Feature

Popularitas Artis Korea, Tak Membuatnya Lupa dengan Agama

Arus K-Pop semakin lama semakin gencar dan kencang di penjuru dunia dengan adanya fans K-Pop yang semakin militan kala memandang idolanya. Namun popularitas dari para idola yang dielu-elukan tersebut, membuat kadar posisi para idola hampir setingkat dengan seseorang yang dimuliakan. Tak jarang fans militan ini membela idolanya seolah mereka adalah Tuhan.\

Meskipun popularitas tinggi dimiliki para pelaku industri K-Pop ini, tak membuat mereka lupa dengan agamanya. Meski Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan masyarakat yang menganut Atheis atau tidak percaya kepada Tuhan. Perihal agama memang dianggap sebagai isu sensitif dan privasi seseorang. Namun banyak juga kok selebriti Korea yang mengungkapkan kecintaan terhadap agamanya lewat wawancara atau media sosial.

Menjalani Proyek Kemanusiaan dan Menjadi Misionaris di Masa Depan

Salah satu anggota Super Junior yang memiliki banyak penggemar adalah Siwon. Sebagai selebritis ternyata ia memiliki sebuah nilai humanis dengan berpartisipasi dalam sebuah proyek kemanusiaan yang bertajuk ‘You Matter’ dan ‘Jonghyun Legacy’. Proyek ini dilakukannya bersama dengan sebuah komunitas musik Kristen kontemporer, 3rd Wave Music.

Siwon dan 3rd Wave Music akan mengampanyekan perihal menjadi pendengar baik yang sesama manusia dan berharap dapat lebih dekat dengan Tuhan. Bahkan saat menjalani wawancara dengan CNN ia mengatakan ingin menjadi misionaris di masa depan.

Penampilan Memperlihatkan Rasa Cinta terhadap Agama yang Diemban

Taeyang dari Bigbang, hampir sama dengan Siwon, cowok berparas tampan ini memperlihatkan kecintaannya terhadap agama yang dianut. Tasnya selalu disi dengan Alkitab yang dijadikan renungan saat pagi yang merupakan rutinitas yang wajib dilakukan setiap hari.

Begitu pula saat Taeyang menjalani pemotretan dengan brand fashion Fendi, ia mengusung konsep ‘kasih’, ‘iman’, dan ‘pengharapan’, yang merupakan dasar paling penting untuk umat Kristen. Rasa cintanya tak berhenti sampai disitu. Tubuhnya pun dihias dengan tato bergambar salib, dan gereja menjadi tempat kesukaannya.

Melakukan Pelayanan Gereja Saat Waktu Kosong

Ternyata tak cuma Taeyang yang menjadikan Akitab sebagai pedoman hidup, Daesung pun juga memliki pemikiran yang sama. Renungan Alkitab setiap pagi selalu berusaha dilakukannya. Baginya gereja adalah tempat yang paling nyaman untuknya, bahkan apabila dibandingkan dengan sebuah rumah, Terlahir dari keluarga yang suka mengurus gereja, waktu kosongya pun dipakai untuk memberikan pelayanan.

Tak Akan Berubah meskipun Dunia Menginginkannya

Bewhy adalah sosok rapper underground yang dikenal karena akrab dengan dunia kelam. Rapper kelahiran 1993 terkenal sebagai umat protestan yang kuat. Lirik dalam lagu bikinannya pun selalu  memakai kata-kata ‘Day Day’ dan ‘Forever’ yang merupakan salah satu kalimat religius di Alkitab. Bewhy secara tegas juga mengatakan kalau dirinya bisa berada diposisi sekarang karena imanaya sehingga ia tak akan berubah seperti apa yang dunia mau.

Bagian dari Anggota Paduan Suara di Gereja

Rose Blackpink tak disangka-sangka menjadi salah satu debutan yang mantap ketika bergabung dengan YG Entertainment. Kemudian foto-foto terkait dirinya saat ia melayani gereja di Australia dengan bermain piano, gitar, sampai paduan suara pun beredar. Tahun lalu ia menyempatkan pulang ke Australia dan dirinya mengaku kalau waktunya lebih banyak di Gereja karena menemukan kedamaian di sana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top