Feature

Punya Banyak Teman Itu Tak Selalu Membuat Bahagia, Seringkali Hidup Malah Jadi Tak Nyaman

Apa sih rasanya punya banyak teman? Benarkah hidup jadi terasa seru saat jumlah teman melampaui jumlah Kurawa? Terasa populer, sudah pasti. Nongkrong ke mall A, tiba-tiba ketemu teman A, jalan-jalan ke tempat B, tiba-tiba ketemu teman yang lainnya. Mungkin itu yang akan kamu rasakan saat kuantitas temanmu cukup banyak.

Bukan berarti tak baik, justru itu tandanya kamu supel dan mudah menerima orang baru untuk jadi temanmu. Belum tentu semua orang bisa sepertimu. Tapi kalau bicara kualitas pertemanan, coba kamu renungkan sebentar. Sudahkah mereka yang hadir di kehidupanmu adalah teman yang benar-benar akan membawa dampak yang baik untukmu? Karena pada dasarnya, ternyata ada dampak negatif yang muncul dari mereka yang lebih mementingkan kuantitas teman dibanding kualitas pertemanan.

Kamu yang Tergolong Populer Justru Rentan Mengalami Masalah Kesehatan

Sepuluh tahun lalu, para peneliti dari Universitas Virginia melakukan studi yang melibatkan 169 remaja berumur 15 tahun dengan latar belakang ekonomi dan ras yang bervariasi. Hasil studi tersebut baru diterbitkan baru-baru ini dan banyak temuan baru yang diperoleh para peneliti itu. Berdasarkan penelitian tersebut, remaja yang memiliki lingkaran sosial kecil justru memiliki risiko menderita social anxiety yang lebih rendah. Mereka juga lebih mampu menghargai diri sendiri serta tak akan mudah didera depresi saat usianya 25 tahun. Sementara mereka yang dikenal populer dalam lingkup pergaulannya, risiko mengidap social anxiety jauh lebih tinggi.

Merasa Populer Membuat Seseorang Jadi Ketagihan Ingin Selalu Dianggap Trendsetter Sampai Melupakan Kehidupan yang Sebenarnya

Kita hidup di zaman media sosial dimana tingkat kepopuleran seseorang dinilai dari tingginya jumlah likes dan followers. Sayangnya tak semua orang bisa mengendalikan diri saat ia dianggap kategori populer. Karena terbiasa membaca kolom komentar dan mengikuti saran-saran para warganet demi terkesan keren, ada juga seseorang yang akhirnya kecanduan dengan media sosial sampai mood-nya pun diatur oleh bagaimana respon warganet atas postingannya. Kalau sudah demikian, kamu perlu hati-hati. Bukan apa-apa, hanya saja sewaktu-waktu kesehatan mentalmu bisa terancam.

The World Economic Forum and Harvard School of Public Health telah menunjukkan bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh ekonomi global untuk menanggulangi masalah kesehatan mental ini diperkirakan meningkat dari $2,5 trilliun pada 2010 menjadi $6 trilliun pada 2030. Biaya tersebut dikatakan lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan untuk menanggulangi penyakit kanker, diabetes serta penyakit pernapasan ringan yang dijadikan satu.

Teman Itu Bukan Hanya Kuantitas, Tapi Kamu Juga Perlu Membangun Pertemanan yang Berkualitas

Joseph Allen, seorang peneliti dari Universitas Virginia mengatakan, “Disukai oleh banyak orang tidak serta merta bisa menggantikan hubungan persahabatan yang saling mendukung satu sama lain.” Menambah teman memang dapat menambah wawasan. Tapi membangun kualitas pertemanan yang harusnya lebih diprioritaskan. Saat remaja, kamu mungkin tak sadar dengan siapa saja kamu mulai memupuk persahabatan itu. Kabar baiknya, berdasarkan penelitian tersebut, hubungan persahabatan yang baik kala remaja ternyata baru bisa dirasakan dampaknya ketika kita dewasa.

Para peneliti itu mengungkapkan, jalinan persahabatan yang sehat dapat membantu seseorang dan sahabatnya itu melewati masa pencarian jati diri dengan baik. Keberadaan sahabat pun mendorong terbentuknya perasaan positif pada diri seseorang. Kalau perasaan semacam ini senantiasa terjaga, maka kamu tak perlu lagi mengkhawatirkan kesehatan mentalmu.

