Feature

Pergi Liburan Sendiri Tanpa Harus Sibuk Selfie

Sejak instagram muncul dan digilai hampir seluruh manusia. Beberapa destinasi wisata juga terlihat diekspos dari seluruh penjuru nusantara. Mulai dari keindahan laut, gunung, bukit, hingga tempat-tempat lainnya.

Fenomena ini agak mirip virus, menyambar pada hampir seluruh pengguna Instagram. Belomba untuk menunjukkan eksistensi diri, hampir semuanya ingin terlihat menarik dengan foto selfie dari kunjungan yang dilakoni.

Tak percaya? Coba pergi saja ke tempat wisata dekat rumah. Disana kau akan menemukan, ratusan orang lengkap dengan tongkat selfie yang jadi sesuatu yang tak boleh ketinggalan. Mengambil ratusan potret diri, yang siap disebar di laman instagram.

Jadi acuan terhadap eksistensi diri, segala macam konten yang ada di Instagram pribadi memang jadi sesuatu yang akan dipikirkan seseorang, sekalipun ia sedang liburan. Yap, sosial media gila ini, agaknya merenggut kebahagian saat liburan. Kepuasan jiwa yang tadi diharapkan, berganti dengan aktivitas membosankan, karena kita sudah jadi budak dari instagram. 

Saya paham, unggahan kita di Instagram memang jadi sesuatu yang cukup krusial. Setiap momen dan apa saja yang kita lakukan, tak boleh terlewat tanpa dibagikan. Maka, pergi liburan sendiri dan berjanji tak akan mengambil foto selfie adalah sesuatu yang mungkin amat sulit dilakukan.

Sulit? Jelas Saja, Tapi Kalau Dicoba Tak Salah Kan?

Untuk kamu yang sudah jengah dengan berbagai macam aktivitas postingan foto liburan, mungkin bisa saja, pergi tanpa menggunggahnya di sosial media. Tapi beberapa orang yang masih dalam ambang bimbang, antara muak dan masih suka. Ini jelas akan terasa susah.

“Yaiyalah, tujuan liburan di zaman sekarang kan memang demi konten instagram”, begitu salah seorang kawan berucap. Tak mau memprotes ujarannya, saya hanya ingin berbagi sesuatu yang sedang saya upayakan pula. Yap, bepergian tanpa sibuk foto-foto demi postingan.

Nah, kalaupun nanti saja tak berhasil atau justru terjebak untuk mengambil banyak gambar lagi. Bisa dipastikan, foto itu tak lain adalah foto-foto yang memperlihatkan pemandangan. Bukan wajah yang akan memenuhi galeri foto di telepon genggam.

Momen Ini Memang Takkan Terulang, Tapi Bukan Berarti Terus Menerus Mengambil Gambar

Benar memang, setiap momen haruslah diabadikan. Tak yakin, jika aktivitas ini akan terulang. Maka menangkap gambar jadi sesuatu yang wajib dilakukan. Tapi, coba tanyakan lagi pada diri sendiri. Bukankah liburan kali ini adalah untuk membahagiakan diri? Nah, kalau ternyata iya, masa terus-terusan foto sampai memori telepon kepenuhan?

Ambilah foto secukupnya, cari tahu sisi mana dari tempat tersebut yang bisa kita pelajari. Hingga nanti, ada satu cerita yang pantas kita bagikan pada orang lain. Setidaknya ini jauh lebih bermakna, ketimbang aktivitas foto-foto yang menyita waktu dan tenaga.

Lupakan Feed Instagram, Sebab Liburan Adalah Tentang Mencari Ketenangan

Langkah selanjutnya, yang memang penting dan butuh kita hilangkan sejenak, adalah keinginan untuk berbagai foto biar dipandang keren oleh kawan. Tanggalkan semua hal-hal yang berbau instagram atau sosial media lainnya. Sudah saatnya, kita menikmati waktu liburan dengan tenang.

Perkara ini, jadi bagian yang mungkin sulit kita lakukan. Apalagi jika liburan kali ini, pergi tanpa seorang kawan. Maka, demi mengalihkan fokus pikiran, lakukan banyak hal selama bepergian. Tapi, kalau kamu memang hanya ingin tidur-tiduran dan bersantai di bawah pohon pun tak apa. Setidaknya itu jauh lebih menenangkan.

