Feature

Kawan Seperti Ini yang Akan Meracuni Hidupmu

Pernahkah kamu bertemu kawan baikmu, lalu sesudahnya kamu merasa begitu capek? Atau pernahkah kamu merasa sangat lelah membaca lini masa sosial media seseorang? Berhati-hatilah, bisa jadi orang tersebut adalah vampire energi.

Ya, mereka hidup dan ada di tengah-tengah kita tanpa kita sadari. Vampire energi ini adalah orang-orang yang hidupnya penuh energi negatif. Dan karena ketidakmampuannya membangkitkan energi positif inilah maka ia membutuhkan pasokan energi positif yang diserapnya dari orang-orang sekitarnya.

Sialnya orang yang diserap itu bisa jadi kamu! Tanpa kamu sadari, selama ini kamu sudah masuk dalam perangkap mereka. Diserap energimu sampai habis sampai kamu merasa lelah dan kering. Hidupmu juga perlahan menjadi terasa hampa, merana dan kamu jadi terus mengeluh tentang apa saja. Ujungnya kamu tak lagi bisa merasakan bahagia.

Mengerikan bukan? Karena itu kamu harus bisa mengenali para vampire energi ini. Dan pelajari pula bagaimana cara menghindar dari mereka.

Kenalkan Si Megalomania, Mereka Yang Merasa Bumi Berputar Karenanya

topeng-racun

Percaya diri itu menginspirasi, sementara kesombongan itu mengintimidasi. Kamu harus camkan hal itu di dalam dirimu baik-baik. Tak ada yang salah memang dengan orang-orang yang percaya diri, namun kalau sampai ada yang membuatmu merasa terintimidasi, bisa jadi orang itu vampire energi.

Vampire tipe ini akan selalu bicara soal dirinya, dirinya dan dirinya. Ia tidak akan menunjukan ketertarikan jika pembicaraan berbelok jauh dari tema tentang dirinya. Sebisa dan sesegera mungkin ia akan kembali mengarahkan pembicaraan tentang dirinya. Dan sudah pasti Dia tak akan terima masukan apalagi kritik tentang dirinya. Maklum mereka merasa begitu superior dan tanpa cela.

Egonya yang besar tentu perlu sumber makanan yang besar pula. Apa itu? Pujian dan perhatian dari orang-orang sekitarnya, termasuk kamu. Ia akan terus mencoba mengikatmu kuat-kuat agar energi postifmu bisa diserapnya dalam bentuk pujian.

Mereka Raja Dan Ratu Drama, Seolah Dunia Berutang Maaf Padanya

mengeluh

Vampire tipe ini bertolak belakang dengan yang pertama tadi. Mereka justru merasa dirinya lah yang paling perlu dikasihani dari dunia dan seisinya. Bertemu masalah sedikit mereka bisa langsung sedih, meratapi kemalangannya.

Jangan mudah merasa kasihan terhadap mereka yang beracun macam ini. Yakinlah bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah mencari perhatian. Selama mereka belum berubah, abaikan saja. Terkadang, mereka berperan sebagai orang lemah dan putus asa. Tujuannya apa? Agar kita memberi dukungan dan dorongan. Kita ikut berkorban untuk mereka, padahal mereka mampu melakukannya sendiri.

Kalau orang-orang di sekitarmu butuh bantuan, tentu memang sebaiknya kamu membantu mereka. Tapi hati-hati terhadap orang macam ini. Mereka meminta bantuan meskipun sebenarnya mereka mampu. Kalau kamu tak bisa membantunya, jangan menyesal atau merasa bersalah. Mereka menekan atau protes? Biarkan berlalu. Kemampuanmu ada batasnya, tak bisa dipaksa. Kamu harus jadi pribadi yang kuat. Jangan sampai tumbang saat berjuang melawan mereka.

Ini Miss Komplain dan Mister Keluhan, Tak ada Satu pun Yang Benar Di Matanya

menunjuk

Entah kenapa, mereka-mereka ini selalu mengeluh setiap saat. Bergeser sedikit mengeluh, keliru sedikit komplain. Vampire ini adalah orang-orang yang gagal dewasa. Ciri khasnya adalah mereka tak pernah merasa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada diri mereka. Semua dilemparkannya kepada orang lain, dan menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri.

