Trending

Problematika Hidup Saat Memasuki Usia 25 Tahun Ke Atas Yang Harus Kamu Pahami

Selamat datang diusia 25 tahun dengan berbagai serba-serbinya, lengkap dengan problematika hidup yang jadi bagiannya. Jika beberapa tahun sebelumnya masih bisa bersenang-senang, tidak dengan sekarang. Secara tidak sadar angka pada usia ini memang merubah banyak hal dalam hidup kita. Salah satunya mulai serius dalam hal memikirkan kehidupan, pekerjaan, orang tua, pasangan, hingga mimpi-mimpi yang belum tergenapi.Karena usia 25 tahun keatas jadi rentang usia yang sering melahirkan konflik pada diri sendiri.

Meski begitu berada diusia 25  bukanlah momok yang harus ditakuti, tak perlu juga khawatir secara berlebihan. Kamu hanya perlu memahaminya dengan baik, untuk kemudian bisa menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran. Baik untuk sikap pada diri sendiri dan pada orang lain. Karena hidup tak selalu berjalan sesuai rencana, untuk itu kamu harus memahaminya hal-hal berikut ini.

Usia Ini Akan Jadi Rentan Usia Yang Rawan Konflik, Terlebih Bagi Diri Sendiri

Jauh berbeda dengan usia remaja yang sering membawa kamu hanyut dalam berbagai jenis emosi. Usia ini akan menuntut kamu untuk lebih bijaksana dan memahami diri sendiri. Akan ada beberapa kejadian yang sering kamu anggap sebagai siksaan pada diri sendiri. Berusaha untuk terlihat tenang meski nyatanya emosi dijiwa sedang memuncak. Hingga memilih untuk tetap diam meski tahu ada sesuatu yang salah dalam sebuah hubungan, dengan berbagai alasan yang kita anggap benar.

Kondisi ini jelas akan  menyiksa batin, sebab harus berusaha melakukan sesuatu yang nyatanya tidak sesuai dengan keinginan hati. Namun kedewasaan yang telah kamu miliki merubah cara pikir dan pandangan. Melihat hal tersebut tidak lagi sebagai sesuatu yang menyakitkan atau berat untuk dijalani. Konflik batin ini akan semakin sering terjadi, dan jika ternyata kamu berhasil melaluinya. Berarti satu tahap dalam level kedewasaan sudah berhasil kamu lalui.

Kebutuhan Hidup Yang Tadinya Disokong Orangtua, Berubah Jadi Kewajiban Diri Sendiri Dengan Nilai Yang Tak Lagi Mudah

Ungkapan yang berisi nasehat mengapa orang yang menginjak dewasa harus bekerja keras adalah benar. Jika kamu masih sering bertanya mengapa harus demikian? Hal ini akan menjadi jawabannya. Melihat angka usia minimun pekerja di negara kita adalah 18 tahun keatas, ini berarti sebagian besar orang yang berusia 25 tahun tentu sudah bekerja. Usia ini mengharuskan kamu bekerja untuk hidup atas keringat sendiri.

Meski tidak diwajibkan untuk kaya, namun sebisa mungkin kamu sudah harus mandiri dalam hal finansial. Setidaknya semua kebutuhan yang kamu inginkan tidak tidak lagi dipenuhi oleh orangtuamu yang juga tentu semakin tua. Alasan lain yang harus kita pikirkan adalah, sudah seharusnya kamu menggantikan kewajiban orangtua. Membantu mereka dalam hal finansial, terlebih karena hal tersebut adalah bagian dari sebuah tanggung jawab sebagai orang dewasa. Hal ini tentu tidaklah mudah, untuk  itu kamu harus bekerja keras agar semua hal tersebut tak terasa jadi beban. Melainkan sebuah pencapaian akan kewajiban yang telah berhasil kamu penuhi.

Tak Ingin Jatuh Pada Pilihan Yang Salah, Untuk Itu Urusan Pasangan Jadi Sesuatu Yang Memerlukan Banyak Pertimbangan

Untuk urusan memilih pasangan hidup memang jadi sesuatu yang mampu membuatmu dilema. Bagaimana tidak, berpacaran bukan lagi untuk sekedar senang-senang lalu berpindah ke lain hati. Banyak hal yang akan mendorong kamu untuk menjalin hubungan pada seseorang yang memang ingin diserius. Jika kebetulan kamu sudah memiliki pacar, hal yang dibutuhkan selanjutnya adalah memantapkan diri dengan pilihan. Lalu bagaimana dengan yang belum punya pacar? Sebenarnya sama saja, kita tetap harus pintar dalam menentukan pilihan dan kriteria. Pasangan yang baik bukan dia yang tampan atau dia yang cantik. Ada hal-hal lain yang lebih krusial dari sekedar penampilan dan rasa suka, yaitu hal-hal teknis seperti pekerjaan dan pandangan. Terlalu cinta bukan lagi jadi alasan untuk memilih, semua hal yang ingin ditentukan akan melalui pertimbangan yang rasional. Meski disisi lain kamu juga harus sadar, bahwa tidak ada makhluk yang sesempurna yang kita bayangkan. Bersikaplah adil untuk diri sendiri dan dia yang dipilih. Memperbaiki diri untuk bisa memilih dia yang memang satu visi denganmu.

