Trending

Apa yang membuatmu membeli produk merk A dan bukan merk B

Kamu pernah terpikir kenapa kamu membeli barang A bukan yang B,C atau D? Apa yang membuatmu memilih merk tertentu? Dimana kamu menyadari bahwa produk itu ada? Kapan kamu menerima informasi mengenai barang itu? Darimana informasi itu?

Jawabnya memang tak mudah. Dahulu keputusan kita membeli sesuatu mungkin hanya dipengaruhi oleh iklan dari brand alias pemilik merk. Namun ternyata saat ini situasinya sudah sangat berbeda.

Hal inilah yang diungkap pada acara bertajuk Tetra Pak Index 2017: Innovation Connected yang berlangsung beberapa waktu lalu di Hotel Fairmont Senayan. Apa saja yang mempengaruhi keputusan membeli sebuah produk itu?

Produsen Yang Menguasai Internet Bisa Menguasai Keputusan Membeli

Indonesia itu rumah bagi lebih dari 132 juta pengguna internet dimana 40% diantaranya adalah pengguna aktif sosial media. Karena itu mereka yang bisa memahami arus informasi di internet bisa dengan mudah merebut hati para konsumen ini. Tentunya untuk memenangkan konsumen yang memiliki informasi luas berkat digital ini, mengharuskan pemilik brand untuk berpikir kreatif agar pesan yang ingin mereka sampaikan dapat diterima oleh konsumen secara tepat.

“Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z; generasi yang lahir di era digital, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Penting bagi pemilik brand untuk memikirkan strategi yang tepat dalam mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Brand yang ingin terlibat dengan konsumen yang serba terhubung ini perlu memahami hal apa yang mendorong mereka, dan bagaimana menciptakan pengalaman menarik bagi brand, yang bisa dirasakan baik secara online dan offline,” ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia.

Internet Pun Tak Sembarangan Karena ‘Mobile Adalah Raja’

Yup, informasi yang kamu terima tentang sebuah produk di internet tak lagi diakses lewat perangkat desktop atau komputer. Coba saja liat bagaimana Facebook, diakses 97 persen oleh orang Indonesia melalui perangkat mobile.

Karena itu informasi tentang keputusan membeli sebuah barang, merek A atau B itu secara tak sadar kamu terima melalui perangkat mobile. Para pemilik merek yang mengabaikan unsur mobile ini dipastikan tak bisa bersaing.

Berbeda Dengan Di Luar Negeri, Konsumen Indonesia Memperoleh Informasi Produk Lebih Banyak Dari Sosial Media

Sadar ataupun tidak, masyarakat Indonesia itu memang lebih gemar mengakses media sosial. Bahkan berdasarkan data dari Hootsuite dan WeAreSocial, 40 persen dari jumlah pengguna internet di Indonesia adalah pengguna media sosial. Hal ini sedikit berbeda dengan pola masyarakat negara maju seperti Amerika Serikat yang lebih sering membuka browser alias peramban lewat ponsel pintar mereka ketika mencari informasi.

Tapi menariknya, pemanfaatan media sosial pun tak sebatas untuk berinteraksi dengan kolega saja. Melainkan ada fenomena jual beli online yang kemudian menggiring munculnya para konsumen yang sekaligus distributor online. Lihat saja, Instagram misalnya. Kini fungsinya bukan lagi sebatas tempat posting foto, justru potensi bisnis yang menjanjikan pun mulai muncul berkat kehadiran Instagram.

Komunikasi Tak Lagi Hanya Dikuasai Satu Arah Oleh Brand, Ulasan Konsumen Berperan Besar Mempengaruhi Keputusan Membeli

Dahulu orang percaya saja jika sebuah brand mengatakan produknya lah yang terbaik lewat media iklan. Sekarang tak lagi semudah itu. Karena konsumen yang saling terhubung ini punya kanal informasi yang juga tak kalah banyaknya.

