Feature

Punya Gaji Besar Tapi Tak Bahagia? Ini Alasannya!

Saat mencari sebuah pekerjaan, gaji besar menjadi salah satu alasan kamu untuk menerima pekerjaan tersebut. Bayang-bayang akan mendapatkan segala kemudahan dengan uang yang kamu miliki juga menjadi alasan mengapa semua orang mengincar gaji yang besar.

Tapi apakah memang gaji besar menjadi jaminan kamu untuk merasakan kebahagiaan dan menggapai tujuan hidup? Ada hal-hal lain yang tidak bisa kamu dapatkan dan justru lebih penting dibandingkan gaji besar.Nyatanya tidak semua hal bisa didapat dengan sejumlah nominal uang, bahkan gaji besar justru bisa membuat kamu menjadi melupakan hal yang sesungguhnya jauh lebih berarti.

Sebuah penelitian dari ekonom Princeton University, Daniel Kahneman dan Angus Deaton yang dilakukan pada  tahun 2010 mengungkapkan bahwa lebih banyak uang tidak membuat seseorang lebih bahagia. Harus diakui, penghasilan besar yang didapat tiap bulan tidak menjadi satu-satunya alasan mutlak untuk menjadi bahagia. Lantas hal-hal apa saja yang menyebabkan kamu tak bahagia mesti telah bergaji besar? Ulasan di bawah ini menjadi jawabannya.

Semakin tinggi gaji, maka semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul. Itu artinya waktumu akan menjadi lebih banyak tersita untuk bekerja!

Bayangan akan mendapatkan uang yang banyak dan bisa membeli banyak hal memang memberikan kebahagiaan sesaat untuk hatimu. Sampai akhirnya kamu menyadari bahwa gaji yang kamu dapatkan akan berbanding lurus dengan tanggung jawab yang  kamu terima dari perusahaan.  Untuk memenuhi segala tanggung jawab pekerjaan, kamu harus rela mengorbankan waktumu.

Dari 24 jam waktu yang kamu punya mungkin sebagian besarnya akan kamu habiskan untuk bergulat dengan pekerjaanmu. Tidak menutup kemungkinan dalam kondisi ini kamu akan merasakan stres yang berkepanjangan. Jika sudah begini rasanya uang yang banyak tidak selalu membuat dirimu bisa menikmati hidup  dengan nyaman dan bahagia.

Ada kemungkinan kamu kehilangan momen bersama orang-orang yang kamu sayang

ibu hamil

Ada konsekuensi yang mungkin tidak lantas kamu sadari saat menerima pekerjaan dengan gaji besar. Kemungkinan untuk kehilangan momen bersama orang-orang yang tersayang bisa saja menjadi kenyataan. Seperti pertemuan keluarga yang seharusnya bisa dihadiri, tapi tidak bisa terlaksana karena tanggung jawabmu terhadap pekerjaan.

Momen-momen yang tidak bisa kamu lakukan suatu saat mungkin akan jadi penyesalan terbesarmu. Selain waktu tidak bisa berputar kembali, ada kemungkinan kamu akan kehilangan waktu bersama mereka yang telah pergi untuk selamanya. Hal-hal yang terlihat sepele terkadang menjadi sesuatu yang sangat berarti saat kamu sadar semua itu tidak bisa kembali.

Bagaimanapun juga kesehatanmu lebih berarti dibandingkan uangmu, sebanyak apapun itu!

Hal yang paling konyol dan jangan sampai kamu lakukan adalah kamu mengorbankan waktu dan kesehatan yang kamu punya demi mengumpulkan uang. Namun ketika kamu sudah mengumpulkan uang, justru habis untuk melakukan pengobatanmu.

