Feature

Penggemar Fast Food Perlu Tahu, Begini Kondisi Tubuh Saat Harus Mencerna Seporsi Burger Kesukaanmu

Fast food alias makanan cepat saji sering jadi pilihan alternatif saat perut sedang dilanda lapar. Kendati unggul dari segi kemudahan dan kepraktisan penyajian, tetap ingatlah nasehat untuk jangan terlalu sering mengonsumsi jenis makanan yang satu ini. Bagaimana pun, organ dalam tubuhmu jadi taruhannya kalau kamu terlalu sering mengonsumsi fast food. Kandungan yang ada dalam seporsi burger misalnya, tak semuanya membawa dampak yang baik untuk tubuh.

Seperti dilansir dari Medical Daily, faktanya mengonsumsi makanan cepat saji ternyata sama saja seperti memasukkan bakteri ke dalam tubuh lantaran tingginya kandungan lemak pada makanan tersebut sehingga bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang. Mereka pun berasumsi, semakin lama sistem kekebalan tubuh terstimulasi, justru bisa memicu masalah kesehatan lainnya.

Makanan Cepat Saji Tak Baik untuk Kesehatan Sistem Pencernaan, Jantung, dan Pembuluh Darah

Makanan cepat saji sejatinya hanya mengandung sedikit serat tapi menimbun banyak karbohidrat. Saat makanan masuk ke dalam tubuh, karbohidrat tersebut kemudian dipecah menjadi glukosa yang bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Lonjakan glukosa memang diperlukan tubuh sebagai pelepas hormon insulin yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi. Namun jika kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji, yang ada kadar gula darah melonjak drastis bahkan bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Dilain sisi, makanan cepat saji juga mengandung natrium dan kolesterol yang berbahaya bila dikonsumsi mereka yang mengidap hipertensi dan penyakit jantung. Kamu perlu tahu, kandungan kolesterol yang berlebihan faktanya bisa menumpuk di dinding arteri sehingga bisa menimbulkan sumbatan. Sementara kadar natrium yang tinggi pada makanan bisa membuat tekanan darah naik sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Bahkan Juga untuk Pernapasan…

Orang yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji pasti berisiko mengalami obesitas. Pada akhirnya jika sudah mengalami obesitas, yang ada justru meningkatkan risiko masalah pernapasan seperti asma dan sesak napas, bukan? Bahkan berdasarkan penelitian, anak-anak yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji justru lebih rentan terkena asma.

Efek Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Juga Bisa Merusak Sistem Saraf Pusat

Kendati memang cepat mengobati rasa lapar, makanan cepat saji justru harus diwaspadai lantaran efek jangka panjang yang ditimbulkannya. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan cepat saji berisiko mengalami depresi hingga 51 persen lebih tinggi dibanding mereka yang lebih sedikit mengonsumsinya. Hal ini lantaran makanan cepat saji bisa mempengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Bagi Wanita, Jangan Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Ini Jika Ingin Kesuburanmu Tetap Terjaga

Untuk wanita, mulailah kurangi konsumsi makanan cepat saji karena dampaknya pada kesuburan. Kamu perlu tahu, fast food mengandung phthalate, yaitu bahan kimia yang ditemukan pada makanan cepat saji yang dapat mengganggu hormon dalam tubuh. Sebuah riset menemukan bahwa paparan phthalate dalam kadar yang tinggi diketahui dapat menyebabkan masalah reproduksi, salah satunya risiko bayi cacat lahir.

Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Bahkan Bisa Memecah Enamel Gigi

Selain merusak organ dalam tubuh, sejatinya kamu perlu menyadari kalau makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat justru dapat meningkatkan kadar asam di mulut yang memecah enamel gigi. Saat enamel gigi menipis dan hilang, bakteri menjadi lebih mudah berkembang dan menyebabkan gigi berlubang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Buat Kamu yang Suka Naik Motor, Hati-hati dengan 7 Penyakit Ini

Motor adalah salah satu jenis transportasi yang umum digunakan oleh banyak orang. Tak hanya karena alasan eknomis saja, namun mengendarai motor dianggap lebih bersahabat saat ada banyak kemacetan terlebih di kota-kota besar. Namun dibalik manfaat yang dimiliki motor, kamu juga perlu berhati-hati. 7 penyakit ini siap mengintai kamu yang kerap mengendarai motor.

