Feature

Perubahan Pasti Terjadi, Termasuk Saat Bertemu Dia yang Selama Ini Kamu Cari

Setelah sekian lama mencari, akhirnya kamu menemukan dia yang sekarang jadi pasanganmu. Kesukaran saat mencari memang masih membekas dalam hati, namun hidupmu jauh lebih bahagia sekarang. Tak lagi kamu merasa sendiri dalam menjalani kehidupan.

Sekarang ada teman berbagi baik dalam suka maupun lara. Sadar tak sadar, tapi yang pasti, kamu pun merasakan ada perubahan yang terjadi dalam hidupmu. Ya, asmara dan afeksi pasti memberikan dampak tersendiri untukmu.

Kamu Tak Lagi Merasa Sendirian, yang Ada Justru Merasa Aman dan Tenteram

Kamu bertemu dengan dia yang selama ini kamu cari sebab dia benar-benar mau menerimamu apa adanya. Betapa menyenangkan, kamu tak perlu berpura-pura jadi orang lain saat sedang dihadapannya hanya demi membuatnya tetap berada di dekat kita.

Kamu yang punya selera dan porsi makan yang banyak, suka tertawa, bahkan tak bisa jaim, semua fakta itu tak perlu kamu sembunyikan. Yang terpenting, tak ada lagi perasaan kesepian semenjak kedatangannya. Di lain sisi, hadirnya sudah mampu membuatmu merasa aman dan tenteram.

Hatimu Akan Berhenti Bertanya-tanya Serta Tak Akan Banyak Drama

Kamu dan dia sudah saling percaya sehingga tak perlu mengintrogasi pasanganmu lagi. Rasa percaya itu muncul lantaran kalian sudah saling menjaga hati satu sama lain. Ya, saling percaya dan menjaga perasaan masing-masing justru semakin menyehatkan hubunganmu. Di lain sisi, bersama orang yang tepat akan membuat kisah cintamu minim drama.

Masing-masing darimu memilih untuk tidak egois atau memaksa kehedak sendiri. Justru, kalian saling memberi dukungan terhadap masing-masing agar bisa bersikap terbuka dan tak perlu mengumbar kode yang membingungkan.

Bersamanya, Kamu Tak Akan Mempermasalahkan Hal-hal Kecil yang Bisa Memicu Konflik

Kamu sudah bisa memaknai arti sebenarnya dari sebuah hubungan saat bersamanya. Saat ada masalah pun kalian sudah mengerti bagaimana mengatasinya tanpa perlu membesar-besarkan masalah tersebut.

Karena kalian saling memahami bahwa masalah kecil lebih baik segera diselesaikan dibanding jadi pemicu konflik. Kalian saling meyakini bahwa tiap masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Kalau Dipikir-pikir, Ternyata Kamu dan Dia Punya Banyak Sekali Kemiripan

Kemiripan yang satu ini bukan perkara wajah, namun soal pola pikir, hobi, selera humor, sampai musik pun ternyata kalian nyambung. Kesamaan semacam ini yang semakin menyatukan kalian. Rasanya, membicarakan banyak hal dengannya tak pernah menemukan kata bosan sebab kamu selalu menemukan bahan pembicaraan yang baru.

Ditengah Kesibukannya, Dia Tetap Memprioritaskanmu

Sesibuk apapun aktivitasnya, dia akan tetap membalas pesan dan mengabarimu. Ya, dia tak akan membuatmu menunggu berjam-jam perihal kabarnya. Karena yang namanya menghubungimu adalah sesuatu yang sudah jadi prioritasnya tanpa perlu diminta.