Kalau hal ini terjadi, artinya selama ini kamu membuang-buang waktumu secara percuma. Bagaimana mungkin kamu punya uang namun tidak bisa kamu nikmati hasilnya dan hanya digunakan untuk melakukan pengobatan atas penyakit yang kamu derita karena terlalu keras bekerja. Kesehatan menjadi hal yang paling penting dibandingkan uang, karena kamu bisa melakukan banyak hal asalkan kamu memiliki kesehatan, sekalipun kamu tidak mempunyai uang yang banyak. Sebaliknya kamu tidak akan bisa melakukan apapun jika kamu sakit, sekalipun kamu memiliki banyak uang.

Hatimu juga butuh hiburan, ketenangan dan kesenangan jiwa tidak cukup dibeli dengan uang

Saat seseorang memiliki uang, bukan berarti dia menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Ada banyak orang yang memiliki banyak uang, namun tidak merasa bahagia. Meskipun dia terlihat hidup enak dan bisa membuat banyak orang merasa iri, namun dibalik semua itu ada kemungkinan dia justru menjadi orang yang justru tak bahagia.

Entah karena dia merasa lelah atas pekerjaan yang dia geluti atau perasaan kesepian yang tidak bisa digantikan dengan uang sebanyak apapun. Parahnya mungkin kamu juga akan kesulitan membedakan mana orang yang benar-benar tulus disampingmu, mana yang hanya ingin memanfaatkan keadaanmu. Bahkan beberapa orang ingin kembali ke masa dimana dia bisa hidup dengan ‘normal’ meski itu harus merelakan banyaknya uang yang dia miliki.

Pada dasarnya kebahagiaan itu saat semua kebutuhan dasar terpenuhi, bukan memenuhi semua keinginan!

Naluri manusia yang tidak pernah merasa puas, seharusnya menjadi sebuah kesadaran bahwa hidup yang bermakna bukan karena kamu memiliki uang melimpah. Tetapi bagaimana kamu memenuhi segala kebutuhan dasar, baik hidup maupun hatimu. Ketika kamu tak bisa mengontrol hasratmu pada uang maka kamu hanya akan menjadi seseorang yang berambisi tanpa memahami esensi hidup yang sebenarnya.

Namun jika kamu merasa tak semua keinginanan harus terpenuhi, kamu akan belajar bersyukur dengan hal kecil yang kamu terima dan segala kebahagiaan yang telah diberikan Tuhan. Terkadang semakin banyak yang kita dapat, semakin banyak pula kita akan kehilangan hal yang bahkan lebih penting dari sekedar materi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tips Menabung Ala Mahasiswa Untuk Beli HP Dalam Waktu 6 Bulan Saja

Yap, gadget merupakan benda yang seakan wajib untuk kita miliki, khususnya anak muda apalagi mahasiswa. Kebutuhan teknologi seperti searching dan komunikasi dengan teman kampus bisa membuat kita menyamakan kebutuhan membeli makan dengan membeli pulsa atau kuota.

Namun kamu pasti paham kan, yang namanya mahasiswa masih minta uang ke orangtua. Kadang kala ada rasa tak enak jika harus meminta mereka untuk membelikan handphone juga. Untuk itu, demi mangakalinya. Kamu harus punya siasat, dan salah satu caranya adalah dengan menabung dulu. Nah, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk handphone baru jang jadi keinginanmu.

1. Pilihlah Gadget Sesuai Kebutuhan, Tak Perlu Mahal dan Bermerek

Langkah pertama adalah kamu harus menentukan gadget yang seperti apa yang akan kamu beli, tak usah muluk-muluk sesuaikan saja dengan kebutuhanmu. Ingat ya, kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Coba tanyakan pada teman-temanmu atau review di sosial media tentang gadget incaranmu.

2. Cari Harga Termurah Dengan Membandingkan Banyak Toko

Setelah menetapkan gadget incaran kamu, sekarang coba cari tahu harga nya lalu bandingkan di beberapa pusat ponsel di sekitarmu atau bisa juga kamu cek di sosial media. Jangan malas mencari tahu, hal ini bisa menyesuaikan isi dompetmu.

