Feature

Penolakan Bukan Akhir dari Segalanya, Tergantung Bagaimana Caramu Menanggapinya

“Pengalamanmu bagus, hanya saja…”

Pernah mendapatkan reaksi yang demikian? Mungkin saat kamu sudah melakukan serangkaian persiapan untuk mengikuti tes, bahkan sukses dalam beberapa seleksi, tapi pada akhirnya langkahmu harus terhenti di seleksi terakhir. Mereka menolak untuk memberimu kesempatan lagi. Yap, kamu dinyatakan gagal!

Terdengar mengecewakan memang. Dan tidak hanya satu orang yang pernah merasakan hal semacam ini. Bahkan yang namanya penolakan pun terjadi bukan hanya dalam lingkup pekerjaan, tapi juga dalam urusan bisnis, asmara, bahkan pertemanan. Ada lho orang yang mungkin harus bergulat dengan hal-hal seperti itu setiap waktunya. Dampaknya? Tentunya orang tersebut stress bukan main.

Merasa ditolak bukanlah hal yang menyenangkan, yang ada justru sangat mengganggu ketenangan batinmu. Kamu jadi bergumul dan mempertanyakan kenapa nasibmu sampai semalang itu. Untuk itu, setidaknya belajarlah berdamai dengan penolakan yang kamu terima. Memang sukar, tapi bukan berarti tak mungkin, kan?

Sudahkah Kamu Punya Definisi Tersendiri Mengenai Penolakan

Coba sebentar saja, pikirkan kembali kapan terakhir kali kamu mendapatkan penolakan atau merasa ditolak. Saat itu, bagaimana kamu meresponinya? Yang paling lazim terjadi mungkin sedih atau frustasi. Kamu jadi terlalu jauh memikirkan kekuranganmu dan ragu pada kemampuan diri sendiri. Ini yang perlu diperbaiki. Penolakan atau kegagalan tak selalu disikapi dengan cara yang seperti itu. Justru benar kata orang, belajarlah dari kegagalan. Saat gagal, cobalah untuk tetap berpikir positif, dengan begitu sebenarnya kamu juga sedang berperang melawan sisi buruk dirimu sendiri.

Penolakan Bisa Saja Terjadi Karena Kamu dan Orang Itu Mungkin Punya Cara Pandang yang Berbeda Terhadap Sesuatu

Memaknai sebuah penolakan itu harus dari dua sisi. Jangan terus-terusan berpikir kalau dirimu yang lemah atau semacamnya. Tapi pahamilah situasinya secara menyeluruh. Kalau konteksnya kamu sedang melamar pekerjaan, mungkin kamu dan orang itu punya visi yang berbeda, jadi mereka enggan untuk merekrutmu. Atau kalau soal asmara, kamu dan dia mungkin memang sama-sama jatuh cinta, tapi ada hal-hal seperti karakter yang bertolak belakang sehingga kamu dan dia jadi sulit menyatu.

Penolakan pun Bisa Juga Terjadi Karena Pihak Lain Kurang Mengenal Dirimu dengan Baik

Butuh waktu untuk mengenal seseorang lebih jauh lagi. Termasuk dalam hal mengenal dirimu. Tapi dalam sebuah wawancara, kamu hanya punya waktu yang terbatas dan tak banyak yang bisa digali berdasarkan pengalaman wawancara tersebut. Mungkin mereka hanya akan tahu tentang dirimu secara permukaan saja. Kalau saat momen tersebut kamu sedang dalam kondisi yang tidak fit atau bahkan nerveous, akhirnya, mereka jadi menilaimu tak sesuai ekspetasi kan? Tapi jangan juga menyalahkan keadaan. Berusahalah bijak dalam menyikapi sesuatu.

Penolakan Melibatkan Dua Pihak, Bukan Hanya Kamu Tapi Juga Dia yang Menolakmu

Sesi wawancara dalam melamar kerja sejatinya tak seperti ujian. Kalau kamu dinyatakan gagal, bukan berarti kamu tidak memenuhi kualifikasi. Bisa saja justru sebaliknya, kemampuanmu diatas yang lain sehingga perusahaan mungkin minder untuk merekrutmu. Kamu perlu tahu, perusahaan biasanya suka memilih karyawan dengan kapasitas yang biasa-biasa saja supaya bisa berkembang.