Kamu harus menjauh dari orang-orang macam ini. Karena secara tak sadar kamu akan bersikap sangat hati-hati di depan mereka karena khawatir mereka mengajukan komplain terhadap sikapmu. Ujungnya kamu akan merasa cepat lelah karena sikap hati-hati yang berlebihan demi menjaga perasaannya.

Kalau Yang Ini Mungkin Cita-citanya pengamat, mereka selalu penuh kritik

mengeluh

Vampire tipe ini mudah kamu kenali. Mereka akan mengkritik hal apa saja yang ada di depan mereka. Mulai dari bos di tempat kerja, pemerintah, sampai hal-hal kecil macam jalanan macet. Mereka tak menyadari bahwa dunia ini dibangun berdasarkan ketidak sempurnaan. Jadi menuntut semua hal selalu sempurna adalah omong kosong.

Sosial media biasanya jadi surga bagi para vampire jenis ini. Mereka seperti menemukan surganya. Tempat mereka bisa mengumpat, mencaci siapa dan apa saja. Like, share, love, dan komentar kamu jadi menu makanan utama mereka. Semakin banyak mendapatkan reaksi, maka mereka akan semakin mengulanginya lagi.

Bahayanya, energi positifmu akan habis. Jika berlama-lama bergaul dengan mereka, kamu tak akan lagi bisa melihat indahnya dunia. Kamu tak bisa lagi nyaman menjalani hidupmu, karena kamu akan tertular kemampuan mereka mengkritik apa pun.

Si Joker Yang Merasa Dirinya Paling Lucu Di Dunia

sok lucu

Vampire tipe ini memang terasa berbeda dari vampire lain yang sebelumnya kita bahas. Mereka ini terlihat positif karena selalu berusaha lucu. Namun percayalah, sesuatu yang berlebihan tidaklah pernah baik.

Demikian juga dengan candaan. Sementara, vampire jenis ini tak mau terima adanya ketenangan. Semua hal harus dilalui dengan hingar bingar dan canda tawa yang keras. Mereka juga akan menuntut kita untuk terus tertawa.

Satu hal yang harus kita sadari, orang-orang seperti ini biasanya punya rasa empati dan simpati yang sangat rendah. Mereka juga jarang menghargai hal menarik dan lucu yang dilontarkan orang lain. Hal terpenting buat mereka adalah mendapatkan tertawaan sebanyak mungkin untuk dirinya. Buntutnya selepas bertemu dengannya kamu akan merasa begitu lelah karena tertawa yang tidak natural dan dibuat-buat hanya untuk menyenangkannya dan menyamakan situasi dengannya.

Mungkin Ini Waktunya Kamu Bicara Jujur dan Menyampaikan Ketidaksukaanmu Pada Mereka

mulut

Bicara terus terang mengenai sikap mereka memang terasa berat. Tetapi apa boleh buat, kalau mereka vampire. Katakan dengan jujur kalau kebiasaannya tak bisa kita terima. Sampaikan dengan sabar dan pelan-pelan saja. Apapun respon mereka, jangan sampai kamu terbawa emosi.

Jangan Sampai Ikut-ikutan Jadi Vampire, Tetaplah Bersikap Baik

cinta

Ini hal paling berat. Karena seperti juga vampire yang difilm-film, sekali mereka menggigit mereka akan menularkan ke-vampire-annya kepadamu. Cobalah kembali ke alam sadarmu. Temukan jati dirimu kembali seutuhnya.

Bersihkan Pikiran dan Jauhkan Aura Negatif dari Dirimu

meditasi pantai

Berada di dekat orang-orang beracun memang menguras energi. Tak jarang kita dipenuhi emosi yang negatif. Ada baiknya membersihkan pikiran dari pengaruh orang yang beracun. Cuci otak dengan kegiatan positif dan menyegarkan, misalnya meditasi, kegiatan di alam bebas, traveling dan lainnya.

Segera Keluar dari Cengkraman Mereka, Bertemanlah dengan Orang Baik

kawan

Suka tidak suka, mereka menular. Karena itu cara terbaik adalah keluar dari zona beracun itu. Mereka menguras energi dan bikin kita tertekan batin. Kalau kamu tetap bersama, bisa saja akan menjadi salah satu dari anggota mereka. Menyeramkan bukan?

