Feature

Potensi Selingkuh dari Pamer Kemesraan di Media Sosial

Yap, foto mesra di media sosial, kadang hanyalah topeng untuk menutupi keretakan hubungan. Beberapa pasangan selebriti bisa jadi tolok ukur untuk melihat fenomena ini. Biasa disebut public display of affection (PDA) atau pamer kemesraan di depan publik, nyatanya sering terjadi jua di dunia nyata.

Netijen di media sosial tentu tak asing dengan berbagai macam pose mesra para orang terkenal. Mulai dari selebriti, penyanyi, selebgram, youtuber hingga siapa saja mereka yang merasa banyak dikenal orang.

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial.

Mulai dari profil Facebook yang menyatakan status hubungan mereka sampai dengan menautkan id profil nama pasangan di Bio instagram. Terlalu mudah ditebak, foto mesra yang dibagikan pun hanya untuk meraup ‘like’ dan ‘komentar’. Yap, orang-orang ini menganggap hubungannya akan kian bagus, jika mereka berhasil untuk menujukkan keintiman dari foto dan video mesra yang mereka bagikan.

Berangkat dari temuan tadi, benarkah kita merasa baik-baik saja atas ribuan foto mesra yang kita bagikan di sosial media, atau justru ada persoalan lain yang sedang menderu?

Merasa Ini Perlu, Agar Dunia Tahu Jika Hubungan Kita Sedang Baik-baik Saja Bahkan Selalu Bahagia

Masih hasil penelitian yang sama, sejumlah pasangan konon memiliki kecenderungan untuk menutupi hal-hal yang sebenarnya sudah tak nyaman dalam hubungan. Dan salah caranya, dengan membuat orang melihat bahwa kehidupan kita berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan. Padahal yang sesungguhnya dirasakan kehilangan kebersamaan dan kemesraan yang benar, sebab yang apa yang dilakukan hanyalah sebuah tameng untuk terlihat mesra di media sosial.

Bukan Sedang Ingin Berbagi Bahagia, Kita Hanya Berusaha Menutupi Keretakan Hubungan di Media Sosial Saja

Masih dari pernyataan Goldstein, mengunggah foto bersamaan dengan caption “sayangku”, “cintaku” yang juga disertai beberapa hastag pendukung macam #Loveyouforever #Happy atau sejenisnya, juga bisa diartikan bahwa kita dan pasangan sedang berupaya untuk menciptakan keterikatan satu sama lain, dan dalam titik tertentu cenderung mencerminkan sikap posesif.

Percayalah ini bukan berbagai bahagai seperti yang kita pikir. Tindakan ini tak lebih dari sekedar malahikan kebohongan baru untuk kebohongan yang sudah lalu.

Sebab Kita Seolah Percaya, Like dan Komen yang Diterima Adalah Bentuk Kepercayaan Mereka Jika Hubungan Kita Baik-baik Saja

“Seringkali orang-orang itu hanya mencari validasi atas hubungan mereka di depan teman-teman media sosial. Likes dan komentar dalam media sosial tersebut mereka anggap sebagai bentuk validasi,” tambah Goldstein dikutip dari The Atlantic.

Bagaimana? Nampak menyinggung kita bukan? Sudah, tak perlu mengelak. Karena bisa jadi, aktivitas posting foto mesra berdua yang selama ini kita lakoni memang cuma sekedar ingin beharap like dan komen dari orang-orang di media sosial. Untuk kemudian, kita merasa senang. Sebab yakin bahwa mereka percaya bahwa hidup kehidupan hubungan kita lebih bahagia mereka.

Tapi Coba Pahami Persoalan Ini, Layakkah Hal Tersebut Dijadikan Solusi?

Memang media sosial kini berubah jadi wadah untuk menumpahkan semua hal yang kita ingin bagikan. Namun, untuk persoalan yang sedang melanda hubungan. Tentulah tak etis jika harus dibagikan ke media sosial. Kita tak harus berbicara jika kita memang sedang renggang, tapi tak juga dirasa perlu untuk memasangan kebohongan atas hubungan yang justru jadi beban baru.

Batasi apa yang ingin dibagikan, dan tak perlu terus berpura-pura senang jika memang sedihlah yang kita rasakan. Tampak bahagia di media sosial, memang terlihat menyenangkan. Tapi kebohongan akan selalu jadi beban.

Refleksikan Kembali Hubungan dengan Pasangan, Apakah yang Sebenarnya Kita Butuhkan untuk Memperbaiki  Hubungan

Bebagi foto (pura-pura) mesra tentu bukanlah jawabannya. Untuk perkara relasi dengan pasangan, entah itu pacar, atau suami/istri, baiknya dibawa dalam komunikasi langsung dengan bertatap muka. Pilihan ini lebih memudahkan kita mencari solusi apa yang tepat untuk memperbaiki hubungan. Bukan malah terus menerus berbagi foto mesra seolah-olah tak ada masalah, padahal sebenarnya ada keretakan dalam hubungan kita.