Punya Banyak Teman Justru Jadi Keblinger Atau Punya Sedikit Teman Tapi Saling Mendukung?

Seperti halnya hubungan, kamu pun harus memiliki tujuan dalam persahabatan. Tujuannya tentu bukan perkara saling menguntungkan atau semacam ada maunya, tapi bagaimana kamu dan dia sama-sama dapat berkembang dan mampu menggali potensi diri. Teman yang baik adalah mereka yang terus mendukungmu agar terus maju. Mereka yang tulus berteman denganmu tak akan menjerumuskanmu pada hal-hal negatif. Situasinya berbeda jika lingkup pertemananmu cenderung luas. Bisa saja kamu dibutuhkan dua orang teman pada saat yang bersamaan. Apalagi kalau dua-duanya sama-sama tak mau mengalah, bukannya bisa membantu temanmu, kamu malah jadi keblinger sendiri. Duh…

1 Comment

1 Comment

  1. putri

    October 19, 2017 at 9:27 am

    kalau aku sih perlu banyak teman tapi terkadang ada teman yang datang di waktu senang saja ketika kita lagi terpuruk teman banyak yang menjauh. sedikit temen aja asal bisa saling membantu dari pada banyak teman hanya ada pada waktu kita senang saja, sebenarnya persahabatan itu bisa menambah wawasan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Jembatan Terindah di Dunia, Dua Diantaranya Ada di Indonesia!

Fungsi utama jembatan adalah untuk menghubungankan dua jalan yang terpisah. Namun dengan semakin berkembangnya zaman, kini jembatan dibangun dengan seni dan model yang cukup menakjubkan. Nah, berkenaan dengan hal ini, ternyata ada tujuh jembatan yang terkenal paling indah di dunia loh. Langsung saja cek daftarnya berikut.

1. Jembatan Golden Gate, San Fransisco, Amerika Serikat

Sumber: www.pexels.com

Jembatan ini merupakan salah satu jembatan yang paling terkenal di dunia. Jembatan ini memiliki panjang 2.727 meter dimana difungsikan sebagai penghubung antara San Fransisco dengan Kabupaten Marin. Namun dibalik keindahannya yang menakjubkan, ternyata jembatan ini juga kerap dijadikan tempat untuk bunuh diri.

2. Jembatan Surabaya, Surabaya, Indonesia

Sumber: www.instagram.com/@dwisetijotjahjono

Jembatan ini merupakan landmark dari Kota Surabaya. Jembatan ini  dihiasi oleh air mancur warna-warni yang akan ada setiap malam Minggu. Selain itu biasanya keluarnya air mancur diiringi dengan tarian air mancur pada pukul 20.00 – 21.00 WIB.

3. Jembatan Vasco da Gama, Lisbon, Portugal

Sumber: www.sp-reinforcement.ch

Jembatan ini memiliki panjang 17, 2 ribu meter. Jembatan ini termasuk jembatan paling panjang di Eropa loh. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Tagus. Tujuan pembangunan jembatan ini adalah untuk memperlancar mobilitas pembukaan World Fair pada tahun 1998 silam.

4. Jembatan Banpo, Seoul, Korea Selatan

Sumber: www.worldfortravel.com

Jembatan Banpo merupakan jembatan air mancur terpanjang di dunia. Air mancur di jembatan ini biasanya akan dioperasikan pada bulan April sampai Oktober. Pertunjukan air mancur ini akan dilakukan selama empat sampai enam kali sehari dengan durasi waktu 20 menit di setiap pertunjukannya.

5. Jembatan Danyang Kunshan, Jiangsu, Tiongkok

Sumber: www.traveltriangle.com

Jembatan ini memiliki panjang 164,8 kilometer. Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan Shanghai dengan Nanjing. Jembatan ini mulai resmi dioperasikan sejak tahun 2011 silam dimana pada proses pembangunannya ada 10 ribu orang yang dipekerjakan.

6. Tower Bridge, London, Inggris

Sumber: www.pixabay.com

Jembatan ini merupakan jembatan yang terdiri dari dua bangunan menara dimana di tingkat atas terdapat jalan untuk para pejalan kaki. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Thames dan memiliki panjang sekitar 61 meter.

7. Jembatan Ampera, Palembang, Indonesia

Sumber: www.ksmtour.com

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang terletak di Indonesia. Jembatan ini dibangun sebagai penghubung antara daerah Seberang Ulu dengan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Panjang jembatan ini yaitu 1.117 meter.

