Feature

Bila Cinta Sudah Bicara, Pernikahan Beda Usia Lebih dari 10 Tahun Bukan Kendala. Beberapa Pasangan ini Buktinya

Berapa sih beda usia idealnya pasangan yang hendak menikah? Sebagian menyebut angka 10 tahun sebagai batasannya. Alasannya dekade biasa dijadikan patokan perubahan secara sosial maupun fisik seseorang. Coba bayangkan ketika seseorang menikah selisih lebih 10 tahun, tentunya kondisi fisik tak lagi bisa setara ketika memasuki usia senja.

Secara ideal, perbedaan usia 5 sampai 7 tahun disebut sebagai angka ciamik bagi pasangan dalam menentukan pasangan hidupnya. Lebih dari itu, bisanya banyak pertanyaan dari orang-orang sekitarnya. Ada konsep yang seolah dilanggar ketika lebih dari selisih usia tersebut.

Tapi toh cinta itu buta bukan? Ia tak mengenal batas Usia. Apa mau dikata jika hati berlabuh kepada mereka yang berselesih usia jauh.. Bila cinta sudah bicara, beda usia bukan lagi kendala. Pasangan-pasangan ini jadi contoh mereka yang menikah dengan perbedaan di atas 10 tahun.

1. Perbedaan 14 Tahun Desta Dan Natasha Rizki Malah Semakin Melengkapi

Sumber gambar: http://kapanlagi.com

Sumber gambar: http://kapanlagi.com

Desta dan Natasha Rizki menikah dengan perbedaan usia 14 tahun.  Desta lahir di Solo, 15 Maret 1977 sedangkan  Natasha Rizki atau yang kerap disapa Cacha lahir di Padang, 23 November 1993. Coba bayangkan ketika desta sudah asik dengan group bandnya, Natasha barulah menginjak sekolah dasar. Namun demikian, hal perbedaan usia itu ditanggapi santai oleh Desta. Menurutnya, perbedaan usia justru malah membuat mereka semakin melengkapi satu sama lain.

2. Belajar Dari Desta, Perbedaan 16 tahun Pernaikahaan Riko Ceper dan Istri Tak Masalah

rico ceper

Sumber gambar: http://celebrity.okezone.com

Rico Ceper  mempersunting Mekar Ayu Lestari  yang usianya berbeda 16 tahun darinya. M. Rinko Safinka, S.E yang dikenal sebagai Rico Ceper lahir 8 Desember 1974. Usai resepsi, Reco Ceper mengatakan Perbedaan usia bukanlah masalah yang berarti. Rico bahkan terus terang mencontohkan Desta  yang menikah dengan wanita yang usianya berbeda jauh.

3. Mungkin Berkat Duet Dengan Judul Jodohku Kemudian Anang Dan Ashanty berjodoh walau perbedaanya 15 tahun

anang

Sumber gambar: http://viva.co.id

Setelah duet di lagu ‘Jodohku’, Anang pun meminang Ashanty. Perbedaan usia 15 Tahun ketika tak menjadi halangan Anang mempersunting Ashanty. Anang Hermansyah lahir di Jember, tanggal 18 Maret 1969 sedangkan  Ashanty lahir di Jakarta, 4 November 1983.

Seberapa jauh sih bedanya? Gambarannya ketika Anang mengeluarkan duetnya bersama Krisdayanti, Ashanty kala itu barulah menginjak Sekolah Menengah Pertama alias baru 13 tahun saja. Tapi toh setelah menikah keduanya malah semakin mesra. Ashanty mengungkapkan, segala bentuk kemesraan yang dilakukan sang suami adalah bumbu penyedap dalam rumah tangganya.

4.Berawal dari Cinlok Atalarik & Tsania Marwa Kemudian Menikah dengan perbedaan usia 18 tahun

Sumber gambar: http://viva.co.id

Sumber gambar: http://viva.co.id

Atalarik Syah menikahi Tsania Marwa dengan perbedaan usia 18 Tahun. Atalarik Syah lahir di Surabaya, 2 Juni 1973 sedangkan Tsania Marwa kelahiran Jakarta 5 April 1991.

Pertemuan mereka berawal lokasi Syuting sebuah sinetron yang mereka bintangi.  Sejauh apa perbedaan usia mereka? Sebagai gambaran, saat awal syuting bareng, Marwa mengaku memanggil Atalarik saat itu dengan sebutan ‘om’. Wajar, mengingat ketika Atalarik membintangi sinetron pertamanya “Pernikahan Dini” ditahun 1991, Tsania baru saja genap 10 tahun.