3. Simpan Kata Penyemangat Dalam Toples Tabunganmu


Selanjutnya mulailah menabung dan menetapkan target tabunganmu. Simpan uangmu di tempat yang berbeda, jangan simpan di dompet karena suatu saat kamu akan tergoda untuk mengambilnya. Toples mungkin adalah salah satu solusinya, jangan lupa tempelkan kata penyemangat dalam toplesmu, agar setiap melihatnya kamu semakin bersemangat untuk menabung.

4. Tekadkan Pada Diri 70 Ribu Dalam Seminggu Adalah Keharusan

Target minimalmu adalah 10 ribu dalam sehari atau jika di akumulasikan 70 ribu dalam seminggu. Simulasinya adalah :

Sebulan : 70 ribu × 4 = Rp. 280.000

6 bulan : Rp. 280.000 × 6 = Rp. 1.680.000

Dengan budget minimal segitu kamu akan bisa membeli gadget android yang kamu inginkan.

5. Uang 10 ribu Adalah Milik Toplesmu

Kamu juga harus menetapkan pecahan uang yang harus di masukkan ke dalam toples, jadi jika kamu memiliki pecahan uang tersebut kamu akan langsung memasukkannya ke dalam toples. Semakin cepat dan sering menabung maka semakin banyak pula uang yang akan terkumpul.

6. Meminimalisir Kebutuhan yang Tak Begitu Perlu, Seperti Dana Hiburan dan Jajan Camilan

Butuh perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, mulailah meminimalisir kebutuhan yang dianggap tak begitu perlu. Seperti nongkrong bareng teman, nonton bioskop atau jalan-jalan ke mall. Kurangi atau cari pengganti sementara kegiatan tersebut selama kamu masih menabung agar tujuanmu segera kamu capai.

7. Menerima Tawaran Kredit Ponsel Dari Provider

 

Kredit bisa jadi salah satu cara supaya kamu memiliki ponsel baru. Meski kamu sudah sangat ingin, tapi kamu perlu selektif juga. Daripada kredit ke toko ponsel yang tentunya bakal memberikan bunga yang lumayan besar, kamu bisa mencoba kredit di provider tertentu.

Cara kreditnya pun terbilang aman. Kamu hanya harus membayarkan uang pulsa sebesar Rp 200-500 ribu tiap bulan selama 6 bulan atau 12 bulan. Selain untuk mengangsur hp, uang yang kamu bayarkan juga merupakan nominal pulsa yang bakal kamu dapatkan. Asik kan?

Bagaimana, sudah siap menabung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dilema Memilih Tempat Kerja : Suasana yang Nyaman atau yang Bergaji Besar?

Untuk kamu yang baru saja lulus, kesulitan memilih tempat kerja bisa jadi dilema. Ingin memilih tempat kerja yang nyaman atau yang menawarkan gaji besar. Tapi tak hanya dirasakan oleh para fresh gradute saja, karyawan yang sudah lama bekerja pun sering bimbang. Sudah merasa nyaman di tempat kerja yang sekarang, tapi juga butuh tambahan penghasilan demi masa depan.

Suasana seperti ini, sering mengacau pikiran. Bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang baiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untukmu. Ada untung-rugi yang harus kamu pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar.

Bekerja Nyaman Bisa Mengurangi Tekanan dan Berpeluang Mengambil Pekerjaan Sampingan

Jika kamu kebetulan berhasil masuk ke dalam perusahaan besar yang sudah mapan. Biasanya perusahan tidak memberi tekanan yang besar pada karyawan. Sebaliknya, kamu bisa bekerja dengan nyaman dan suasana yang juga jauh dari kata stres.

Selain itu, karena teknan yang ada tak begitu besar. Tempat bekerja seperti ini biasa memberimu waktu luang yang lebih besar. Sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan atau pekerjan lain yang mungkin bisa jadi sumber penghasilan. Memulai bisnis di rumah atau membuka online shop, misalnya.

