Feature

Perempuan Pintar Tak Akan Sembarangan Posting di Media Sosial

Berdasarkan sejumlah riset, pengguna media sosial ternyata didominasi oleh kaum hawa. Tak heran saat membuka media sosial, Instagram misalnya, kamu akan lebih sering menemukan foto perempuan dengan gaya selfie-nya masing-masing. Perkara postingan, media sosial tak sepenuhnya aman. Bahkan sewaktu-waktu bisa jadi bumerang bagi para penggunanya. Karenanya demi jaga diri dan bersikap hati-hati, apakah kamu yang perempuan sudah berpikir dua kali sebelum memposting sesuatu?

Perkara Mantan Biarlah Ada Dalam Ingatan, Memori Penting Tak Selamanya Harus Diposting

Mungkin begitu prinsip perempuan cerdas yang memilih menyimpan rapat-rapat memori masa lalunya. Mereka berpendapat, terlalu banyak mengekspos kegalauan tentang mantan menandakan dirinya belum move on. Sekali lagi, perempuan pintar akan lihai dalam menyaring mana yang layak dijadikan konsumsi publik dan mana yang tidak. Galau tentang mantan di media sosial, percayalah, hanya akan membuatmu dianggap lemah dan terlihat menyedihkan. Kalau terlalu sering, yang ada kamu malah dipandang lebay. Masih ada cara lain mengekspresikan kegalauanmu, menulis di blog misalnya.

Hidup Itu Harus Dijalani, Bukan Dilalui dengan Keluhan-keluhan Kecil yang Tiada Henti

Berhentilah mengeluh di media sosial. Sering mengeluh mulai dari perkara sepele semisal bangun kesiangan, sampai mengeluh soal macet, yang ada hanya akan membuat teman-temanmu merasa jengah dengan setiap unggahanmu. Di lain sisi, kamu pun akan dinilai kurang cerdas dalam menempatkan diri di situasi yang sulit. Daripada mengeluh, bukankah lebih baik kamu belajar mensyukuri setiap hal kecil yang kamu rasakan? Misalnya, bisa bangun pagi dan melakoni setiap aktivitas di hari itu.

Keluhan Kecil Membuat Jengah, Apa lagi yang Hobi Mengeluhkan Tentang Kesengsaraan yang Seakan Hanya Kamu Sendiri yang Merasakannya

Menjadi tokoh yang seakan-akan merupakan orang yang paling sengsara di dunia bukanlah hal yang bijak. Apa lagi kalau sampai di-share di sosial media. Tak semua orang perlu tahu banget masalahmu. Perempuan yang cerdas akan paham masalah yang boleh diposting di media sosial dan mana yang seharusnya diselesaikan diam-diam tanpa perlu diumbar. Daripada mengeluhkan hidupmu yang terasa kurang maksimal, kenapa tidak dibenahi saja dari dalam?

Hilangkan Kebiasaan Ikut Berseloroh Sembarangan di Kolom Komentar Maupun Mengunggah Tulisan Memancing Kebencian

Pada momen-momen tertentu dimana isu politik tengah memanas, biasanya tak sedikit perempuan yang ikut menyampaikan pendapat mereka. Hal itu sah-sah saja. Tetapi, tetaplah menjadi netizen yang beretika. Kalau hanya berdebat kusir tiada habisnya tentang perbedaan pilihan politik dan agama dibarengi dengan meninggalkan kata-kata berbau caci maki, bukankah hanya buang-buang waktu semata? Bukan hanya memancing kebencian dan ketegangan, reputasimu pun jadi menurun karena melontarkan kata-kata yang bisa menyinggung orang lain.

Meski Sedang Kesal dengan Pasangan, Tak Sebaiknya Perempuan Mengumbar Konflik Personal di Laman Media Sosial

Ini sering terjadi. Ketika sedang kesal-kesalnya dengan teman atau pasangan, ada saja perempuan yang membawa persoalan personal itu ke media sosial. Paling sering yaitu membuat postingan dengan bahasa menyindir atau menyudutkan berharap adanya dukungan yang datang dari warganet lainnya. Hal ini tak akan berlaku dalam prinsip perempuan cerdas. Mereka sekali-kali tak akan melakukan hal itu karena mereka tahu bahwa bertengkar dengan seseorang bukanlah sesuatu yang bisa diumbar begitu saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Denzel Washington Tak Ragu Jadi Sopir Taksi

Aktor Denzel Washington jadi sopir taksi! Tenang, ini bukan jadi mata pencaharian baru dirinya, melainkan ia hanya menyamar untuk persiapan film ‘Equalizer 2’. Ia akan kembali memerankan sebagai mantan anggota CIA.

