Feature

Perilaku Receh yang Bikin Uangmu Sisa Receh

Mengatur keuangan jelas bukan perkara enteng. Apa lagi bagi orang seusia kita yang sedang giat-giatnya bekerja tapi juga berkeinginan untuk belanja ini-itu. Bahkan sering kali banyak hal yang tak terlalu penting tapi akhirnya dibeli juga. Pengeluaran yang tak terkendali semacam itu yang sejatinya nanti justru menyulitkanmu di tanggal tua.

Coba ingat lagi, apakah kamu mengalami pengalaman yang demikian? Pada tanggal muda, belanjamu bisa dibilang tak terkendali. Sementara di tanggal tua, uang lima ratus rupiah rasanya sangat berarti. Kalau setiap bulannya siklusnya selalu begitu, artinya ada yang perlu dikoreksi dari caramu mengelola dan memakai uangmu selama ini. Bisa saja pengeluaran yang tak seberapa justru jadi biang kerok yang sebenarnya.

Memang Benar Anjuran untuk Berhenti Merokok, Selain Baik Untuk Kesehatan, Kamu Tak Perlu Lagi Menyediakan Anggaran untuk Beli Rokok

Untukmu yang sampai hari ini masih merokok, jangan lelah ya kalau masih mendengar nasehat dari sekelilingmu untuk membuatmu berhenti. Karena memang pada dasarnya, selain tidak baik untuk kesehatan, justru membuatmu semakin boros. Mari hitung-hitungan sebentar, harga rokok setidaknya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu, kalau dalam dua hari kamu bisa habis satu bungkus, artinya dalam sebulan kamu harus mengeluarkan budget Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Lumayan menguras kantong bukan? Kalau pun kamu masih merasa berat melepas kebiasaanmu yang satu ini, setidaknya cobalah untuk mulai mengurangi intensitas merokok.

Banyak Jajan, Dompet Terancam

Coba hitung, dalam seminggu setidaknya kamu sudah berapa kali jajan di luar? Apakah hampir setiap hari? Kalau kamu memang bukan tipikal yang suka membawa bekal makanan dari rumah, mungkin memang sudah ada budget tersendiri, tapi ‘jajan’ yang dimaksud kali ini adalah seberapa sering kamu pergi bersama temanmu? Zaman sekarang, kalau nongkrong sama teman pasti di tempat makan atau kafe. Bisa saja, karena merasa suasananya begitu nyaman untuk bertemu teman, kamu pun jadi tak peduli soal harga makanan.

Hei Kawan, tapi hal semacam ini yang justru akan menguras dompetmu dengan cepat. Uangmu bisa cepat habis karena kebiasaan makan di luar. Kalau mau hemat, cobalah mengurangi intensitas nongkrong bareng teman. Setidaknya seminggu atau dua minggu sekali. Serta mulailah membawa bekal makanan dari rumah yang pastinya akan jauh lebih hemat dibanding kamu jajan di luar.

Selagi Bisa Cuci Baju Sendiri, Mengapa Harus Pergi Ke Laundry?

Untukmu yang tinggal di kost-kostan, lebih baik cuci baju sendiri. Perkara baju kotor tak melulu harus pergi ke laundry. Selain kamu jadi lebih mandiri, kamu pun jadi bisa menghemat anggaran. Yang tadinya disiapkan untuk laundry, anggaran tersebut bisa jadi dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting. Problem anak kost biasanya baju kotor yang terlanjur menumpuk. Karenanya, agar tak kerepotan, cucilah baju sendiri setiap hari. Mencuci dengan cara mencicil seperti ini tak akan membuatmu lelah.

Usahakan Masuk Ke Minimarket Kalau Ada Perlunya Saja

Sebelum memutuskan untuk masuk ke minimarket, pastikan sudah ada gambaran mengenai apa saja yang akan kamu beli. Kalau perlu, kamu buat catatannya agar setibanya di minimarket, tak tergoda untuk membeli makanan ringan hanya karena warna atau kemasannya yang terlihat lucu. Munculnya banyak minimarket sekarang ini memang mempengaruhi psikologis kita untuk sekadar mampir dan membeli makanan ringan. Untuk mengatasi hal semacam ini, memang ada baiknya kamu membawa bekal sendiri. Kalau perutmu kenyang, kamu tak akan mudah tergiur untuk masuk ke minimarket.

