Feature

Puasa Justru Jadi Lebih Boros? Kenapa?

Diawal bulan Ramadhan mungkin kamu berpikiran bahwa momen puasa akan membuatmu lebih hemat. Kamu tidak perlu membeli sarapan dan makan siang. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang  selama sebulan seharusnya bisa membuat kamu hemat. Namun apa yang dibayangkan tak seindah kenyataan, alih-alih irit dan awet, keuanganmu justru malah lebih boros biasanya. Bayangan untuk bisa menjadi hemat dan bisa lebih banyak menabung dari biasanya pun sirna.

Kalau sudah begini, diakhir bulan puasa pun kamu hanya bisa gigit jari. Bahkan bila kurang hati-hati, tabungan kamu pun bisa jadi ikut berkurang demi memenuhi kebutuhanmu selama bulan puasa. Lalu apa yang membuat bulan puasa justru lebih boros dari bulan-bulan sebelumnya. Ini ulasannya.

Harga bahan pangan mendadak melonjak saat bulan puasa terasa sudah biasa tapi ini jelas membuat pengeluaranmu jadi ikut membengkak!

Entah sejak kapan kebiasaan ini timbul, setiap menjelang hari raya besar mendadak harga bahan makanan dan bahan pokok melonjak naik. Entah itu cabai, bawang, ayam, atau bahkan daging semuanya mendadak melonjak. Padahal kalau dipikir-pikir  kebutuhan  pangan bulan Puasa tidak sebanyak bulan lainnya yang harus makan tiga kali sehari. Tapi nyatanya pada saat bulan puasa kebutuhan masyarakat akan bahan pokok justru semakin meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.   Sebuah survei kepada 1505 responden dilakukan oleh situs jakpat mendapatkan hasil bahwa 540 responden dalam survei ini mengaku memiliki perbedaan jumlah belanjaan produk bahan makanan antara bulan Ramadhan dan bulan-bulan lain. 69% dari responden tersebut mengaku bahwa kuantitas jumlah belanjaan mereka justru meningkat di bulan Ramadhan. Adapun lima bahan makanan yang khusus dibeli oleh responden tersebut dibulan Ramadhan meliputi bahan mentah, buah-buahan, sayuran, dan sirup.

Saat lapar dan haus semuanya terlihat enak dan menyegarkan. Lapar mata hanya akan membuatmu boros!

Jam 2 siang sudah mulai memikirkan mau makan apa, buka puasanya pakai apa yang enak, kayaknya ini enak buat buka puasa. Jam 4 sore mikir lagi, wah kayaknya itu enak juga buat buka puasa. Akhirnya 30 menit sebelum buka puasa semua yang terlihat enak diborong. Tanpa sadar kebiasaan yang seperti ini menguras habis kantongmu.   Sedangkan ketika waktu buka puasa sudah tiba, makan dan minum sedikit perut sudah terasa kenyang, dan menyisakan banyak makanan sisa yang tadi kamu beli sesaat sebelum puasa hanya karena laper mata. Kebiasaan seperti ini yang terjadi setiap bulan puasa dan menyebabkan kamu lebih boros dari bulan-bulan sebelumnya. Padahal salah satu tujuan puasa adalah menahan hawa nafsumu, termasuk nafsu ingin berbuka puasa dengan banyak makanan ataupun minuman.

Bulan puasa jadi bulan reuni. Setiap minggunya nyaris selalu ada acara buka puasa bersama dari teman TK sampai teman kerja!

Saat bukan bulan Ramadhan, group sosial media yang berisi teman-temanmu lebih sering sepi. Tapi ketika bulan puasa datang semua group mendadak ramai dan banyak banget yang mengajak kamu untuk buka puasa bersama, mulai dari teman tk sampai teman kerja yang bertemu setiap hari. Entah sejak kapan hal ini bermula, tapi bulan puasa seperti telah menjadi bulan untuk aneka macam reuni. Orang yang sibuk kerja dan tidak bisa bertemu di hari biasa mendadak jadi pada datang ketika buka puasa bersama. Lebih mudah bertemu dibandingkan bulan-bulan biasa, meskipun tetap saja banyak drama yang tercipta hanya untuk menentukan tanggal untuk acara.   Karena banyaknya acara untuk buka puasa bersama yang kamu hadiri, bisa jadi pemicu kamu lebih boros dari biasanya. Entah itu buka puasa bersama seminggu sekali atau bahkan tiap hari karena banyaknya yang mengajak kamu untuk berkumpul. Acara buka puasa ini akan membuat kamu mengeluarkan uang lebih, karena pertemuan yang dilakukan lebih sering di restoran yang sudah ditentukan jadi tempat pertemuan, niat mau irit hanya jadi angan-angan.