Tempat yang Kau Datangi Pasti Punya Cerita, Bahagiamu Kan Sempurna Jika Mencoba Mencari Tahunya

Coba ingat, berapa kali kamu pergi ke satu tempat yang sama? Satu, dua atau bahkan sudah tiga kali? Lalu, sudahkah kamu tahu, beberapa cerita yang mungkin ada di balik tempat tersebut? Nah, kalau ternyata masih belum tahu. Merugilah kamu.

Tanpa perlu dijelaskan, kamu pasti paham kan. Setiap tempat, setiap wilayah selalu punya cerita dan kisah yang berbeda-beda. Menarik untuk didengarkan, menambah wawasan, dan jadi pengetahuan untuk kita yang mengunjunginya. Tak melulu tentang hal-hal yang berat dan mendalam, asal tahu garis besar ceritanya pun, pasti menyenangkan.

Bertemu Orang Baru Pun Jadi Sesuatu yang Seru

Yap, kalau boleh berkata jujur. Bagian ini jadi babak paling menyenangkan dari setiap perjalanan liburan yang selalu saya lakukan. Berbicara dengan ibu-ibu penjual soto di Semarang, bertemu seorang bapak yang akan pulang ke Tegal di kreta, cerita panjang lebar dengan seorang laki-laki sebaya asal Flores yang kebetulan satu pesawat ke Pulau Derawan. Selalu jadi berhasil membuat saya terkesan.

Tak tahu kenapa, orang-orang baru yang akan kita temui di sebuah perjalanan selalu memberi kesan yang berbeda. Memberimu pemahaman baru, membantumu lebih tahu tentang sesuatu yang mungkin selama ini belum kau dengarkan. Sekilas, hal-hal seperti ini mungkin tak terlalu bermakna, tapi percayalah akan jadi sesuatu yang menyenangkan untuk diingat, 3 atau 4 tahun ke depan.

Liburan Tak Sebatas Bepergian, Bangun Percaya Diri Untuk Memulai Obrolan

Nah, karena liburan kali ini akan dilakoni seorang diri. Beberapa kali kita mungkin akan ketakutan atau merasa canggung untuk beradaptasi di tempat tujuan. Malu-malu untuk membuka obrolan, hingga sungkan untuk bertegur sapa dengan orang.

Padahal, dari beberapa penelitian, pergi liburan memberi manfaat untuk meningkatkan percaya diri dan membantumu lebih luwes lagi. Buang semua keraguanmu, ganti dengan keberanian baru untuk mampu berbaur dengan orang yang kan kita temui. Jika memang ingin, mengambil gambar bersama mereka yang kita temui, justru lebih manis dikenang. Daripada sibuk selfie seorang diri saja.

Jika Semuanya Sudah Berhasil Dilakukan, Meski Tak Mengambil Banyak Gambar Perjalanan Ini Kan Melekat Diingatan

Jadi tantangan tersendiri  memang, untuk kita manusia di zaman sekarang. Pergi liburan tanpa foto selfie yang digemari banyak orang. Tapi, menyenangkan hati walau beda sendiri jauh lebih keren ketimbang sama seperti orang-orang, namun tak dapat makna dari sebuah perjalanan.

Walau sejatinya, semua jadi keputusan masing-masing kita. Mau tetap sibuk selfie tiap liburan atau fokus ppada aktivitas mencari ketenangan yang kita mimpikan. Terserah saja, kamu pilih yang mana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kita Pegang: Syukur dan Sabar

Atas segala perkara yang kadang terasa jadi beban, beberapa cobaan sering membuat kita merasa kesusahan. Sibuk mencari jalan keluar, lalu bingung karena semuanya kian terasa tak terlewatkan. Tunggu sebentar, tarik nafasmu dalam-dalam lalu mulailah untuk meresapi semua yang sedang kau alami. 

Tak butuh sesuatu yang besar, demi bahagia dan sedih yang datang lalu lalang. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan. Jika dua hal ini sudah berhasil dijalankan, apapun sedih dan bahagia yang sedang kamu rasakan. Kehidupan akan selalu terasa baik dan menyenangkan.  

Meski Hidup Kadang Sulit, Sabar Akan Membantumu Mengurai Segala yang Rumit 

Ingat, perjalanan kehidupan yang akan kita lalui akan disertai dengan segala hal berat dan ringan, menyedihkan dan membahagiakan, dan segala titik baik dan buruk yang berjalan beriringan. Tak selalu sedih, tapi juga tak akan selalu bahagia. Berusahalah untuk tetap berdiri, bangkit dan mencari solusi.

