Feature

Perilaku Receh yang Bikin Uangmu Sisa Receh

Mengatur keuangan jelas bukan perkara enteng. Apa lagi bagi orang seusia kita yang sedang giat-giatnya bekerja tapi juga berkeinginan untuk belanja ini-itu. Bahkan sering kali banyak hal yang tak terlalu penting tapi akhirnya dibeli juga. Pengeluaran yang tak terkendali semacam itu yang sejatinya nanti justru menyulitkanmu di tanggal tua.

Coba ingat lagi, apakah kamu mengalami pengalaman yang demikian? Pada tanggal muda, belanjamu bisa dibilang tak terkendali. Sementara di tanggal tua, uang lima ratus rupiah rasanya sangat berarti. Kalau setiap bulannya siklusnya selalu begitu, artinya ada yang perlu dikoreksi dari caramu mengelola dan memakai uangmu selama ini. Bisa saja pengeluaran yang tak seberapa justru jadi biang kerok yang sebenarnya.

Memang Benar Anjuran untuk Berhenti Merokok, Selain Baik Untuk Kesehatan, Kamu Tak Perlu Lagi Menyediakan Anggaran untuk Beli Rokok

Untukmu yang sampai hari ini masih merokok, jangan lelah ya kalau masih mendengar nasehat dari sekelilingmu untuk membuatmu berhenti. Karena memang pada dasarnya, selain tidak baik untuk kesehatan, justru membuatmu semakin boros. Mari hitung-hitungan sebentar, harga rokok setidaknya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu, kalau dalam dua hari kamu bisa habis satu bungkus, artinya dalam sebulan kamu harus mengeluarkan budget Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Lumayan menguras kantong bukan? Kalau pun kamu masih merasa berat melepas kebiasaanmu yang satu ini, setidaknya cobalah untuk mulai mengurangi intensitas merokok.

Banyak Jajan, Dompet Terancam

Coba hitung, dalam seminggu setidaknya kamu sudah berapa kali jajan di luar? Apakah hampir setiap hari? Kalau kamu memang bukan tipikal yang suka membawa bekal makanan dari rumah, mungkin memang sudah ada budget tersendiri, tapi ‘jajan’ yang dimaksud kali ini adalah seberapa sering kamu pergi bersama temanmu? Zaman sekarang, kalau nongkrong sama teman pasti di tempat makan atau kafe. Bisa saja, karena merasa suasananya begitu nyaman untuk bertemu teman, kamu pun jadi tak peduli soal harga makanan.

Hei Kawan, tapi hal semacam ini yang justru akan menguras dompetmu dengan cepat. Uangmu bisa cepat habis karena kebiasaan makan di luar. Kalau mau hemat, cobalah mengurangi intensitas nongkrong bareng teman. Setidaknya seminggu atau dua minggu sekali. Serta mulailah membawa bekal makanan dari rumah yang pastinya akan jauh lebih hemat dibanding kamu jajan di luar.

Selagi Bisa Cuci Baju Sendiri, Mengapa Harus Pergi Ke Laundry?

Untukmu yang tinggal di kost-kostan, lebih baik cuci baju sendiri. Perkara baju kotor tak melulu harus pergi ke laundry. Selain kamu jadi lebih mandiri, kamu pun jadi bisa menghemat anggaran. Yang tadinya disiapkan untuk laundry, anggaran tersebut bisa jadi dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting. Problem anak kost biasanya baju kotor yang terlanjur menumpuk. Karenanya, agar tak kerepotan, cucilah baju sendiri setiap hari. Mencuci dengan cara mencicil seperti ini tak akan membuatmu lelah.