Di lain sisi, pelan tapi pasti kamu pun mulai memahami yang namanya dinamika sebuah hubungan meski tak selalu bertemu setiap saat, pada akhirnya kamu akan tetap jadi prioritasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cintamu Harus Lebih Besar dari Egomu, Tapi Tak Boleh Lebih Besar dari Harga Dirimu

Perjalan kisah antara dua orang insan, jadi cerita yang tak akan ada habisnya. Benar memang, ini adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari hidup manusia, sebab asmara juga turut membantu kita dalam berbagai macam perubah. Ya, setelah rentetan fase yang kadang membolak-balikkan hati. Kita akan sampai pada titik yang mungkin sulit untuk dimengerti. Bertahan atau memilih pergi?

Perkara cinta memang tak akan ada habisnya, namun untuk memelihara cinta dengan benar. Kamu perlu tahu, sejauh mana hak dan kewajiban yang kita punya dalam hubungan. Semua rasa, baiknya ditunjukkan dengan porsi yang secukupnya saja. Tak berlebihan tapi juga tak kurang.

Untuk Segala Perkara, Kamu Harus Bedakan Apa yang Menjadi Hak dan Kewajiban dalam Hubungan

Coba ingat berapa kali kamu dituntut atau menuntut pasangan dengan cara yang berlebihan? Memaksanya untuk menjemput selepas kerja, padahal ia sedang sibuk-sibuknya, atau tak saling terbuka untuk perkara-perkara yang menyangkut hubungan berdua.

Beberapa hal boleh menjadi hak seorang perempuan, tapi kamu juga perlu paham situasi dan keadaan. Mencinta tak melulu harus menuruti semua maumu, sebab biar bagaimanapun ia juga punya sisi lain dari kehidupan yang harus ia jalani.

Sejalan dengan itu, kamu pasti paham bahwa kepercayaan dan keterbukaan adalah kunci dari sebuah hubungan. Tapi jika hal ini saja belum bisa kamu jalankan, itu artinya masih ada ego yang berakar.

Redam semua hal-hal yang berpotensi merusak hubungan, dengan mempertimbangkan apa yang akan menjadi resiko pada masa yang akan datang.

Kamu Mungkin Salah, Tapi Berdiam Diri Saat Diperlakukan Kasar, Bukanlah Pilihan yang Benar

Tak hanya dalam biduk rumah tangga saja, kekerasan dalam hubungan sering terdengar dari mereka yang masih berpacaran. Benar memang, tak ada manusia yang sempurna. Setiap kita bisa saja khilaf dan terbawa emosi atas situasi yang ada di depan mata. Tapi untuk kesekian kalinya, kamu harus paham. Diperlakukan dengan kasar oleh pasangan dengan alasan kesalahan sendiri, bukanlah sesuatu yang layak kamu terima dengan berdiam diri.

Sebagaimana ia yang katanya emosi dan tak sadar sudah melayangkan tinju padamu, harusnya juga bisa tahu jika kesalahan yang kamu lakukan bukanlah sesuatu yang disengaja. Jangan biarkan cinta membuatmu bodoh, dengan tak berbuat apa-apa ketika harga dirimu sudah diinjak oleh dia yang mengaku cinta.

Lagi-lagi Untuk Alasan Cinta, Kamu Tetap Memilih Diam Meski Dia Sudah Mendua

Coba pikirkan kembali, hakikat dari jalinan cinta yang disepakati berdua pastilah tentang kamu dan si dia. Lalu jika ternyata ada orang lain yang tiba-tiba masuk dalam hubungan, itu artinya ada sesuatu yang sudah dilanggar. Tak perduli itu dilakukan laki-laki atau perempuan, mendua dari pasangan bukanlah sesuatu yang patut dibenarkan.

Sampaikan cintamu dengan rasa yang benar, bukan diam meski sudah diduakan. Katakan padanya, jika apa yang diperbuatnya adalah sesuatu yang salah dan tak boleh bisa diterima begitu saja. Beberapa kali kamu mungkin harus diam, untuk meredam pertengkaran. Tapi jika sudah diduakan, itu artinya kamu tak lagi berharga di matanya. Lalu masihkah kamu akan bertahan dengan alasan cinta?

