Tips

Jangan Takut Ngomong Sama Pengacara, Karena Tak Semua Pengacara Seperti Yang Kamu Lihat Di Televisi

Kamu itu perlu pengacara! Iya kamu! Mungkin sulit buatmu untuk mempercayai kalimat tadi. Karena Kamu berpikir bahwa berurusan dengan hukum itu sesuatu yang sangat jauh dengan kehidupanmu. Toh, selama ini kita selalu jadi warga negara yang baik dan taat aturan.

Padahal sesungguhnya satu saat dalam hidup kita pasti berhadapan dengan hukum. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, kita dikelilingi dan terkait oleh peristiwa-peristiwa hukum. Contoh misalnya Kamu ke minimarket untuk berbelanja, itu sudah masuk hukum jual beli.

Lalu setiap sendi kehidupan yang lain juga berkaitan dengan peristiwa hukum. Mulai dari membuat kontrak kerja, warisan, wasiat, perjanjian pra nikah, cerai, dan sejenisnya. Tapi tidak banyak yang menyadari pentingnya mencari jasa layanan hukum yang tepat.

Lebih Baik Menghindari Masalah Dari Pada Memperbaiki Masalah, Pengacara akan Membantumu Untuk Urusan Ini

pengacara

Masalah paling utama adalah kita sama sekali tak mengerti soal hukum. Sementara, hukum itu sesuatu yang rumit dan penuh cabang. Di sinilah fungsi dari pengacara dan ahli hukum untuk kehidupan kita. Mereka menjadi jembatan yang bisa menerangkan kita mengenai hal-hal yang tidak kita pahami.

Jadi kehadiran mereka bukan hanya untuk memperbaiki masalah tapi terutama justru untuk membantu kita terhindar dari masalah. Ambil contoh sederhana ketika kamu menyewakan rumahmu kepada orang lain. Urusannya sepele memang cuma membuat surat perjanjian kontrak rumah.

Tapi coba bayangkan kalau dalam penggunaannya si penyewa melakukan sesuatu sampai rumahmu rusak atau rumah kita ternyata secara diam-diam dipakai sebagai pabrik Narkotika. Kita harus melindungi diri dari hal-hal semacam ini bukan? Karena itu ada baiknya kita berkonsultasi dengan mereka yang paham hukum seperti pengacara sebelum kita membuat surat perjanjian.

Kamu Tak Perlu Was-Was, Pengacara Itu Bukan Membela Yang Salah, Tapi Menempatkan Hukum Sesuai Proporsinya

mulut

Kalau memang gak salah, kenapa harus pakai pengacara?

Idiom ini memang marak muncul di tengah-tengah masyarakat kita. Anggapannya pengacara itu diperlukan untuk orang-orang yang bersalah saja. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian. Seandainya kamu suatu saat bermasalah dengan hukum, seharusnya kamu tak perlu ragu untuk menggunakan jasa pengacara. Karena hal itu tidak langsung berkaitan dengan benar atau salahnya kita.

Anggara Suwahju, Operational Director Justika yang juga seorang pengacara menjelaskan bahwa pengacara itu bukan serta merta berarti berusaha membebaskan seseorang dari hukuman.

“Pengacara itu menempatkan hukum sesuai porsinya yang salah dihukum sesuai aturannya, yang tidak salah ya dibebaskan. Jangan sampai terbalik” ujar Anggara.

Kamu Tak Perlu Minder, Tak Semua Pengacara Tampil Mentereng, Sebagian Besar Memilih Tampil Bersahaja

cara investasi

Ini problem lainnya orang enggan pakai pengacara untuk urusan hukumnya. Karena sering melihat para pengacara yang biasa muncul di infotainment. Tampilan perlente dengan jas puluhan juta, jam tangan berharga ratusan juta, perhiasan dan belum lagi mobil berharga miliaran yang digunakan sehari-hari.

