Feature

Puasamu Semasa Kecil Menyenangkan, Itulah Mengapa Kamu Selalu Merindukannya

Menahan haus dan dahaga selama puasa, tentu Kamu sudah biasa. Toh Kamu sudah berkali-kali bulan puasa Kamu lewati semenjak Kamu kecil hingga kini. Ya kecuali kamu baru pertama kali melaksanakan puasa.

Berulang kali melaksanakan puasa semenjak kecil hingga kini, tentu ada banyak cerita dan kenangan dari setiap puasa yang Kamu jalani. Puasamu semaca kecil, banyak hal-hal yang menyengkan yang membuat kamu merindukannya saat hari ini.

Waktu masih belajar puasa, Kamu pasti pernah puasa setengah hari

PuasaAnakSewaktu masih anak-anak, tentu Kamu tidak kuat puasa sehari penuh. Namanya juga masih anak-anak, ada masanya belajar puasa. Waktu belajar puasa, ya Kamu tentu sekuatnya puasa. Biasanya sih hanya setengah hari atau sampe jam 3 sore.

Sudah Kuat Puasa Satu hari full, Kamu pasti pernah minta Sesuatu Kalau Puasanya Tamat selama satu bulan

PuasaAnakhadiahSesudah berhasil dari puasa setengah hari, Kamu lalu kuat puasa seharian penuh. Rasanya luar biasa bisa puasa seharian, sampai biasanya kalau ngumpul sama temen pasti  Cerita.

Kalau sudah kuat seharian, Kamu pasti mau sebulan full. Pernah doang minta sesuatu Kalau Puasanya Tamat selama satu bulan. Hayo ngaku…

Mengisi Agenda Harian Ramadhan Dulu Mengesalkan, Sekarang Jadi Bahan cerita sih.

PuasaAnakKegiatanramadanDahulu setiap ramadan, Kamu selalu dapat buku Agenda Ramadan dari sekaloh. Masih ingat dong di dalamnya isinya apa? Ya  di dalamnya Kamu diminta mengisi form-form mulai dari form sholat wajib, Sholat Jumat dan sholat terawih. Biasanya untuk Sholat Tarawih dan penceramahanya, harus minta tanda-tangan pak ustad.

Momen harus antri minta tanda tangan pak ustad itu yang mungkin saat ini masih ke ingat. Kalau Kamu orang yang malas antri, biasanya intip punya teman lalu contek tanda tangan pak ustadnya, beres.

Dulu mungkin Kamu kesal karena harus mengisi  buku Agenda Ramadan. Tapi Saat ini mengisi buku Agenda Ramadan bisa menjadi cerita tersediri bersama teman-teman kamu saat ini.

Tarawih ya sekedar niat, sisanya untuk main dan mengejar tandatangan Agenda Harian  Ramadan

PuasaAnakTarawihTarawih di masjid hanya sekedar niat. Padahal cuma untuk main dan bercanda di shaf belakang yang mengganggu yang tarawih. Karena berisik, biasanya dimarahin sama yang tua. Beberapa menit abis dimarahin ya rame lagi.

Kamu yang penah merasakan keseruan bangunin sahur ini pasti Kamu akan merindukan Puasa di masa kecil.

Selepas tarawih ya biasanya gak pulang ke rumah. Langsung begadang untuk membangunkan sahur jam 2 pagi. Menunggu sampe bangunin sahur ini banyak cerita, keseruan dan kenakalan masa kecil yang pasti Kamu rindukan.

PuasaAnakbanguninsahurBangunin sahur terkadang dengan ala-alat senadainya. Tak ada beduk, ya botol air meneral pun jadi, terkadang hanya modal teriakan doang. Kamu yang penah merasakan kerusuan bangunin sahur ini pasti Kamu akan merindukan Puasa di masa kecil.

Puasa Kamu Semasa kecil Tak Lengkap Tanpa Petasan

PuasaAnakpetasanDulu gak lengkap puasa tanpa petasan. Puasa ya musimnya petasan.Kadang ya gak kenal waktu, pagi, siang, sore bahkan malempun maen petasan.  Pokoknya seru deh saat bulan puasa maen petasan.

Main Meriam Bambu. Haus karena harus meniup corongnya dan bisa jadi Alismu sedikit tersambar bara api

PuasaAnakmeriam

Di daerah Kamu mainan ini apa namanya? di beberapa daerah di sebut Meriam Bambu. Mainan ini umumnya hanya ada saat bulan puasa.

