Feature

Kawan Seperti Ini yang Akan Meracuni Hidupmu

Pernahkah kamu bertemu kawan baikmu, lalu sesudahnya kamu merasa begitu capek? Atau pernahkah kamu merasa sangat lelah membaca lini masa sosial media seseorang? Berhati-hatilah, bisa jadi orang tersebut adalah vampire energi.

Ya, mereka hidup dan ada di tengah-tengah kita tanpa kita sadari. Vampire energi ini adalah orang-orang yang hidupnya penuh energi negatif. Dan karena ketidakmampuannya membangkitkan energi positif inilah maka ia membutuhkan pasokan energi positif yang diserapnya dari orang-orang sekitarnya.

Sialnya orang yang diserap itu bisa jadi kamu! Tanpa kamu sadari, selama ini kamu sudah masuk dalam perangkap mereka. Diserap energimu sampai habis sampai kamu merasa lelah dan kering. Hidupmu juga perlahan menjadi terasa hampa, merana dan kamu jadi terus mengeluh tentang apa saja. Ujungnya kamu tak lagi bisa merasakan bahagia.

Mengerikan bukan? Karena itu kamu harus bisa mengenali para vampire energi ini. Dan pelajari pula bagaimana cara menghindar dari mereka.

Kenalkan Si Megalomania, Mereka Yang Merasa Bumi Berputar Karenanya

topeng-racun

Percaya diri itu menginspirasi, sementara kesombongan itu mengintimidasi. Kamu harus camkan hal itu di dalam dirimu baik-baik. Tak ada yang salah memang dengan orang-orang yang percaya diri, namun kalau sampai ada yang membuatmu merasa terintimidasi, bisa jadi orang itu vampire energi.

Vampire tipe ini akan selalu bicara soal dirinya, dirinya dan dirinya. Ia tidak akan menunjukan ketertarikan jika pembicaraan berbelok jauh dari tema tentang dirinya. Sebisa dan sesegera mungkin ia akan kembali mengarahkan pembicaraan tentang dirinya. Dan sudah pasti Dia tak akan terima masukan apalagi kritik tentang dirinya. Maklum mereka merasa begitu superior dan tanpa cela.

Egonya yang besar tentu perlu sumber makanan yang besar pula. Apa itu? Pujian dan perhatian dari orang-orang sekitarnya, termasuk kamu. Ia akan terus mencoba mengikatmu kuat-kuat agar energi postifmu bisa diserapnya dalam bentuk pujian.

Mereka Raja Dan Ratu Drama, Seolah Dunia Berutang Maaf Padanya

mengeluh

Vampire tipe ini bertolak belakang dengan yang pertama tadi. Mereka justru merasa dirinya lah yang paling perlu dikasihani dari dunia dan seisinya. Bertemu masalah sedikit mereka bisa langsung sedih, meratapi kemalangannya.

Jangan mudah merasa kasihan terhadap mereka yang beracun macam ini. Yakinlah bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah mencari perhatian. Selama mereka belum berubah, abaikan saja. Terkadang, mereka berperan sebagai orang lemah dan putus asa. Tujuannya apa? Agar kita memberi dukungan dan dorongan. Kita ikut berkorban untuk mereka, padahal mereka mampu melakukannya sendiri.

Kalau orang-orang di sekitarmu butuh bantuan, tentu memang sebaiknya kamu membantu mereka. Tapi hati-hati terhadap orang macam ini. Mereka meminta bantuan meskipun sebenarnya mereka mampu. Kalau kamu tak bisa membantunya, jangan menyesal atau merasa bersalah. Mereka menekan atau protes? Biarkan berlalu. Kemampuanmu ada batasnya, tak bisa dipaksa. Kamu harus jadi pribadi yang kuat. Jangan sampai tumbang saat berjuang melawan mereka.

Ini Miss Komplain dan Mister Keluhan, Tak ada Satu pun Yang Benar Di Matanya

menunjuk

Entah kenapa, mereka-mereka ini selalu mengeluh setiap saat. Bergeser sedikit mengeluh, keliru sedikit komplain. Vampire ini adalah orang-orang yang gagal dewasa. Ciri khasnya adalah mereka tak pernah merasa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada diri mereka. Semua dilemparkannya kepada orang lain, dan menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri.