Hingga Pada Keresahan Akan Pekerjaan Yang Belum Sesuai Dengan Keinginan

Latar belakang pendidikan yang sesuai passion mungkin memberikan kesenangan tersendiri bagi kita. Tapi lagi-lagi hidup berjalan tak sesuai rencana, pekerjaanmu bukanlah sesuatu yang kamu senangi. Hal ini dikarenakan mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah, untuk itu menerima tawaran yang ada jadi pilihan. Dititik ini kamu akan sadar bahwa mengejar passion bukanlah hal yang mudah. Merasa jika pilihan yang kamu ambil telah salah, lalu hidupmu pun hanya sekedar menjalani rutinitas saja. Kamu pun jadi stuck di pekerjaan yang tidak diharapkan itu.

Tapi tunggu dulu, bukannya semua belum terlambat? Meski ternyata kini kamu tengah merasa berada ditempat yang tak sesuai dengan passion-mu. Pasrah bukanlah pilihan yang harus dijalani, karena tidak ada tempat kerja yang sempurna. Cobalah untuk mengasah skill baru dengan dunia yang kamu jalani sekarang ini, bukankah ini jauh lebih bermanfaat? Kamu bisa memiliki kemampuan baru tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Pilihan ini akan lebih menunjukkan kedewasaan yang sebenarnya.

Meski Hidup Terasa Pelik Bukan Berarti Kamu Harus Menyerah Pada Mimpi-mimpimu

Meski kadang hidup berjalan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan bukan berarti kamu lantas menyerah. Hadapi semua masalah yang ada dengan berani dan percaya diri, lari dari masalah tak akan membuat hidup lebih baik. Sebaliknya jadikan semua kegagalan yang datang sebagai energi yang akan mendukung kamu untuk jadi lebih kuat. Kedewasaan akan membuat kamu sadar bahwa waktu berjalan lebih cepat dari perkiraan. Memilih menyerah pada mimpi yang kamu punya mungkin memang membuatmu lega dalam beberapa saat, tapi akan membuat kamu menyesal hingga akhir hayat.

Cobalah untuk bisa membuka mata pada kemungkinan yang bisa saja terjadi. Lakukan sesuatu yang baru untuk menebus rasa kecewa pada mimpi yang telah lalu. Karena kamu tentu tidak akan pernah tahu, jika tidak mencoba untuk mencari tahu. Meski hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, jangan kecewa dulu. Ini adalah sesuatu yang wajar terjadi, karena kita adalah manusia biasa bukan Dia yang Maha Esa.

Akhirnya Kamu Pun Sadar Bahwa Dewasa Bukan Tentang Angka Usia Tapi Bagaimana Cara Memandang Hidup Yang Sebenarnya

Kedewasaan tidak hanya dinilai dari seberapa besar angka usia, bukan juga tentang cara bicara yang menjadi lebih serius. Semuanya tentang bagaimana pola pikir yang kamu pakai untuk menyikapi hidup. Bagaimana harus bersikap dan menempatkan diri, hingga kepada perilaku-perilaku lain yang sudah tak seharusnya dilakukan. Walaupun ini akan jadi sesuatu yang menyita pikiran, tapi berhasil membuat kamu sadar. Bahwa ini adalah hidup yang sesungguhnya kamu harapkan.

Kamu pun sampai pada sebuah kesadaran bahwa semua hal baik butuh jeda waktu untuk tumbuh dan berbuah. Dengan kata lain kamu memang harus tetap belajar setiap waktu dan sepanjang waktu. Ini adalah sesuatu yang harus kamu pahami lebih dalam untuk bisa bersikap dewasa. Abaikan perkataan yang datang dari luar dan mulailah fokus pada dirimu sendiri. Karena untuk segala sesuatu, yang kamu butuhkan hanyalah alasan yang rasional untuk dapat menentukan pilihan.

Jatuh bangun adalah masalah biasa, tapi pilihan setelah jatuh akan jadi penentu. Kamu hanya membutuhkan sebuah pemikiran baik dan keberanian untuk bisa menentukan apa yang harus dilakukan dan ditinggalkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top