Ruas bambu dibolongin, sisakan satu ruang tidak dibolongin untuk menyimpan menyak tanah. Harus dimiringkan agar minyak tanah tidak tumpah. Untuk memaikannya harus meniupnya kemudian memasukan api kedalam coronngnya. Ya layaknya meriam saja.

Kalau kamu pernah memainkan mainan pasti tahu bagiamana main dan serunya.   Kamu pasti akan merasa haus karena harus meniutp corongnya.  Kamu juga pasti pernah mengalami alis kebakar. hayoo ngaku.

Apalagi ya? Kamu punya hal-hal kenangan lain yang membuat Kamu merindungan puasamu semasa kecil? share ya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Yakin Pacarmu Setia? Coba Tanyakan Beberapa Pertanyaan Ini Padanya!

Bukan bermaksud untuk menggoyahkan kepercayaanmu pada sang pacar, namun yang namanya kesetiaan ‘kan perlu dibuktikan. Meki kadang kita pun bingung bagaimana cara menyampaikan rasa keingintahuan tersebut dengan cara yang tepat.

Yap, dengan alasan tak mau membuat pacar tersinggung, sebagian dari kita justru lebih memilih diam, tak memperpanjang pertanyaan. Walau ada beberapa kegundahan yang memang perlu disampaikan.

Nah, kali ini, demi membantumu, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri jika si dia memang setia. Dan jika jawabannya memang terdengar menyakinkan, maka tak perlu ada yang kamu ragukan.

“Kamu Mau Tidak, Menerima Aku Apa Adanya?”

Iya sih, kata Tulus kita tak boleh mencintai apa adanya. Tapi, kamu perlu paham kalau sebagai pihak yang menanyakan ini konteksnya agak berbeda. Karena tujuan awal memang ingin mempertanyakan kesetiaan, maka kalimat ini bisa kamu jadikan pertanyaan.

Selanjutnya kamu boleh menilai, apa balasan yang ia sampaikan padamu tentang pertanyaan yang barusan kamu katakan. Jika memang dirasa cukup menguatkan, maka bertahan tak salah untuk kamu lakukan.

“Kalau Aku Minta Kamu Gambarkan Kesetianmu dengan Tiga Kata, Kamu Akan Bilang Apa Sama Aku?”

Beberapa sosok yang tidaklah benar-benar sayang, mungkin akan buru-buru mencari kata atau kalimat paling manis untuk didengar pasangan. Tapi dia yang benar-benar setia, mungkin akan menjawabnya dengan kalimat sederhana yang penuh makna. Tak berisi banyak janji, tapi apa yang ia jadikan jawaban adalah sesuatu yang ia yakini bisa diberikannya padamu.

“Mantanku Hubungi Aku Lagi, Kira-kira Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Jika dia yang kamu panggil pacar akan buru-buru marah dan terlihat tak senang. Itu artinya, ada hal yang perlu kamu pertimbangkan lagi untuk tetap menjadikannya pasangan. Cemburu mungkin sah-sah saja, tapi tergesa-gesa untuk marah dan emosi hanya karena seseorang yang ada di masa lalu pasangannya, jelas tak baik.

Cobalah simak penuturannya, tentang bagaimana respon yang akan ia sampaikan perihal mantan yang kini tiba-tiba datang.

“Dari Sekian Banyak Orang, Kenapa Kamu Milih Aku Untuk Jadi Pacar?”

“Karena kamu itu…” jelas sudah terdengar biasa, apalagi jika kata selanjutnya adalah bualan receh yang biasa dipakai oleh lelaki remaja. Ini perlu kamu dengarkan dengan seksama. Karena dari sini, kamu bisa menilai bagaimana ia menempatkanmu dalam hidupnya.

Entah sebagai pacar biasa, sebagai pacar sementara, atau sebagai calon teman hidup yang akan menemaninya hingga tua. Pasang telinga dan duduklah, dengarkan baik-baik apa yang menjadi alasannya.

“Aku Pasti Sering Sibuk Kerja, Kamu Siap Menerimanya?”

Untuk urusan ini, memang perlu kita diskusikan dengan pacar mulai dari sekarang. Sebab, sebuah hubungan hanya akan bisa berjalan lancar, jika keduanya dapat saling mendukung dan terbuka atas apa yang menjadi keresahan.