Dalam film tersebut, Denzel berprofesi sebagai sopir taksi dari aplikasi bernama Lyft. Ia kemudian menyamar dan mengantarkan beberapa penumpang di sekitar Los Angeles. Hebatnya, penyamaran Denzel tak ada yang mengetahui.

“Saya tidak pernah minum-minum (mabuk), jadi saya tak pernah meminta seseorang untuk mengantar saya pulang,” kata Denzel dalam acara Iive bersama Kelly dan Ryan, seperti yang dikutip dari Aceshowbiz, Minggu 22 Juli 2018.

Bagi aktor berusia 63 tahun itu, penumpang jarang menyadari soal siapa yang membawa mobil. Sebab biasanya para penumpang justru lebih memperhatikan mereka naik mobil dengan siapa.

“Mereka tidak berpikir seperti, oh saya akan naik mobil hari ini dan Denzel yang jadi sopirnya. Tidak ada yang menyadari saya,” ujarnya lalu tertawa.

Di lain sisi, film ‘Equalizer 2’ merupakan lanjutan dari film action thriller di 2017 yang diambil dari TV Series di tahun 1980-an. Hal ini juga jadi sequel pertama Denzel dalam film.

“Saya biasanya mati di dalam film. Mereka jadi membuat prequelnya,” kata Denzel.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Marini Zumarnis Akui Belum Bisa Hubungi Inneke Koesherawati

Aktris senior Marini Zumarnis mengaku belum bisa menghubungi sahabatnya, Inneke Koesherawati yang tengah bermasalah dengan KPK terkait skandal suap yang melibatkan suaminya, Fahmi Darmawansyah yang ditahan di LP Sukamiskin, Bandung.

Marini belum bisa mendengar langsung terkait kejadian yang menimpa wanita yang telah menjadi sahabatnya selama 20 tahun tersebut.

“Ya mendengar berita itu saya juga kaget, tapi enggak boleh suudzon dulu. Kita tanya dulu cerita yang sebenarnya apa, terjadinya apa?” kata Marini seperti dikutip dari Vivanews.com.

Inneke diketahui ikut diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia diperiksa sebagai saksi kasus operasi tangkap tangan di Lapas Sukamiskin, Bandung. Pada Sabtu, 21 Juli lalu, Inneke dijemput di kediamannya yang berada di kawasan Menteng.

Seiring pemberitaan yang tengah ramai, Marini tetap berbaik sangka. Ia yakin sahabatnya orang baik yang bisa melewati ujian yang ada. Doa selalu tercurah untuk Inneke dari Marini.

“Saya sebagai sahabat selalu mendoakan dia yang baik. Karena dari yang dulu juga kita saling menguatkan dan saya yakin Inneke orangnya baik,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bertemu Sesekali Tapi Berkualitas Jauh Lebih Baik, Daripada Setiap Hari Berjumpa Tapi Sibuk dengan Ponsel dan Sosial Media

“Percayalah kawan, hidupmu bukan untuk menyenangkan semua orang. Kamu hanya perlu bertahan bersama mereka yang memang menyenangkan, bukan yang hanya ingin disenangkan”

Perihal hubungan dengan seseorang, pertemuan sering disebut-sebut jadi kunci untuk bertahan. Namun apakah benar demikian? Sayangnya tidak kan? Toh, banyak yang berteman dan nongkrong bersama setiap malam. Tapi masih bisa saling tuduh dan menjelek-jelekkan. Sedangkan, dia yang hanya sesekali bertemu justru lebih memaknai hubungan pertemanan. Lalu manakah yang sebenarnya kita butuh?

Nah, jika kamu akan bertanya padaku. Jelas saja aku lebih memilih, bertemu sesekali dengan obrolan dan waktu berkualitas daripada harus berteman dengan orang yang lebih mementingkan gadget daripada teman.

Sosok yang Ditemui Mungkin Memang Itu-Itu Saja, Tapi yang Jadi Penentu Adalah Apa yang Terjadi di Pertemuan Kita

Benar memang, kita hidup di era dimana telepon genggam jadi sesuatu yang dekat dalam diri. Dibawa kemana saja kita pergi, sampai kadang lupa jika tujuan bertemu adalah berbincang-bincang dengan teman. Bukan berpindah tempat hanya untuk sibuk bermain gadget di tangan.