Pastinya muncul rasa minder jika kita harus berkonsultasi dengan orang-orang itu. Tapi toh sebenarnya, yang kita lihat itu hanyalah secuil dari seluruh kehidupan para pengacara. Banyak pengacara di luar sana memilih tampil lebih bersahaja yang bisa membuat kita lebih nyaman untuk berkonsultasi. Jadi jangan terlalu terpengaruh dengan yang kamu liat di layar kaca ya.

Jangan Takut, Tak Semua Pengacara Galak Macam Acara Di Televisi Itu, Sebagian Besar Sangat Baik Dan Perduli

menunjuk

Kalau tadi minder, kalau yang ini takut. Pasalnya, lagi-lagi acara di televisi. Kita sering menyaksikan para pengacara berdebat terbuka di acara talkshow atau acara lainnya yang menjadikan pengacara sebagai narasumber. Mereka yang tampil di sini, bicaranya kadang membuat bulu kudukmu berdiri bukan? Tak terbayang kalau kita harus berkonsultasi dengan mereka.

Namun lagi-lagi, yang kamu lihat itu hanyalah gambaran kecil. Sesungguhnya banyak pengacara yang kemampuan komunikasinya sangat baik. Tentunya mereka bisa melayani konsultasi kita dengan sangat nyaman. Nah, pengacara macam ini yang perlu kita cari.

Cari Pengacara Itu Susah? Tidak Juga, Karena Sekarang Kamu Tinggal Klik

tampilan depan justika

Kenapa sulit mencari pengacara? Karena seperti layaknya profesi dokter, pengacara tidak diperbolehkan memasarkan dirinya melalui iklan. Wajar jika kita agak sulit menemukan mereka. Paling umum adalah melalui rekomendasi orang-orang.

Nah, disinilah justika.com hadir untuk menjadi jembatan kebutuhan ini. Dengan menggabungkan platform teknologi “lelang online” dan “location based services”, Justika memungkinkan para pencari bantuan hukum dapat menentukan dan memilih sendiri dari siapa mereka akan memperoleh bantuan atas persoalan hukum yang sedang dihadapinya melalui proses pemilihan yang transparan.

Belum paham? Sederhananya ini adalah marketplace untuk kamu mencari jasa konsultasi dan bantuan hukum. Kamu tinggal daftar gratis di sini, lalu posting masalah atau hal yang mau kamu konsultasikan. Nantinya para pengacara itu akan mengajukan diri dengan sistem lelang untuk menangani kasus kamu. Mudah bukan?

“Masalahnya Jasa Pengacara Itu Mahal…” Itu Tergantung! Bahkan Mereka Juga Memberikan Layanan Gratis

direktori-justika

Pendapat yang mengatakan menggunakan jasa pengacara itu mahal memang tidak keliru. Namun tidak sepenuhnya juga tepat. Karena murah dan mahal sangat relatif dan tergantung dari kemampuan kita bukan?

Yang menjadi masalah selama ini, jasa pengacara diperkenalkan secara diam-diam dengan cara dari mulut ke mulut. Hasilnya, banyak ketidakjelasan di dalamnya termasuk dana-dana di luar jasa si pengacara yang kadang dibuat-buat oleh para pengacara yang nakal itu tadi.

Transparansi ini juga yang coba dimunculkan oleh justika.com. Karena di platform Justika, para pengacara tersebut terpampang semua lisensi dan keahlian yang mereka miliki. Termasuk juga reputasi para praktisi hukum tersebut. Reputasi ini diperoleh dari hasil review para pengguna layanan Justika. Sehingga sangat terbuka dan adil.

“Mahal dan murah itu relatif, tapi Justika ingin membuat layanan konsultasi hukum ini menjadi transparan. Tidak lagi ada biaya-biaya yang tidak jelas karena ada yang nakal. Mereka-mereka yang baik akan muncul dan dimunculkan oleh pengguna Justika dengan sendirinya, sementara yang tidak baik reputasinya akan turun otomatis,” ungkap Andika Gunadarma Managing Director Justika.com

Bahkan di platform Justika ini juga sudah terdaftar sejumlah pengacara yang siap memberikan bantuan hukum Pro Bono alias gratis. Ya, sesuai undang-undang para pengacara memang punya kewajiban untuk memberikan bantuan hukum gratis seminimalnya 50 jam per tahunnya. Justika turut mengelola hal ini. Sehingga jika ada kasus-kasus yang masuk melibatkan orang yang memang tidak mampu di Justika bisa dilayani oleh pengacara secara gratis.