Usahakan Masuk Ke Minimarket Kalau Ada Perlunya Saja

Sebelum memutuskan untuk masuk ke minimarket, pastikan sudah ada gambaran mengenai apa saja yang akan kamu beli. Kalau perlu, kamu buat catatannya agar setibanya di minimarket, tak tergoda untuk membeli makanan ringan hanya karena warna atau kemasannya yang terlihat lucu. Munculnya banyak minimarket sekarang ini memang mempengaruhi psikologis kita untuk sekadar mampir dan membeli makanan ringan. Untuk mengatasi hal semacam ini, memang ada baiknya kamu membawa bekal sendiri. Kalau perutmu kenyang, kamu tak akan mudah tergiur untuk masuk ke minimarket.

Jangan Terlalu Sering Tarik Tunai di ATM Bersama Kalau Tak Mau Saldo ATM-mu di Ambang Bahaya

Melakukan transaksi tarik tunai di ATM bersama ternyata bisa membuat uang tabunganmu semakin berkurang sedikit demi sedikit. Penarikan uang yang tak sesuai dengan mesin ATM bank asal tempatmu menabung hanya akan membuatmu terkena biaya pemotongan yang berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Kelihatannya memang tidak seberapa, tapi kalau terlalu sering dilakukan bukannya justru kamu merugi?

Terbiasa Belanja dengan Kartu Debit dan Kredit Hanya Membuat Tagihan Melilit

Terutama kartu kredit, selain membuat kamu terlilit tagihan, hidupmu pun jadi tak tenang. Dua kartu sakti ini memang menjanjikan efisiensi dan kemudahan bagi para pemakainya. Penggunanya tak perlu repot-repot menghitung lembaran uang tunai saat bertransaksi. Tapi justru karena kemudahan itulah yang menstimulasi kamu jadi semakin boros.

Semakin mudahnya bertransaksi jual beli, kamu jadi punya tendensi untuk lebih konsumtif. Hingga tak lagi memperhatikan detail uang yang kamu punya, yang kamu ingat hanya digit angka depannya saja. Untuk yang satu ini, memang kamu harus lebih bijak saat menggunakan dua kartu ini. Kalau perlu, lebih baik kembali ke cara hidup lama yaitu berbelanja dengan uang tunai supaya melatihmu lebih teliti dan ingat jumlah uang yang ada di dompetmu.

Merogoh Kocek untuk Biaya Parkir

Walau tak bisa sepenuhnya menyalahkan diri sendiri, bayar parkir adalah pengeluaran yang diam-diam bisa membuatmu kehabisan uang. Meski tergolong kecil, hanya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 5.000, tapi kalau diakumulasikan setiap bulan, lumayan juga lho. Belum lagi seberapa sering kamu bepergian dengan motor dan berhenti di tempat parkir yang berbeda. Ada baiknya kamu mencoba mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Selagi ada transportasi umum, kamu bisa jauh lebih irit dan membiasakan diri agar tidak bergantung dengan kendaraan pribadimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Terlalu Lama Menjomblo, Membuat Kamu Kian Dekat dengan Hal-hal Ini!

“Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri”

Mungkin lirik lagu tersebut sangat cocok untukmu yang sudah lama menghabiskan waktumu seorang diri. Terlalu lama menjomblo ternyata juga tak baik loh untukmu. Terlebih jika akhirnya kamu sudah benar-benar terbiasa dan asyik dengan kesendirianmu itu. Bahkan nih, dari  hasil beberapa penelitian. Sendiri kelamaan, bisa memicu kematian. Untuk itulah, kamu disarankan segera mencari pacar.

Akan tetapi, sebelum beranjak untuk menebarkan pesonamu. Kami ingin mengajakmu menyadari beberapa hal yang selama ini kamu alami. Iya, kamu alami selama sendiri tanpa kekasih.

1. Merasa Kaku Saat Berkenalan dengan Orang Baru

Karena kamu sudah terlalu lama sendiri, akhirnya kamu pun tak terbiasa dengan kehadiran orang baru dalam kehidupanmu. Kamu pun akan terkesan canggung saat bertemu dengan orang baru. Akhirnya akan sulit untuk orang lain mendekat padamu karena tidak nyaman dengan sikap canggungmu itu.