Dan hal yang paling utama adalah mengontrol diri agar selalu sabar meski hidup kian berat saban hari. Kesedihan memang tak akan hilang dengan cepat, tapi sabar akan membantu kita menguraikan segala hal yang tadinya terasa berat. 

Bukan Tentang Besar dan Kecilnya Masalah, Selalu Bersyukur Akan Membut Hidup Terasa Mudah 

Banyak dan sedikitnya harta benda dan uang yang kita punya, digadang-gadang jadi patokan untuk hidup bahagia. Si kaya lebih bahagia, sedang dia yang tak punya dianggap sengsara dan nelangsa. Padahal kenyatannya tentu tak selalu seperti yang kita kira. Banyak atau tidaknya harta tak selalu jadi tolok ukur untuk bahagia.

Karena mereka yang tinggal di kolong jembatan bisa jadi lebih tertawa lepas dari dia yang duduk manis di dalam mobil mewah. Siapapun pun kita, dan berapa banyak pun harta yang kita punya, kesabaran selalu jadi kunci untuk membuat terasa mudah. 

Jadikan Syukur Sebagai Penguat, Agar Tak Ada Waktu untuk Mengeluh dan Berdebat

Pada masa-masa terberat, menyesali semua yang sudah dilakukan kita anggap jadi jalan keluar. Bukannya menemukan jawaban, kita justru lelap dalam liang sesal hingga akhirnya tak kunjung menemukan kesenangan. Nah, daripada sibuk menyalahkan situasi dan keadaan. Cobalah cari celah untuk bersyukur atas segala hal yang sedang menghadang.

Haturkan terimakasih pada diri sendiri karena sudah gagal, sebab dengan itu kita belajar untuk tak lagi sembarangan dalam membuat keputusan. Yap, bersyukur membuat kita lebih bijak, hingga akhirnya sadar bahwa segala hal yang terjadi datang membawa makna yang akan menghiasi kehidupan sekarang dan masa depan nanti. 

Tak Lagi Merasa Berhak Menuntut Tuhan Jika Ada yang Tak Sesuai Keinginan, Sabar Membuat Kita Banyak Belajar

Jadi jalan keluar termudah yang bisa kita lakukan, mengeluh memang kadang membuat kita bisa bernafas lebih lega. Merasa semua pertanyaan bisa tertuangkan, tapi sialnya, kita sering bersikap bak Tuhan yang berhak memprotes segala yang sudah ditakdirkan. 

Kita lupa, jika kita hanyalah manusia biasa. Bisa benar, bisa pula salah. Bisa bahagia, bisa pula  bersedih meski entah karena apa. Latihlah diri untuk lebih banyak bersabar, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pelajaran dari setiap kegagalan. 

Sebab Hidup Akan Selalu Baik-baik Saja, Jika Syukur dan Sabar Selalu Melekat dari Ingatan

Tak peduli kamu akan percaya atau tidak, tapi menjadi manusia yang penuh rasa syukur dan sabar akan mengubahmu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dengan syukur kamu lebih memaknai segala hal, tak lagi bersikap sembarangan, dan paham batas-batas mana yang harus tetap dijaga dan yang sekiranya boleh dilanggar. Sebaliknya, bersabar membuatmu jadi manusia yang berbeda. Mengerti arti dari menunggu dan berserah, serta tak akan gusar atas segala sesuatu yang masih jadi misteri dari semesta. 

Jika dua hal ini bisa berhasil kamu jalankan, percayalah jika hidupmu akan selalu dipenuhi kesangan dan segala keberuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Belajarlah Iklas Agar Segala Sakit Hati Tak Lagi Membekas

Meski telah berusaha sekuat tenaga, sesuatu yang tak baik untuk kita pasti akan dijauhkan entah dengan cara apa. Begitu pula dengan kisah cinta yang tadinya kita percaya akan berakhir bahagia. Dimata kita mungkin ia adalah sosok yang sempurna, tapi Allah jadi pihak yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Tak bisa menghindar dari semua sakit hati yang mungkin akan kita rasakan, belajar ikhlas untuk segala hal, jadi satu-satu jalan agar tak terus menyimpan dendam. Lepaskan semua amarah, buang jauh pikiran buruk atas segala luka yang kita terima. Anggaplah ini sebagai proses belajar, agar semua sakit hati dan luka tak lagi tertinggal. 