1 Comment

1 Comment

  1. putri

    October 19, 2017 at 9:27 am

    kalau aku sih perlu banyak teman tapi terkadang ada teman yang datang di waktu senang saja ketika kita lagi terpuruk teman banyak yang menjauh. sedikit temen aja asal bisa saling membantu dari pada banyak teman hanya ada pada waktu kita senang saja, sebenarnya persahabatan itu bisa menambah wawasan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Luna Maya Akui Jadi Salah Satu Fans BTS

Kepopuleran boyband fenomenal asal Korea Selatan, BTS tak perlu diragukan lagi. Bahkan di Indonesia sendiri, penggemar BTS pun berasal dari berbagai kalangan. termasuk fans dari kalangan artis, khususnya artis Indonesia. Banyak artis Tanah Air yang secara terang-terangan mengaku menyukai boyband yang mempopulerkan lagu Fake Love ini.

Artis yang menyukai BTS satunya adalah Luna Maya. Luna tak mau kalah dari penggemar BTS lainnya. Ia juga terpikat dengan pesona leader BTS, RM. Hal tersebut diketahui lewat unggahan Luna Maya di media sosial Instagram Story miliknya

Luna Maya mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pertanyaan dari warganet tentang BTS, lalu Luna Maya menjawabnya dengan lengkap sembari memberikan emoticon BTS-Army. Army sendiri merupakan sebutan untuk penggemar BTS.

“Kenapa suka RM BTS ?,” tulis pertanyaan dari warganet.

Lalu Luna Maya menjawab, “Menurut aku dia pintar dan cool gayanya santai, bahasa Inggrisnya bagus banget, keren enggak aneh-aneh. Dan suka dia setelah dengar dia speach di UN. Dan dia tinggi ya kayanya ha ha ha, #BTSARMY,” jawab Luna Maya.

Tak hanya itu, bahkan Luna secara mengakui keinginannya untuk menonton konser BTS di Bangkok, Thailand April 2019 mendatang.

“Gimana ini konser BTS ?” tanya warganet.

Luna pun menjawab, “Di bkk yuk,” ungkapnya.

1 Comment

1 Comment

  1. putri

    October 19, 2017 at 9:27 am

    kalau aku sih perlu banyak teman tapi terkadang ada teman yang datang di waktu senang saja ketika kita lagi terpuruk teman banyak yang menjauh. sedikit temen aja asal bisa saling membantu dari pada banyak teman hanya ada pada waktu kita senang saja, sebenarnya persahabatan itu bisa menambah wawasan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Punya Followers Jutaan, Tatjana Saphira Justru Mulai Batasi Diri Pakai Media Sosial

Aktris Tatjana Saphira mulai membatasi diri dalam menggunakan media sosial. Hal itu sudah Tatjana lakukan sejak lama.

“Sekarang aku menjalankan rutinitas detoks media sosial, 3 hari aku matiin, 4 hari aku nyalain atau aku buka paling ada postingan yang aku wajib post, kalau enggak aku delete dulu atau uninstall aja. Sebenarnya udah dari lama tapi enggak dijalani secara konsisten sih. baru-baru ini ya sudah sekitar dua bulan lalu jadi lebih rajin,” katanya seperti dikutip kompas.com, Selasa (19/2).

Tatjana mengaku, dia merasa lebih tenang ketika tidak bermain media sosial. Kekasih aktor Herjunot Ali itu juga merasa kesal ketika ada orang yang sibuk dengan gawainya saat berkumpul.

“Menurut aku dia enggak respect sama waktu yang kita punya berkumpul satu sama lain,” ucapnya. Baginya, terlalu fokus dengan media sosial justru membuatnya tak merasakan sebuah momen secara menyeluruh.

“Menurut aku kadang-kadang kita terlalu fokus sama medsos sampe kadang suka lupa sama kegiatan kita sehari-hari. Kita lebih sibuk mengabadikan di medsos dibanding kita merasakan momen itu secara utuh,” ujar Tatjana.

1 Comment

1 Comment

  1. putri

    October 19, 2017 at 9:27 am

    kalau aku sih perlu banyak teman tapi terkadang ada teman yang datang di waktu senang saja ketika kita lagi terpuruk teman banyak yang menjauh. sedikit temen aja asal bisa saling membantu dari pada banyak teman hanya ada pada waktu kita senang saja, sebenarnya persahabatan itu bisa menambah wawasan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top