Feature

Pergi Liburan Sendiri Tanpa Harus Sibuk Selfie

Sejak instagram muncul dan digilai hampir seluruh manusia. Beberapa destinasi wisata juga terlihat diekspos dari seluruh penjuru nusantara. Mulai dari keindahan laut, gunung, bukit, hingga tempat-tempat lainnya.

Fenomena ini agak mirip virus, menyambar pada hampir seluruh pengguna Instagram. Belomba untuk menunjukkan eksistensi diri, hampir semuanya ingin terlihat menarik dengan foto selfie dari kunjungan yang dilakoni.

Tak percaya? Coba pergi saja ke tempat wisata dekat rumah. Disana kau akan menemukan, ratusan orang lengkap dengan tongkat selfie yang jadi sesuatu yang tak boleh ketinggalan. Mengambil ratusan potret diri, yang siap disebar di laman instagram.

Jadi acuan terhadap eksistensi diri, segala macam konten yang ada di Instagram pribadi memang jadi sesuatu yang akan dipikirkan seseorang, sekalipun ia sedang liburan. Yap, sosial media gila ini, agaknya merenggut kebahagian saat liburan. Kepuasan jiwa yang tadi diharapkan, berganti dengan aktivitas membosankan, karena kita sudah jadi budak dari instagram. 

Saya paham, unggahan kita di Instagram memang jadi sesuatu yang cukup krusial. Setiap momen dan apa saja yang kita lakukan, tak boleh terlewat tanpa dibagikan. Maka, pergi liburan sendiri dan berjanji tak akan mengambil foto selfie adalah sesuatu yang mungkin amat sulit dilakukan.

Sulit? Jelas Saja, Tapi Kalau Dicoba Tak Salah Kan?

Untuk kamu yang sudah jengah dengan berbagai macam aktivitas postingan foto liburan, mungkin bisa saja, pergi tanpa menggunggahnya di sosial media. Tapi beberapa orang yang masih dalam ambang bimbang, antara muak dan masih suka. Ini jelas akan terasa susah.

“Yaiyalah, tujuan liburan di zaman sekarang kan memang demi konten instagram”, begitu salah seorang kawan berucap. Tak mau memprotes ujarannya, saya hanya ingin berbagi sesuatu yang sedang saya upayakan pula. Yap, bepergian tanpa sibuk foto-foto demi postingan.

Nah, kalaupun nanti saja tak berhasil atau justru terjebak untuk mengambil banyak gambar lagi. Bisa dipastikan, foto itu tak lain adalah foto-foto yang memperlihatkan pemandangan. Bukan wajah yang akan memenuhi galeri foto di telepon genggam.

Momen Ini Memang Takkan Terulang, Tapi Bukan Berarti Terus Menerus Mengambil Gambar

Benar memang, setiap momen haruslah diabadikan. Tak yakin, jika aktivitas ini akan terulang. Maka menangkap gambar jadi sesuatu yang wajib dilakukan. Tapi, coba tanyakan lagi pada diri sendiri. Bukankah liburan kali ini adalah untuk membahagiakan diri? Nah, kalau ternyata iya, masa terus-terusan foto sampai memori telepon kepenuhan?

Ambilah foto secukupnya, cari tahu sisi mana dari tempat tersebut yang bisa kita pelajari. Hingga nanti, ada satu cerita yang pantas kita bagikan pada orang lain. Setidaknya ini jauh lebih bermakna, ketimbang aktivitas foto-foto yang menyita waktu dan tenaga.

Lupakan Feed Instagram, Sebab Liburan Adalah Tentang Mencari Ketenangan

Langkah selanjutnya, yang memang penting dan butuh kita hilangkan sejenak, adalah keinginan untuk berbagai foto biar dipandang keren oleh kawan. Tanggalkan semua hal-hal yang berbau instagram atau sosial media lainnya. Sudah saatnya, kita menikmati waktu liburan dengan tenang.

Perkara ini, jadi bagian yang mungkin sulit kita lakukan. Apalagi jika liburan kali ini, pergi tanpa seorang kawan. Maka, demi mengalihkan fokus pikiran, lakukan banyak hal selama bepergian. Tapi, kalau kamu memang hanya ingin tidur-tiduran dan bersantai di bawah pohon pun tak apa. Setidaknya itu jauh lebih menenangkan.

