Feature

Peringati Hari Tanpa Plastik Sedunia, Sudahkah Kamu Melakoni Diet Kantong Plastik?

Coba tilik sebentar di sekitarmu, ada berapa macam  barang yang sekiranya terbuat dari plastik? Pikirkan saja, ada kotak bekal, kemasan makanan, botol shampoo, bungkus jajanan, dan sebagainya.

Lihatlah, semua itu terbuat dari plastik, bukan? Tapi kesadaranmu menggunakan plastik, sudahkah dibarengi dengan pemikiran akan kemanakah sampah plastikmu kelak? Alih-alih memikirkan perkara ini, masih banyak dari kita yang memilih cuek dengan isu semacam ini dan menganggapnya sepele.

“Tinggal buang ke tempat sampah, permasalahan selesai,” begitu pikirmu. Padahal masalah soal sampah plastik sudah jadi persoalan serius lho kawan.

Terutama di Indonesia, tahukah kamu kalau berdasarkan data salah satu pemerhati lingkungan perairan, Ocean Crusaders, Indonesia di urutan ketiga setelah Filipina dan China sebagai negara penyumbang sampah plastik terbanyak yaitu sejumlah tiga ton metrik pertahunnya.

Pantas saja, keseimbangan ekosistem biota laut di laut Indonesia semakin terganggu. Kamu sendiri, benarkah mau terus-terusan cuek dengan kondisi yang seperti ini? Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Plastik Sedunia, yuk setidaknya kita harus tahu bagaimana caranya memulai diet kantong plastik.

Mengenal Apa Itu Furoshiki dan Jangan Malu Untuk Mencobanya

Hasil gambar untuk furoshiki step by step  Gambar terkait

Kalau kamu menonton anime, pasti kamu tak asing melihat tokohnya membungkus sesuatu dengan kain. Nah, itulah yang dinamai furoshiki. Secara harafiah, furoshiki adalah seni membungkus barang dengan memanfaatkan kain segi empat yang dapat dilipat.

Seni ini populer sejak zaman Edo atau sekitar tahun 1600-an. Namun saat Jepang mulai mengenal teknologi dimana bisa memproses plastik, budaya furoshiki pun mulai tergantikan. Jangan khawatir, seni furoshiki ini memiliki banyak teknik sehingga tak akan membuat tampilan bungkusanmu jadi monoton.

Untuk mempelajarinya, coba cari saja tutorialnya di YouTube. Dengan menerapkan furoshiki, bukan tak mungkin kamu bisa mengurangi kebiasaan bergantung pada kantong plastik lho.

Mengganti Barang-barang Plastik yang Ada di Rumah Secara Berangsur-angsur

Kamu pasti sudah tahu kan kalau plastik itu sukar diuraikan? Kalau sudah jadi sampah, butuh waktu ratusan tahun untuk menguraikannya. Sementara, volume sampah plastik semakin bertambah setiap waktu. Inilah mengapa kamu harus mulai turun tangan.

Nah, diet kantong plastik bukan serta merta kamu anti dengan semua benda yang terbuat dari plastik ya. Tapi ada baiknya kamu melihat lagi, sebaiknya kapan waktunya kamu bisa mulai mengganti barang-barang tersebut dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Misalnya, kamu terbiasa minum dengan sedotan, carilah sedotan yang terbuat dari kertas atau alumunium sehingga kamu tak perlu lagi yang namanya buang-buang sedotan plastik. Atau perkakas dapur yang terbuat dari plastik, gantilah dengan yang berbahan dasar kayu

Pasang Prinsip Kalau Kamu Tak Butuh Kantong Plastik atau Wadah yang Terbuat dari Plastik

Contohnya begini, dibanding beli minuman kemasan yang kalau habis langsung dibuang, cobalah untuk punya tempat minum pribadi dan isilah sejak berangkat dari rumah. Selain hemat, kamu pun jadi lebih ramah lingkungan.

Atau, saat kamu belanja ke warung, minimarket, atau bahkan supermarket, siapkan kantong belanja berupa tas parasut atau tas kain yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti plastik. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?

Biasakan Pilah Sampah di Rumahmu Berdasarkan Jenisnya ya!