Tapi Dampak Buruknya Bisa Membuatmu Malas, Kurang Profesional dan Takut Akan Tantangan

Pola yang sudah lama terpatri atas orang-orang yang terlalu nyaman di pekerjaannya sekarang adalah susah keluar untuk memulai pekerjaan lain. Lagipula situasi sekarang ini sudah cukup nyaman, kalau harus keluar belum tentu bisa menemukan yang nyamannya sama. Begitu kira-kira gambarannya.

Padahal ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Karena biar bagaimana pun, pandangan seperti ini akan membuat kita menutup diri pada hal-hal lain. Merasa tak sanggup untuk mengikuti tantangan, hanya karena tak siap untuk berkompetisi dengan orang luar.

Selain itu, aturan yang fleksibel di tempat kerja yang nyaman juga banyak membentuk watak buruk bagi karyawan. Karena tak ada larangan yang begitu keras, kamu bisa saja berubah jadi orang yang sembrono. Telat membuat laporan, hingga datang terlambat setiap ada meeting bulanan. Ya, kamu tak profesional.

Akan Tetapi Jika Gajinya Lebih Besar Mampu Menjamin Finansial dan Membuatmu Kian Profesional

Untuk situasi ini, keuntungan dari segi finansial jelas jadi kelebihan yang wajib disyukuri. Biar bagaimana pun, pundi-pundi harus tetap terisi. Nominal pendapatan yang bertambah, setidaknya akan membantu kita memenuhi kebutuhan harian pada tingkat yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menyisihkan jumlah tabungan yang lebih besar untuk masa depan.

Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena jika gaji yang ditawarkan memang lebih besar. Ada kemampuan yang seimbang yang harusnya kita bayarkan. Tekanan yang datang untuk capaian pendapatan yang telah ditentukan akhirnya merubahmu jadi sosok yang mampu berkompetisi dengan baik. Karena mau tak mau kamu harus bergerak untuk mencapai targetmu, yang sebenarnya juga baik untuk mengembangan karir dan membuatmu kian profesional.

Namun Sialnya Kamu Jadi Mudah Stres Karena Tekanan yang Lebih Besar dengan Waktu Luang yang Terbatas

Yap, dituntut untuk mencapai target yang ditentukan, terpaksa membuat kita berjuang keras untuk terus bekerja. Beberapa hal yang akan terasa kian dekat, tentu saja stres kalau-kalau targetnya masih belum kesampaian juga. Selain itu, waktu untuk bisa beristirahat meski sekedar beleha-leha sebentar. Akan hilang, diganti dengan konsentrasi untuk mengurus pekerjaan.

Bahkan kalau bisa, seluruh waktu yang ada dalam hidupmu akan kamu serahkan untuk terus fokus bekerja sampai apa yang sudah ditentukan perusahaan bisa di dapat dengan cepat. Gajinya memang besar, tapi setara dengan itu tingkat stres yang kamu dapat juga kian besar.

Lalu, Kemana Pilihanmu Akan Jatuh?

Sesungguhnya, ini bukanlah pilihan yang sulit. Karena kamu hanya butuh mencari apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Sembari menemukan jawaban, kamu pun perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan lain yang nantinya akan dirasakan.

Jika kamu memilih untuk berada pada zona kerja yang nyaman, mungkin penghasilan yang akan kamu dapatkan lebih sedikit. Dan begitu sebaliknya, jika kamu memilih untuk berada  pada tempat kerja yang bergaji besar. Cobalah bersiap untuk tekanan besar serta waktu luan yang mulai terbatas.