Tempat yang Kau Datangi Pasti Punya Cerita, Bahagiamu Kan Sempurna Jika Mencoba Mencari Tahunya

Coba ingat, berapa kali kamu pergi ke satu tempat yang sama? Satu, dua atau bahkan sudah tiga kali? Lalu, sudahkah kamu tahu, beberapa cerita yang mungkin ada di balik tempat tersebut? Nah, kalau ternyata masih belum tahu. Merugilah kamu.

Tanpa perlu dijelaskan, kamu pasti paham kan. Setiap tempat, setiap wilayah selalu punya cerita dan kisah yang berbeda-beda. Menarik untuk didengarkan, menambah wawasan, dan jadi pengetahuan untuk kita yang mengunjunginya. Tak melulu tentang hal-hal yang berat dan mendalam, asal tahu garis besar ceritanya pun, pasti menyenangkan.

Bertemu Orang Baru Pun Jadi Sesuatu yang Seru

Yap, kalau boleh berkata jujur. Bagian ini jadi babak paling menyenangkan dari setiap perjalanan liburan yang selalu saya lakukan. Berbicara dengan ibu-ibu penjual soto di Semarang, bertemu seorang bapak yang akan pulang ke Tegal di kreta, cerita panjang lebar dengan seorang laki-laki sebaya asal Flores yang kebetulan satu pesawat ke Pulau Derawan. Selalu jadi berhasil membuat saya terkesan.

Tak tahu kenapa, orang-orang baru yang akan kita temui di sebuah perjalanan selalu memberi kesan yang berbeda. Memberimu pemahaman baru, membantumu lebih tahu tentang sesuatu yang mungkin selama ini belum kau dengarkan. Sekilas, hal-hal seperti ini mungkin tak terlalu bermakna, tapi percayalah akan jadi sesuatu yang menyenangkan untuk diingat, 3 atau 4 tahun ke depan.

Liburan Tak Sebatas Bepergian, Bangun Percaya Diri Untuk Memulai Obrolan

Nah, karena liburan kali ini akan dilakoni seorang diri. Beberapa kali kita mungkin akan ketakutan atau merasa canggung untuk beradaptasi di tempat tujuan. Malu-malu untuk membuka obrolan, hingga sungkan untuk bertegur sapa dengan orang.

Padahal, dari beberapa penelitian, pergi liburan memberi manfaat untuk meningkatkan percaya diri dan membantumu lebih luwes lagi. Buang semua keraguanmu, ganti dengan keberanian baru untuk mampu berbaur dengan orang yang kan kita temui. Jika memang ingin, mengambil gambar bersama mereka yang kita temui, justru lebih manis dikenang. Daripada sibuk selfie seorang diri saja.

Jika Semuanya Sudah Berhasil Dilakukan, Meski Tak Mengambil Banyak Gambar Perjalanan Ini Kan Melekat Diingatan

Jadi tantangan tersendiri  memang, untuk kita manusia di zaman sekarang. Pergi liburan tanpa foto selfie yang digemari banyak orang. Tapi, menyenangkan hati walau beda sendiri jauh lebih keren ketimbang sama seperti orang-orang, namun tak dapat makna dari sebuah perjalanan.

Walau sejatinya, semua jadi keputusan masing-masing kita. Mau tetap sibuk selfie tiap liburan atau fokus ppada aktivitas mencari ketenangan yang kita mimpikan. Terserah saja, kamu pilih yang mana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bekerjalah dengan Wajar, Kamu Tetap Tak Bisa Terselamatkan dari Kehilangan 4 Hal Ini Meski dengan Materi yang Berlimpah

Kerja keras memang hal yang perlu kamu lakukan. Namun jangan bekerja terlalu keras sampai melewati batas kemampuanmu sendiri. Seberapa besar pun materi yang kamu miliki itu tak akan pernah cukup jika kamu tidak mencukupkannya. Kamu harus paham, bahwa hakikat yang sebenarnya, materi bukanlah segalanya.Jangan hanya mementingkan harta dan harta, karena hal itu tak akan pernah menyelamatkanmu dari kehilangan 4 hal ini.

