pekerjaan.

Bahkan kalau bisa, seluruh waktu yang ada dalam hidupmu akan kamu serahkan untuk terus fokus bekerja sampai apa yang sudah ditentukan perusahaan bisa di dapat dengan cepat. Gajinya memang besar, tapi setara dengan itu tingkat stres yang kamu dapat juga kian besar.

Lalu, Kemana Pilihanmu Akan Jatuh?

Sesungguhnya, ini bukanlah pilihan yang sulit. Karena kamu hanya butuh mencari apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Sembari menemukan jawaban, kamu pun perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan lain yang nantinya akan dirasakan.

Jika kamu memilih untuk berada pada zona kerja yang nyaman, mungkin penghasilan yang akan kamu dapatkan lebih sedikit. Dan begitu sebaliknya, jika kamu memilih untuk berada  pada tempat kerja yang bergaji besar. Cobalah bersiap untuk tekanan besar serta waktu luan yang mulai terbatas.

Tanyakan pada dirimu sendiri, mana pilihan yang sesungguhnya kamu cari. Sembari menyiapkan kemampuan, untuk resiko yang juga akan diemban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top