Jangan Terlalu Sering Tarik Tunai di ATM Bersama Kalau Tak Mau Saldo ATM-mu di Ambang Bahaya

Melakukan transaksi tarik tunai di ATM bersama ternyata bisa membuat uang tabunganmu semakin berkurang sedikit demi sedikit. Penarikan uang yang tak sesuai dengan mesin ATM bank asal tempatmu menabung hanya akan membuatmu terkena biaya pemotongan yang berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Kelihatannya memang tidak seberapa, tapi kalau terlalu sering dilakukan bukannya justru kamu merugi?

Terbiasa Belanja dengan Kartu Debit dan Kredit Hanya Membuat Tagihan Melilit

Terutama kartu kredit, selain membuat kamu terlilit tagihan, hidupmu pun jadi tak tenang. Dua kartu sakti ini memang menjanjikan efisiensi dan kemudahan bagi para pemakainya. Penggunanya tak perlu repot-repot menghitung lembaran uang tunai saat bertransaksi. Tapi justru karena kemudahan itulah yang menstimulasi kamu jadi semakin boros.

Semakin mudahnya bertransaksi jual beli, kamu jadi punya tendensi untuk lebih konsumtif. Hingga tak lagi memperhatikan detail uang yang kamu punya, yang kamu ingat hanya digit angka depannya saja. Untuk yang satu ini, memang kamu harus lebih bijak saat menggunakan dua kartu ini. Kalau perlu, lebih baik kembali ke cara hidup lama yaitu berbelanja dengan uang tunai supaya melatihmu lebih teliti dan ingat jumlah uang yang ada di dompetmu.

Merogoh Kocek untuk Biaya Parkir

Walau tak bisa sepenuhnya menyalahkan diri sendiri, bayar parkir adalah pengeluaran yang diam-diam bisa membuatmu kehabisan uang. Meski tergolong kecil, hanya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 5.000, tapi kalau diakumulasikan setiap bulan, lumayan juga lho. Belum lagi seberapa sering kamu bepergian dengan motor dan berhenti di tempat parkir yang berbeda. Ada baiknya kamu mencoba mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Selagi ada transportasi umum, kamu bisa jauh lebih irit dan membiasakan diri agar tidak bergantung dengan kendaraan pribadimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berdamailah dengan Masa Lalu, Buka Hati untuk Cinta yang Baru

Perkara masa lalu, biarkan dirimu terus belajar dari orang-orang sekitar. Aku yakin, akan ada saatnya kamu mau menerima dan mengikhlaskan hubungan yang sempat berakhir di tengah jalan. Aku tahu rasanya memang sulit, kamu harus mengalami kenyataan pahit di masa lalu.

Tapi, kamu sudah melalui hal itu, kini saatnya untuk membuka hati dan melihat masa depanmu pada sebuah hubungan yang baru tanpa perasaan ragu. Kawan, sudahlah, bukan lagi saatnya untuk meragu. Bagaimanapun, kamu berhak mengukir kisahmu dengan hal-hal yang baru yang lebih indah dengan seseorang dimana nantinya kamu bisa merasakan bahagia lagi.

Saat Ragu Mulai Menyapa, Pikirkanlah Kalau Kamu Juga Berhak Bahagia

Setiap orang dibekali Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kamu hanya harus fokus pada kelebihan yang kamu miliki dan kembangkanlah kemampuan tersebut setiap harinya. Hal ini bisa jadi langkah sederhana yang membuatmu percaya bahwa kamu itu berharga.

Terlepas dari seberapa besar pengalaman membentuk pemikiran untuk menghindari hubungan dengan seseorang yang baru, kamu itu berhak bahagia. Tak usah membandingkan dirimu yang sekarang dengan yang lama serta mengungkit lagi soal kegagalan hubungan dengan orang baru yang datang menghampiri.

Lagipula, Kegagalan Seharusnya Bisa Membuatmu Memiliki Hati yang Lebih Lapang

Kalau kamu pernah putus cinta, bukan berarti kamu gak bisa mencinta lagi. Kegagalan dalam hubungan justru bisa menjadikan pribadimu lebih dewasa dalam hal mencintai dan dicintai. Sudah selayaknya kamu lebih bisa mencintai dirimu yang sekarang, kawan. Menerima seseorang yang pastinya bisa menghargai dirimu lebih dari sebelumnya, dan menjalin hubungan yang lebih naik tingkat. Karenanya, kegagalan memang seharusnya bisa membuatmu memiliki hati yang lebih lapang.

Pahamilah Kalau Setiap Pilihan yang Kamu Tetapkan Selalu Ada Risikonya

Keraguan dalam menerima seseorang justru bisa membawa dampak bagi dirimu sendiri. Mau sampai kapan kamu meragu dan terpenjara dengan perasaan itu seterusnya? Padahal, kamu sendiri juga tahu bahwa setiap hal yang membuatmu bahagia juga sepaket dengan kemungkinan terburuk serta kesedihannya.