1. Gangguan Saluran Pernapasan

Salah satu penyakit yang berisiko diidap oleh orang-orang yang suka mengendarai motor adalah gangguan saluran pernapasan seperti ISPA, bronkitis atau TBC. Seringkali penyakit ini muncul sebagai akibat kerasnya angin yang mengenai dada pengendara motor saat sedang bermotor.

2. Tinitus

Apakah kamu kerap mengalami telinga yang terasa berdenging? Ini salah satu akibat yang ditimbulkan karena terlalu sering mengendarai motor loh. Biasanya risiko penyakit ini lebih besar jika kamu tak mengenakan pelindung kepala yang memadai.

3. Masalah Kulit

Permasalahan yang ini bisa muncul karena kulit kerap terpapar udara luar secara langsung. Sedangkan udara yang ada sudah bercampur dengan debu dan juga polusi. Sehingga kotoran yang ada di udara akhirnya menempel di permukaan kulit dan menyebabkan beberapa permasalahan kulit seperti kulit kusam dan juga jerawat.

4. Nyeri di Bagian Tubuh Tertentu

Karena terlalu sering menempuh perjalanan jarak jauh dengan menggunakan motor, risiko yang mungkin akan kamu alami adalah nyeri pada bagian tubuh tertentu. Biasanya bagian tubuh yang sering mengalami nyeri adalah bagian pinggul, bahu, punggung atau lutut.

5. Saraf Terjepit

Mengendarai motor secara intens setiap hari ternyata bisa menyebabkan saraf terjepit loh. Bahkan bahayanya lagi, getaran motor yang diterima oleh tubuh dalam jangka panjang bisa merobek saraf.

6. Iritasi Mata

Penyakit lain yang mengintai para pengendara motor lainnya adalah iritasi mata. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari paparan angin, debu, atau polusi yang terkena mata saat ada di perjalanan.

7. Wasir

Penyakit lainnya adalah wasir. Kamu juga harus waspada dengan penyakit yang satu ini jika kamu kerap melakukan perjalanan menggunakan motor. Wasir atau hemaroid biasanya muncul karena adanya pelebaran dan peradangan pembuluh darah balik (vena) di anus atau rektum. Hal ini bisa terjadi karena terlalu lama duduk saat tengah mengendarai motor.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Makanan Sehat Ini Bisa Berubah Jadi Berbahaya Jika Dipanaskan

Sebagian besar orang kerap memanaskan kembali masakan yang sudah dimasaknya pagi hari sebelum memakannya di sore hari. Padahal hal ini tak selalu benar karena ada beberapa makanan sehat yang bisa berubah menjadi berbahaya jika dipanaskan ulang.

Selain rasa yang sudah tak lagi serupa, alasan kesehatan jadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Nah, berikut adalah 7 makanan yang tidak boleh kamu panaskan ulang setelah memasaknya. Kalau memang tak habis, dibuang saja ya…

1. Kentang

Kentang termasuk makanan yang kaya akan karbohidrat. Namun jika kamu memasaknya berulang kali dengan memanaskannya, hal itu akan membantu pertumbuhan bakteri langka yang berbahaya bagi tubuh. Mungkin rasanya, masih tak jauh berbeda. Tapi kalau mendatangkan penyakit dalam tubuh, untuk apa?

2. Telur

Telur yang dimasak untuk kedua kalinya dengan suhu yang tinggi bisa menjadipenyebab munculnya racun di dalamnya. Kandungan vitamin dan protein yang ada dalam telur akan bertambah dengan kandungan racun yang berbahaya bagi kesehatan pencernaan tubuh.

3. Jamur

Bagi kamu pecinta jamur, jangan pernah memanaskan masakan ini untuk kedua kalinya ya. Karena jika kamu memanaskannya kembali, hal itu bisa menyebabkan komposisi protein dan rasanya berubah. Tentu saja hal ini bisa menyebabkan kesehatan pencernaan menjadi terganggu.

4. Seledri

Jangan sekali-kali kamu memanaskan masakan yang ada seledri di dalamnya. Karena seledri yang dipanaskan bisa memicu adanya zat karsinogenik yaitu zat pemicu kanker.