Cinta Jelas Tak Salah, Tapi Cara Kita Memahaminya Sering Kali Tak Searah

Terlalu sering dihajar oleh pertengkaran yang hebat, bahkan kerap sulit untuk menemukan jalan keluar. Dengan embel-embel rasa sayang yang konon jadi alasan bertahan, sakit hati dan luka kerap kita kesampingkan. Tak ada yang bilang, jika hubungan yang kita jalani akan berjalan tanpa hambatan. Tapi teruse menerus diterus bertengkar hanya karena perbedaan pandangan. Itu artinya ada hal yang perlu dibicarakan.

Mengalah untuk menyelamatkan hubungan memang baik untuk dilakukan, tapi itu hanya berlaku untuk beberapa hal. Jika dirimua justru selalu jadi pihak yang mengalah, coba pikirkan lagi. Apa iya semua pertengkaran jadi salahmu? Tidak juga kan!

Ini bukan tentang cinta yang salah atau bukan, hanya saja kadang kita gelap mata dan dibutakan keinginan. Berpikir bahwa dia adalah orang yang layak disayang, padahal kita hanya dijadikan pelarian.

Suarakan Apa yang Kamu Tak Suka, Jangan Diam Hanya Karena Tak Mau Terluka

“Sabar dulu aja, nanti juga dia berubah”, jadi jargon yang acap kali kita pakai untuk menghibur diri sendiri. Bukan karena tak bisa melawan, atau menyuarakan bentuk tidak suka pada dia yang menjadi pasangan. Namun ketakutan untuk kehilangan, terasa lebih besar dari hak yang harusnya kita dapatkan.

Masa krisis seperti ini, memang membuat kita sulit untuk berpikir jernih. Keputusan-keputusan yang sudah diyakini, bisa saja kita urungkan hanya karena tak mau sendiri, tak mau sakit hati jika nanti ia memilih pergi. Menunda untuk menyampaikan isi hatimu, mungkin akan meredam suasana sebentar. Tapi bukan tak mungkin pula akan lahir luka lain yang juga menyakiti. Percayalah, cinta yang baik tak akan membuatmu bersedih, apalagi melukai hatimu.

Selalu Ingat, Bahwa Kamu Punya Hak yang Serupa dengan si Dia

Kenyataan bahwa tak ada cinta yang tak akan menuai kecewa, jadi fakta yang memang pastilah akan kita rasa. Dan sebagai dua orang yang saling cinta, saling menghargai jadi pondasi utama yang harus kalian jadikan patokan utama. Berusaha mempertahankan hubungan, jika memang masih ada titik terang. Memang baik untuk dilakukan, tapi jika ternyata itu justru mengobarkan hak dan harga dirimu. Kamu perlu untuk mempertimbangkannya lagi.

Bukan tentang siapa yang menjadi perempuan dan siapa yang menjadi laki-laki. Hubungan yang baik akan menempatkan kamu dan dia pada posisi yang setara. Tak ada yang berhak untuk melarang, dan tak ada yang hanya boleh mengikuti aturan tanpa bisa bersuara atas ketidaksukaan. Kamu dan dia sama, sama-sama jadi pihak yang sedang mencoba untuk saling memahami.

Lalu, Haruskah Terus Bertahan dengan Hati yang Terluka atau Memilih Pergi Untuk Hidup yang Lebih Bahagia?

Untuk bisa mencinta dengan benar, kamu memang perlu menurut sertakan logika dan perasaan. Kamu harus paham, siapa dia yang akan kamu cintai untuk bisa lebih memahami dia dengan logikamu sendiri. Mencintai dia dengan benar, sebagaimana perasaan yang ia telah tunjukkan.

Tapi sejalan dengan itu semua, ada pula hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukan. Bertahan dalam hubungan jadi mimpi semua orang, tapi kamu juga harus jeli melihat bagaimana kejelasan yang akan diperoleh dari ini semua.