Jadi mulai sekarang jangan takut ngomong sama pengacara. Yuk, coba langsung tengok mereka lewat justika di sini!

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kata Para Ahli, Saling Cinta Bisa Menambah Berat Badan Kita

Pacaran dengan orang yang salah, katanya bisa menurunkan berat badan kita. Maka, sebaliknya dari beberapa hasil penelitian terbaru dari beberapa ahli. Menemukan seseorang, dan bisa saling mencintai dipercaya mampu menambah berat badan kita.

Maka, jangan heran kalau satu kali kita akan menemukan beberapa teman yang tiba-tiba mendadak berubah jadi tambun badannya, ketika punya pacar baru. Selanjutnya, ungkapan kalau “Gemuk adalah tanda hubungan yang bahagia” tak lagi jadi sebuah bualan belaka. Maka, kali ini biarkan kami menjelaskan padamu. Bagaimana temuan dari para ahli.

Dimulai dari Perempuan yang Setelah Menikah Bentuk Badannya, Biasanya Akan Berubah

Dari salah satu temuan yang dilansir di Brightside, berdasarkan penelitian dari University of North Carolina dengan 8.000 orang. Hasilnya, perempuan yang telah menikah selama 5-6 tahun bertambah berat badan rata-rata hingga 11 kg.

Hal ini dijelaskan oleh beberapa peneliti sebagai fenomena rileksasi. Dimana, setelah seorang perempuan merasa beban dan terlepas untuk urusan penampilan dan pola hidup yang sehat.. Perasaan lega ini terkadang membuat perempuan jadi melampiaskan diri ke hal yang selama ini ditahan-tahannya yaitu makanan. Hmm, kira-kira menurutmu begitu nggak ya?

Lalu Perempuan yang Belum Menikah Tapi Tinggal Serumah dengan Pasangan Pun Akan Merasakan Hal yang Sama

Masih dari hasil penelitian yang sama, untuk kalian para perempuan yang sudah tinggal serumah dengan pacar, walau belum menikah. Konon juga akan mengalami perubahan bentuk tubuh yang hampir sama. Kalau yang sudah menikah naik hingga 11 Kg, perempuan yang belum menikah dinyatakan rata-rata akan mengalami kenaikan berat badan hingga 10 kg.

Walau di negara kita ini masih sesuatu yang tabu, tapi kalau kalau coba dilihat-lihat pada orang-orang sekitar. Mereka yang memutuskan tinggal serumah dengan pacarnya, kerap terlihat bahagia dan bertambah gemuk dari biasanya.

Tapi Bagaimana dengan Perempuan yang Berpacaran dengan Lelaki  yang Memang Saling Sayang?

Ada beberapa kondisi status seorang perempuan, dan yang terakhir adalah dia yang masih berpacaran dan belum menikah atau tidak serumah. Untuk yang satu ini, temuan peneliti menyatakan biasanya mereka hanya akan bertambah berat badannya sampai 6 kg saja. Dengan catatan, lelaki yang menjadi kekasihnya juga memiliki rasa sayang dan cinta yang sama dengannya. Nah, dari beberapa fakta tentang perempuan tadi, seolah membuktikan bahwa semakin jelas status dan keintiman wanita dengan pasangannya, semakin besar kemungkinannya untuk naik berat badan.

Selanjutnya, Laki-laki yang Menjalin Hubungan dengan Perempuan yang Dicintai Pun Bernasib Sama

Mengalami sesuatu yang bisa dibilang sama dengan perempuan, laki-laki juga merasakan masa transisi dari lajang hingga menikah dalam urusan berat badan. Karena, dari penelitian menunjukkan laki-laki yang menjalin hubungan dan tinggal bersama dengan pasangannya memiliki kemungkinan utnuk bertambah berat badannya sampai 11,5 kg.  