Kamu harus menjauh dari orang-orang macam ini. Karena secara tak sadar kamu akan bersikap sangat hati-hati di depan mereka karena khawatir mereka mengajukan komplain terhadap sikapmu. Ujungnya kamu akan merasa cepat lelah karena sikap hati-hati yang berlebihan demi menjaga perasaannya.

Kalau Yang Ini Mungkin Cita-citanya pengamat, mereka selalu penuh kritik

mengeluh

Vampire tipe ini mudah kamu kenali. Mereka akan mengkritik hal apa saja yang ada di depan mereka. Mulai dari bos di tempat kerja, pemerintah, sampai hal-hal kecil macam jalanan macet. Mereka tak menyadari bahwa dunia ini dibangun berdasarkan ketidak sempurnaan. Jadi menuntut semua hal selalu sempurna adalah omong kosong.

Sosial media biasanya jadi surga bagi para vampire jenis ini. Mereka seperti menemukan surganya. Tempat mereka bisa mengumpat, mencaci siapa dan apa saja. Like, share, love, dan komentar kamu jadi menu makanan utama mereka. Semakin banyak mendapatkan reaksi, maka mereka akan semakin mengulanginya lagi.

Bahayanya, energi positifmu akan habis. Jika berlama-lama bergaul dengan mereka, kamu tak akan lagi bisa melihat indahnya dunia. Kamu tak bisa lagi nyaman menjalani hidupmu, karena kamu akan tertular kemampuan mereka mengkritik apa pun.

Si Joker Yang Merasa Dirinya Paling Lucu Di Dunia

sok lucu

Vampire tipe ini memang terasa berbeda dari vampire lain yang sebelumnya kita bahas. Mereka ini terlihat positif karena selalu berusaha lucu. Namun percayalah, sesuatu yang berlebihan tidaklah pernah baik.

Demikian juga dengan candaan. Sementara, vampire jenis ini tak mau terima adanya ketenangan. Semua hal harus dilalui dengan hingar bingar dan canda tawa yang keras. Mereka juga akan menuntut kita untuk terus tertawa.

Satu hal yang harus kita sadari, orang-orang seperti ini biasanya punya rasa empati dan simpati yang sangat rendah. Mereka juga jarang menghargai hal menarik dan lucu yang dilontarkan orang lain. Hal terpenting buat mereka adalah mendapatkan tertawaan sebanyak mungkin untuk dirinya. Buntutnya selepas bertemu dengannya kamu akan merasa begitu lelah karena tertawa yang tidak natural dan dibuat-buat hanya untuk menyenangkannya dan menyamakan situasi dengannya.

Mungkin Ini Waktunya Kamu Bicara Jujur dan Menyampaikan Ketidaksukaanmu Pada Mereka

mulut

Bicara terus terang mengenai sikap mereka memang terasa berat. Tetapi apa boleh buat, kalau mereka vampire. Katakan dengan jujur kalau kebiasaannya tak bisa kita terima. Sampaikan dengan sabar dan pelan-pelan saja. Apapun respon mereka, jangan sampai kamu terbawa emosi.

Jangan Sampai Ikut-ikutan Jadi Vampire, Tetaplah Bersikap Baik

cinta

Ini hal paling berat. Karena seperti juga vampire yang difilm-film, sekali mereka menggigit mereka akan menularkan ke-vampire-annya kepadamu. Cobalah kembali ke alam sadarmu. Temukan jati dirimu kembali seutuhnya.

Bersihkan Pikiran dan Jauhkan Aura Negatif dari Dirimu

meditasi pantai

Berada di dekat orang-orang beracun memang menguras energi. Tak jarang kita dipenuhi emosi yang negatif. Ada baiknya membersihkan pikiran dari pengaruh orang yang beracun. Cuci otak dengan kegiatan positif dan menyegarkan, misalnya meditasi, kegiatan di alam bebas, traveling dan lainnya.