Pelihara rasa cintamu dengan skala yang lebih besar dari rasa egomu, tapi jangan sampai melebihi harga dirimu. Sebab cinta bukanlah alasan, untuk orang lain bisa berbuat sesuka hati padamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sudah Bekerja Lama Namun Gaji Belum Seberapa, Ada Beberapa Hal yang Bisa Memacu Semangatmu Kembali

Mungkin kamu sempat merasa bahwa apa yang kamu alami saat ini tak sesuai ekspektasimu saat dulu masih muda. Kamu sudah bekerja lama, namun gajimu masih saja belum seberapa. Ingatlah bahwa semua butuh proses. Kamu tak akan bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kamu butuh berjuang untuk menggenggam semua yang kamu inginkan.

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Saja Kamu Pun Harus Berjuang Mati-matian kan?

Apa yang sudah kamu alami di masa silam adalah sebuah pelajaran yang bisa membuatmu lebih dewasa dan lebih kuat di hari sekarang. Begitu pun dengan apa yang terjadi di hari ini, merupakan sebuah bentuk pembelajaran untuk membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Kamu Terus Menerus Hidup dengan Dikerjar Target Kerjaan

Di luar sana masih banyak orang yang bingung mencari pekerjaan. Sedangkan kamu sudah mendapatkannya meski gajinya mungkin belumlah seberapa. Syukuri saja apa yang kini sudah kamu miliki. Dengan hal ini kamu akan tahu, bagaimana susahnya dulu orangtuamu mencari nafkah untuk memenuhi segala kebutuhanmu.

Lembur Pun Menjadi Hal Biasa Demi Memenuhi Segala Kebutuhanmu

Kamu harus mengorbankan waktu istirahatmu demi memenuhi target pekerjaanmu. Karena itulah lembur sudah akrab kaitannya dengan rutinitas kehidupanmu. Mungkin memang berat. Namun ingatlah kembali bahwa kamu lebih beruntung dibanding banyaknya orang yang masih hidup kekurangan di luar sana.

Terkadang Kamu Sampai Lupa untuk Mengunjungi Keluarga

Karena kesibukanmu selama ini, kamu pun jarang memiliki waktu untuk dirimu sendiri. Terlebih untuk mengunjungi keluarga besarmu. Rasanya hal itu sudah menjadi momen langka. Namun hal ini akan mengajarkanmu bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga.

Harus Lebih Selektif dalam Membelanjakan Uang Untuk Pengeluaran

Kamu tahu seberapa keras kamu harus berusaha demi mendapatkan uang. Karena itulah kamu terbentuk menjadi pribadi yang menghargai nilai uang itu sendiri. Kamu pun akhirnya menjadi seorang yang selektif dalam membeli sebuah barang, apakah itu memang kebutuhan atau hanya keinginan yang tak memiliki faedah apapun nantinya.

Sedih Memang Saat Kamu Belum Mampu Memberikan Suatu yang Berharga untuk Orangtua

Meski kedua orangtuamu tak pernah meminta apapun kepadamu. Namun sebagai seorang anak tentu ada kalanya kamu ingin memberikan sesuatu yang bisa membuat kedua orangtuamu bahagia di hari tuanya. Hal inilah yang akhirnya akan membuatmu terpacu untuk terus bekerja keras agar mampu membanggakan dan membahagiakan kedua orangtuamu.

Mengeluh Bukanlah Sebuah Solusi yang Tepat untuk Menuntaskan Masalahmu

Kamu pun sadar bahwa sebanyak apapun kamu mengeluh, hal itu tak akan merubah apapun. Kamu hanya akan membuang energi dan tenagamu secara percuma. Bagaimana pun kamu harus tetap belajar bersyukur agar kamu lebih bahagia dalam menjalani apa adanya kondisimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untukmu yang Suka Pelesiran ke Mall-mall Besar, Kenapa Tidak Coba Buka Usaha Jasa Titip?