Jika Apa yang Kita Inginkan Tak Kita Dapatkan, Itu Berarti yang Terbaik Sedang Disiapkan

Hidup tak akan terasa berwarna jika apa yang kita inginkan selalu kita dapatkan. Untuk itulah, luka hadir untuk memberi kita pelajaran. Membuat kita semakin dewasa, bijaksana, dan lihai dalam memilih segala situasi yang ada. Ini bukan tentang kisah-kisah sedih yang selalu berujung dengan air mata. Tapi bagaimana semua luka ternyata selalu punya makna.

Hari ini kita mungkin bersedih ditinggal pergi kekasih, dikhianati sahabat yang kita cinta, atau kehilangan orangtua yang kita sayangi. Dalam bentuk apa saja, luka memang selalu membuat kita menyimpan amarah. Tapi memendamnya berlama-lama juga tak ada artinya. 

Lepaskan, maka yang indah akan segera kau rasakan. Bukan tanpa alasan, setiap luka yang datang akan diganti dengan sesuatu yang lebih menguatkan. 

Belajarlah untuk Merelakan, Agar Air Mata Berganti dengan Tawa dan Kebahagian

Kita boleh protes, menangis semalaman, atau diam tak mau makan karena merasa dikhianati oleh keadaan. Tak selalu bisa ditebak, segala sesutu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pada titik inilah kita harusnya belajar. Membuka mata untuk melihat segala kebaikan, dan menjadikannya sebagai pelajaran. 

Biarkan semua ketidakadilan yang kau rasakan pergi dengan semua kekecewaan. Tak perlu diingat-ingat lagi, tak pula untuk ditangisi. Relakan semua hal yang jadi beban, sebab kebahagian sudah menunggu kita di depan. 

Kehilangan Sesuatu yang Dicinta Memang Membuat Hati Terluka, Tapi Bisa Jadi Itulah yang Terbaik untuk Kita 

Apa yang kita inginkan, tak selalu sejalan dengan yang Allah berikan. Dimatamu, kekasihmu ini adalah sosok terbaik yang akan menjadi pendamping sehidup semati. Tapi nyatanya, ditengah perjalanan cinta ia justru membelokkan hatinya. Memilih perempuan lain, lalu pergi bersamanya. 

Tak perlu ditanya, kamu jelas kecewa dan mungkin sedang mengutuki semua rasa dan cinta. Lalu lupa, jika pengkhianatan yang bisa kamu saksikan sekarang harusnya jadi ajang bersyukur atas kehidupan. Bersyukur karena kamu bisa tahu lebih cepat, jika dia ternyata bukanlah orang yang tepat. 

Dia yang Pergi Tak Perlu Ditangisi

Walau ini akan jadi sesuatu yang susah, walau ini akan jadi kesedihan tersendiri untuk kita, tapi dia yang membuat luka akan selalu serupa, sekalipun ia sudah mengirim maaf sebagai tanda bersalah. Maka jika memang ia berniat pergi, biarkan ia pergi. Tak ada yang perlu ditangisi, apalagi berharap ia datang kembali. 

Karena Sebagian Orang datang untuk Memberi Kita Pelajaran, Bukan untuk Datang dan Tetap Tinggal

Sebelum nanti bertemu dengan dia yang memang tepat, beberapa kali kita memang akan singgah pada hati yang salah. Mencintai ia dengan segenap cinta, lalu terluka agar kian dewasa. Bukan untuk membuatmu marah atau kecewa saja. Segala sakit hati dan pengorbanan yang terasa sia-sia kelak akan berubah membuatmu lebih kuat dari biasanya.

Berhenti menyesali semua yang sudah terjadi, tak semua cinta yang datang bersedia untuk tinggal. Maka kita harus selalu siap jika semuanya berakhir dengan perpisahan. 

Yang Kita Rasa Salah Belum Tentu Tak Baik untuk Hidup Kita 

Luka memang selalu dianggap jadi kesedihan, jadi bentuk lain ketidakberuntungan, hingga memuat kita berpiki jika diri sedang sial. Ini mungkin menyedihkan, membuat kita kewalahan hingga menyesal karena sudah pernah memberi cinta dengan segenap jiwa. Tak butuh banyak hal, kamu hanya perlu bijak dalam memaknai segala kekecewaan. Apa yang kau anggap salah belum tentu tak baik untuk kita. Dan sebaliknya, dia yang terlihat baik belum tentu benar baik untuk kita.  

