Feature

Percayalah Body Shaming adalah Perbuatan Tak Berguna, Berhenti Melakukannya!

Dari mulai basa-basi kepada teman, sampai bercanda yang berlebihan. Sebagian besar dari pelaku body shaming, kadang tak sadar jika ucapan atau perbuatannya sudah meluka hati orang. Dihadapanmu mereka mungkin bersikap biasa, tapi jauh di lubuk hatinya ia pasti tertekan. Sebab perbuatan teersebut menganggu kepercayaan dirinya dan merusak kesehatan mentalnya.

Untuk itu, hal terbaik yang seharusnya kamu sadari adalah berhenti melakukan body shamming kepada orang-orang.

Tak Ada Manusia yang Sempurna, Kamu Pun Pasti Punya Kekurangan Juga

Hanya karena merasa bentuk tubuhmu lebih kurus, dengan enteng merasa berhak untuk berkata “Kamu kok gendut banget sih?”. Ucapan bernada negatif seperti barusan, mampu membuat kepercayaan diri orang lain hilang.

Ia boleh mungkin memberi respon yang tak menunjukkan penolakan. Namun, bukan tak mungkin jika perkataanmu tersebut justru membuatnya jadi membenci dirinya sendiri. Menganggap dirinya jelek, tak pantas untuk bergaya, hingga bentuk insecure lain akan penampilan fisiknya.

Tubuhmu mungkin lebih kurus darinya, tapi bukan berarti kamu sudah sempurna!

Membuatnya Tak Percaya Diri, Perbuatan Ini Serupa dengan Bully

Ya, benar memang. Kamu mungkin tak melukainya dengan kontak fisik. Tapi perlu kamu sadari, jika mengomentari kekurangan fisik orang lain adalah bagian dari perbuataan bullying yang tak baik untuk dilakukan. Sakitnya memang tak terlihat di mata, tapi perbuatanmu berpengaruh pada pola pikirnya.

Berujar kalimat yang berpotensi merendahkan bentuk tubuh orang lain adalah bullying verbal yang harus dihentikan dari sekarang. Sebelum, semakin banyak korban yang merasa sakit hati dan kamu masih berpikir kalimatmu adalah basa-basi. Ingat, kamu tak pernah tahu bagaimana perjuangan setiap orang untuk menerima kekurangannya. Jadi tak perlu menambah bebannya.

Kamu Tak Seharusnya Menjadikan Bentuk Tubuh Orang Lain Sebagai Bahan Cemooh

Sebagai seseorang yang sudah dewasa, harusnnya kamu paham jika setiap orang lahir dengan berbagai macam bentuk tubuh yang beragam. Kamu boleh berbangga, karena tak memilih nilai ‘kurang’ dalam urusan bentuk tubuh.

Namun, bukan berarti kamu berhak untuk menjadikan kekurangan orang sebagai bahan untuk merendahkan. Jika ternyata hal tersebut masih kamu lakukan, itu artinya kamu belum cukup dewasa untuk menerima keberagaman. Dan salah satunya adalah bentuk tubuh setiap orang, yang memang tak semuanya seperti dirimu.

Lagipula Menghina Fisik Orang Lain, Sama Sekali Tak Ada Manfaatnya

Coba ingat lagi, selepas kamu melempar candaan atau ejekan yang membawa-bawa bentuk tubuh orang lain. Adakah manfaat baik yang kamu rasakan? Atau lega karena merasa lebih baik darinya? Kalau memang itulah yang kamu rasa, nuranimu perlu diperiksa. Karena sepertinya ada sesuatu yang salah disana.

Menghina bentuk tubuh orang lain yang membuatmu terlihat lebih cantik darinya, bukan pula membuatmu terlihat lebih gagah, apalagi merubahmu jadi sosok manusia yang paling sempurna. Jelas tidak dong, kawan. Sebaliknya, setiap kali kamu mengolok-olok oran lain hanya karena bentuk tubuh. Berarti kamu sedang melakukan satu perbuatan yang tak berguna dan sia-sia.

Karena Bentuk Tubuh, Bukanlah Tolok Ukur untuk Menilai Seseorang

Masyarakat kita memang masih terjebak dalam streotip yang salah. Menjadikan kulit putih sebagai lambang kecantikan, tubuh kurus sebagai tolak ukur tubuh ideal, hingga berbagai macam ukuran yang diciptakan demi mencapai kata sempurna yang banyak digadang-gadang. Sehingga kalau tak kurus tak ideal, kalau tak putih tak pantas disebut cantik oleh orang-orang.