Mungkin belum banyak dari kita yang tergerak untuk melakukan hal ini. Padahal, memilah sampah berdasarkan jenisnya bisa memudahkan kita sebagai penghuni rumah untuk mengelola sampah tersebut nantinya.

Mulai sekarang, coba siapkan tempat sampah yang berbeda antara sampah dapur atau sampah organik dengan sampah plastik. Nantinya sebelum memutuskan untuk membuang sampah plastik itu, coba pilah lagi apakah masih bisa dimanfaatkan sebagai barang bekas layak pakai atau tidak.

Kalaupun sampah plastik sudah terkumpul cukup banyak, jangan dibuang begitu saja ya. Lebih baik berikan ke tukang loak.

Jangan Ragu untuk Menyebarkan Kampanye Diet Kantong Plastik ke Sekitarmu

Diet kantong plastik bisa dilakukan semua orang. Kampanye ini ke depannya akan memberi manfaat bagi lingkungan kalau kita mau tergerak untuk menyuarakannya. Coba bayangkan kalau setiap satu orang menyebarkan pesan positif ini ke dua orang di sekitarnya, pasti lambat laun ada yang pikirannya jadi terbuka dan akhirnya mau mencoba untuk diet kantong plastik. Jangan ragu dan sungkan untuk membagikan hal baik. Kalau bukan dari kamu, lalu siapa lagi?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Presenter Andre Taulany Memilih Bungkam Atas Kasus yang Menimpa Sang Istri

Presenter dan artis komedi Andre Taulany mengungkapkan alasannya jika beberapa hari ini ia memilih diam. Ia memutuskan tak langsung memberi penjelasan di media sosial berkait postingan istrinya, Erin Taulany, yang kontroversial sehingga membuat dirinya dilaporkan ke polisi oleh pengacara bernama Muhammad Firdaus Oiwobo atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Daripada saya ikutan komentar, mending saya diam aja. Kan kita belum tahu bukti-buktinya,” ujar Andre, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Tanpa penjelasan apa-apa kepada warganet yang tak terima dengan isi Insta Story akun Instagram bernama @erintaulany, mantan vokalis grup band Stinky ini tiba-tiba menyambangi Polda Metro Jaya. Andre mengaku bahwa ada dugaan akun istrinya itu diretas karena tak bisa diakses pada sekitar 20-an April 2019 dan merasa harus melaporkannya ke polisi.

“Saya mendampingi istri melaporkan ke sana (kantor polisi). Ada penyalahgunaanlah,” katanya. Namun, sebagian pihak sudah tersulut emosi karena postingan tersebut. Menanggapi kontroversi yang menerpa istrinya saat ini, Andre memberi jawaban bijak.

“Biasalah semua cobaan harus ada hikmahnya, kita hadapi aja, insya Allah baik-baik,” ucap Andre.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Korban Pemerkosaan dan Kepedulian yang Dibutuhkan dalam Film “27 Steps of May”

Harus diakui, jika isu tentang kekerasan seksual terhadap perempuan selalu menjadi topik yang sexy untuk dibahas. Barangkali, itulah yang juga dipikirkan oleh sutradara Ravi Bharwani yang kemudian melahirkan film terbarunya berjudul ’27 Steps of May’.

Sebelum tayang pada 27 April 2019 mendatang secara reguler, kamu perlu tahu jika film ini sudah berhasil melenggang di beberapa pagelaran film di beberapa negara. Seperti Cape Town Internasional Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival, dan Busan International Film Festival. Dan tak hanya itu saja, ‘27 Steps of May’ juga mendapat antusiasme yang cukup epic pada penayangannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Plaza Indonesia Film Festival.

Ravi Bharwani bercerita, setidaknya ia membutuhkan waktu selama kurang lebih lima tahun, untuk memproduksi film tersebut. Dan salah satu kesulitan yang dirasakan Ravi selama menggarap film ini adalah mengatur waktu dengan baik.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Ceritanya dimulai dari sosok remaja perempuan berusia 14 tahun bernama May (Raihaanun). Dirinya diperkosa oleh beberapa lelaki yang tak dikenal. Dan seperti yang sudah kalian bayangkan, selapas peristiwa itu, hidup May berubah.