Dia yang akan kamu temui, memang hanya si itu-itu saja. Tapi apa yang terjadi di pertemuan akan jadi makna ya berbeda. Jika kamu dan temanmu lebih memilih sibuk pada handphone, mungkin pertemuannya memang tak bermakna. Padahal obrolan dan perbincangan yang bermakna bisa jadi penguat dalam tali pertemanan kita.

Obrolan yang Mengalir Begitu Saja, Jauh Lebih Bermakna daripada Sibuk Stalking Orang yang Tak Disuka Bersama-sama

Gambarannya begini, membicarakan orang lain di satu forum pertemuan memang sering terasa menyenangkan. Tapi apa iya, hal-hal seperti ini bermakna untuk kita? Jika ternyata tak memberi dampak apa-apa untuk kehidupan, untuk apa dilakukan?

Lebih dari itu, memulai obrolan dengan pembahasan yang mungkin menyenangkan. Bisa jadi salah satu hal yang akan melahirkan atau membuka wawasan. Tak hanya sibuk untuk bersuara kontra pada pemerintah, kita dan teman mungkin bisa belajar bersama untuk lebih memahami negara kita. Begini misalnya.

Maknai Setiap Pertemuan dengan Membuat Kesan yang Tak Terlupakan

Demi kesan yang berbeda, dan menghindari kebosanan atas hubungan pertamanan yang begitu-begitu saja. Kita dan beberapa orang yang memang jadi kawan dekat bisa mencoba beberapa hal baru. Misalnya, menjajaki tempat-tempat wisata seputar kota, pergi mencicipi kuliner di beberapa tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, sampai melakukan perjalanan bersama ke luar kota yang mungkin tidak terlalu jauh jaraknya.

Untuk kesan perjalanan yang berbeda. Menyambangi tempat-tempat tadi dengan sepeda motor, barangkali jadi sesuatu yang layak dicoba. Selain menghemat waktu, berkendara dengan roda dua bersama teman konon akan menumbuhkan rasa kekerabatan yang lebih dekat. Tak ada yang perlu dipusingkan, sebab Suzuki Nex II bisa dijadikan pilihan untuk perjalanan yang akan kita lakukan.

Lain dari seri sebelumnya, kita bisa berboncengan dengan leluasa tanpa merasa kesempitan. Karena kendaraan roda dua ini, kini hadir degan panjang dan lebar yang lebih mumpuni. Fitur lain yang juga jadi salah satu perubahan signifikan dari generasi terdahulunya ada pada bagian Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas. Jadi kita akan tetap merasa nyaman selama berkendara.

Bahkan pada varian tertentu dalam kompartemen ini ada juga yang memiliki tempat charger untuk handphone. Jika di generasi pertamanya, cuma ada satu varian Suzuki Nex II terbaru hadir dengan 5 varian yang berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

Karena Hal-hal Sederhana Kadang Memberi Makan yang Jauh Lebih Berharga

Kita mungkin hanya pergi ramai-ramai ke salah satu tempat makan, menikmati hidangan bersamaan atau memasuki beberapa tempat wisata di tengah-tengah kota. Bukan sesuatu yang mewah. Tapi interaksi yang berlangsung jadi sesuatu yang melahirkan kehangatan berbeda.

Dulu, kamu mungkin tak tahu jika temanmu tak suka makan ikan, tapi setelah makan bersama kamu jadi tahu jika ia lebih suka ayam. Begitupun pada hal-hal lain yang akan menambah wawasan dari hasil obrolan. Perjalanan-perjalanan yang akan kita lakoni mungkin terbilang sederhana, tapi kebersamaan yang ada akan selalu bermakna.

Tak Semua Teman Membuatmu Lebih Baik, Maka Jaga Jarak dengan Mereka yang Memberi Dampak Negatif

Memilah-milah dan membedakan teman, konon jadi perbuatan yang kurang menyenangkan. Itu pulalah yang menjadi alasan, mengapa akhirnya kamu akan berteman pada semua orang. Dengan catatan bisa membedakkan, mana dia yang memang benar-benar teman dengan dia  yang hanya sekedar saling kenal.

Kita tak dapat merubah teman kita jadi seperti yang kita ingini, namun membatasi diri dalam bergaul dengan mereka yang dinilai tak baik adalah sesuatu yang bisa kita putuskan sendiri. Kesan pribadi yang supel, mungkin bisa kita emban jika selalu terlihat bersama dengan banyak orang. Tapi, kalau pertemuan-pertemuan yang ada hanya sekedar sibuk dengan ponsel ditangan, untuk apa? Sebaiknya, sisihkan waktu yang berkualitas untuk mereka yang memang paham, bagaimana menikmati waktu bersama dengan teman.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top