Dengar, daripada berkutat dan menjadikan bentuk tubuh sebagai ukuran untuk menilai seseorang. Lebih baik kamu belajar tentang hal-hal yang bisa membantumu untuk memahami bahwa setiap orang memiliki ukuran berbeda untuk gelar cantik, pintar, ideal dan lainnya.  

Dan Perlu Dicatat, Setiap Orang Sempurna dengan Cara-cara yang Berbeda

Beberapa kali kamu merasa lebih mumpuni, hanya karena tinggi badanmu lebih tinggi dari teman lain. Merasa lebih tampan, hanya karena kulit wajah kawan lain tak lebih bersinar dari wajahmu. Nah, sikap-sikap merasa ‘lebih’ seperti ini adalah racun yang kemudian menjebakmu untuk  merubuhkan kepercayaan orang.

Bilang hanya bercanda, kamu tak tahu jika selepas bertemu denganmu teman yang tadi kamu bilang terlalu pendek. Bersedih dan terus mengutuki tinggi badannya yang tak sesuai dengan harapannya dan semakin merasa jika ia memang tak sempurna. Begitu pula sebaliknya, hanya karena temanmu memiliki tinggi yang lebih bukan berarti juga kamu menyebutnya aneh karena melampaui batas manusia biasa. 

Bagimu itu mungkin terdengar biasa, tapi bagi mereka bisa menumbuhkan semangat dalam hal menerima diri sendiri saja sudah cukup sempurna. Untuk itulah, kamu harus membuka mata jika setiap orang sempurna dengan cara yang berbeda-beda.

Sebab Menghina Ciptaan Tuhan Serupa dengan Menghina Penciptanya Juga

Perlu diketahui, setiap orang atau teman yang kau beri komentar buruk, adalah ciptaaan Tuhan yang diciptakan serupa dengan kamu. Hanya saja bentuknya berbeda, tapi bukan berarti  kamu boleh lebih sombong dari manusia laiinya.

Hingga merasa berhak untuk memberi nilai buruk pada mereka. Ingat, menghina bentuk tubuh orang lain adalah serupa dengan menghina penciptanya. Maka sebelum berani untuk mencemooh orang, cobalah pikirkan ulang. Siapalah kamu dibanding Tuhan? Lantas berani menghina-hina fisik ciptaan-Nya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perihal Jodoh, Jangan Pernah Memaksa atau Merasa Terpaksa

Tak pernah tahu cintamu akan berlabuh kepada siapa, jodoh selalu jadi misteri dan sulit diterka. Dan dari sekian banyak rasa bahagia atas cinta, mendapat balasan rasa yang sama adalah hal paling istimewa. Itulah mengapa, orang-orang kerap berpendapat jika jodoh adalah tentang menerima dan diterima.

Bukan tentang seberapa besar cinta yang ada, bukan tentang seberapa kuat kamu menjaga dan menahannya agar tak kemana-mana. Jodoh itu perihal rasa menermukan dan berjanji untuk tetap tinggal, bukan memaksa dan dipaksa agar tetap dan akan selalu bersama.

Mencintai dan Dicintai Jauh Lebih Bermakna Dibanding Memaksa atau Dipaksa

Jika kamu adalah pihak yang memaksa, bayangkan kamu ada berada di posisinya. Terpaksa melakukan sesuatu yang dipaksa hingga akhirnya merasa tersiksa dan merana. Tak akan menjadi sesuatu yang baik, memaksa seseorang hanya akan melahirkan luka.

Luka untuk kita karena ternyata ia tak pernah cinta, dan luka untuk dirinya yang selama ini ternyata hanya pura-pura cinta. Carilah ia yang bisa menerima, mau membalas rasa dan bersedia untuk saling mencintai tanpa diminta.

Bahkan Meski Tetap Bersama, Situasi Tersebut Tak Akan Merubah Perasaan yang Ada

Ya, dia yang kau paksa untuk terus menjadi pacar, bisa saja tetap tinggal. Tubuhnya memang dekat denganmu, tapi hatimu kemungkinan besar tak ada untukmu. Meski katanya bersama bisa menumbuhkan rasa, jika sedari awal saja ia sudah tak nyaman tapi tetap kau paksa. Jelas tak akan merubah apa-apa.

Buka mata dan lihat bagaimana responnya, meski kamu bahagia bersamanya. Bisa jadi ia justru sedang berjuang agar lepas dari perasaan yang kian menyiksa. Mendekapnya lebih kuat bisa jadi bukti sayang, tapi jika yang didekap tak menginginkan, dekepan tersebut bisa jadi bumerang. Membunuhnya atau membunuhmu pelan-pelan.