Berkumpul dengan teman yang baik bisa mengembalikan kekuatanmu. Mereka yang berbahagia atau yang sedang bekerja keras meraih kesuksesan. Ketularan semangatnya dan rasa senangnya lumayan juga kok. Tak ada salahnya mulai bergabung dengan mereka yang baik. Kalau tetap dengan si racun, bisa-bisa kita disamakan dengan mereka. Malas juga kan?

Jangan Takut Dibilang Sombong, Kamu Memang Harus Menghindari Mereka yang Beracun Itu

sedih

Kalau kamu sudah keluar dari zona racun, hindari bersama mereka lagi. Bukan berarti kamu menjadi orang yang jahat dan sombong. Hindari mereka kalau pembicaraannya mengarah pada topikyang tak perlu seperti menggosip, mengeluh yang tak ada ujungnya, atau kegiatan beracun lainnya. Segera lari, katakan alasan yang tepat. Tegas sedikit juga tak apa, siapa tahu mereka sadar.

Menghadapi mereka yang beracun memang tidak mudah. Tapi semuanya pasti bisa dilakukan kalau kita benar-benar punya tekad dan keinginan. Lebih baik punya teman sedikit tapi berkualitas. Hidupmu tenang dan kamu bisa melakukan lebih banyak hal tanpa harus memikirkan ‘para racun’ tersebut. Ingat, dirimu beda dengan mereka.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebab Seintens Apa Pun Kita Berkirim Pesan Singkat, Tak Akan Bisa Menggantikan Kehadiranmu yang Senyatanya

Kata Mama, aku boleh bersyukur karena yang namanya komunikasi sekarang ini semakin dimudahkan. Dulu saat Mama dan Papa masih pacaran, tak ada yang namanya komunikasi intens setiap hari. Kalau tidak lewat telepon, ya terpaksa surat-menyurat sembari menabung rindu. Memang benar adanya, keberadaan teknologi seakan memangkas jarak yang mungkin terbentang jauh antara dua orang yang sedang menjalin relasi.

Durasi berkirim pesan pun tak lagi jadi masalah yang berarti. Tinggal ketik, kirim, ceklis dua, penerima pesan pun bisa langsung membacanya. Begitulah kira-kira. Meski dua orang yang menjalin relasi tetap berjarak, setidaknya bisa saling tahu kabar masing-masing tanpa perlu lelah menunggu.

Hanya saja, benarkah relasi yang semacam ini akan seterusnya membawa dampak yang baik? Sekalipun bisa terus  terhubung sepanjang hari dan saling tahu kabar masing-masing kapanpun kita mau…

Hingga Hari Ini Tiada yang Bisa Menggantikan Makna Kehadiran yang Sesungguhnya

Apalah arti relasi tanpa sebuah kehadiran yang nyata adanya. Kalau ada orang bilang dalam relasi penting sekali yang namanya perhatian dan afeksi, mungkin itu bisa kita rasakan dengan saling terhubung setiap hari lewat telepon dan bertukar pesan singkat. Tapi soal kehadiran yang nyata, teknologi belum sanggup menjawab kegamangan ini.

Padahal, ketika menjalin relasi, yang paling didambakan adalah kehadiran kekasih hati di setiap momen penting hidup kita, bukan? Lantas kalau kita berdua justru sama-sama nyaman via suara dan menabung rindu di udara, benarkah relasi ini sedang baik-baik saja?

Membangun Chemistry Tak Cukup dengan Tertawa Online dan Tersenyum Via Emoji

Aku tertawa dengan lelucon yang kita bicarakan. Pun dengan kamu di seberang sana. Tapi rasanya ada yang kurang, aku tetap tak bisa melihat tawamu. Kalaupun via videocall, aku tetap tak merasakan suasana nyata bahwa kamu benar-benar tertawa di samping atau di depanku. Gelak tawa kita memang tidak palsu, hanya saja aku tak cukup puas kalau belum merasakan sendiri perihal tawamu benar-benar nyata di depanku.

Chemistry mungkin bisa muncul lewat percakapan. Tapi seberapa kuat hal itu akan bertahan? Aku bertanya, saat kamu menyematkan emoji tawa, benarkah kamu memang sedang tertawa? Atau saat kamu mengirim emoji senyum, benarkah wajahmu memang sedang memulas senyum? Namun diatas semua itu, aku hanya rindu kita saling bertatap muka saat kamu atau aku sedang bicara.