Ada luka yang tak bisa ia jelaskan, sehingga membuatnya menutup diri dari dunia luar. Dan ternyata kesedihan tersebut juga dirasakan oleh sang ayah yang diperankan oleh Lukman Sardi. Pepatah ‘Hidup enggan mati tak mau’, barangkali jadi sesuatu yang menggambarkan bagaimana May dan sang Ayah kemudian menjalani hidupnya. Dua orang ini terjebak dalam sebuah kekacauan yang semakin hari semakin menyakiti hati. Bagaimana situasinya? Silahkan tonton sendiri ya.

Jika selama ini kita hanya bisa berucap ‘kasihan’ atau merasa ‘iba’ pada para perempuan yang jadi korban pemerkosaan. Film ini akan membawa kita memahami mereka lebih dekat. Bagaimana May mengemban semua trauma dan ketakutannya. Meski tak banyak mengumpar kata-kata, kemampuan akting Raihaanun jadi sihir magis yang kemudian membawa kita turut merasakan penderitaannya.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Selanjutnya, kita juga akan menyaksikan bagaimana perasaan seorang Ayah tatkala mendapati putirnya jadi korban atas perbuatan keji dari orang-orang yang tak dikenal. Dan untuk perihal ini, bisa kita pahami dari emosi yang ditunjukkan oleh Lukman Sardi. Tak bisa berbuat banyak, ia meluapkan emosi diatas ring tinju yang akhirnya memberinya luka setiap kali pulang ke rumah. Dari sini, kita tahu jika luka yang dirasakan oleh sang anak jadi luka yang berlipat ganda bagi orangtua.

Makna lain yang juga ditampilkan adalah, korban pemerkosaan atau mereka yang pernah menerima kekerasan seksua, tak bisa sembuh dalam waktu cepat. Semuanya butuh waktu dan upaya untuk meredam semua luka. Sebagaimana May yang menutup diri dan tak mau bicara bertahun-tahun lamanya. Jika harus digambarkan, film ini jadi salah satu perpanjangan lidah oleh mereka yang pernah mengalami hal serupa seperti yang dirasakan oleh May. Sekaligus jadi pengingat bagi kita orang-orang yang mungkin berada di dekat mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Berdurasi 112 menit, film ini juga akan dibintangi Ario Bayu dan Verdi Solaiman. Dan sebelum penayangan resminya, ‘27 Steps of May’ sudah berhasil menyabet 3 penghargaan, yakni ‘Film Panjang Asia Terbaik’ (Golden Hanoman Award) di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan dua penghargaan lainnya diraih dalam Festival Film Tempo 2018 di kategori ‘Aktris Pilihan Tempo’ dan ‘Penulis Skenario Pilihan Tempo’.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Positif Pakai Narkoba,Yoochun JYJ Pensiun dari Dunia Hiburan

Pihak kepolisian Korea Selatan menyatakan penyanyi sekaligus aktor Yoochun JYJ positif mengkonsumsi narkoba setelah melakukan pemeriksaan bersama Hwang Hana. Seturut dengan munculnya kabar ini, pihak manajemen pun akhirnya buka suara.

Manajemen yang membawahi JYJ, C-Jes Entertainment, merilis pernyataan resmi soal Yoochun. Dalam pernyataannya tersebut, musisi yang juga aktor itu memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan. Berikut pernyataan lengkapnya:

Halo, ini C-Jes Entertainment.

Kami mengikuti semua investigasi dengan memegang kepercayaan soal klaim Park Yoochun yang mengaku tidak bersama. Namun kemarin, kami mengetahui dari pemberitaan bahwa pihak forensik menyatakan dirinya positif narkoba.

Saat sedang menunggu kabar baik dari investigasi dengan memberikan kepercayaan pada Yoochun, kami dihadapkan dengan pemberitaan seperti itu dan merasa sedih. Setelahnya kami memutuskan bahwa kami tak bisa lagi memberikan kepercayaan kepada Park Yoochun. Kami memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan sang artis.

Seperti yang sebelumnya dinyatakan, Yoochun akan berhenti dari dunia hiburan, membatalkan semua jadwal mulai hari ini ke depan.

Kami memahami beratnya situasi ini dan merasa sangat bertanggung jawab. Kami akan memastikan peristiwa seperti ini tak akan terjadi lagi melalui regulasi dan perubahan kebijaksanaan yang ketat.

Sekali lagi, kami memohon maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top