Segera Keluar dari Cengkraman Mereka, Bertemanlah dengan Orang Baik

kawan

Suka tidak suka, mereka menular. Karena itu cara terbaik adalah keluar dari zona beracun itu. Mereka menguras energi dan bikin kita tertekan batin. Kalau kamu tetap bersama, bisa saja akan menjadi salah satu dari anggota mereka. Menyeramkan bukan?

Berkumpul dengan teman yang baik bisa mengembalikan kekuatanmu. Mereka yang berbahagia atau yang sedang bekerja keras meraih kesuksesan. Ketularan semangatnya dan rasa senangnya lumayan juga kok. Tak ada salahnya mulai bergabung dengan mereka yang baik. Kalau tetap dengan si racun, bisa-bisa kita disamakan dengan mereka. Malas juga kan?

Jangan Takut Dibilang Sombong, Kamu Memang Harus Menghindari Mereka yang Beracun Itu

sedih

Kalau kamu sudah keluar dari zona racun, hindari bersama mereka lagi. Bukan berarti kamu menjadi orang yang jahat dan sombong. Hindari mereka kalau pembicaraannya mengarah pada topikyang tak perlu seperti menggosip, mengeluh yang tak ada ujungnya, atau kegiatan beracun lainnya. Segera lari, katakan alasan yang tepat. Tegas sedikit juga tak apa, siapa tahu mereka sadar.

Menghadapi mereka yang beracun memang tidak mudah. Tapi semuanya pasti bisa dilakukan kalau kita benar-benar punya tekad dan keinginan. Lebih baik punya teman sedikit tapi berkualitas. Hidupmu tenang dan kamu bisa melakukan lebih banyak hal tanpa harus memikirkan ‘para racun’ tersebut. Ingat, dirimu beda dengan mereka.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Membaca Itu Penting?

“Membaca tak hanya mengisi kepalamu, Ia menutrisi pikiranmu. Dan itulah keajaiban sebuah buku”

Kamu bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan, memakan banyak buah-buahan. Ikut kelas bahasa, les berbicara, atau latihan teratur untuk segala hal setiap minggu. Ya, konon ada banyak metode yang (dipercayai) bisa meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif kita. Bahkan industri pelatihan otak dan penilaian diperkirakan akan mencapai 8 Miliar dollar AS pada tahun 2022 mendatang. Akan tetapi, cara termurah, termudah dan paling teruji untuk mempertajam otak manusia ada dekat di hadapan kita, yakni “membaca”.

Ini bukan sekedar bualan, fakta tentang membaca itu baik bagi otak kita tentu benar adanya. Jadi tak heran, jika para ibu kerap kali memilih untuk mematikan televisi untuk kemudian  mengajak anaknya membacca buku-buku yang bagus. Bahkan, aktivitas ini dipercayai mampu meningkatkan otak kita terhadap banyak hal.

Membantu Kita Memproses Materi Tertulis dengan Mudah

Ini adalah dampak paling mendasar yang akan kita terima dari membaca. Menerima informasi dalam bentu bahasa, kita terlatih untuk memproses materi tertulis. Entah itu dari surat, koran, majalah, kata-kata, atau kalimat yang mungkin jadi sebuah cerita.

Sel utama syaraf kita bekerja untuk mencari sesuatu yang menjadi pusat perhatian setiap kali membaca. Informasi yang terlihat dihantar pada otak, sehingga kita bisa mengerti lebih cepat. Dan memaksa otak kita untuk berpikir lebih cepat dan keras.

Bahkan Maryanne WWolf, EdD, selaku direktur UCLA Center for Dyslexia, Diverse Learners, and Social Justice, mengatakan “Biasanya, ketika anda membaca, anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir” Dan tak hanya itu saja, beliau juga menambahkan, jika

“Membaca memberi kita jeda yang unik untuk memahami dan mengerti. Berbeda dengan ketika kita sedang mendengar bahasa lisan atau menonton film dan kaset” ungkapnya.

Membantu Kita Meningkatkan Memori

Sebuah penelitian kecil di Emory University menemukan bahwa beberapa manfaat membaca bertahan selama lima hari. “Kami menyebutnya aktivitas bayangan, hampir seperti memori otot,” kata Gregory Berns, PhD, direktur Center for Neuropolicy at Emory.