1. Waktu Berharga Bersama Keluarga

Walau katamu punya uang banyak adalah sebuah keberuntungan, tapi itu tak akan pernah bisa setara dengan waktu bersama keluarga. Sisihkan waktu dari jam kerjamu, dan luangkan waktu bermain atau sekedar berkumpul dengan keluarga di rumah.

2. Waktu Bersama Teman dan Pasangan

Coba ingat, kapan terakhir kamu bertemu dan menikmati waktu bersama dengan sahabatmu. Empat bulan lalu? satu tahun lalu? atau bahkan sudah lama sekali tak bertemu. Kegilaanmu akan kerja, mungkin sudah menguras waktumu selama ini. Untuk itu, inilah saatnya kamu kembali pada mereka dan menikmati waktu bermsa. Sebab, kamu tak akan pernah tahu sampaia kapan kamu punya waktu bersama dengan mereka.

3. Waktu Istirahat

Walau jam kerjamu hampir tak ada istirahatanya, jangan pernah lupa untuk mengambil waktu istirahat sejenak. Tenangkan dirimu dari semua kegaduhan dan lelahnya pekerjaan. Karena rileksasi diri adalah sesuatu yang perlu.

4. Waktu untuk Menikmati Kehidupan

Jangan melulu berpikir bahwa hidupmu adalah tentang pekerjaan. Kamu berhak untuk menikmati waktu luang untuk menikmati semua yang bisa kamu lakukan diluar pekerjaan. Pergi menepi sejenak ke tempat mana yang kau mau. Lupakan semua pekerjaanmu dulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Lanjut S2 dengan Biaya Sendiri? 7 Tips Ini Mungkin Bisa Membantumu

Pendidikan adalah hal penting di masa sekarang. Banyak orang ingin menuntut ilmu setinggi mungkin. Nah, buat kamu yang saat ini sudah menjadi seorang sarjana S1 dan ingin melanjutkan studimu di S2, kenapa tidak? Kamu bisa kok melanjutkan S2 mu dengan biaya sendiri. Berikut adalah 7 tips yang mungkin bisa membantumu untuk mewujudkan impianmu melanjutkan S2 dengan biaya sendiri.

1. Teguhkan Niatmu

Kamu perlu meneguhkan niatmu untuk melanjutkan kuliah. Hal ini karena akan ada banyak hal yang mungkin nantinya harus kamu korbankan, misalnya waktu, uang, dan masih banyak hal lain lagi. Jangan sampai kamu menyerah di tengah jalan.

2. Pilih Jurusan yang Cocok dan Kamu Minati

Jika memang memungkinan, akan lebih baik jika kamu memilih jurusan yang linier dengan jurusanmu di S1 dulu. Meskipun tak linier pun sebenarnya tak masalah asalkan kamu sudah sangat mantap untuk terjun di dalamnya.

3. Jika Biaya Menjadi Masalah Utamanya, Mungkin Kamu Bisa Mencoba Mencari Beasiswa

Jika memang kamu masih memiliki masalah dalam hal biaya, kamu bisa mencoba mencari beasiswa. Saat ini juga sudah ada banyak beasiswa yang mungkin cocok untukmu. Yang pasti kamu harus jeli untuk mencari kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

4. Kamu Bisa Bekerja Dulu Selama Satu atau Dua Tahun untuk Menabung Guna Biaya Melanjutkan S2

Tips ke empat, kamu bisa menunda dulu niatanmu melanjutkan kuliah S2 dan menghabiskan waktu sekitar satu sampai dua tahun untuk menabung terlebih dahulu. Jika uang sudah terkumpul dan dirasa sudah cukup, barulah kamu bisa memulai untuk melanjutkan kuliahmu.

5. Kamu Bisa Memberitahu Orangtuamu Tentang Niatmu Melanjutkan S2, Untuk Jaga-jaga Jika Kamu Kekurangan Dana, Kamu Bisa Meminjam Dulu pada Orangtuamu

Bisa dibilang tips ini sebagai jaga-jaga saja. Jika suatu saat di tengah perjalananmu menempuh pendidikan, uang yang kamu miliki tak cukup. Mungkin kamu bisa meminjam terlebih dulu kepada orangtuamu untuk hal biaya kuliah yang masih kurang.