“Kita menjalin hubungan ini, ada orang bilang love at first sight, bukan masalah umur yang saya suka dari Marwa adalah, dia itu yang selalu menyegarkan saya di lokasi syuting,” kata Atalarik.

5. Iwak K Tahu Perbedaan Usia 19 Tahun dengan Istri setelah sepekan berkenalan

Sumber Gambar: http://hot.detik.com

Iwa K resmi  resmi menyunting Wikan Resminingtyas, wanita yang usianya terpaut 19 tahun darinya.  Iwa K lahir di Bandung, 25 Oktober 1970. Ini berarti ketika Iwa K merilis album pertamanya “Ku Ingin Kembali”, sang istri wikan belum lagi masuk taman kanak-kanak karena baru berusia 4 tahun.

Lucunya Iwa pun baru mengetahui kalau perbedaan umurnya cukup jauh dengan sang istri, setelah sepekan berkenalan. Namun umur tak jadi soal untuknya. Yang terpenting, bagaimana bisa sama-sama mau membina hubungan ke jenjang yang lebih serius.

6. Beda 11 Tahun, Tapi Bagi Alyssa  Mau Beda Umur Berapapun dengan Dude Tak Jadi Masalah

Dude Alyssa

sumber gambar: http://warta.sumedang.info

Dude Harlino dan Alyssa Subandono berpaut usia 11 tahun. Dude Harlino lahir di Jakarta, 2 Desember 1980 sedangkan Alyssa Soebandono lahir di Jakarta, Indonesia, 25 Desember 1991. Dude sudah terkenal sejak Icha masih berusia 9 tahun.

Namun, jarak yang begitu jauh, tak jadi halangan berarti buat keduanya untuk mengikat janji suci. “Kalau untuk perbedaan umur sendiri Icha pribadi sih nggak masalah sih. Mau beda umur berapapun nggak jadi masalah. Kita kan semua dari latar belakang yang berbeda,” kata Alyssa

7. Perbedaan Usia 35 tahun tidak pernah membuahkan Masalah dalam Rumah Tanga  Ki Daus dan Dewi Lestari Wijaya

ki daus

Sumber Gambar: http://kapanlagi.com/

Usia Ki Daus dan istrinya Dewi Lestari Wijaya, memiliki perbedaan usia sekitar 35 tahun, namun mereka tetap bisa hidup bersama secara harmonis. Ki Daus yang memiliki nama asli Dadang Usman lahir 25 Desember 1957.

Perbedaan itu tidak pernah membuahkan masalah yang berarti dalam rumah tangganya. “Alhamdulillah, ya saling pengertian dan sabar, dan berusaha menjaga,” kata Ki Daus didampingi istrinya.

“Saling menghargai saja. Walaupun sudah percaya. Yang penting mengerti. Pasti ada berantem-berantem dikit tentang anak. Langsung akur saja,” sahut Dewi

1 Comment

1 Comment

  1. cumilebay.com

    June 10, 2015 at 10:11 pm

    Kidaus aja laku yaaaa … masak situ jomblo hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenapa yah, Gaji Bulanan Selalu Terasa Kurang?

Tak perlu banyak ngeles, semua dari kita tentu selalu berpikir akan hal yang sama. Tentang kurang banyaknya nominal rupiah yang masuk ke tabungan untuk setiap bulannya. Bisa makan tanpa merasa kelaparan setiap hari, tapi masih saja berpikir bahwa gaji kurang dari kata mumpuni.

Alih-alih menabung, hal yang lebih sering terjadi. Kita lebih banyak mengeluh kala hari sudah tiba di penghujung bulan. Anehnya, orang lain yang gajinya masih dibawah rata-rata justru bisa terlihat bahagia dan tak pernah mengeluh akan situasi keuangannya. Lantas ada apa dengan kita, yang gajinya sudah cukup tapi saja merasa kurang setiap bulan?

Iya, kita memang tak pernah tahu apa yang dikerjakan oleh mereka. Mungkin saja ia punya penghasilan sampingan, atau aset lain yang juga menguntungkan. Tapi daripada terus menerus mengutuki hidup dengan merasa gaji kurang banyak. Cobalah pahami beberapa hal yang mungkin sedang kamu jalani ini.

Tak Akan Ada Bahagia Ketika Kamu Masih Membandingkan Hidupmu dengan Orang Lain di Luar Sana

Ini jadi hal pertama yang perlu kita pikirkan. Sebab begini kawan, setiap orang punya jalan cerita yang berbeda-beda. Kamu mungkin senang jika punya banyak uang, tapi orang lain belum tentu punya pandangan yang serupa kan? Dan pilihan kita untuk membandingkan kehidupan dengan orang lain, jelas jadi pemicu rasa nelangsa yang semakin menjadi-jadi.