Akan tetapi, meski berat badan bertambah, pasangan yang baru saja menikah. Justru cenderung mengejar gaya hidup yang lebih baik bersama-sama. Karena berat badan yang bertambah saat menikah ternyata berhubungan dengan tingkat kebahagiaan pasangan.

Maka, Jika Salah Satu Pasangan Berat Badannya Bertambah Ada Kemungkinan Pasangannya Pun Akan Mengalami Hal yang Sama

Yap, dari informasi yang dilansidr di New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa jika salah satu dari pasangan bertambah berat badan, pasangannya memiliki kemungkinan 37 persen untuk bertambah berat badan juga.

Hal ini, dikarenakan kita beradaptasi dengan kebiasaan masing-masing pasangan. Ditambah juga, aktivitas yang menghabiskan banyak waktu bersama. Itulah sebabny, perubahan yang kita alami berjalan dengan searah. Dan, berbanding terbalik dengan pasangan yang gak bahagia.

Nah, kalau kamu ingin merasa berat badanmu bertambah. Cobalah cari dia yang kau juga dan juga mencintaimu dengan cara yang sama. Tapi, perlu diperhatikan juga ya. Jangan sampai terlalu bahagia malah membuatmu terlalu gemuk sampai obesitas. Karena berat badan berlebih juga bisa memicu penyakit-penyakit berbahaya yang tak baik untuk kesehatan kita.

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Konon Orang Sukses Punya Cara Menyeleksi Sahabat Terbaiknya

Dalam kehidupan sosial seperti sekarang, pergaulan bisa menentukan kesuksesan. Teman-temanmu bisa menjadi kolega kerjamu atau memberikan kamu peluang untuk bekerja. Oleh karena itu pergaulan pun disasar secara luas, dengan harapan setiap orang yang berada di circle-nya memang orang baik yang bisa diandalkan. Meskipun begitu, tak bertujuan untuk memanfaatkan loh.

Bukan bermaksud menyeleksi teman dengan memilih siapa yang satu pergaulan denganmu, tetapi kamu memilih karena takut bergaul dengan orang yang salah dan berpotensi memberikan kerugian yang tidak kamu kira. Tentu saja, kamu tidak ingin hal ini terjadi dalam hidupmu.

Konon ada beberapa cara seseorang untuk menyeleksi temannya. Pasalnya orang yang sukses bukanya tidak mencari teman yang bisa diajak senang-senang, tetapi ia juga mencari teman yang ingin berkembang. Nah, beberapa sikap teman di bawah ini adalah hal yang dicari.

Tak Melulu Cerita Soal Perjuangan Cinta, Ada Kalanya Temanmu Cerita Berjuang Tentang Pekerjaan yang Dilakoninya

Hidup itu nggak melulu soal cinta kan? toh kamu juga pasti muak kalau saban hari dengerin teman kamu yang menceritakan keluh kesah hidup percintaanya. Ada kalanya kamu ingin mendengarkan hal diluar soal cinta.  Bukannya kamu tidak peduli dengan masalah temanmu loh, namun kamu pun tahu, kalau di dunia ini bukan segalanya soal temanmu yang sedang curhat saja. Tetapi kamu pun memiliki keresehan terutama saat ditinggal yang lain ketika ia sudah memulai berjuang soal pekerjaan.

Demi Merasakan Atmosfer Kesuksesan Kamu pun Mencari Sosok Teman yang Dapat Diajak Bersaing Terang-terangan

Nggak greget kalau nggak ada persaingan. Persaingan bukan berarti kamu dan dia bersaing mendapatkan perempuan cantik. Tetapi sama-sama bersaing untuk meraih kesuksesan. Seperti kamu bersaing untuk masuk ke perusahaan berkelas, atau bersaing mendapatkan pekerjaan sebagai penulis di media ternama. Makanya cari teman-teman yang cerdas dan kreatif karena mereka akan memaksamu turut berkembang.