Kepuasan seseorang atau ketidak puasan seseorang akan sebuah produk bisa mempengaruhi keputusan konsumen lainnya untuk membeli atau tidak. Coba ingat berapa banyak produk yang kamu beli karena postingan kawanmu di facebook. Atau berapa kali kamu melihat ulasan sebuah produk atau tempat wisata sebelum memutuskan untuk menjadi konsumennya.

Tak Semua Konsumen Sama, Ada Yang Namanya Konsumen Super Leader

Ada orang-orang tertentu yang suaranya didengarkan oleh konsumen lain. Mereka ini biasanya pengguna awal sebuah produk, orang yang berani mencoba. Super leader ini akan menjadi pendukung nomor satu jika dia suka, dan penentang nomor satu jika ia tak suka.

Berkat membaca review dari jajaran konsumen Super Leader maupun melihat komentar pembaca lainnya, kamu pun jadi tak sembarangan asal beli produk atau makanan. Hal itu sah-sah saja karena pada dasarnya komentar atau review dari pembeli sebelumnya yang akan menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.
Karenanya, sebuah brand mau tak mau menyadari jika sekarang ini bukan lagi saatnya berkomunikasi secara lantang seorang diri. Mereka justru perlu terlibat secara proaktif serta memanfaatkan kekuatan para konsumen Super Leader untuk menyebarkan dan memperkuat pesan mereka.

Kemasan Tak Cuma Pelindung Produk Tapi Juga Sumber Informasi

Dahulu sebuah kemasan mungkin hanya berfungsi sebagai pelindung barang yang akan dijual. Namun berdasarkan hasil temuan Tetra Pak Index 2017, kemasan nyatanya memiliki peran penting untuk menjadi pintu gerbang bagi keterlibatan konsumen yang lebih luas. Kemasan yang memiliki informasi banyak dan menarik akan memikat para konsumen.

Inilah yang diadaptasi oleh Tetra Pak dalam kemasan yang mereka produksi. Kemasan Tetra Pak dilengkapi dengan teknologi Agumented Reality. Setiap konsumen bisa menelusuri informasi lebih banyak tentang sebuah produk yang di kemas Tetra Pak melalui kode digital yang tersemat di kemasan.

Hal itu memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi tentang produk hingga ke sumbernya. Kemasan pun dapat diubah jadi platform dua arah dimana brand dapat menangkap data spesifik dan berharga tentang konsumen mereka, serta berbagi informasi mengenai produk itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Lagu yang Bisa Bikin Kamu Kangen Masa Kecil di Sekolah Dulu

Masa SD termasuk masa yang indah untuk anak-anak bukan? Kamu bisa bebas bermain dan tidak terlalu pusing dengan segala masalah yang dimiliki oleh orang dewasa. Biasanya mata pelajaran yang paling disukai saat SD adalah mata pelajaran kesenian. Di mata pelajaran itu pasti ada lagu-lagu daerah yang wajib kamu hafal.

Nah, 5 lagu berikut pasti bikin kamu rindu deh sama masa kecil kamu dulu.

1. Ampar-ampar Pisang

Sumber: www.boombastis.com

Lagu yang satu ini merupakan lagu yang berasal dari Kalimantan Selatan. Lagu ini dulu sempat hits loh dan biasanya juga dinyanyikan anak-anak saat sedang bermain. Lagu ini bercerita tentang proses pembuatan makanan tradisional Kalimantan yang terbuat dari pisang.

2. Si Patokan

Sumber: www.freedata.kolomedu.com

Apa kamu termasuk golongan yang masih ingat dengan lagu daerah yang satu ini? Lagu ini merupakan lagu daerah yang berasal dari Sulawesi. Lagu ini berisi rasa khawatir seorang ibu pada anaknya yang sudah mulai mencari nafkah sendiri.

3. Apuse

Sumber: www.dictio.id

Selanjutnya adalah lagu yang berasal dari Papua. Lagu ini sering dinyanyikan dan diplesetkan oleh anak-anak zaman dulu. Padahal sebenarnya lagu ini bercerita tentang cucu yang pamit pada kakek neneknya untuk merantau.