6. Mencari Pekerjaan Sambilan di Bidang yang Kamu Kuasai

Misalnya saja kamu jago dalam hal mendesain, kamu bisa mencoba mencari pekerjaan sampingan saat kamu kuliah di bidang tersebut. Atau buat kamu yang suka menulis juga bisa bekerja sebagai seorang penulis konten atau editor misalnya.

7. Kelola Waktu dengan Baik

Gunakan waktu belajarmu sebaik mungkin. Jangan sampai kamu membuang waktumu begitu saja. Kamu harus bisa lulus tepat waktu, agar biaya yang kamu keluarkan pun tidak semakin menggunung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Biar Gaji Tak Seberapa, Tapi Pengalaman Bekerja Selalu Jadi Sesuatu yang Berharga

Mengejar impian bukanlah sebuah hal yang mudah. Namun hal itu juga bukan sesuatu yang sulit jika kamu melakukannya dengan tekun. Setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing, begitu pula denganmu. Nah, soal gaji, jangan terlalu mempermasalahkannya. Karena dari setiap pekerjaan, selalu ada pengalaman berharga yang akan kamu dapatkan.

Sembari bekerja dengan gaji yang nominalnya masih sedikit. Cobalah gapai hal-hal yang menjadi impianmu lewat beberapa cara ini. Penasaran kan? Nih kami beritahu siassatnya.

1. Cari Alternatif Pengeluaran Paling Hemat

Sebisa mungkin carilah alternatif pengeluaran paling hemat. Jika kamu masih bisa pergi ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum seperti bis atau angkutan umum, lebih baik gunakan kendaraan umum itu dimana ongkosnya lebih rendah dibanding kamu naik taksi. Kamu juga bisa membawa bekal dari rumah sesekali untuk lebih menghemat pengeluaran saat makan siang.

2. Temukan Cara yang Tepat dalam Menabung Sesuai Kebutuhanmu

Yang kamu butuhkan bukan sekedar menabung. Kamu butuh memilah cara yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Aturlah kebutuhan maksimalmu tiap bulan. Usahakan untuk tidak melebihi batas budget yang sudah kamu siapkan. Selebihnya kamu bisa mengalihkan sisa uangmu untuk dijadikan tabungan.

3. Susun Daftar Rencana yang Ingin Kamu Wujudkan

Kamu butuh asupan motivasi untuk berusaha lebih keras ke depannya. Untuk itu, cobalah susun daftar rencana apa saja yang ingin kamu wujudkan, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Setelah itu kamu bisa menyusun taktik untuk mewujudkan daftar rencanamu itu.

4. Kontrol Pengeluaran dengan Sebaik Mungkin

Jangan sampai pengeluaranmu lebih besar dibanding penghasilanmu. Atur dengan baik, kebutuhanmu dalam sebulan terakhir. Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan semata. Kamu harus tahu mana yang harus kamu jadikan prioritas.

5. Manfaatkan Promo

Untuk lebih menghemat, kamu perlu memanfaatkan harga promo untuk mendapatkan barang-barang yang kamu inginkan. Selain itu kamu juga bisa mengecek barang keinginanmu di beberapa tempat dengan kualitas yang sama. Kemudian bandingkan perihal harganya, pilihlah harga yang lebih bersahabat dengan kantongmu.

6. Cari Teman yang Memiliki Satu Visi Denganmu

Jangan hanya berjuang sendirian saja. Mungkin hal itu akan terasa lebih berat untukmu. Karenanya, kamu bisa mencari teman yang memiliki visi sama denganmu. Hal ini tentu akan lebih mudah karena kamu dan temanmu bisa saling mengingatkan satu sama lain.

7. Belajarlah dalam Berkomitmen

Yang terakhir dan terpenting adalah menjaga komitmen. Semua hal di atas akan percuma jika kamu tak bisa menjaga komitmenmu dalam menggapai impianmu. Jika kamu sudah bisa teguh dalam menjaga komitmen, tentu langkahmu akan lebih mudah lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top