Pesta diskon dari semua brand menghiasi bulan puasa dan tentu saja ikut menguras uang direkening

Bulan puasa juga jadi ajang para pebisnis untuk meluncurkan berbagai model baru dengan diskon yang menggiurkan. Dari 10%-90% bisa mereka berikan untuk customer mereka, bahkan beberapa mall besar suka mengadakan midnight sale yang membuat kebanyakan orang tergiur untuk borong semua barang, terutama wanita. Karena diskon inilah yang terkadang buat orang gelap mata, alasan kapan lagi dapat harga murah banget kayak sekarang menjadikan seseorang melakukan pembenaran untuk membeli barang yang bukan menjadi kebutuhan mereka.   Belum lagi jika mereka mendapatkan THR, yang membuat seseorang bisa saja menganggap enteng pengeluaran yang mereka lakukan. Pemakluman-pemakluman yang seperti itu sebenarnya menjadi bumerang tersendiri bagi kamu. Keuangan kamu bisa semakin menipis hanya karena keinginan sesaat. Bukan tidak mungkin hal itu akan kamu sesali nantinya.

Tradisi salam tempel membuat kamu harus jadi om dan tante yang baik untuk keponakan-keponakan tersayang, budget ini juga ikut menambah pengeluaranmu

Kalau dulu biasanya kamu dapat salam tempel dari kakek nenek, ibu bapak, bude pakde, om tante. Sekarang pun roda berputar, bukan lagi kamu yang dapat tapi kamu yang harus mengeluarkan uang untuk tradisi salam tempel yang sudah mendarah daging di Indonesia. tradisi yang ada hanya dihari raya ini membuat kamu mau tidak mau harus memikirkan budget tersendiri untuk pengeluaran ini. Kalau ponakan kamu satu atau dua mungkin tidak  masalah, tapi kalau ada 20 bagaimana? Hmmm, kebahagiaan mereka tidak bisa terganti. Lagipula tradisi ini juga sebagai ajangmu untuk berbagi rejeki dengan orang-orang tersayang. Namun kamu juga harus memikirkan jumlah uang yang akan diberikan harus sesuai dengan kondisi keuanganmu dan jangan memaksakan keadaan.

Dari banyaknya penyebab yang membuat kamu semakin boros, kamu masih tetap bisa berhemat dengan cara-cara ini!

Karena kamu sudah mengetahui apa penyebab yang membuat keuanganmu semakin boros di bulan puasa dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kamu bisa tahu apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencegah dompet dan rekeningmu mendadak tiris. Sekarang tugasmu untuk menyiasati cara untuk tak menguras habis uangmu saat bulan puasa. Seperti tidak mengikuti nafsu saat membeli makanan untuk berbuka ataupun sahur. Belajar dari pengalaman, saat buka puasa mengkonsumsi banyak makan hanya akan membuat perutmu sakit dan pencernaan juga jadi terganggu.   Karena tujuan puasa tidak hanya menahan lapar dan haus untuk bisa merasakan penderitaan orang lain yang kurang beruntung dari kita, namun juga untuk mengendalikan ego dan hawa nafsu yang kita punya, karena itu mulailah bisa memilah apa yang menjadi prioritasmu dan mana yang hanya sebatas keinginanmu. Dari makanan sampai pakaian, Ramadhan hadir tak sekedar menjadi perayaan namun melatih diri untuk tetap sederhana. Secara logika seorang pun tidak akan pernah tahu apakah pakaian yang kamu kenakan baru atau lama, saat kamu mencuci pakaian semua akan terlihat sama. Jadi jangan mengikuti gengsimu, itu tidak akan membuatmu terlihat hebat tapi justru akan menyusahkan dirimu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top