Baik, kamu mungkin akan berkata jika ini bukanlah sesuatu yang menakjubkan. Sebab membaca memang memberikan latihan pemahaman akan bahasa bagi otak. Tetapi, membaca juga memberikan energi positif pada bagian otak yang bertanggung jawab atas aktivitas motorik dalam diri kita. Sehingga kita bisa bergerak lebih leluasa untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk respon dari apa yang kita baca. 

Bahkan meski kita berkata tak senang bepergian dengan menaiki motor, ketika kita sedang membaca kalimat yang menjelaskan kita sedang naik motor. Otak akan bekerja untuk membayangkan, seolah-olah kita sedang melakukan sesuatu seperti yang sedang kita baca.

Dan Kata Peneliti, Membaca Bacaan Sastra Sangat Memberikan Pengaruh Baik Pada Otak Kita

Meski serupa membaca, ternyata jenis bacaan pun memberikan pengaruh yang berbeda-beda. Hasil penelitian yang dilakukan di Stanford University menyebutkan jika membaca bacaaan sastra akan memberikan latihan khusus yang baik pada otak manusia.

Penelitian ini dilakukan pada orang-orang yang membaca novel Jane Austen, dan para peneliti menemukan jika ada peningkatan aliran darah ke area otak yang mengotrol fungsi kognitif dan eksekutif, sebagai lawan dari efek membaca yang dilakukan dengan lebih santai dan tenang.

Lalu Akankah Juga Berpengaruh Serupa Pada Pembaca yang Mengalami Disleksia?

Ketidakmampuan pengidap disleksia dalam memahami atau menyusun kalimat, jadi pertanyaan lain yang mungkin sedang kita pikirkan. Akankah membaca memberikan pengaruh yang sama pada mereka? Jawabannya, Ya!

Para ilmuwan di Universitas Carnegie Mellon mempelajari anak-anak usia delapan hingga sepuluh tahun yang pola membaca di bawah rata-rata dan tak tentu arahnya. Mereka menjalani perbaikan waktu membaca dengan waktu sekitar seratus jam selama penelitian.

Dan ternyata aktivitas tersebut menunjukkan perbaikan secara signifikan dalam meningkatkan kualitas materi pada otak mereka. Informasi yang diterima, tetap bisa diproses dengan baik. Dengan kata lain, Otak anak-anak ini telah mulai menyesuaikan diri dengan cara-cara yang dapat bermanfaat bagi seluruh otak, dan tidak hanya korteks temporal yang berpusat pada membaca.

Itulah Mengapa, Membaca dengan Cermat Perlu Dijadikan Kebiasaan

Dalam buku barunya, Reader, Come Home, Wolf mengatakan jika dirinya saja yang bekerja dengan cara menulis. Masih butuh membaca lebih banyak untuk bisa memahami banyak hal. Sialnya, kebiasaan ini mulai bergeser oleh kehadiran layar ponsel yang lebih sering dipegang dan dibaca.

Nah untuk itu, agar bisa lebih leluasa menyelesaikan bacaan dan terus menambah daftarnya. Ia menyarankan kita untuk segera mematikan ponsel ketika ingin membaca. Tak perlu lama-lama, sisihkan waktu satu atau dua jam setiap hari untuk membaca buku apa saja.

Jika kamu masih bingung untuk memulai darimana, cobalah cari daftar 100 buku yang wajib dibaca sebelum kamu mati.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hati-hati! Curhat Pada Sembarangan Teman, Bisa Jadi Rahasiamu Terbongkar

Mengira dia bisa menyimpan rahasia, sering kali kita menceritakan semua hal pada seorang teman. Bukannya menutup rapat mulutnya, ia malah jadi pihak yang kerap membeberkan cerita. Tak bermaksud membuatmu menaruh curiga, tapi beberapa orang bersedia mendengar hanya karena tahu ada informasi yang bsia dijadikan bahan gibah.