Dipuji Memang Enak, Tetapi Kalau Ada Salah Tak Nggak Berani Menegur Dengan Alasan Nggak Enak. Itu Teman Macam Apa?

Come on, kita semua nggak perlu alasan nggak enak kalau ingin mengingatkan teman bukan? kalau kamu atau temanmu berbuat salah, maka ingatkan. Jangan karena alasan nggak enak, membuat bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Bagi kamu sekarang, yang memiliki teman blak-blakan dan berani mengutarakan pendapat tentang apa yang kamu lakukan, justru kamu beruntung. Karena kamu bisa mengoreksi dirimu selagi masih ada waktu.

Kerap Berbagi Informasi Tak Ada yang Ditutup-tutupi

Salah satu keburuntungan lainnya kalau kamu memiliki teman yang mau berkembang adalah ia memberikan apa saja informasi yang berkaitan dengan kebutuhan kamu. Seperti kamu membutuhkan pekerjaan, ia tak segan memberikan informasi pekerjaan yang berkaitan dengan lowongan. Ia tak mungkin bersikap seolah tidak peduli, karena baginya teman yang membutuhkan harus dibantu sembari mendoakan mendapatkan kehidupan yang baru.

Sukses Bareng-Bareng Bukan Cuma Sebuah Kiasan

Kamu pun tahu, ketika seseorang berkata “ayo sukses bareng-bareng” banyak yang menanggapi sebagai basa-basi belaka. Tapi ketahuilah, tak semua berkata seperti itu untuk basa-basi. Untuk mengetahuinya coba lihat dari sikapnya, apabila ia kerap melakukan apa yang kami tuliskan di atas berarti ia tipikal orang yang ingin sukses secara bersama karena tidak tega melihat temannya sengsara. Nah, kalau kamu sudah paham, apakah kamu sudah merasa punya lingkungan teman yang mau diajak sukses?

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kini Kamu Bisa Dipenjara Apabila Mengomentari Tubuh Temanmu di Sosial Media

Memang setiap orang memiliki hak untuk berbicara apa saja, freedom of speech, tapi tak berarti kamu bisa mengutarakan apa saja yang kamu mau. Melainkan ada norma dan hukum yang berlaku, selain etika dalam penggunaan bahasa secara verbal. Termasuk mengomentari tubuh orang lain terutama di platform sosial media alias Body Shaming.

Bagi kamu yang belom akrab dengan istilah ini, Body shaming adalah istilah lain untuk mencela orang lain berdasarkan penampilan fisiknya. Tentu ini bisa saja menimpa dirimu atau temanmu di sosmed. Kini perilaku body shaming di media sosial akan dijerat UU ITE dan pelakunya pun dapat terancam penjara 4 tahun atau denda yang tak tanggung-tanggung, yakni Rp 750 juta! apabila ada yang melaporkan.

Mungkin kamu sekarang harus berhati-hati dalam pengguanaan tata bahasa terutama di sosial media. Bukannya kami menuduh kalau kamu kerap mengejek orang lain secara fisik lho, barang kali kamu memiliki kadar bercanda yang tidak dapat dimaklumi yang menyerempet ke arah body shaming. Karena tidak cara frontal atau kamu berujar jelek saja di media sosial, tetapi ada beberapa bentuk yang tak terduga dari body shaming yang sedari sekarang harus kamu sadari. Mungkin saja kamu merasa tidak sadar telah menyinggung perasaan orang lain.

Dilansir dari wolipop, ada beberapa hal termasuk kategori body shaming.

Memberi Ungkapan Prihatin Tak Disangka Malah Menyerang Batin

Beranggapan bahwa seseorang yang kelebihan berat badan itu tidak sehat, dietnya asal-asalan atau malas adalah sebuah prasangka dan ketidakpekaan. Mungkin saja mereka mengalami gangguan kesehatan, dan sebenarnya sudah menjalani gaya hidup sehat. Tapi kan mereka tidak harus memberitahumu tentang itu. Kecuali mereka membahasnya lebih dulu, kamu harus berhenti tanya-tanya,” ujar Darrell Freeman dilansir dari Independent.