Jangan Kira Situasi Semacam Ini Tak Menarik Perhatian Para Peneliti, Justru Ternyata Ada Juga Penelitiannya

Apa yang kukatakan di atas sejatinya tak hanya kurasakan seorang diri. Ketidakyakinan kalau pasangan benar-benar merasakan kebahagiaan yang sama ternyata jadi sekelumit kekhawatiran bagi mereka yang terbiasa berkirim pesan singkat. Journal of Couple and Relationship Therapy pernah melakukan penelitian pada 276 orang tentang kebiasaan mereka mengirim pesan dan kepuasan dalam suatu hubungan.

Orang-orang tersebut berusia sekitar 18 – 25 tahun, kemudian mereka diminta melaporkan kebiasaan komunikasi dan perasaan tentang hubungan mereka. Peserta juga diminta menjawab pertanyaan seperti berapa kali mereka telah mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan mereka dan sejauh mana mereka merasa seolah-olah pasangannya memperhatikan mereka. Kalau begini, benar-benar memprihatinkan, bukan? Aku tak ingin sampai seperti mereka…

Tapi Bukan Berarti Aku Tak Suka Berkirim Pesan Singkat denganmu, Aku pun Sadar Ini Satu-satunya Cara Agar Kita Tetap Terhubung…

Untuk beberapa situasi seperti mendamaikan hati setelah bertengkar, mengutarakan sesuatu yang sungkan dikatakan, rasanya lebih nyaman diketik lewat pesan singkat. Bagaimanapun, aku menyadari intensitas paling nyata bisa diwujudkan dengan berkirim pesan singkat. Tapi kumohon, janganlah kita sampai terlalu nyaman berkirim pesan singkat sehingga menyepelekan pertemuan bahkan mengurangi intensitas bertemu. Jangan juga jadikan hal ini sebagai cara mempertahankan jarak dariku sebagai pasanganmu. Kalaupun kamu ingin punya waktu sendiri, bukankah lebih baik kita bicarakan baik-baik?

Pada Akhirnya, Kuakui Seintens Apa Pun Kita Mengobrol Lewat Pesan Singkat, Tak Ada yang Bisa Mengalahkan Kualitas Obrolan saat Kita Sedang Bertatap Muka

Selama denganmu, tak akan pernah bisa cukup. Baik dalam hal komunikasi maupun intensitas pertemuan. Itulah mengapa rasanya akan tetap kurang sekalipun kita terus-menerus berkirim pesan singkat hanya demi tahu kabar masing-masing.

Tapi di lain sisi, bertukar pesan terlalu sering pun tak terlalu baik untuk kita. Kamu pasti akan menemukan titik penat, kamu tak bisa menebak intonasiku, mimik wajahku, atau emosiku saat mengutarakan sesuatu. Untuk itulah meski berkirim pesan singkat akan menolong kita, di lain sisi justru jadi tantangan kita.

Ke depannya, mungkin ada baiknya kita berjanji untuk lebih menjaga kata-kata yang kita utarakan lewat pesan singkat. Semaju apa pun teknologi, tetap ada kelemahannya, bukan? Kalaupun ada percakapan yang cenderung berpotensi menghasilkan perasaan sakit hati, mungkin lebih baik disimpan dan tak diutarakan sampai suasana benar-benar kondusif. Sebab saat sedang sendiri-sendiri di tempat masing-masing, seseorang akan lebih punya waktu lebih untuk memikirkan perkara omongan pasangannya, bukan?

Karenanya aku ingin kamu tahu, sesukar apa pun jalan di depan, aku hanya ingin membuat pasanganku tidak hanya merasa dicintai, tapi juga membuatnya merasa dihargai.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

“Seleb English” Konten Edukasi dari Sacha Stevenson, Bagaimana Berbahasa Inggris yang Baik dan Benar

Tak lama setelah membuat video berjudul “How To Act Indonesian”, nama Sacha Stevenson mulai banyak dikenal oleh sebagian besar pegiat media sosial. Dalam seri video tersebut, Sacha menampilan beberapa adegan yang menggambarkan bagaimana masyarakat kita melakoni hidupnya sehari-hari. Mulai dari kebiasaan, kekonyolan, sikap, bahkan pada keramahan setiap masyarakat kita. Jadi jangan heran, jika selama menyaksikan videonya. Barangkali kita akan berkata “Wah ini gue banget”.