Bukan tak mau membuka diri, hanya saja ada sedikit keraguan yang masih menghiasi pikiran. Semacam pertanyaan kurang percaya diri, karena sudah lama menyendiri.

2. Banyak Temanmu yang Akhirnya Menyerah untuk Mencarikanmu Pendamping

Temanmu pun ingin melihatmu memiliki pendamping. Mereka berusaha mengenalkanmu dengan kenalannya dengan maksud siapa tahu dia bisa cocok denganmu. Namun karena sikapmu yang cenderung cuek, akhirnya teman-temanmu pun menyerah untuk mencarikanmu pendamping. Bahkan setelah upaya  yang mereka perbuat, tak sedikit pula yang akhirnya merasa kesal padamu.

“Lu maunya pacar yang kaya gimana sih?” 

Sering mendengar kalimat ini? Ya, kadang kamu merasa terharu pada teman-teman yang sibuk mencarikanmu pacar baru. Namun juga sering merasa lucu, kenapa mereka sesibuk itu. Karena bisa jadi kamu sendiri masih menunggu dan tak mau terburu-buru.

3. Padahal Kamu Merasa Bahwa Cinta Bukanlah Hal yang Penting untuk Dipikirkan

Kondisi kesendirianmu yang sudah terlalu lama akhirnya juga memengaruhi pola pikirmu pada makna cinta itu sendiri. Kamu mulai merasa bahwa cinta bukanlah suatu hal penting untuk kamu pikirkan. Ada hal penting lain yang harus lebih dulu kamu dahulukan dibandingkan hanya untuk sebuah cinta. Dan barangkali inilah sebabnya, mengapa kamu masih betah sendiri sampai sekarang.

4. Bisa Jadi, Kamu Merasa Jauh Lebih Baik Saat Sendiri

  

Bisa dibilang kamu sudah cukup nyaman dengan kesendirianmu. Kamu justru tak tertarik meskipun melihat banyak temanmu yang selalu bersama dengan pasangannya. Kamu cenderung asyik dengan duniamu sendiri. Menikmati hobi dan belajar hal baru lebih banyak lagi. Selalu  jadi sesuatu yang lebih menyenangkan daripada harus buru-buru mencari pacar. Walau pada beberapa orang, ini hanyalah sebuah alasan atas ketidakmampuan. Upss…

5. Kamu Sudah Kebal dengan Komentar dan Pertanyaan Orang Terkait Status Single-mu

Mungkin di awal kamu sempat memikirkannya. Namun karena kamu sudah cukup lama sendiri dan menikmati kesendirian itu, akhirnya kamu pun mulai kebal dengan banyaknya komentar dan pertanyaan orang lain terkait dengan statusmu yang masih saja sendiri sampai saat ini.

Jadi pertanyaan semacam “Sendiri mulu, berduanya kapan?”, tak lagi jadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Ini lebih terdengar jadi sebuah basa-basi dalam membuka obrolan. Ya, walau kadang-kadang ada juga yang merasa jadi beban. Tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

6. Setiap Kali Ada yang Mendekati, Ada Serangkaian Cerita yang Sudah Kamu Persiapkan

Padahal kamu belum tahu pasti. Namun saat ada orang yang mendekatimu kamu akan dilanda kecemasan dan kepanikan. Kamu mulai berpikir keras akan tujuannya mendekatimu, ingin sekedar bermain-main atau benar-benar ingin serius. Hingga akhhirnya, ketakutakan dan kekhawatiran itu membawamu pada keputusan, akan hal-hal yang ingin dilakukan.

Kamu mulai berandai-andai, jika si dia nanti akan melakukan sesuatu apa yang perlu kamu persiapkan untuk merespon tindakannya itu. Sering membuatmu cemas tak karuan, tapi setidaknya kamu merasa tenang jika ada sesuatu yang sudah dipersiapkan.