4. Cingcangkeling

Sumber: www.liriklaguplus.com

Lagu yang satu ini berasa dari Jawa Barat. Dulu lagu ini kerap dijadikan lagu untuk SKJ. Tak hanya itu, lagu ini juga dulu dipakai untuk bermain kucing-kucingan oleh anak-anak kecil.

5. Gemu Fa Mi Re

Sumber: www.kumpulanlagudaerah.web.id

Yang terakhir tak kalah hitsnya, lagu ini sempat viral di dunia internasional loh. Lagu ini merupakan lagu yang berasal dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Selain itu lagu ini juga pernah dijadikan salah satu lagu yang dipakai untuk lagu pengisi di acara Indonesia Menari 2017.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bupati Pandeglang Akan Perjuangkan Guru Tinggal di Toilet SD Jadi ASN

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengunjungi kediaman guru honorer Nining Suryati yang berlokasi di toilet SD Negeri Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. Tak henti air mata mengalir di pipi Nining Suryani (44), selama dua tahun terakhir tinggal di toilet tersebut.

Nining sudah 15 tahun mengabdikan diri sebagai guru honorer. Ibu dua anak yang berpenghasilan Rp 350 ribu per bulan itu, sempat putus asa ingin berhenti menjadi tenaga pengajar karena tak kunjung diangkat jadi PNS. Menaggapi kisah Nining, Irna berjanji akan memperjuangkan Nining untuk menjadi seorang aparatur sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia pun meminta nining untuk tidak patah semangat.

“Kalau honorer yang usianya sudah di atas 35 tahun, kami akan angkat menjadi PPPK. PPPK ini gajinya yang menanggung APBD kami, kami akan bagi semampunya, nasib honorer ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar Irna seperti dikutip dari Kumparan, Jumat (19/7).

Di lain sisi, Pemkab Pandeglang tahun ini rencananya merekrut sebanyak 180 PPPK untuk beberapa posisi termasuk guru dengan tahapan seleksi dari Kemenpan RB. Namun jumlah itu belum sebanding dengan jumlah guru honorer di Pandeglang yang mencapai 8.500 orang. Karenanya, Irna akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar turut memberikan perhatian untuk pengangkatan CPNS.

“Mudah-mudahan ada hikmahnya, berangkat dari bu Nining, nasib honorer di Indonesia mendapat perhatian dari Pak Presiden. Jadi, Bu Nining jangan putus asa, jangan berkecil hati, tetap mengajar, tularkan semua ilmunya untuk mencetak generasi bangsa,” kata Irna kepada Nining.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Poppy Sovia Mengaku Hidupnya Lebih Bermakna Sejak Jadi Ibu

Poppy Sovia kini resmi menyandang status sebagai seorang ibu. Ia merasa kini hidupnya sangat jauh berbeda usai memiliki buah hati. Bahkan ia pun menyebut bahwa kini memaknai hidupnya makin berharga ketika menyusui bayinya. Meski diakui Poppy, ia termasuk ibu yang produksi ASI-nya kurang.

“Ngerasa momen hidup lebih berharga ketika kayak dibutuhkan sama bayi. Kayak senang banget walaupun asi kita sedikit kayak gitu ya. Lihat dia tuh, hidup gue lebih bermakna ketika dia nyusu kayak merasa dibutuhin banget,” kata Poppy Sovia ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

“Sebelumnya biasa saja,” tambahnya.

Kendati ia fokus mengurus June, untungnya sang suami, Ahmad Gussaoki tak cemburu. Sebab, sang suami menanamkan istilah untuk memprioritaskan keluarga bukan cuma anak saja. Poppy dan Ahmad menikah sejak Maret 2018.

“Nggak sih nggak. Walaupun dia pernah bilang pernah kayak aku prioritas, kayak waktu itu salah ngomong lebih prioritas ke anak banget itu salah, kamu harus prioritasin ke kita jadi keluarga tuh ada tiga kamar, saya, anak saya, sama suami. Nggak bisa tuh saya cuma urus kamar bayi saja, maksudnya saya harus urus suami saya sendiri, jadi kita harus memprioritaskan keluarga sih,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top