Lahir di Kanada, pada 21 Januari 1982 lalu. Sacha sudah tinggal dan menetap di Indonesia selama 17 tahun lamanya. Menikah dengan lelaki Indonesia, yang juga jadi teman duet untuk berkarya dalam melahirkan konten youtube di saluran pribadinya.

Memiliki pengikut kurang lebih 400 ribu orang, Sacha selalu melahirkan konten-konten menarik untuk disaksikan. Tapi, jika saya akan ditanya manakah konten miliknya yang paling saya sukai. Pilihan saya, jelas jatuh pada seri “Seleb English” yang selalu memberi banyak pelajaran baru seusai menontonnya.

Konon, Kata Sacha Video Seri Ini Adalah Sesuatu yang Baru

Jika kita coba melihat pada beberapa video karya miliknya, kurang lebih ada 20 jenis playlist video pada saluran youtube pribadinya. Dan benar saja, jika seri “Seleb English’ ini adalah sesuatu yang baru ia lahirkan pada pertengahan April 2018 lalu.

Dengan modal, pernah menjadi guru bahasa Inggris selama 7 tahun. Tak ada salahnya jika Sacha membuat video ini sebagai bahan pelajaran untuk para pengikutnya di Youtube. Hanya saja, objeknya mungkin berbeda dari tempat kursus atau sekolah. Ia tak menyampaikan pemahaman lewat materi dari buku-buku tebal atau kamus yang biasa kamu gunakan. Tapi, menggaet para selebriti sebagai bahan pembelajaran.

Tidak Menyebut Dirinya Benar dan yang Dikoreksi Salah, Ia Datang Hanya Untuk Membenarkan Apa yang Seharusnya

Pada video pertama seri “Seleb English” ia mencatut nama Rich Brian, Ayu Ting-ting, Agnezmo, Dian Sastro dan Sule. Hampir serupa dengan seorang guru yang sedang melakoni peran dalam hal menjelaskan sesuatu pada seorang murid. Sacha memberhentikan rekaman suara yang jadi subjek pembahasan, menjelaskan titik salahnya dan menuturkan bagaimana pengucapan yang benar yang seharusnya disampaikan. Mulai dari aksen yang harusnya ditekan, atau kata yang seharusnya diganti dengan kata lain. Sampai beberapa hal, yang mungkin sebelumnya belum kita ketahui sama sekali.

Bahkan tak sampai disitu saja, ia juga mengapresiasi setiap kemampuan berbahasa Inggris semua orang yang ia jadikan bahan koreksi. Mulai dari yang dinilai buruk, sedang, baik, hingga sangat baik.

Sacha Membuktikan, Jika Konten di Youtube Tak Selalu Buruk Seperti yang Banyak Digambarkan

Kita jelas sudah jengah dengan video-video sensasi dari akun-akun yang mengaku konten kreator, video sensasi dengan judul-judul klik bait yang hanya ingin mendulang pundi-pundi dolar dari satu klik para pengguna media sosial, hingga para aksi-aksi tak pantas yang seharusnya tak dijadikan tontonan.

Dan, lahirnya konten “Seleb English” dari Sacha ini. Mungkin bisa jadi sesuatu yang tak hanya menyengarkan tampilan timeline saja. Tapi juga memberikan pelajaran baru untuk siapa saja yang merasa butuh tahu lebih dalam, bagaimana berbahasa Inggris yang baik dan benar.

Disambut Baik Oleh Pengikutnya, Konten-konten Seperti Ini Memang Jadi Sesuatu yang Kita Butuhkan

Setidaknya, tak hanya membuang-buang kuota untuk menonton video-video youtube yang kadang tak ada juntrungannya. Mulai sekarang, ada satu hal baik yang sudah akan kita bayangkan tiap kali akan menonton deretan video miliknya, yakni pelajaran baru dalam berbahasa Inggris yang ia berikan. Karena biar bagaimanapun, ini jadi salah satu bahasa yang seharusnya kita kuasai.

Lebih dari itu, kedepan kita mungkin berharap, akan lebih banyak kreator yang menciptakan konten mendidik serupa yang juga sama baiknya. Memberi edukasi pada setiap orang yang menyaksikan, dan jadi bahan pelajaran baik untuk semua orang.

Dan untuk Sacha, tetap berkarya dan lahirkan lebih banyak konten mendidik lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Uang Adalah Salah Satu Alasan Untuk Bekerja, Tapi Sudahkah Kamu Mengelolanya dengan Baik Sebagaimana Mestinya?