Kamu mungkin khawatir ia akan protes karena sebagian besar waktumu tersita untuk bekerja. Untuk itulah kamu perlu bertanya padanya. Jika ternyata ia bisa memahami dan memaklumi kesibukan yang kamu punya, rasanya ia pantas untuk dipertahankan maupun dijadikan pasangan masa depan.

“Diriku Bukanlah Anak Orang Berada, Kamu Siap Untuk Hidup Sederhana?”

Sosok yang benar-benar setia tak akan memintamu untuk melakukan hal-hal yang sejatinya tak bisa kamu lakukan untuknya. Maka, sedari sekarang kamu boleh sampaikan, sejauh mana kemampuanmu untuk membahagiakannya kelak, dan apa saja yang mungkin sulit untuk kamu berikan padanya.

Dari reaksinya, kamu akan bisa tahu dan menimbang rasa. Apa yang memang benar-benar ia inginkan darimu. Hidup bersama untuk bersenang-senang saja, atau menikmati semua hidup dalam suka dan duka.

“Suatu Saat Nanti, Aku Mungkin Akan Tua dan Tak Lagi Gagah. Kamu Yakin Masih Akan Mencintaiku dengan Rasa yang Sama?”

Hidup terus berjalan, kita bisa saja yakin untuk mencintainya dengan rasa yang sama. Tapi isi hatinya, tak ada yang bisa menerka. Untuk itulah kita perlu bertanya, sanggupkan ia akan tetap mencinta jika kelak sudah menua?

Setiap orang memang boleh saja ingkar, tapi setidaknya jawaban atas pertanyaan yang kita sampaikan, boleh jadi alasan, mengapa akhirnya kita memilihnya sebagai teman hidup di masa depan.

Jadi kapan, kamu akan bertanya pada pacarmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Adakah yang Salah dari Seseorang yang Tak Suka Bepergian Setiap Kali Libur Panjang Lebaran?

Selepas libur panjang lebaran yang baru saja usai, ada beberapa pertanyaan yang mungkin datang. Kemana saja kamu selama liburan? Atau kenapa kamu tak kemana-mana selama liburan?

Untuk kamu yang memang tak begitu menyenangi keramaian, yang jelas akan menjadi suguhan. Menghabiskan waktu untuk bersantai di rumah, mungkin sudah jadi kebiasaan baik yang selama ini kamu lakukan. Anehnya, mereka yang mengaku sebagai teman, justru kerap merasa bingung, mengapa kamu lebih suka bepergian saat semua orang bekerja, dan duduk manis di rumah saat semua orang pergi liburan bersama.

Yap, merasa sedang diintrogasi atas sebuah kesalahan. Kamu yang memang lebih senang menghabiskan jatah cuti lebaran dengan bersantai di rumah,beberapa hal ini mungkin jadi sesuatu yang sedang kamu rasakan.

Sejak Awal Tahun Sudah Bekerja, Kali Ini Biarkan Kami Bersantai di Rumah

Nah, ini mungkin jadi alasan logis yang sedang dipikirkan. Coba bayangkan, Setelah libur tahun baru kemarin, kita sudah bekerja penuh. Mengurungkan rasa lelah dan capek demi tanggung jawab di tempat kerja. Sampai, meski kurang enak badan pun. Kita masih semangat untuk bekerja.

Maka kali ini, daripada sibuk bertanya mengapa kami tak kemana-mana selama libur lebaran tiba. Jawabannya mungkin, karena kami ingin lebih menikmati waktu bersantai di rumah dengan sanak saudara.

Berkumpul dengan Keluarga Besar Jadi Momen Langka, Ini Saat yang Tepat Untuk Menikmatinya

Berpuasa sebulan penuh, kemenangan di hari Idul Fitri memang ditandai dengan saling bermaaf-maafan dengan semua keluarga besar dan semua kerabat kita. Jika selama ini, waktu yang kita punya selalu terkuras untuk perkara pekerjaan. Kali ini biarkan, diri untuk bisa lebih menghargai kebersamaan yang sedang dilakoni bersama.

Entah itu sekedar duduk-duduk sembari bercerita bersama, menikmati santapan lebaran yang ada di rumah, hingga mengadakan kegiatan lain yang masih bisa dilakukan bersama dalam rumah.