Karena Sesuatu yang Dilakukan dengan Rasa Tak Suka Pada Akhirnya Akan Sia-sia

Tak peduli sekuat apa kamu bertahan, jika memang dia tak ditakdirkan untuk berjodoh ia akan pergi jua. Karena cinta itu tentang bagaimana kita berupaya untuk saling mempertahankan. Saling membuat pasangan senang, dan saling memberi semua rasa walau tak pernah diminta.

Bersama bukan tentang berdua dalam waktu yang lama. Jika diawal saja sudah tak ada ketertarikan, ia akan pergi walau tak kau lepaskan. Jadi, memaksa seseorang untuk mencintai kita hanya buang-buang waktu saja. Untuk itu tak perlu kau lakukan, walau ia adalah sosok yang selama ini kamu harap-harapkan.

Jangan Habiskan Waktu dengan Sesuatu yang Akhirny Sudah Kau Tahu

Atas nama harapan, kita memang sering menutup mata atas segala kemungkinan yang sebenarnya bisa dibaca diawal. Sudah tahu perempuannya tak suka, tapi masih diharapkan. Sudah tahu lelakinya tak tertarik, tapi masih juga berupaya untuk menarik perhatian.

Kamu memang bebas menentukan apa saja, tapi memaksa seseorang untuk cinta jelas tak baik untuknya. Menghabiskan waktu untuk sebuah upaya yang sia-sia. Tak perlu menunggu lama, seharusnya kamu sudah tahu akan bagaimana hasilnya.

Sebab Sosok yang Bijak, Tahu Kapan Akan Setuju dan Berkata Tidak

Bergeser sedikit dari pihak yang doyan memaksa, kali ini tempatkan diri sebagai sosok yang dipaksa. Bukannya tegas untuk menolak, yang kamu lakukan justru mengisyarakatkan harapan untuk si dia. Berhenti untuk membuatnya percaya jika kamu cinta, berubah lah bijak untuk bisa menolak dan berkata tidak jika memang tak suka. Tak hanya kamu yang akan terganggu atas sikapnya, ia pun akan kecewa karena selama ini dirimu ternyata tak pernah benar-benar suka.

Kamu Berhak Bahagia Tapi Juga Tak Bisa Memaksa

Tentang jodoh yang kita mimpikan, jelas adalah kebahagian yang selalu diharapkan. Bagaimana sosoknya, bagaimana ia bisa memberikan cintanya, hingga hal-hal lain yang mungkin sedang kita idam-idamkan. Punya kesempatan serupa, siapapun kamu dan dimanapun dirimu. Kamu selalu berhak untuk mencintai dan dicintai, bahagia yang tertawa, serta memberi hatimu dan menerima hatinya.

Dengan catatan, kamu perlu melihat. Bagaimana sosok yang kamu sayang, apakah ia memilki perasaan yang serupa atau malah sebaliknya. Teruslah melangkah dan memberi cinta jika memang ia suka juga, tapi berhenti memaksa jika nyatanya ia tak memiliki perasaan apa-apa.

Jadilah Dewasa dengan Menghargai Apapun yang Kamu Terima, Sekalipun Ia Adalah Orang yang Kau Cinta

Dirimu bukanlah bocah, kamu tahu bagaimana perasaan orang lain yang sesungguhnya, dari raut wajahnya. Maka untuk memastikan apakah ia punya rasa yang serupa, cobalah lihat bagaimana responnya. Bahagiakah tiap kali kalian bersama atau gelisah dan kerap resah? Jika ia terlihat leluasa untuk tertawa, kamu boleh percaya diri kalau ia memang suka. Tapi ekspresi yang ditunjukkan justru sebaliknya, itu artinya lampu merah, agar kamu berhenti untuk mendekatinya.

Karena segala sesuatu yang sifatnya dipaksa tentu tak akan berakhir dengan bahagia, begitu pula dengan cinta dan kasih sayang untuk dia yang kelak jadi jodoh kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aturan Baru yang Lebih Syariah, Pendaki Lelaki dan Perempuan di Rinjani Akan Dipisah

Digagas oleh BTNGR, rencananya Gunung Rinjani akan menerapkan aturan baru yang berdasarkan syariah. Tentang keputusan untuk para pendaki laki-laki dan perempuan yang konon akan dipisah.

Hal ini dituturkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani BTNGR Sudiyono dalam sambungan telepon sebagaimana dilansir dari detik.com, Rabu (19/6/2019), dimana adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan wisatawan ketika naik ke Rinjani. Seperti ketika mereka mendaki ke bukit di sekitar Sembalun, ke Bukit Pergasingan misalnya.

“Konsep kita bahwa kita nggak tahu pendaki ini yang berpasang-pasangan itu sudah resmi atau belum. Kemudian yang kedua adanya dugaan wisatawan ke destinasi di sekitar Rinjani itu kurang baguslah,” imbuh beliau.