Pernah dengar bisnis jasa titip? Sekilas usaha semacam ini mudah dilakukan dan kita bertanya, seberapa menjanjikan pendapatan yang bisa diperoleh? Kalau kita mau telisik lagi, usaha jasa titip atau lebih populer dengan sebutan jastip sedang berkembang dengan pesat. Selain mudah, harga yang dipatok para penyedia jasa ini untuk sekali titip pun tak mahal.

Menurut mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia jastip, karena mudahnya akses ke pembeli dan penjual, sekarang peminatnya semakin banyak. Bahkan penyedia layanan jastip tak hanya bersedia membelikan barang-barang produksi dalam negeri, tapi ada juga yang membuka jasa titip untuk membeli barang-barang luar negeri.

Nah mungkin kamu yang sedang terpikir mencari pekerjaan sampingan dan modal baik untuk menikah atau sekadar menabung, mengapa tak coba jasa yang satu ini? Pekerjaan jastip tergolong mudah lho, apalagi untukmu yang sudah lama terbiasa pelesiran ke mall-mall besar di Ibu Kota.

Bisnis ini cukup menggiurkan. Misalnya, untuk buka jasa titip satu item barang, ada yang mematok harga Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Kalau dikalikan belasan item saja, sudah lumayan bukan? Nah kalau jumlah titipan dalam sebulan bisa meraup omzet besar, kenapa kamu tak mencobanya?

Pertama, Tentukan Dulu Jenis Barang dan Target Pasarnya, Jangan Serba Asal Jastip ya Kawan

Kamu bukan toko online yang siap menerima segala jenis barang. Untuk pemula, sebaiknya hindari dulu ya. Sebagai dropshipper, tugsamu hanya mengunggah foto produsen kemudian ditawarkan pada pembeli atau juga bisa diunggah di media sosial milikmu. Setelahnya tunggu saja sampai menerima pesanan.

Tugas besar seorang penyedia jastip ya memang bepergian dari satu mall ke mall lainnya atau ke pameran untuk membeli barang secara langsung. Nah, bayangkan kalau misalnya kamu menerima segala jenis pesanan, justu menyulitkan mobilitasmu, bukan? Jadi di awal bisnis, pilih saja, misalnya kamu mau buka jastip untuk kosmetik atau pakaian saja. Lakukan usaha ini secara konsisten sampai mendapat perhatian dari pasar.

Untuk Menentukan Item yang Bisa Di-Jastip, Lakukan Riset Kecil-kecilan dari Satu Mall ke Mall Lain, Demi Mencaritahu Ketersediaan Barang yang Kamu Tawarkan 

Riset kecil-kecilan diperlukan untuk menentukan target pasar yang pas. Coba saja kamu mendatangi beberapa mall di bilangan Ibu Kota. Banyak bukan? Nah, saat berkeliling, coba amati barang yang kira-kira menarik untuk ditawarkan dan mudah didapatkan. Selain itu, catat juga kira-kira mall mana yang sering mengadakan sale atau merk apa yang sering memberi diskon besar. Kalau kamu sudah tah jenis barang yang paling enak untuk ditawarkan sebagai produk jastipmu, tinggal kamu pasarkan.

Nah berhubung kamu harus pergi kesana kemari mendatangi banyak pusat perbelanjaan di Ibu Kota, jangan lupa pikirkan perkara mobilitasmu. Jangan sampai berkeliling dari satu mall ke mall lainnya hanya mengandalkan kaki saja. Hei, kamu butuh teman berkendara. Nah, dalam situasi semacam ini, Suzuki Nex II bisa kamu jadi kan pilihan kendaraanmu lho.

Kenapa Suzuki Nex II? Elektrik starter yang dimiliki Suzuki Nex II menjadi fitur terbarukan guna membantu motor gampang dihidupkan. Lewat Suzuki Nex II, kamu tak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menghidupkan roda dua, apalagi starter yang terdapat di Suzuki Nex II sangat mengandalkan baterai yang tidak perlu dikhawatirkan apabila habis. Sehingga kamu tidak perlu lagi menyela motor atau mengalami macetnya starter hingga membuat pengguna keringetan demi mengusahakan hidupnya roda dua, yang tentu saja bakal mengurangi daya kekerenan.

Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertama, Nex memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping. Jadi dari segi tampilan masih terlihat gagah meskipun ditunggangi oleh orang berbadan besar sekalipun.

Desain yang dirancang dengan cita rasa kekinian diyakini dapat membuat pengguna nyaman guna berpergian ke mana saja. Apalagi varian yang ditawarkan banyak dan beragam seperti kesan sporty dan energik yang terdapat di Sporty Runner, kemudian ada Fancy Dynamic yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish.

Untuk pengguna yang memiliki karakter berkelas terdapat Elegant Premium. Selain itu ada pula varian Elegant dan Standard yang masing-masing menonjolkan sisi ekonomis tapi berkelas. Sisi keren ternyata tak hanya dapat dihasilkan oleh motor besar dan motor ubahan, tetapi bisa ditimbulkan lewat motor matic macam Suzuki Nex II. Pasti kamu memiliki kendaraan sepeda motor Suzuki Nex II, mobilitasmu menjelajahi Ibu Kota demi riset dari satu mall ke mall yang lain pun akan sangat terbantu.

Jangan Malas Berburu Acara Alias Event yang Potensial

Kendati namanya jasa titip, bukan berarti kamu cukup duduk dan memantau medsos demi mendapatkan konsumen. Justru sebisa mungkin kamu harus aktif mencari informasi serta mendatangi setiap event yang kamu rasa menarik dan sesuai dengan target market yang sudah dipilih. Kalau kamu sudah punya data hasil dari riset kecil-kecilan, ya kamu tinggal datang ke mall yang sedang mengadakan sale besar-besaran.

Di lain sisi, kamu juga harus paham sistem kerja mall, toko, atau outlet yang kamu jadikan sasaran ya. Misalnya, jadwal masuknya produk baru. Coba cari tahu berapa banyak dan kategorinya apa saja. Atau pahami juga aturan yang mereka tetapkan. Ada lho tempat yang tidak mengizinkan calon pembeli memotret produk mereka, untuk itu, kamu harus cari tahu dulu ya supaya tak ada masalah di kemudian hari.

Minta Tolong Segenap Teman Dekatmu untuk Mempromosikan Usaha Jastipmu Lewat Akun Medsos Mereka

Punya teman yang punya banyak followers? Cobalah minta tolong padanya untuk mempromosikan usaha jastip milikmu. Namanya usaha, pasti butuh promosi juga, kan? Untuk itu, coba saja kumpulkan teman-teman yang sekiranya bisa membantumu agar usahamu ini mendapat perhatian paling tidak dari lingkup pertemananmu. Kalau kemudian ada pesanan yang datang, pasti seiring berjalannya waktu, ada saja pesanan dari pihak lain yang mungkin mendapat informasi soal usahamu dari akun media sosial teman-temanmu itu.

Jangan Kunci Akun Media Sosialmu dan Berikan Informasi yang Padat, Jelas, Namun Mudah Dimengerti oleh Followers 

Ini juga penting, jangan hanya demi mendapatkan banyak followers, kamu jadi mengunci akun instagram. Percayalah, rezeki tak akan kemana. Kesuksesan usahamu tak selalu bergantung dari jumlah followers. Memang, ada calon pelanggan yang melihat dulu profesionalitas bisnis kita yaitu dengan melihat jumlah followers, review, serta komentar yang muncul di setiap postingan kita.

Tapi tak selalu begitu, kuncinya, sejak awal cobalah konsisten untuk mau memberikan informasi yang jelas dan detail soal produk yang siap dijastip. Setelahnya, biarkan orang-orang yang menilai. Kalau sreg dengan caramu menyampaikan informasi di media sosial, mereka pasti akan mengontakmu. Selamat mencoba ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top