Dengan kata lain, kadang kala bukan gaji yang terasa kurang. Hanya saja kita masih belum bisa paham, bagaimana caranya untuk menikmati apa yang sudah didapatkan. Lagipula membandingkan pencapaian orang lain dengan apa yang kita miliki, toh tak akan merubah apapun dalam diri. Yang ada kita makin merasa sedih dan kekurangan.

Lupa dengan Hal yang Sudah Dimiliki, Dan Terjerat Untuk Memenuhi Sesuatu yang Diingini

Tak ada yang salah dalam memenuhi keinginan hati, biar bagaimanapun sesekali kita pantas utnuk menghadiahi diri dengan apa yang mungkin sedang disukai. Yap, kamu boleh beli arloji mahal jika memang sedang ingin, begitu pula dengan kamu yang mungkin ingin memanjakan diri di salon kecantikan seharian. Semuanya sah-sah saja untuk dilakukan, dengan catatan hal itu bukanlah sesuatu yang dipaksakan.

Gaji mu bisa saja terasa cukup, jika hanya untuk digunakan pada hal-hal yang memang dibutuhkan. Bukan demi gaya dan dijadikan ajang pamer semata. Bahkan keinginanmu untuk bisa terlihat “wah” didepan orang bisa menjeratmu dalam kesusahan jika terlalu dipaksakan.

Gaya Hidup Meningkat, Seiring dengan Naiknya Pendapatan Bulanan

Coba ingat lagi, dulu sewaktu baru bekerja dengan gaji yang masih tak seberapa. Kita bisa memenuhi semua kebutuhan dengan baik, bahkan beberapa kali masih ada sisa gaji yang bisa disisihkan untuk tabungan. Namun anehnya, sekarang ketika gaji sudah jauh lebih besar. Gaji yang kita peroleh masih saja terasa kurang.

Tenang saja, uangmu tak hilang ataupun bergerak ke luar saku. Hanya saja, seiring dengan bertambahnya gaji dan pendapatan, gaya hidup dan kebutuhan pun turut serta meningkat. Kamu yang dulunya bisa makan di warteg, dengan posisi dan pendapatan sekarang sudah merasa sanggup untuk makan di warung yang lebih mahal. Begitupula pada kebutuhan lain yang juga berubah serta berkembang. Entah karena memang ingin, atau hanya karena gengsi saja.

Tolong Bedakan, Mana Hal yang Kamu Butuhkan dengan yang Hanya Sekedar Ingin Saja

Jika harus dipikirkan kembali, sebenarnya tak ada gaji yang kurang banyak atau yang telalu sedikit. Semuanya hanya masalah, kemampuan kita untuk mengalokasikan uang tersebut pada kebutuhan. Dan sialnya, kita sering kali terjebak dalam hal membedakan kebutuhan dengan yang bukan kebutuhan.

Merasa bahwa seseuatu benda atau hal apa saja yang terlihat di depan mata, sedang dibutuhkan diri. Kemudian tanpa sadar melenggang untuk membelinya, meski saat sudah sampai di rumah. Kadang benda tersebut tak akan dipakai, atau dibiarkan begitu saja. Begitu kira-kira gambarannya.

Karena sekecil dan sebesar apapun gaji kita akan selalu terasa kurang, jika akan dipakai untuk memenuhi gaya hidup. Tapi akan selalu cukup, untuk kebutuhan hidup.

Kalau Masih Tetap Terasa Kurang, Cobalah Cari Alternatif Lain Untuk Menolong Keuangan

Untuk urusan pendapatan dan kebutuhan hidup, memang jadi dua hal yang sulit diselaraskan. Tapi bukan berarti tak bisa ya. Hanya saja, kadang kita tak menemukan jalannya saja. Agar tak semua hal jadi pemicu pengeluaran, pelan-pelan kita boleh berbenah akan hal-hal yang bisa membantu saku untuk urusan uang keluar.

Dan demi menekan beberapa pengeluaran, kamu bisa memilih kendaraan bijak yang irit untuk kawan berkendara harian, apalagi kalau bukan, Suzuki Nex II. Skuter matic keluaran terbaru dari perusahaan otomotif berlogo ‘S’ ini, hadir untuk menawarkan seri roda dua terbarunya yang juga dikenal irit bahan bakar.

5 Varian design terbarunya jadi pilihan lain yang juga bisa kita sesuaikan berdasarkan karakter masing-masing. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Hadir dengan bentuk dan panjang yang lebih berbeda dari generasi sebelumnya, Suzuki Nex II kini hadir dengan floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas, serta Lead Headlight denga lampu LED yang lebih terang. Dilengkapi pula dengan visor, untuk kesan yang lebih sporty.

Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Dengan kata lain, tak hanya usungan tagline #KerenCaraBaru yang memang membuatmua terlihat berbeda saja, mengendarai Suzuki Nex II akan membantumu menekan pengeluaran bulanan, sehingga gaji tak selalu terasa kurang. Karena selain nyaman, kuda besi ini juga terkenal irit bahan bakar.

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. cumilebay.com

    June 10, 2015 at 10:11 pm

    Kidaus aja laku yaaaa … masak situ jomblo hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bertemu Sesekali Tapi Berkualitas Jauh Lebih Baik Daripada Setiap Hari Berjumpa Tapi Sibuk dengan Ponsel dan Sosial Media

“Percayalah kawan, hidupmu bukan untuk menyenangkan semua orang. Kamu hanya perlu bertahan bersama mereka yang memang menyenangkan, bukan yang hanya ingin disenangkan”

Perihal hubungan dengan seseorang, pertemuan sering disebut-sebut jadi kunci untuk bertahan. Namun apakah benar demikian? Sayangnya tidak kan? Toh, banyak yang berteman dan nongkrong bersama setiap malam. Tapi masih bisa saling tuduh dan menjelek-jelekkan. Sedangkan, dia yang hanya sesekali bertemu justru lebih memaknai hubungan pertemanan. Lalu manakah yang sebenarnya kita butuh?

Nah, jika kamu akan bertanya padaku. Jelas saja aku lebih memilih, bertemu sesekali dengan obrolan dan waktu berkualitas daripada harus berteman dengan orang yang lebih mementingkan gadget daripada teman.

Sosok yang Ditemui Mungkin Memang Itu-Itu Saja, Tapi yang Jadi Penentu Adalah Apa yang Terjadi di Pertemuan Kita

Benar memang, kita hidup di era dimana telepon genggam jadi sesuatu yang dekat dalam diri. Dibawa kemana saja kita pergi, sampai kadang lupa jika tujuan bertemu adalah berbincang-bincang dengan teman. Bukan berpindah tempat hanya untuk sibuk bermain gadget di tangan.

Dia yang akan kamu temui, memang hanya si itu-itu saja. Tapi apa yang terjadi di pertemuan akan jadi makna ya berbeda. Jika kamu dan temanmu lebih memilih sibuk pada handphone, mungkin pertemuannya memang tak bermakna. Padahal obrolan dan perbincangan yang bermakna bisa jadi penguat dalam tali pertemanan kita.

Obrolan yang Mengalir Begitu Saja, Jauh Lebih Bermakna daripada Sibuk Stalking Orang yang Tak Disuka Bersama-sama

Gambarannya begini, membicarakan orang lain di satu forum pertemuan memang sering terasa menyenangkan. Tapi apa iya, hal-hal seperti ini bermakna untuk kita? Jika ternyata tak memberi dampak apa-apa untuk kehidupan, untuk apa dilakukan?

Lebih dari itu, memulai obrolan dengan pembahasan yang mungkin menyenangkan. Bisa jadi salah satu hal yang akan melahirkan atau membuka wawasan. Tak hanya sibuk untuk bersuara kontra pada pemerintah, kita dan teman mungkin bisa belajar bersama untuk lebih memahami negara kita. Begini misalnya.

Maknai Setiap Pertemuan dengan Membuat Kesan yang Tak Terlupakan

Demi kesan yang berbeda, dan menghindari kebosanan atas hubungan pertamanan yang begitu-begitu saja. Kita dan beberapa orang yang memang jadi kawan dekat bisa mencoba beberapa hal baru. Misalnya, menjajaki tempat-tempat wisata seputar kota, pergi mencicipi kuliner di beberapa tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, sampai melakukan perjalanan bersama ke luar kota yang mungkin tidak terlalu jauh jaraknya.

Untuk kesan perjalanan yang berbeda. Menyambangi tempat-tempat tadi dengan sepeda motor, barangkali jadi sesuatu yang layak dicoba. Selain menghemat waktu, berkendara dengan roda dua bersama teman konon akan menumbuhkan rasa kekerabatan yang lebih dekat. Tak ada yang perlu dipusingkan, sebab Suzuki Nex II bisa dijadikan pilihan untuk perjalanan yang akan kita lakukan.

Lain dari seri sebelumnya, kita bisa berboncengan dengan leluasa tanpa merasa kesempitan. Karena kendaraan roda dua ini, kini hadir degan panjang dan lebar yang lebih mumpuni. Fitur lain yang juga jadi salah satu perubahan signifikan dari generasi terdahulunya ada pada bagian Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas. Jadi kita akan tetap merasa nyaman selama berkendara.