Dan Demi Hidup yang Lebih Bahagia, Lupakan Semua Hal yang Membuatmu Terluka

Tak akan ada bahagia jika kita terus lelap dalam bayang-bayang kecewa. Sebagai pihak yang terluka, kita wajib untuk menentukan langkah selanjutnya. Akan diam dan tak banyak bicara, tetap bertahan dalam semua luka atau bangkit berdiri dan mencari bahagia kita. 

Setiap orang terlahir dengan cerita berbeda, tak perlu membandingkan hidup dengan mereka  yang terlihat bahagia-bahagia saja, karena kamu tak pernah tahu, sudah berapa kali ia berdiri untuk lepas dari luka yang membelenggu. 

Lepaskan, ikhlaskan, maka bahagia akan datang tanpa diminta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perbedaan Lelaki yang Ingin Sekedar Jadi Pacar dengan Dia yang Siap untuk Meminang

Buru-buru dalam memaknai kehadiran seorang lelaki, beberapa perempuan kerap menelan luka. Menaruh harap pada pacarnya, padahal si lelaki datang hanya sekedar singgah. Dengar, tak semua lelaki yang ada dalam hidupmu punya ketulusan untuk mencintaimu. Beberapa dari mereka datang hanya untuk sekedar saling suka, lalu kemudian pergi membuatmu terluka.

Memilih lelaki untuk dinikahi bukanlah perkara kisah cinta yang bisa putus kapan saja. Lebih dari itu, kamu perlu memilah-milah sosok mana yang memang benar-benar mencintaimu. Memiliki komitmen untuk jangka panjang dan bersedia tetap saling menggenggam dalam segala hal.

Nah, agar tak salah kaprah dalam menilai mereka. Ada beberapa hal yang bisa membantumu membedakan. Manakah lelaki yang hanya ingin jadi sekedar pacar, dengan dia yang sungguh-sungguh siap meminang.

Yang Hanya Ingin Jadi Pacar Akan Banyak Berjanji, Tapi yang Ingin Menikah Akan Memberimu Bukti

Demi membuatmu merasa nyaman, si lelaki yang ingin jadi pacar ini akan memberimu banyak janji. Tapi sebagian besar dari janjinya itu, tak pernah ada yang dipenuhi. Bukannya membuatmu kian percaya, ia hanya bisa bercerita tentang semua angan-angannya untukmu tanpa berusa menjadikannya nyata. Obrolan yang ia selalu pakai pun tak jauh-jauh dari angan-angan, dan kalimat manis lain yang rasanya tak mungkin dilakukan.

Lain dengan lelaki tadi, yang serius untuk menjadikanmu istri akan hadir dengan pembuktian, bukan hanya sekedar omongan. Membuatmu bahagia dengan hal-hal yang kamu memang suka, hingga berbuat sesuatu yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya. Tanpa diminta, ia bergerak untuk memberimu bukti nyata.

Dengan Lelaki yang Serius Kamu Punya Temat Berdebat, Berbeda dengan si Pacar yang Hanya Mendengarmu Bercerita

Pacarmu itu mungkin aja jadi teman cerita yang selalu bersedia memberi telingannya. Mendengarmu berkata apa saja, tapi selalu diam dan tak memberi masukan apa-apa. Yang ia tunjukkan hanyalah kehadiran, bukan jadi pihak yang membantumu kian paham tentang sesuatu yang kalian bicarakan.

Lalu sebaliknya, si lelaki yang serius untuk menikah akan jadi teman debat yang bisa membawamu kian dewasa. Memberimu pemahamanan yang berbeda, hingga jawaban-jawaban menakjubkan yang selama ini tak ada dalam kepala. Ya, bersamanya kamu berkembang tak hanya jadi percerita yang handal. Tapi juga punya pengalaman yang lebih lebar.

Dia yang Hanya Sekedar Ingin Jadi Pacar, Menganggap Kencan Hanya Ajang Jalan-jalan, Tapi yang Serius Akan Membuat Kalian Saling Mengenal Lebih Dalam

Lebih dari acara makan–nonton– lalu pulang, laki-laki yang serius akan selalau menikmati waktu berdua dengan cara yang tak biasa. Mencipatakan obrolan-obrolan menarik untuk kalian berdua, hingga kalian mengerti kalau ada hal lain yang bisa dilakukan lebih dari sekedar kencan jika sedang berduaan. Untuk itu, kamu bisa membedakan hal apa saja yang sering pacarmu tunjukkan setiap kali kalian menghabiskan waktu di akhir pekan. Membawamu untuk sekedar makan malam atau mengajakmu menikmati sesuatu yang bertujuan membuat kalian saling mengenal lebih dalam.