Dari sekian banyak alasan yang bisa kita sebutkan, tentang alasan untuk bekerja. Uang selalu jadi bagian penting yang akan disebutkan. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makan, rumah tinggal, pakaian, dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan.

Tapi sayangnya, kita kerap salah kaprah. Bahkan masih saja sering membeli barang yang tak sesuai pada peruntukannya. Selanjutnya, setelah sudah sampai pada titik lelah atas banyaknya barang yang dibeli namun tak berarti. Coba cek lagi, sudah sampai mana kemampuan kita dalam mengelola pendapatan yang diterima selama ini!

Kerja Rodi Bagai Kuda, Tapi Tabungan pun Tak Ada

Jika hal ini memang sedang kamu rasakan, itu artinya kamu tak punya kemampuan mengelola keuangan. Kalau tak percaya, coba hitung berapa gajimu selama memiliki sumber pendapatan, lalu bandingkan dengan saldo tabunganmu sekarang.

Padahal kalaupun gaji yang ditabung hanya 10 persen dari gaji, nilai ini sangatlah bermanfaat untuk masa-masa sulit yang mungkin terjadi di hari depan. Jadi, kapan mau mulai menabung?

Tak Memperdulikan Berapa Banyak Pengeluaran, Kamu Tak Tahu Uang yang Keluar Setiap Bulan

Sekilas kegiatan seperti ini mungkin terasa aneh bagimu, atau berpikir jadi sesuatu yang sudah teramat kuno. Gambarannya begini, kalau kamu tak tahu apa saja yang menjadi pengeluaranmu tiap bulan. Dengan membuat catatan pengeluaran yang teratur dan terinci, jelas akan membantu kita untuk tahu.

Sebab dengan begitu, kita tahu kemana uang yang dimiliki pergi. Dan rasa kehilangan yang sia-sia, juga tak lagi terasa. Karena kita tahu, kemana alokasinya.

Tagihan Kartu Kedit, Lebih Besar dari Gaji Bulanan

Nah, coba dipikirkan lagi apa sebenarnya alasanmu untuk bekerja. Jangan sampai, semua gaji yang kamu terima hanya akan habis untuk membayar tagihan kartu kredit yang kerap digesek tanpa tahu aturannya.

Tiap kali kita berbelanja, hanya dengan menggunakan kartu tanpa mengeluarkan uang tunai. Rasanya memang jelas membuat baagia, seolah apapun yang kita suka bias didapat dengan mudah. Padahal setiap kali kamu belanja dengan kartu kredit, itu sama saja dengan menambah jumlah hutang yang kamu punya.

Kartu kredit jelas membantu pada waktu-waktu tertentu, tapi kalau sudah keblalasan bisa-bisa jadi beban.

Bukan Perlu, Sering Kali Barang yang Dibeli Hanya Sekedar Ingin Saja

Demi memastikannya, mari kita lihat lagi barang-barang yang ada dalam lemari. Benarkah semuanya terpakai dengan baik, atau justru masih ada banyak barang baru beli yang belum tersentuh? Bukan karena butuh dan memang dirasa perlu, beberapa benda yang kita miliki sering kali dibeli hanya karena suka. Padahal, dipakainya jarang sekali.

Kontrol diri untuk lebih realistis lagi, dengan tak membuang-buang uang pada barang yang sejatinya tak diperlukan. Karena tak hanya meyelamatkan kita dari ancaman kehabisan uang, hal ini juga jadi upaya agar isi lemari tak dihiasi barang-barang tak perlu.

Dan Sering Menghambur-hamburkan Uang, Hanya Demi Terlihat Kekinian

Dalam seminggu, dua atau tiga kali kamu mungkin akan duduk manis di coffee shop. Menikmatian beberapa cangkir kopi, yang harga bisa jadi biaya bensin untuk satu minggu ke depan. Dan kalau akan dikalkulasikan, bisa-bisa budget untuk minum kopi saja kadang 40% dari total gaji kita.

Keinginannmu untuk terlihat kekinian, jelas jadi hak semua orang. Tapi bukan berarti juga kita harus membuang-buang uang hanya demi sebuah pengakuan. Biarlah orang akan memandang kita seperti apa adanya kita, yang terpenting kita mampu mengelola keuangan dengan benar dan sesuai keinginan.

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top