Feature

Perbedaan Lelaki Baik-baik dan Laki-laki “Baik” yang Harus Perempuan Pahami

Kamu mungkin akan menggaruk kepalamu sebentar, lalu berpikir apa arti dari judul di atas barusan. Ya, ini mungkin terdengar aneh bahkan cukup membingungkan. Siapa dia yang menjadi lelaki baik-baik dengan laki-laki yang baik.

Nah, untuk itulah kami akhirnya memutuskan untuk membuat artikel ini agar kamu paham. Tak berniat untuk menghakimi mereka para kaum adam, hanya saja perempuan juga perlu untuk lebih peka dan memakai logika untuk mengenali laki-laki. Walau umumnya setiap manusia memiliki kebaikan yang menjadi  naluri masing-masing orang. Namun faktanya ada saja hal-hal yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Untuk itulah kamu perlu paham, mana dia lelaki baik-baik dengan dia yang hanya sekedar baik saja.

Lelaki Baik-baik Melakukan Sesuatu dari Dalam Hatinya, Sedangkan Laki-laki Baik Berbuat Kebaikan Hanya Karena Dia Merasa Butuh Saja

Ini jadi hal yang sebenarnya mudah diterka oleh perempuan. Gambarannya begini, kamu tentu tahu kan mana lipstik mahal dengan mana yang cuma sekedar barang tiruan. Coba lihat lagi, bagaimana sikap pacarmu kala hanya berdua denganmu maupun saat bertemu dengan orangtua.

Nah, kalau ada hal yang memang terlihat berbeda, misalnya ia lebih baik kala ada orang lain selain kamu dan dirinya, itu artinya apa yang diperbuatnya hanya karena merasa perlu dilakukan saja. Entah untuk mengundang simpati atau pencitraan semata.

Lelaki Baik-baik Menunjukkan Karakter Lewat Karya, Beda dengan Laki-laki Baik yang Melakukan Sesuatu Hanya Untuk Diakui Saja

Silahkan ambil cerminmu lagi, lalu hadapkan pada dia yang selama ini kamu panggil kekasih. Benarkah hal-hal yang selama ini ditunjukkan karena memang tulus atau hanya haus pengakuan.

Dia yang benar-benar baik berbuat hal-hal yang akan membahagiakan, dengan tujuan ingin melihatmu tertawa dan senang. Padahal si dia yang katanya baik, melakukan semua hal hanya sebagai ajang pembuktian, bahwa ia juga bisa melakukan hal tersebut.

Laki-laki Baik Berbuat Sesuai Kebutuhan, Adapun Lelaki Baik-baik Menghargai dan Berbuat Baik pada Semua Orang

Suatu kali, hanya karena merasa butuh membalas budi atau perbuatan baik orang lain, laki-laki baik akan berbuat hal serupa, sebagaimana yang pernah diterimanya. Sedangkan seseorang yang lain dari pada itu, merasa berbuat baik adalah sebuah kewajiban. Tanpa harus menunggu adakah perbuatan baik dari dia yang pernah diterima atau tidak. Pada pemahamannya, berbuat baik tak perlu menunggu hutang budi orang, apalagi hanya karena merasa tak enak bila tidak membayar jasa baik yang pernah dilakukan orang.

Lelaki Baik-baik Akan Mempertimbangkan Segala Keputusan Sebelum Berkata Ya, sedangkan Laki-laki Baik Mungkin Hanya Akan Mengangguk Karena Tak Mau Pusing Saja

Kamu mungkin akan senang, ketika menerima persetujuan yang cepat dari seorang pacar, walau kadang kamu merasa juga butuh ditentang. Begini, hal-hal yang kita suka mungkin sudah benar tapi jelas ada sebab akibat yang harus dipikirkan. Maka ketika kamu menyampaikan ini pada sang pacar, dia yang katanya baik mungkin akan dengan cepat mengangguk tanda setuju.

Akan tetapi, si lelaki baik-baik akan memakai beberapa saat waktunya untuk berpikir dan menimpang usulanmu terlebih dahulu. Mengutarakan pendapatnya, dan membantumu memahami apa saja yang sekiranya akan terjadi setelahnya.

Lelaki Baik-baik Terlihat Melindungi di Depan Semua Perempuan, tapi Tahu Membedakan Sikap Padamu yang Disayang. Lain dengan Laki-laki Baik yang Hanya Manis di Muka

Gambaran sikap yang selalu mengayomi dan melindungi memang selalu tersemat pada sosok kaum lelaki. Tapi apa jadinya jika hal itu dilakoninya pada semua perempuan yang ada di sekelilingnya. Jelas kamu akan tak suka kan? Bukannya menjaga sikap untuk menjaga perasaan kita, hal yang dilakukannya justru membuat kita berpikir ulang, benarkah orang ini sungguh-sungguh sayang?

Dan gambaran yang jauh berbeda justru datang dari lelaki baik-baik yang akan selalu bersikap tak seperti orang biasa. Ia mungkin digilai banyak kaum hawa, sebab memiliki watak yang baik dan disenangi orang. Namun tak lantas memanfaatkan situasi, ia bisa mengontrol diri dan paham sampai mana batasan yang harus dilakoni. Ia tahu, perempuan mana yang harus distimewakan dalam hidupnya.

Dia yang Baik Mudah Berkata Cinta meski Tak Tahu Arti Ucapannya, sedangkan Lelaki Baik-baik Tak Merasa Perlu Berkata-kata, Ia Lebih Suka Langsung pada Buktinya

Semakin mudah seseorang berjanji, semakin enteng pula ia mengingkari. Dan hal ini berlaku pula pada sosok laki-laki yang mudah sekali berkata bahwa ia cinta. Padahal untuk memahami apa arti ucapannya saja, ia tak bisa.

Si dia yang memang adalah sosok lelaki baik-baik, tak merasa perlu banyak berkata-kata untuk menyuarakan perasaannya. Sebaliknya ia lebih suka untuk bertindak secara nyata. Membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar cinta, bukan hanya sekedar bualan saja.

Untuk Segala Hal Buruk, Laki-laki Baik Akan Mencari Kambing Hitam, Padahal Si Lelaki Baik-baik Tak Akan Menyalahkan dan Memilih Bertanggung Jawab Atas Pilihannya

Pada setiap perkara hidup, yang sudah dilakukan jelas akan ada hal-hal yang tak sesuai keinginan. Tanpa harus buru-buru menyalahkan orang, dia yang memang lelaki baik-baik, jelas akan paham seberapa jauh ia mampu mengatasi masalahnya sendiri.

Sedangkan, sosok lainnya justru akan dengan sigap mencari kamping hitam yang bisa dijadikan pelampiasan. Menyalahkan orang lain atas semua masalah, dan berpikir bahwa dirinya bukanlah sosok yang akan bertanggung jawab untuk semua perkara.

Nah, dari beberapa hal yang sedari tadi sudah banyak dipaparkan. Semoga kamu bisa membedakan, kira-kira masuk golongan manakah pasanganmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top