Semuanya sah-sah saja, karena tujuan utamanya adalah menikmati momen bersama dengan keluarga.

Lagipula Semua Orang Berlibur Serentak, Semua Tempat Wisata Pastilah Padat

Gambarannya begini, liburan lebaran kan dirayakan hampir semua orang. Baik yang merayakan lebaran atau yang tidak. Nah, biasanya ini akan jadi kesempatan untuk menyambangi tempat-tempat wisata. Dari sini kita sudah punya gambaran, berapa banyak orang yang akan kita temui disuatu tempat yang mungkin akan dikunjungi bersama.

Maka, memilih untuk menghabiskan waktu libur lebaran untuk bersantai di rumah. Bukanlah sebuah pilihan yang salah, karena ini akan jauh lebih terasa menyenangkan untuk kita. Daripada harus pergi berwisata tapi berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Karena semua orang sama-sama liburan.

Daripada Harus Menghabiskan Waktu Dijalan, Lebih Baik Istirahatkan Badan

Perkara lain yang juga jadi bahan pertimbangan adalah kondisi jalanan yang akan kita tempuh bersama, ke tempat yang mungkin akan dijadikan tujuan. Kalau kamu yang kebetulan tinggal di Jakarta, dan akan menyambangi tempat-tempat di sekitaran pusat kota. Mungkin tak akan ada halangan jalanan macet seperti biasa. Tapi, lain ceritanya jika libur lebaranmu yang dihabiskan di kampung halaman di daerah.

Bukan apa-apa, jumlah orang yang pulang ke kampung halaman tiap kali lebaran. Pastilah ramai dan jauh lebih banyak dari biasanya. Bukannya, menikmati liburan di tempat tujuan. Jangan-jangan kita hanya akan terjebak di jalanan. Kalau sudah begini, duduk manis di rumah lebih baik dijadikan pilihan.

Toh Setiap Orang Punya Cara yang Berbeda Untuk Menikmati Liburannya…

Hal lain yang juga mesti dipahami setiap kita adalah, perbedaan pola pikir dan cara pandang masing-masing manusia. Kamu mungkin menilai, pergi berlibur di masa lebaran jadi pilihan yang menyenangkan.

Tapi disisi lain, ada juga manusia yang seperti kami. Manusia yang lebih memilih berdiam diri di rumah, dan menikmati kebersamaan yang ada. Karena tak mau dipusingkan dengan hal-hal luar yang justru tak akan mendatangkan kesenangan.

Karena baik bagi kita, belum tentu baik untuk yang lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Setelah Donat Mie, Kini Donug yang Berbahan Rempah dan Ayam Kembali Populer

Setelah Es Kepal Milo, lalu Donat Mie yang kemarin jadi list makanan yang banyak diburu orang. Baru-baru ini, ada lagi jenis makanan baru yang mendadak populer di kalangan para pecinta kuliner. Terlebih para netizen yang kerap mencari referensi makanan dari laman Instagram.

Sumber : www.instagram.com/ramayeux/

Yap, makanan tersebut adalah cronut. Salah satu jenis kuliner yang merupakan gabungan dari croissant dan donat yang diberi nama Donug. Makanan ini lahir dari olahan seorang pria asal Skotlandia bernama Crag Carrick. Crag menambahkan beberapa bahan yang berbeda pada olahan Donugnya. Dan hal itu pulalah yang membuat kreasinya berbeda. Ia menambahkan ayam dan campuran beberapa rempah untuk menyempurnakan rasa racikannya.

Sumber : www.instagram.com/sharktankau/

Mengutip dari Evening Standart, donug mulai viral ketika Crag dan sang istri memerkan hasil kreasi mereka di salah satu stasiun televisi di Australia. Cara pengolahannya pun terbilang cukup mudah, sebab kata Crag, dirinya hanya butuh mencampur adonan donat dengan ayam buras dan rempat-rempah. Kemudian melumuri adonan dengan tepung jagung serta roti, lalu menggorengnya.

Disajikan dengan berbagai macam bumbu, mulai dari kari Jepang, keju Dijon bechamel dan saus pedas. Konon berkat kreasi miliknya ini, Crag mendapatkan tawaran investasi yang cukup besar. Hem, kira-kira kamu tertarik tidak untuk mencoba membuat Donug ala Crag ini?

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top