Tanyakan pada dirimu sendiri, mana pilihan yang sesungguhnya kamu cari. Sembari menyiapkan kemampuan, untuk resiko yang juga akan diemban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kantor yang Bebas Berpakaian, Tak Berarti Kamu Boleh Datang dengan Pakaian Rumahan

Di era sekarang sebuah kantor atau perusahaan tidak lagi menekankan karyawannya harus memakai office look. Meskipun tidak semua, tapi beberapa start up telah melakukan kebijakan ini. Apalagi kantor-kantor di bidang kreatif. Pasalnya, ada yang berujar bahwa berpakaian rapih saat ke kantor adalah suatu tekanan. Entah bisa dibenarkan atau tidak, yang jelas generasi milenial sangat senang mendapatkan kantor bebas berpakaian.

Perlu diketahui ketika diberikan kebebasan, bukan berarti datang dengan berpakaian semaunya dan seenaknya. Meskipun bebas, kamu juga mesti tahu aturan. Pada dasarnya aturan tersebut mengacu kepada etika, karena tak mungkin kamu hanya memakai kaus kutang dan celana pendek ke kantor kan? selain tidak enak dipandang, itu sama saja kamu telah menyepelekan tempat kamu bekerja.

Setidaknya bebas berpakaian adalah minimal kamu mengenakan T-shirt dan jeans ke kantor. Dan pastikan kamu tidak berpakaian seperti ini saat berangkat ke kantor ya.

Bebas Tapi Sopan, Jangan Memakai Pakaian Rumahan

Mungkin kamu memiliki kaus kesayangan yang sampai belel pun kamu tetap nyaman memakainya. Tapi, nyaman buatmu belum tentu nyaman di mata orang lain. Pakaian yang seperti itu sebaiknya kamu kenakan saat di rumah, bukan berangkat ke kantor. Meskipun bebas berpakaian bukan berarti tidak ada aturan lho. Kamu harus kenakan pakaian yang setidaknya enak dipandang.

Memakai Pakaian yang Kusut

Tentu penampilan dapat menopang mood seseorang dalam bekerja. Tidak bagusnya penampilan pasti akan menganggu konsenstrasi saat di kantor. Terutama saat kamu mendapatkan komentar dari karyawan lain, atau melihat seseorang yang melihatmu secara tidak enak. Untuk itu perhatikan pakaianm.

Apalagi jika menggunakan pakaian kusut, jelas sangatlah tidak enak dipandang. Sebisa mungkin kamu harus membawa pakaian ganti untuk mengganti pakaianmu yang kusut. Apalagi kalau kamu ke kantor naik angkutan umum.

Memakai Pakaian yang Sudah Dipakai di Hari Sebelumnya

Mungkin kamu memiliki sikap yang terlalu cuek soal pakaian. Apalagi mengetahui kalau kantor kamu adalah kantor yang bebas berpakaian. Secuek-cueknya kamu dengan penampilan, tak semestinya juga kamu memakai pakaian yang sudah dipakai di hari sebelumnya. Jangan heran kalau kamu mendapatkan cap jorok dari teman-teman kantor lantaran pakaianmu tidak diganti-ganti.

Jangan Sampai Memakai Sandal Ke Kantor Karena Tidak Etis

Dalam suatu kondisi seperti hujan, kamu mungkin bisa memakai sandal ke kantor karena sepatumu kebasahan atau semacamnya. Tetapi di luar dari kondisi tersebut, memakai sandal ke kantor sangatlah tidak etis. Apalagi kalau dilihat teman kerja dan bosmu, otomatis kamu akan dipandang berbeda. Lain kasusnya apabila bos dan teman kantor memang memperbolehkan memakai sandal.

Mengenakan Piyama Saat Bekerja

Lebih kacau lagi kalau kamu mengenakan piyama saat bekerja. Jelas saja itu sudah salah, karena piyama adalah pakaian untuk beristirahat bukan bekerja. Kamu bisa mengenakan piyama ke kantor apabila saat itu sedang ada pesta kostum atau semacamnya. Karena kami yakin sebebas apapun kantormu pasti tidak srek apabila melihat seseorang mengenakan piyama saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top