Bagaimanapun, kegagalan di masa lalu harus membuatmu lebih bijak dalam mengambil langkah di masa depan. Setiap pilihan ada sisi enak dan tak enaknya memang, tapi jangan sampai kamu justru berhenti menutup diri untuk menjajal kesempatan baru dalam hidupmu.

Yakinkan Diri, Jika Kamu Memang Sudah Benar-benar Belajar dari Masa Lalu

Kalau dulu kamu masih main-main dalam menjalin hubungan, karena kegagalan yang terdahulu otomatis membuatmu makin bisa berpikir rasional, kan? Kamu jadi tahu mana yang lebih cocok dan mengeliminasi yang sekiranya tak sesuai sama dirimu. Termasuk soal memilih dan memantapkan hati pada hubungan yang baru.

Sekalipun memilih seseorang tanpa bayang-bayang orang di masa lalu memang bukan hal yang mudah, Janganlah sering membandingkan keduanya hingga tak kunjung mengambil kesempatan saat ada yang mendekati. Saat ini, yang perlu kamu perlu menghilangkan kebiasaan membandingkan ini, karena setiap orang punya kelebihannya sendiri.

Terpenting, Kamu Harus Sayangi Dirimu Lebih Dulu

Keraguan saat mau menjalin hubungan bisa datang dari ketidakyakinan diri untuk bertahan pada pilihan. Nah, jika kamu merasa dalam kondisi yang semacam ini, cukup jalani segala sesuatu dari apa yang ada di depan mata, terima dirimu seutuhnya. Dengan ini, maka kamu akan lebih mudah mempersilahkan seseorang hadir dan menjalani hubungan baru. Ingatlah, Tuhan pasti punya alasan dalam mempertemukanmu dengan seseorang yang  baru. Terlepas dari kenangan atau kejadian yang tak menyenangkan, aku berharap kamu bisa menjalani hubungan yang lebih berkualitas lagi dari sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

4 Pekerjaan yang Bisa Kamu Lakukan Saat Kepepet dalam Hal Keuangan

Apakah kamu pernah mengalami kesulitan keuangan yang cukup mendadak? Saat berada dalam kondisi ini tentu kamu akan berusaha untuk mencari pekerjaan agar bisa mendapatkan penghasilan lebih. Nah buat kamu yang bingung ingin bekerja sebagai apa, berikut adalah 4 profesi yang mungkin bisa kamu tekuni saat butuh dana lebih guna memenuhi kebutuhanmu.

1. Penulis

Kamu bisa mencoba untuk menjadi penulis lepas, baik penulis artikel, biografi maupun tulisan lainnya. Profesi ini cukup bisa kamu andalkan kok. Kamu hanya perlu untuk lebih kreatif dalam mengolah kosakata agar bisa menghasilkan sebuah tulisan yang menarik.

2. Selebgram

Meski terdengar sebagai profesi yang sepele, namun penghasilan yang bisa kamu dapatkan dari profesi ini lumayan cukup kok. Saat ini banyak juga orang yang terjun ke profesi ini dan menghasilkan banyak uang dari akun istagramnya.

3. Online Shop Sistem Dropship

Jika kamu tak punya cukup modal untuk membuka online shop mu sendiir. Kamu bisa menekuni profesi ini. kamu bisa memesan barang jika sudah ada orang yang memesan barang tersebut lebih dulu kepadamu. Bisa dibilang kamu bantu juga mempromosikan barang dari supplier sih, tapi kamu bebas mengambil seberapa besar keuntungannya.

4. Vlogger

Ini nih profesi yang saat ini cukup ngetrend. Asal kamu memiliki konten yang menarik untuk dijadikan sebuah video blogger, itu tentu bisa menghasilkan banyak uang kok. Kamu harus lihai dalam mencari konten yang bisa menarik perhatian banyak orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hubungan Kian Hambar Tapi Enggan Tuk Meninggalkan, Aku Tahu Bagaimana Rasanya Kawan!

Relasi yang sudah berjalan dalam kurun waktu tahunan, tak bisa jadi patokan hubunganmu dengannya bisa tetap baik-baik saja. Justru ada saja rintangan yang jauh lebih besar yang akan kamu hadapi. Yang paling sering kejadian, ada sekian orang merasa tak punya lagi cinta yang sama besarnya seperti dulu saat baru awal-awal jadian. Semacam kehilangan gairah dalam hubungan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Tapi dirinya sendiri tak tahu apa yang harus dilakukan selain bertahan.