Jadi kamu harus berhati-hati dalam mengungkapkan sebuah keprihatinan. Seperti yang dikatakan oleh Freeman, sebuah prasangka tersebut bisa saja menaruh rasa tidak nyaman terhadap orang yang kamu komentari. Seperti halnya kamu berujar, “Kamu diet dong supaya lebih sehat, nggak gampang sakit“. Memang terkesan peduli tetapi secara tidak langsung masuk kategori body shaming.

Kalau Ia Tidak Meminta Saran, Jangan Menyarankan

Kamu yang menyimak hal ini, mungkin agak sedikit bingung. Tetapi kamu bakalan bingung lagi kalau tindakan menyarankan teman harus berpakaian seperti apa agar terlihat langsing atau dapat beraktivitas justru masuk ke arah body shaming. Lantaran bisa saja orang yang kamu berikan saran dapat terseinggung, kamu bisa saja memberikan saran asalkan dia meminta saran berbusana darimu.

“Dengan begitu menyiratkan bahwa mereka tidak bisa memakai baju tertentu dan harus berbusana dengan cara-cara tertentu sesuai ukuran tubuh mereka. Boleh saja bersikap jujur dan membantu tapi jangan kamu yang memutuskan apa yang boleh dan tidak untuk dia pakai,” tambah Darrell.

Kalimat Pujian yang Ternyata Bisa Membuat Terjerat Hukuman

Ucapan yang memuji seseorang justru bisa dianggap berbalik makna. Contohnya dengan kamu mengatakan “kamu nggak gemuk, kamu cantik”, ternyata menyiratkan kalau bertubuh gemuk itu memang terindikasi tidak baik. Karena seseorang bisa terlihat cantik sekaligus gemuk di saat yang bersamaan. Jadi, mungkin kamu harus merubah kalimat pujianmu yang tidak bertendensi ke arah fisik.

Membawa Makna Cantik ke Istilah Dangkal

Hal yang satu ini harus kamu pahami dalam pengunaan kata cantik. Pasalnya, dilansir dari wolipop, pengunaan kata cantik yang seharusnya membuat orang tersipu malu, bisa jadi menggerutu. Kata kata seperti ‘kamu lumayan cantik untuk orang gemuk, kamu lumayan cantik untuk hitungan orang kurus,’ .

Ternyata menandakan kalau standar kamu terhdapat makna cantik sangat dangkal. Seolah-olah cantik itu perempuan bertubuh ramping, kulit putih dengan rambut hitam lurus, padahal cantik bisa datang dalam berbagai bentuk, warna kulit serta ukuran tubuh.

Tidak Selalu Merujuk yang Berat Badan Berlebihan Saja, yang Kurus pun Termasuk Body Shaming

Dari beberapa hal yang dibahas di atas body shaming kerap mengarah ke orang bertubuh gemuk bukan? nyatannya mengomentari orang yang kurus juga termasuk body shaming.  Seperti ‘kamu terlalu kurus’ atau ‘banyak makan sana, kamu kaya orang kurang gizi’ , juga termasuk ke dalam kategori bdy shaming. Lantaran sebelum kamu berkomentar ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

Setiap orang memiliki metabolisme tubuh yang cepat alhasil sulit naik berat badan, atau ada seseorang yang kerap berolahraga hampir setiap hari sehingga tubuh mereka terlihat kurus. Bisa juga mengalami gangguan pola makan. Kamu pun tentu tidak akan tahu apabila orang tersebut tidak mebeberkan. Jadi dari pada kamu mengomentari, lebih baik karena itu jauh lebih berarti.

 

 

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    October 7, 2016 at 2:47 pm

    Waini, nganu banget ini

  2. Liza

    October 28, 2016 at 12:24 pm

    Selama ini aku mikirnya pengacara itu mahal, baru tahu kalo ada yang gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top