Uneg-uneg yang kita keluarkan, mendadak jadi bahan gosip dengan tambahan beberapa kalimat yang sejatinya tak kita sebutkan. Alih-alih membuat diri lebih tenang, curhat ke sembarangan orang malah membuat hati kian gusar. Curhat memang membuat tenang, memberi jawaban atas masalah yang kita sampaikan. Tapi perlu diingat pula, teman curhat yang kita pikir kawan bisa mendadak berubah jadi lawan.

Jangan Langsung Menyerah, Sebelum Curhat Berusahalah Sendiri dalam Menyelesaikan Masalah

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya seorang diri. Hanya saja, kadang kala kita butuh teman untuk mendengarkan apa yang sedang kita rasakan. Inilah yang mungkin jadi penyebab, mengapa kita memilih curhat dengan teman. Berharap mereka bisa memberi saran yang tak kita pikirkan atau hal lain yang bisa membantu jalannya pikiran.

Namun sebelum memutuskan untuk bercerita pada temanmu, cobalah untuk berusaha sekuat tenaga mencari jalan keluar dari semua masalah. Uraikan semuanya pelan-pelan, cari titik mana yang jadi sumber persoalan, hingga nanti akan ada jalan keluar yang jadi jawaban.

Lagipula Daripada Curhat ke Teman, Bercerita ke Pasangan atau Keluarga Justru Lebih Aman

Yap, meski katamu teman bisa seperti saudara, pada waktu tertentu mereka bisa saja berubah secara tiba-tiba. Berbeda dengan pasangan atau saudara dan keluarga yang akan tetap menjaga rahasia yang kamu bagikan pada mereka. Tapi, lain hal jika kamu memang lebih percaya teman daripada pasangan atau keluargamu.

Semuanya kembali pada kita sebagai si pencerita. Apakah yakin sudah memilih teman curhat yang benar, atau memilih bicara pada pasangan saja, setiap kali ada masalah. Tapi ingat, sebaik-baiknya teman, keluargalah yang akan selalu menerima kita untuk pulang dalam segala keadaan.

Tapi Jika Memang Terpaksa Butuh Didengar Orang Lain, Pilihlah Teman yang Bisa Menyimpan Semua Cerita

Sejalan dengan yang tadi sudah dijelaskan diatas, kadang kala kita memang butuh didengar. Tapi persoalan yang sedang mendera mungkin adalah masalah kelaurga, sehingga kita merasa akan lebih baik jika yang mendengar adalah teman saja. Harapannya cuma satu, didengar atau diberi saran dan semua cerita tak akan bocor keluar.

Maka untuk berjaga-jaga, cobalah cari teman yang bisa dipercaya. Bisa menyimpan rahasia, dan tahu batasan tentang menjaga semua isi pembicaraan. Meski tak bisa memastikan jika ia tak akan bercerita kepada orang lain. Kesediannya untuk mau mendengarkan adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Dan akan berbeda jika ternyata dirinyalah yang kemudian membeberkan semua rahasia kita.

Minta Ia Menutup Rapat Mulutnya, Jangan Ember dan Mengobral Semua Masalah

Demi mengingatkan seorang kawan, tak ada salahnya jika kita kembali menngingatkan dirinya tentang semau cerita yang baru saja kita bagikan bersamanya. Sampaikan padanya, jika kita tak ingin kabar ini diketahui banyak orang atau terdengar sampai keluar. Memilihnya menjadi teman bercerita karena kita percaya, jadi sebisa mungkin mintalah ia tetap menjaga kepercayaan yang sudah kita sematkan padanya.   

Namun Jika Tak Ingin Menambah Masalah, Cobalah Curhat Kepada Allah

Nah, alternatif paling baik setiap kali ada beban yang mendera, tentu saja curhat kepada Alla. pasangan bisa saja berubah tak mau mendengarkan, sahabat atau kawan bisa saja membeberkan semua rahasia dan cerita yang kamu sampaikan, tapi Tuhan sang pemiliki semesta akan selalu siap untuk mendengarkanmu bercerita, dimana dan kapan saja.