Nah, berbalik ke belakang tentang bagaimana konsep ini akhirnya dicetuskan. Pemisahan ini terdengar selaras dengan ‘wisata halal’ yang diusung oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk membedakan daerahnya dengan Bali. Namun di sisi lain, hal tersebut lahir dikarenaka sikap dan penyimpangan yang memang ditunjukkan para wisatawan. Ya, Sudiyono mengaku adanya penyimpangan wisatawan laki-laki dan perempuan yang mendaki bukit-bukit di sekitar Sembalun. Namun jika mendaki ke Gunung Rinjani akan lebih kecil potensi terjadi penyimpangan.

“Iya ada penyimpangan. Tapi saya kira pendakian ke Gunung Rinjani akan berbeda. Karena mendaki Gunung Rinjani ini cukup memakan energi,” jelas Sudiyono.

“Berbeda dengan ke bukit di sekitar Sembalun. Sehingga ke Gunung Rinjani dan berbuat macam-macam ya kecil. Secara logika begitu,” tambahnya lagi. 

Akan tetapi, konsep pemisahan yang dimaksudkan hanya akan berlaku ketika para pendaki atau wisatawan akan tidur. Jadi tempat camp untuk laki-laki akan dibuat berjarak dengan tempat camp untuk perempuan. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasangan Selebgram dari Jerman Dihujat, Karena Buka Donasi untuk Biaya Liburan

Kata donasi memang identik dengan penggalana dana untuk sesuatu/orang yang membutuhkan. Tapi bagaimana jika donasi yang dibuka ternyata untuk membiayai orang liburan? Eits jangan dulu marah, coba baca terus ke bawah.

Nama Catalin Onc dan Elena Engelhardt atau yang biasa disapa Cat dan Elena belakangan jadi buah bibir netizen. Pasangan selebgram asal Jerman ini memang cukup populer di Instagram dalam akun  @another_beautiful_day_off. Serupa dengan selebgram lain, keduanya memang kerap terlihat berlibur bersama ke berbagai negara, termaksud Indonesia, dan selalu mengunggah foto-foto indah di akun Instagram milik mereka. 

Akan tetapi, kali ini nama mereka muncul di berbagai media karena keduanya diketahui membuka menggalang dana melalui situs GoFundMe.com. Dan rencananya, dana yang berhasil dikumpulkan nanti akan mereka pakai untuk membayar tandem bike dan kebutuhan lain dalam perjalanan mereka ke Afrika pada bulan Juli mendatang.

Sumber : ladbiblegroup.com

Dikutip dari laman Ladbible, adapun jumlah donasi yang mereka butuhkan adalah sebesar € 10 ribu atau sekitar Rp159,6 juta. Dan sepanjang 8 hari, selama donasi itu dibuka, hanya ada 6 orang penyumbang dengan total donasi € 200 atau Rp3,19 juta. Sekilas ini sangat wajar, tentu banyak orang yang menilai jika sikap mereka ini sebagai bentuk ‘tak tahu diri’. Karena perjalanan tersebut hanyalah untuk memberikan kesenangan pada mereka berdua, tanpa memberi dampak baik untuk orang lain. Ditambah lagi, fakta lain yang menyebut jika selama ini biaya liburan yang mereka berdua gunakan ternyata berasal dari uang ibu Cat.

Melansir dari Daily Mail, mereka mengaku bahwa sang ibu memiliki dua pekerjaan untuk membiayai kebutuhan liburan putra dan menantunya tersebut. Bahkan mereka memilih untuk tak bekerja, karena katanya bekerja akan merugikan mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/another_beautiful_day_official/

“Kami bisa menjadi model dan menghasilkan uang dengan cepat, tapi kami tidak ingin mengiklankan konsumerisme. Pekerjaan normal pada saat ini akan merusak diri kami. Beberapa menyarankan kami untuk bekerja, seperti semua orang dan berhenti mengemis. Namun ketika kamu memiliki dampak yang kita beri pada kehidupan orang lain, memiliki pekerjaan bukanlah pilihan,” tulis mereka.

Bahkan tak sampai di situ, mereka juga menyatakan jika mereka tidak meminta uang kepada sang ibu.“Ibuku membayari kami. Kami tak pernah minta uang tapi dia senang dia bisa membantu kami. Ibu, aku hanya ingin kau tahu bahwa bukan cuma kami berdua tapi ada ratusan orang lain yang diuntungkan karena bantuanmu”, tutur Cat padaDaily Mail.

Menurutmu bagaimana, apakah kamu bersedia menyumbang untuk biaya liburan mereka?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top