Bahkan pada varian tertentu dalam kompartemen ini ada juga yang memiliki tempat charger untuk handphone. Jika di generasi pertamanya, cuma ada satu varian Suzuki Nex II terbaru hadir dengan 5 varian yang berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

Karena Hal-hal Sederhana Kadang Memberi Makan yang Jauh Lebih Berharga

Kita mungkin hanya pergi ramai-ramai ke salah satu tempat makan, menikmati hidangan bersamaan atau memasuki beberapa tempat wisata di tengah-tengah kota. Bukan sesuatu yang mewah. Tapi interaksi yang berlangsung jadi sesuatu yang melahirkan kehangatan berbeda.

Dulu, kamu mungkin tak tahu jika temanmu tak suka makan ikan, tapi setelah makan bersama kamu jadi tahu jika ia lebih suka ayam. Begitupun pada hal-hal lain yang akan menambah wawasan dari hasil obrolan. Perjalanan-perjalanan yang akan kita lakoni mungkin terbilang sederhana, tapi kebersamaan yang ada akan selalu bermakna.

Tak Semua Teman Membuatmu Lebih Baik, Maka Jaga Jarak dengan Mereka yang Memberi Dampak Negatif

Memilah-milah dan membedakan teman, konon jadi perbuatan yang kurang menyenangkan. Itu pulalah yang menjadi alasan, mengapa akhirnya kamu akan berteman pada semua orang. Dengan catatan bisa membedakkan, mana dia yang memang benar-benar teman dengan dia  yang hanya sekedar saling kenal.

Kita tak dapat merubah teman kita jadi seperti yang kita ingini, namun membatasi diri dalam bergaul dengan mereka yang dinilai tak baik adalah sesuatu yang bisa kita putuskan sendiri. Kesan pribadi yang supel, mungkin bisa kita emban jika selalu terlihat bersama dengan banyak orang. Tapi, kalau pertemuan-pertemuan yang ada hanya sekedar sibuk dengan ponsel ditangan, untuk apa? Sebaiknya, sisihkan waktu yang berkualitas untuk mereka yang memang paham, bagaimana menikmati waktu bersama dengan teman.

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. cumilebay.com

    June 10, 2015 at 10:11 pm

    Kidaus aja laku yaaaa … masak situ jomblo hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bikin Terpesona, Ini 5 Aktor yang Punya Anak yang Cantik Jelita

Artis memang selalu jadi sorotan bagi masyarakat pada umumnya. Tak hanya artis saja,bahkan keluarganya pun tak luput untuk dijadikan bahan perbincangan. Berikut adalah 5 aktor yang memiliki anak berwajah cantik jelita. Dijamin bikin kamu terpesona.

1. Tora Sudiro

Pasangan Tora Sudiro dan Mieke Amalia sepertinya sangat kaya dengan anugerah berupa lima anak perempuan yang semuanya sangatlah cantik. Dua anak perempuan dari pernikahan Tora sebelumnya, dua anak perempuan dari pernikahan Mieke sebelumnya, dan satu anak perempuan dari pernikahan Tora Sudiro dan Mieke.

2. Abimana Aryasatya

Kamu sudah pernah melihat wajah cantik dari anak kedua Abimana Aryasatya belum? Pasti nggak nyesel deh kalau sudah melihat wajah cantiknya. Nggak cuma cantik, dia juga sangat fashionble loh.

3. Tengku Firmansyah

Tengku Firmansyah merupakan aktor yang menikah dengan Cindy Fatika Sari. Keduanya lantas dikaruniai anak gadis yang kini tengah terjun ke dunia akting. Siapa sangka, wajah anak gadis mereka sangatlah cantik. Dia bernama Tengku Syaira Anataya.

4. Jeremy Thomas

Jeremy Thomas adalah seorang aktor yang sangat berbakat. Dia memiliki anak gadis yang juga kini tengah terjun ke dunia akting, namanya Valerie Thomas. Valerie terkenal sejak membintangi sebuah series “Anak Artis”.

5. Indra Brasco

Indra Brasco dan Mona Ratuliu memiliki anak gadis yang kini sudah menginjak usia 14 tahun. Namun meski masih sangat belia, dia sudah menunjukkan bibit kecantikannya yang didapatkannya dari mama dan papanya.

1 Comment

1 Comment

  1. cumilebay.com

    June 10, 2015 at 10:11 pm

    Kidaus aja laku yaaaa … masak situ jomblo hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top