Tapi fakta lain yang juga perlu diingat, kenyataann ini tak selalu berlaku untuk mereka yang membagikan foto mesra. Tapi, sebagai netizen yang baik kamu pasti tahu. Pasangan mana saja  yang benar-benar bahagia dari foto berdua yang dibagikannya atau yang sedang berpura-pura bahagia dengan mengunggah foto mesra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Keanu Reeves, Gahar di John Wick Namun Sopan Dengan Wanita Di Dunia Nyata

Kali ini nama Keanu Reeves jadi bahan perbincangan bukan karena aksinya dalam film, tapi karena bagaimana ia bersikap kepada para penggemar wanita.

Puja-puji netizen datang karena salah seorang pengguna twitter membagikan beberapa foto Keanu yang berpose bersama dengan beberapa perempuan. Adapun hal yang membuatnya dipuji itu karena bagaimana ia bersikap dalam meladeni orang-orang untuk berselfie atau berfoto bersama.

Sumber : Twitter

Pada foto-foto yang beredar, tangan Keanu selalu terliat tak menyentuh perempuan di dekatnya. Untuk itu, warganet berlomba-lomba untuk memberinya sanjungan karena dianggap tahu bagaimana bersikap sopan pada perempuan.

Lelaki 54 tahun tersebut memang selalu meletakkan tangannya di belakang tubuh para perempuan tanpa menyentuh mereka. Bahkan tak hanya pada satu potret saja, foto-fotonya yang lain juga ia bersikap serupa.

Sumber : Twitter

Tak hanya posenya bersama beberapa penggemarnya, Keanu Reeves berfoto bersama musisi Dolly Parton, dan pose Keanu saat ia sedang berada di lokasi latihan menembak untuk film John Wick: Chapter 3 – Parabellum yang beberapa waktu lalu tayang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dibuka 20 Juni, Pameran Instalasi Seni Kelas Dunia Hadir di Jakarta

Setelah sukses dengan dua pamerannya di Kota Tokyo, Jepang tahun lalu. Kali ini, pameran seni kelas dunia, ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’ akan hadir di Jakarta.

Bertempat di Mall Gandaria City Lantai 2, Jakarta Selatan, pameran ini akan berlangsung di area seluas 2.000 meter persegi, dengan 5 karya instalasi interaktif. Dan Teknologi digital yang digunakan dengan usungan konsep kreasi kolaborasi atau co-creation, akan jadi sesuatu yang baru bagi pengunjung yang akan datang ke sana. Sorak Gemilang Entertainment (SGE) Live jadi pihak yang berperan untuk membawa teamLab asal Jepang ke Ibu kota dalam skala yang lebih besar.

Melalui CEO SGE Live, Mervi Sumali, Ia bercerita tentang apa yang kemudian memicunya untuk membawa teamlab hadir di Jakarta.

 

“Saya jatuh cinta dengan artwork dari teamLab, padahal untuk melihatnya harus berkunjung ke negara tetangga. Saya lihat, semua orang harus berinteraksi dengan artwork-nya, melihat itu tuh saya jadi amaze. Takjub,” katanya dalam pagelaran jumpa pers ‘teamLab Future Park’ di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Lebih lanjut, ia juga berharap jika kehadiran teamlab ini bisa memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para pengunjung. Baik anak-anak atau pun orang-orang dewasa. Bahkan Mervi juga meyakini jika instalasi karya seni ini akan sangat disukai para milenial yang konon dekat dengan instagram dan visual art.

“Generasi muda kan suka sekali instagram, tapi sejauh ini visual art yang ada belum bisa berinteraksi. Dan saya pikir orang Indonesia sudah sangat siap untuk sesuatu yang seperti ini. Karena ketika saya melihat pameran yang tahun lalu berlangsung di Jepang, banyak juga orang Indonesia yang sengaja datang”. Tutur Mervi.

Selain itu, CEO teamLab Kids, Akitae Matsumoto, yang juga hadir menuturkan jika project ‘Future Park’ yang sudah dimulai 5 tahun yang lalu ini, memiliki 2 konsep.  

“Kreativitas dan bermain, ada co-creation konsep di pameran ini. Kamu dapat menikmati karya seni kami sendirian, tapi nggak akan seru. Di saat bersamaan kamu juga harus bermain dengan orang lain dan itu akan lebih fun. Itulah konsepnya,” tukasnya.

Menghadirkan 5 karya instalasi digital, yakni Animal Flowers, Symbiotic Lives, Graffti Nature: Lost, Immersed and Reborn, Sliding through the Fruit Field, Sketch Aquarium, dan Light Ball Orchestra. Akitae menuturkan, setidaknya ada sekitar 600 orang lebih yang turut serta untuk membuat konsep dari teamlab ini.

Akan dibuka mulai tanggal 20 Juni hingga 20 Desember 2019 mendatang, kamu bisa mendapatkan tiket masuk dengan mengakses website resmi atau mengunjungi ticket boothnya langsung di Gandaria City. Akan dibagi pada 8 slot, demi kenyamanan pengunjung dalam menikmati instalasi tersebut jumlah pengunjung akan dibatasi 200-300 orang per hari.