Sementara kamu adalah tipikal orang yang sudah bisa mengembangkan potensi dalam dirimu sejak lama, bukan? Untuk itu, ada kekhawatiran tertentu yang mungkin dipertimbangkan oleh perusahaan. Sekali lagi, ingatlah, penolakan bukan hanya tentang dirimu, tapi juga soal mereka yang memutuskan untuk tidak melibatkanmu.

Belajar dari Sebuah Penolakan, Pasti Ada Sisi Positif yang Bisa Kamu Petik Kok!

Orang-orang yang mengalami penolakan bukan berarti tak memenuhi standar ya. Saat menghadapi penolakan, sejatinya kamu sedang belajar tak hanya jadi orang yang lebih bijak lagi dalma menyikapi sesuatu, tapi juga melatih diri untuk selalu berpikiran positif terhadap apapun yang terjadi dalam hidupmu. Sekali lagi, penolakan bukanlah akhir dari segalany, bahkan bisa jadi awal dari sesuatu besar yang akan terjadi di hidupmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sebelum Film ‘Bebas’ Dirilis, Ada Konser Bebas-Pesta’90-an Loh

Menjelang penayangannya di bioskop, film terbaru karya Sutradara Riri Riza dan Produser Mira Lesmana, BEBAS, akan digelar konser berjudul Konser BEBAS – Pesta ’90an pada tanggal 27 September 2019 di LIVESPACE Lot 8 SCBD, Jakarta. Konser ini dipersembahkan okeh Tiket.com, yang juga adalah sponsor utama Film BEBAS, sebuah film produksi Miles Films dan CJ Entertainment bekerja sama dengan Ideosource Entertainment dan BASE Entertainment yang akan dirilis pada 3 Oktober mendatang.

Konser ini terinspirasi Film BEBAS yang mengambil latar cerita pada dua masa, yaitu tahun 2019 dan tahun 1995-1996. Lagu lagu yang menjadi soundtrack Film BEBAS sebagian besar adalah lagu-lagu yang hits pada masa ’90-an, yang salah satunya tentu saja lagu Bebas oleh Iwa K yang menjadi theme song Film BEBAS.

Berbagai lagu dari era ‘90-an akan dibawakan dalam Konser BEBAS – Pesta ’90-an oleh penyanyi-penyanyi ternama lintas generasi dan lintas warna musik. Mereka adalah Iwa K, Vina Panduwinata, Andra and the Backbone, NTRL, Project Pop, Eva Celia, Vidi Aldiano, dan juga pemain Film BEBAS, yaitu Sheryl Sheinafia dan Maizura. Konser akan dipandu oleh MC Indy Barends dan Gofar Hilman.

“Era ’90-an bukan hanya milik mereka yang tumbuh remaja dan dewasa pada masa itu, tapi bahkan menjadi milik mereka yang lahir setelahnya. Buat saya, ini menarik sekali, di mana sebuah era dapat membawa rasa nostalgia dan semangat yang sama bagi lintas generasi. Kami ingin mengajak semua untuk bernyanyi bersama, merayakan ’90-an sambil menantikan Film BEBAS tayang di bioskop,” ujar Riri Riza, Sutradara Film BEBAS, sekaligus Creative Director untuk Konser BEBAS: Pesta ’90-an.

Konser BEBAS: Pesta ’90-an juga akan dihadiri oleh para pemain Film BEBAS, seperti Marsha Timothy, Susan Bachtiar, Widi Mulia, Agatha Pricilla, Zulfa Maharani, Baskara Mahendra, Lutesha, Giorgino Abraham, Dea Panendra, dan masih banyak lagi.

Oh iya, tiket Konser BEBAS: Pesta ’90-an sudah dapat dibeli melalui website dan mobile app Tiket.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top