5. Nasi

Nasi ternyata juga tak boleh dipanaskan loh. Nasi yang dipanaskan bisa mambantu pertumbuhan bakteri di dalamnya. hal ini bisa menyebabkan penyakit seperti diare, mual dan muntah.

6. Ayam

Ayam pun demikian, makanan ini bukan makanan yang bisa kamu panaskan berkali-kali. Jika kamu memanaskannya protein di dalamnya akan berubah dan akan berimbas pada kesehatan pencernaanmu.

7. Bayam

Bayam juga merupakan makanan yang tak boleh kamu panaskan. Jika kamu memanaskannya, bayam bisa mengeluarkan zat karsinogenik yang merupakan zat pemicu kanker.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Donor Darah Tak Bisa Sembarangan, Pastikan Dulu Badanmu Aman!

Nyatanya, tak semua orang diizinkan donor darah loh. Bukan hanya soal berat badan yang cukup atau tidak. Tapi ada kondisi lain yang juga perlu dipertimbangkan sebagai calon pendonor. Karenanya, sebelum jauh-jauh datang ke PMI atau acara khusus donor darah, pastikan kamu memang memenuhi kriteria jadi pendonor ya.

Kalau ternyata ditolak, tak usah marah atau kesal, mungkin memang ada kriteria yang belum terpenuhi. Berikut ini diantaranya.

Kamu Sedang Terserang Demam, Flu, Pilek, atau Penyakit Lainnya

Karenanya, saat kamu terserang penyakit seperti demam, flu, atau pilek, lebih baik tunggu sembuh dulu ya kawan. Setidaknya kalau kamu sudah yakin sembuh, tunggu 24 jam setelahnya baru kamu bisa ke PMI terdekat untuk mendonorkan darahmu. Karena kondisi tubuh yang tak sehat seperti ini, dikhawatirkan akan memberi pengaruh yang tak baik pula pada darah yang akan kamu donorkan. Selain itu, ditakutkan pula kamu justru semakin tak sehat jika harus mendonorkan darah dalam keadaan yang belum pulih betul.

Kalau Kamu Tengah Melakoni Pengobatan atau Terapi Tertentu, Kamu Pun Tak Boleh Melakukan Donor

Kalau mau donor darah, calon pendonor dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan. Hal ini karena kandungan zat yang ada pada obat-obatan akan tercampur dengan darah. Di lain sisi, kamu yang sedang dalam masa terapi pun dianjurkan untuk menunda dulu rencana donor darah. Dan yang terpenting, pastikan kamu tak punya tekanan darah lebih dari 180/100 mmHg ya kawan.

Kamu punya Riwayat Diabetes dan Baru Saja Melakukan Tindik pun Dilarang untuk Donor

Sebaiknya kenali dulu tubuhmu. Apakah tubuhmu memang prima atau sedang perlu perawatan tertentu. Sebab kalau kamu punya riwayat diabetes pun tak diizinkan untuk mendonorkan darah lho. Karenanya, jaga kadar gula darahmu ya kawan. Belum lagi soal tindik di bagian tubuh tertentu seperti hidung, lidah, pusar, atau bagian tubuh lainnya. Kalau kamu baru melakukannya dalam kurun waktu kurang dari setahun, kamu pasti tak diizinkan untuk donor darah.

Sebaiknya Memang Cek Dulu Kesehatanmu, Orang dengan Penyakit Menular Seksual Seperti Gonore dan Sifilis bahkan HIV/AIDS pun Tak Diizinkan untuk Donor

Demi alasan kesehatan resepien atau penerima, calon pendonor yang memiliki riwayat penyakit ini dilarang untuk donor. Bahkan kalau memang sedang menjalani pengobatan, orang dengan penyakit menular seksual perlu menununggu selama setahun setelah pengobatan baru bisa donor kembali.

Khusus Untuk Ibu Hamil, Tunggu Sampai Si Kecil Lahir ya…

Ibu hamil memang tak disarankan untuk donor darah. Setidaknya baru aman untuk donor itu minimal enam bulan pasca kelahiran buah hati. Selain itu, kalau berat badanmu dibawah 50 kg, sebaiknya cobalah dulu untuk memenuhi nutrisi supaya mencapai batasan berat badan minimal dan bisa donor darah.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top