Sehat atau tidaknya sebuah relasi pun hanya kamu dan pasanganmu yang tahu. Bersyukurlah kamu kalau saat ini relasimu baik-baik saja, kamu dan pasangan bisa merawat cinta yang ada di tengah-tengah kalian. Sementara di luar sana, ada banyak sekali orang yang memutuskan untuk bertahan dalam sebuah hubungan walau ia merasa hubungannya sudah tak lagi sehat untuknya. Aku pernah merasakannya. Beberapa alasan mungkin terdengar klise, tapi memang itulah kenyataan…

Terlalu Malas Mengulang Pola ‘Kenalan-Pendekatan-Pacaran’ Seperti yang Sudah-sudah…

Memulai lagi. Rasanya malas sekali. Harus cari gebetan lagi, kenalan lagi, pendekatan, bahkan sampai mengulang lagi fase pacaran dari awal—yang berbeda cuma satu, yaitu pasangan yang baru. Yup, yang namanya menjalin hubungan yang baru, semua mau tak mau dilakukan kalau memang memilih untuk melepaskan pasanganmu yang sekarang. Kala itu aku pun berpikir demikian. Terlalu malas untuk berkutat dengan hal-hal semacam itu, karenanya aku memilih bertahan.

Tapi izinkanku memberi saran. Sebab ini soal masa depan, apa iya kamu terlalu malas untuk semua itu?  Bukankah lebih menyebalkan terjebak dengan seseorang yang membuatmu tidak sreg lagi dengan hubunganmu yang sekarang? Soal pasangan, masa depanmu pun ikut dipertaruhkan. Sekali kamu mengiyakan sebuah pernikahan yang tidak kamu inginkan, selamanya kamu akan terjebak di dalamnya. Kalau memang hatimu tidak untuk si dia yang ada disampingmu sekarang ini, lantas untuk apa terus bertahan dan berusaha keras?

Berusaha Mencoba untuk Nyaman Hanya Karena Takut Tak Bisa Menemukan yang Sepadan

Tak usah menghakimi diri sendiri dan takut tak akan dapat pasangan, yang perlu kamu pikirkan sekarang ini adalah bisakah kamu keluar dari hubunganmu yang hambar? Kalau kamu berani mendobrak hal ini, percayalah, akan ada seseorang yang tidak akan membuatmu merasa bosan walau setiap hari bersamanya. Kalau kamu belum merasakannya sekarang, tandanya dia memang bukan orang yang dipersiapkan untukmu, jangan takut putus dengannya.

Kamu Memilih Bertahan Karena Pertimbangan Usiamu yang Dicap Pantas Menikah

Dulu aku begitu, aku memilih bertahan karena usia jadi pertimbangannya. Usiaku seakan mengejarku untuk segera berumahtangga dengan pasanganku kala itu. Bertahun-tahun aku memegang prinsip “selagi ada pasangan” aku pun jadi ‘mau-tidak-mau’ tetap bertahan. Untukmu, jangan sampai terjebak situasi yang sama sepertiku. Selalu ada kesempatan asal kamu mau mengusahakannya. Lagipula, untuk apa kamu fokus pada usia menikah padahal kamu sendiri tidak yakin bisa hidup bahagia dengannya?

Kamu Merasa Dirimu Pantas Menerima dan Berada di Situasi Tersebut

Jangan sekali-kali berpikir kamu pantas berada di situasi yang sulit hanya karena kamu berlaku buruk di masa lalu. Bangunlah kepercayaan diri dan tunjukkan bahwa semua orang patut bahagia. Jangan pernah beranggapan kamu pantas menderita dengan bertahan pada cinta yang hambar. Kamu selalu pantas bahagia, asal kamu sendiri mau memperjuangkannya.

Kamu Tak Percaya Diri Karena Takut Mendapatkan Pasangan yang Lebih Buruk dari yang Sekarang

Padahal tak ada jaminan hal itu bisa terjadi. Begini, tak ada salahnya kamu juga peduli dan memikirkan dirimu sendiri untuk urusan relasi seperti ini. Jangan sampai bertahan membuatmu stres setiap harinya. Bahkan sekalipun kamu sudah sendiri, itu lebih membahagiakan dibanding jadi pasangan orang yang tidak lagi kamu cintai.

Hindari menyiksa dirimu sendiri. Kalau memang kamu tidak merasa nyaman, jangan takut untuk segera pergi dan menemukan kebahagiaanmu sendiri. Cinta tak bisa dipaksakan, kawan. jangan salahkan dirimu atau dia yang tidak bisa membuat cinta kalian seindah dulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top