Sebagai bentuk resmi dari pembukaannya, pameran seni kelas dunia ‘teamLab Future Park’ tersebut akan dibuka nanti malam oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buatmu yang Menolak Mencuci Handuk Seminggu Sekali

Tak peduli handukmu masih wangi atau tidak, jika sudah seminggu, sudah ada bakteri yang berdiam diri disana. Dan ini berlaku juga untuk seprei yang menempel di kasur tempat tidurmu. Pada dasarnya, bakteri dan jamur akan mulai menumpuk setelah handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh. Namun pertumbuhan bakteri dan kuman bisa melambat jika handuk tidak lembap atau segera dikeringkan setiap kali selesai digunakan. Agar lebih paham, kamu perlu tahu beberapa fakta yang terjadi atas handukmu bahkan sejak 3 kali pemakaian.

Bakteri Sangat Mudah Berlipat Ganda Pada Handuk Kita

Anggapan jika handuk hanya digunakan untuk menggosok tubuh setelah mandi, membuat kita berpikir bahwa kain tersebut tidak kotor kan? Lagipula ditaruhnya pun digantungan, sehingga besar kemungkinan ia terhindar dari debu atau kotoran lain. Tapi, itu yang kita bayangkan.

Padahal yang sesungguhnya terjadi, ketika kita menggunakan handuk selepas mandi itu akan jadi awalan untuk bakteri berkembang biak di sana. “Itu terus menumpuk saat kamu menggunakan handuk lagi, hari demi hari,” kata Chuck Gerba, PhD, profesor mikrobiologi di University of Arizona.

Bahkan nih, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Gerba menemukan jika handuk bekas memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada yang baru dibeli. Ditambah lagi, bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembab, sehingga mereka akan tumbuh subur di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup, tempat dimana kita menggantungkan handuk. Dengan kata lain, handuk jadi salah satu benda tempat bakteri paling banyak bersarang.

Dan Hasilnya Bisa Membuat Kulit Infeksi dan Jerawatan

Ingat ya, menggosok wajah dengan handuk kotor membuat kita beresiko terkena infeksi. “Ketika kita menggunakan handuk dengan penuh semangat, kita sering menggaruk kulit tubuh dan wajah,” kata Dr. Gerba.

Nah kerusakan kecil di kulit kita — yang munkgin jarang diperhatikan — memberi jalan masuk bagi bakteri ke dalam tubuh. Namun, hal tersebut menjadi sesuatu yang “sangat tidak biasa” jika tubuh justru menerima penyakit dari handuk kita, kata Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan ketua kedokteran dan epidemiologi rumah sakit di South Rumah Sakit Komunitas Nassau.

Memang sih, kuman tersebut tidak membuat kita sakit. Tetapi kita jadi pihak yang justru menjemput penyakit dari handuk tersebut, dan mempersilahkan mereka berkembang biak dalam tubuh kita.

Maka jika cenderung berjerawat, itu artinya kita perlu untuk mencuci handuk setiap kali menggunakannya. Sebab, saat kita menggosok kulit dengan handuk, bersamaan dengan itu pustula kulit pun terbuka, hal ini sekaligus jadi jembatan bagi bakteri yang ada di handuk kita untuk menyerang kulit yang kemudian berubah jadi jerawat.  

Untuk Itu, Begini Cara Menjaga Handukmu Senantiasa Sebersih Mungkin

Meski katamu tak ada orang lain yang memakai atau menyentuh handukmu. Para peniliti dan ahli kulit yang namanya sudah disebutkan diatas, menyarankan agar kamu selalu mencuci handuk setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali. Lebih dari itu, siap-siap saja akan ada mikroorganisme yang berkembang disana dan membuat handukmu kotor.

“Kita mungkin tidak sakit setelah menggunakan handuk selama dua minggu, tetapi bukan itu intinya,” kata Dr. Tierno. “Apakah kita akan mengenakan pakaian dalam yang kotor (kecuali ada keadaan darurat) setelah mandi bersih?” Ini sangat mirip dengan apa yang kita lakukan setelah beberapa kali memakai handuk dalam posisi yang masih kering. Dan tak hanya handuk, kamu juga diminta untuk membersihkan benda lainnya. “Saat kamu melakukannya, jangan lupa untuk mencuci barang-barang lain yang tidak cukup bersih juga”. sambung Dr.Tierno lagi. 

Selain kebiasaan untuk mencuci handuk pada durasi waktu yang sudah disebutkan tadi. Kita juga wajib memastikan jika handuk selalu dalam posisi kering setelah pemakaian. Ya, setidaknya taruh ia pada tempat kering yang bisa mengurangi kelembapannya setalah dipakai melap tubuh yang basah.

Alih-alih melipatnya, kita lebih disarankan untuk menjemurkan. Sehingga dengan begitu, kondisi handuk bisa tetap kering. Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana cara untuk menjaga kebersihan handuk kita. Jadi tak ada alasan lagi untuk tetap memakai handuk hingga berminggu-minggu lamanya. Tapi jika kamu memang ingin tubuhmu diserang kuman dan wajahmu jadi berjerawat, ya silahkan saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top