7. Kamu Menciptakan Tembok yang Semakin Tinggi Karena Keinginanmu untuk Melindungi Diri

Tujuanmu memang ingin melindungi dirimu. Namun tanpa kamu sadari, lambat laun justru tembok yang kamu bangun untuk berlindung semakin tinggi. Akhirnya akan sulit untuk seseorang bisa mejangkau tempatmu berada. Nah, untuk yang satu ini tak selalu sepenuhnya salah. Biar bagaimanapun ini adalah upaya perlindungan untuk diri sendiri.

Dengan kata lain, kamu bisa lebih memilah orang-orang seperti apa yang nanti akan berada di dekatmu. Sehingga patah hati atau disakiti yang dulu pernah terjadi, tak akan terulang kembali. Nah, dari beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Mana yang saat ini sedang kamu rasakan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kadang Seorang Teman Memberi Solusi Bukan Karena Empati, Tapi Sekadar Asal Bicara Saja

Sadarilah, tak semua teman tempat kita curhat adalah seorang pendengar yang baik, yang mau turut merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karenanya, tak usah heran kalau akhirnya yang kamu dapat adalah solusi yang terdengar ‘ala kadarnya’ bahkan terkesan menggampangkan sebuah masalah.

Padahal jika dikembalikan ke dirinya sendiri belum tentu mereka akan terima dengan masukan seperti itu. Namun bukan berarti berbagi cerita ke teman adalah langkah yang salah ya. Mungkin supaya tak mendapat respon yang tak enak, kamu perlu mengenali karakter mereka dulu. Carilah sosok teman yang benar-benar tepat, yang bisa menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik bagi dirimu.

Seorang Teman Belum Tentu Merasakan Emosi yang Kamu Rasakan

Bagaimanapun, seorang teman belum tentu bisa merasakan emosi seperti yang kamu rasakan saat kamu menceritakan ceritamu. Padahal ada kalanya kamu hanya butuh didengarkan saja dibanding meminta saran dari mereka. Hati-hati, salah cerita pada orang, justru bisa membuatmu merasa sia-sia.

Sadarilah, meski sejak awal kita berharap mereka mau turut merasakan emosi yang sama seperti yang kamu rasakan kala itu. Tak semua orang bisa merasakan apa yang kita sedang rasakan.

Selesai Cerita Justru Dapat Penghakiman dari Teman yang Kamu Ajak Cerita, Menyebalkan Bukan?

Percayalah, tak semua curahan hati kamu bisa diterima dan direspon dengan baik oleh teman yang kamu ajak berbagi. Bahkan, tak semua teman akan setuju dengan jalan cerita yang kelak kamu bagikan pada mereka. Alih-alih ingin mendapat hati yang plong setelah mengeluarkan segala keluh kesahmu, yang ada kamu hanya akan mendapatkan kecewa.

Jika tahu bakal mendapat penghakiman dari lawan bicaramu. Pastikan terlebih dahulu, sebenarnya seberapa besar ia mau mendengarmu.

Tak Menutup Kemungkinan Ceritamu Justru Disebarluaskan pada yang Lain

Tak semua teman bisa menjaga rahasiamu dengan baik setelah kamu ceritakan seluruhnya pada mereka. Karenanya, jangan menceritakan masalahmu ke sembarang orang. Namun carilah sosok teman yang dapat dipercaya bisa menjaga rahasiamu dengan aman.

Susah memang, tapi kuberitahu, jangan sampai setelah kamu curahkan semua pada temanmu, masalahmu malah makin runyam dan akhirnya hanya mengganggu ketentraman hatimu, kan?

Berujung Penyesalan yang Menderamu Karena Sudah Cerita ke Temanmu

Akhirnya ketika kamu tahu bahwa teman yang kamu ajak berbagi cerita tidak bisa dipercaya dalam menjaga segala rahasiamu, yang ada kamu akan merasa menyesal sendiri. Bahkan hal ini bisa berdampak pada merenggangnya hubungan pertemanmu dengannya. Mungkin pada akhirnya kamu bisa petik pelajarannya dari sini agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih teman untuk diajak berbagi cerita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top