Jangan takut ceritamu dijadikan bahan gosip, karena yang sesungguhnya akan kau dapat bisa jadi jalan keluar dari persoalan yang kau sampaikan. Dekatkan diri untuk berbagai semua hal, datang padanya setiap kali kamu lemah dan bahagia. Dengan begitu, Allah tahu jalan seperti apa yang sedang kamu butuh.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Hidupmu Maju? Mulailah Dengan Menghilangkan Kalimat-Kalimat Ini

Perkataan adalah doa, maka jangan pernah sembarangan dalam mengatakan sesuatu. Jika hari-harimu selalu dipenuhi kalimat-kalimat positif maka kehidupanmu pun akan dipenuhi dengan hal-hal positif. Jika sebaliknya, maka ada hal-hal negatif lah yang akan menghiasi hari-harimu, jangan sampai hal itu terjadi ya.

Apapun yang terjadi dalam hari-harimu usahakan untuk tetap berbaik sangka dengan terus memotivasi diri menggunakan kalimat-kalimat positif. Ubah kalimat-kalimat negatif yang selalu ada di pikiranmu. Jika kamu ingin hidupmu maju, mari hilangkan kata-kata ini.

1. “Saya Tidak Bisa”

Bagaimana mungkin kamu tahu tidak bisa jika kamu saja belum mencobanya? Jika setiap kegiatan kamu awali dengan kalimat ini maka kamu telah meragukan kemampuanmu sendiri. Mari ganti kalimat ini dengan “Saya Pasti Bisa”

2. “Saya Malas Mengerjakannya”

Bagaimana hidupmu bisa maju jika kamu saja masih memelihara sifat malas, tidak ada pemalas yang sukses, bangkitlah dan lawan rasa malas itu. Hilangkan kalimat yang memanjakan dirimu namun menghancurkan masa depanmu ini!

3. “Ini Sangat Sulit, Saya Tidak Mampu”

Jika pada awalnya saja kamu sudah mengganggap semuanya serba sulit, maka bagaimana tuhan akan mempermudah hidupmu? Berusahalah untuk membuat yang sulit itu menjadi mudah, bukan malah mensugestikannya dengan kalimat itu.

4. “Saya Sibuk dan Tidak Mempunyai Waktu”

Waktu bukanlah milik kita, lantas tidak ada orang yang tidak punya waktu luang dalam hidupnya. Jangan membuat dirimu sendiri sibuk dengan hal yang sebenarnya tidak perlu kamu lakukan. Luangkan waktumu untuk berbagai hal positif yang bisa kamu lakukan, jangan sampai kalimat diatas malah membuatmu terasa sombong ya.

5. “Saya Tidak Mau Tahu Apapun”

Bersikap cuek memang boleh, namun jika kalimat itu sudah keluar dari mulutmu maka bukan cuek lagi yang ada pada dirimu, namun lebih terkesan arogan. Cobalah untuk melakukan toleransi dengan menjaga perkataanmu, hidupmu tidak akan maju jika kamu masih mengandalkan orang lain dalam melakukan sesuatu.

6. “Saya Tidak Bisa Hidup Tanpa Dia”

Jatuh cinta tidak harus membuat kita menjadi bodoh. Sebesar apapun cintamu padanya, kamu tidak lantas berhak mengatakan ini. Hidupmu adalah milik Tuhanmu, bukan kekasihmu. Selama dia bukan oksigen maka kamu bisa hidup tanpa dia, jangan menghancurkan dirimu dengan kalimat itu. Semua itu hanya akan membuat pasanganmu besar kepala dan berbuat seenaknya.

7. “Saya Selalu Benar”

Tidak ada manusia yang selalu benar, yang ada hanyalah yang merasa benar. Jangan pernah merasa bahwa dirimulah yang paling benar dan orang lainlah yang salah. Karena kamu adalah manusia biasa yang tentunya pernah melakukan kesalahan. Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati sepintar apapun dirimu.

Nah sekarang mulailah untuk menghilangkan kalimat-kalimat itu di dalam kehidupanmu ya. Kemudian mulailah untuk menggantinya dengan kalimat-kalimat positif agar ia bisa membawa hal-hal positif ke dalam kehidupanmu juga.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Daripada Pusing Jenis Orang-orang Ini Memang Seharusnya Tidak Perlu Ada di List Pertemanan Sosial Media-Mu – GoBagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top