Lelaki yang Hanya Berniat Memacari Tak Peduli pada Kebiasan Burukmu, Sedangkan yang Serius Akan Merubahmu Jadi Lebih Baik dengan Cara yang Benar

Jangan buru-buru senang jika sang pacar terlihat acuh dengan hal-hal buruk yang kamu lakukan. Bukan karena ingin memberimu kebebasan melakukan apa saja. Karena kelak jika kalian sedang berselisih, ia bisa saja memakai kebiasaanmu burukmu sebagai senjata. Ya, senjata untuk memojokkanmu hingga jadi seorang tersangka.

Namun sebaliknya, dia yang memang memiliki niat baik untuk menjadikanmu pasangan hidupnya. Pelan-pelan akan bersuara, memberimu pemahaman berbeda, hingga akhirnya memabantumu merubah kebiasaan buruk yang ada. Bukan untuk bersikap lebih benar, ia memilih kata dan kaliamat yang lebih pelan, halus dan tak membuatmu merasa ditekan.

Pacar Sering Menuntutmu Merubah Penampilan, Tapi yang Berniat Menikahimu Bersedia Menerimamu Bagaimana Adanya

Kalau yang tadi terlihat acuh pada kebiasaanmu, kini ia bisa jadi berubah getol untuk memerhatikan penampilanmu. Mulai dari pakaian yang kamu kenakan, sepatu yang kamu pilih, hingga warna lipstikmu kerap harus sesuai dengan yang ia ingini. Ia mendorongmu berubah, tapi untuk sesuatu yang menjadi keinginannya, bukan seperti yang kau ingini.

Padahal, sebagai lelaki harusnya ia tahu jika setiap orang berhak untuk menentukan apa yang ia inginkan. Itulah mengapa jika seseorang yang benar-benar sudah siap menikah, tak akan mempermalasahkan penampilan. Apalagi menuntutmu berubah sesuai yang ia inginkan. Karena ia tahu, setiap orang berhak menentukan apapun. Tak akan memaksa, ia akan menerima bagaimana kamu ada.

Si Pacar Tak Pernah Membawamu Ke Lingkup Pertemanannya, Tapi yang Serius denganmu Selalu Bangga untuk Mengakuimu Di Hadapan Semua Orang

Jangankan untuk dikenalkan ke keluarga besar, tiap kali bertemu temannya saja ia selalu pergi sendiri dengan dalih tak ingin ditemani. Sebaliknya, setiap kali kamu berusaha untuk mengajaknya bertemu dengan teman-temanmu ia selalu punya alasan untuk bisa menghindar dari ajakanmu. Baginya, hubungan kalian baiknya jadi rahasia. Tak perlu ada yang tahu.

Padahal lelaki yang siap menikahimu, selalu merasa perlu untuk membawamu ke lingkup pertemanannya. Membawamu ke acara keluarga, dan tak pernah malu untuk mengakuimu sebagai kekasihnya. Dari titik ini harusnya kamu bisa membedakan, siapa dia yang hanya ingin sekedar jadi pacar dengan dia yang memang serius siap untuk menikah dalam waktu dekat.

Tak Menghindar Setiap Kali Membicarakan Pernikahan Seperti Pacarmu, yang Serius Menikah Selalu bersemangat Jika Ingin Membicarakan Kelangsungan Hubungan

Yap, satu-satunya alasan mengapa ia selalu bersikap menunjukkan semua hal yang tadi sudah dijelaskan. Tentu saja karena belum merasa siap untuk menjadikanmu sebagai istrinya. Atau memang hanya ingin main-main saja, tanpa pernah berniat serius, sebagaimana kamu menganggapnya.

Ini jadi langkah paling menentukan. Bagaimana ia bersikap setiap kali kamu mengajaknya membicarakan pernikahan. Apakah dia pura-pura menghindar atau justru membuka obrolan dengan semangat yang berbeda dari biasanya.

Jangan mudah terlena hanya karena umbaran kata cinta yang membuatmu merasa istimewa. Lelaki yang memberimu kata-kata manis belum tentu berniat mengajakmu melangkah ke jenjang yang lebih intim dari sekedar pacaran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top