Feature

Untuk Sahabatku Yang Baru Berpuasa Tahun ini, Percayalah Kamu Tidak Sendiri!

Bagi kita yang sudah memeluk agama Islam dari kecil, bulan Puasa Ramadhan bisa jadi sudah merupakan hal rutin yang membiasa. Sebagian bahkan mungkin sudah tak menemukan gregetnya lagi bertemu dengan bulan suci yang satu ini. Semua jadi ritual yang berulang begitu saja dari tahun ke tahun.

Tapi toh pengalaman berbeda ditemui oleh teman-teman mualaf yang baru saja memeluk Islam. Mengalami puasa pertama sewaktu dewasa memberikan pelajaran yang luar biasa bagi mereka.

Bahkan sudah selayaknya kita menyelami apa yang mereka alami. Melihat dari kacamata mereka. Bukan tidak mungkin kita akan lebih bersyukur. Karena banyak hal yang selama ini kita terima begitu saja karena biasa, ternyata merupakan berkah besar yang tak pernah kita perhitungkan.

Bulan Ramadhan Bisa Jadi Saat-saat Ketika Diri Merasa Sangat Sendirian

puasa sendirian

Mungkin buat kita sangat biasa berbuka puasa atau sahur di rumah bersama orang tua, saudara atau keluarga. Semua sudah jadi rutinitas dan tidak ada yang terasa istimewa.

Tapi buat saudara-saudara yang baru memeluk Islam, pengalaman berbuka bersama keluarga dan orang dekat adalah sebuah hadiah yang mungkin tak bisa mereka peroleh. Apalagi ketika ini adalah pengalaman pertama menjalankan ibadah puasa. Ditambah lagi kemungkinan keluarganya yang dulu tidak menerima perubahannya.

Bukan hanya soal sendirian secara fisik. Tapi bangun tengah malam menjelang subuh, menyantap sahur akan menyadarkannya betapa kini ia sendiri secara psikologis. Keluarganya berada di sisi seberang yang lain. Ketika kita asik menyantap kolak bersama-sama. Bisa jadi saudara mualaf harus membeli dan menikmati sendiri makanan berbuka tersebut.

Betapa kita selayaknya bersyukur bisa menikmati ritual puasa bersama keluarga sedari kecil. Jika kebetulan ada kawanmu, yang baru saja memeluk Islam, ajaklah ia bergabung. Jangan biarkan ia sendiri, berikan ia pengalaman menikmati indahnya kebersamaan sesama muslim.

Jangankan Berdebat Soal Tarawih Harus 23 Atau Cukup 11, Mereka Bahkan Masih Terbata Di Takbir Yang Pertama

sholat teraweh

Kita yang muslim sejak kecil mungkin asik memperdebatkan mana jumlah rakaat sholat yang seharusnya. Buat kita ini soal mana benar mana salah yang kadang membuat kita seolah sombong dengan apa yang kita ketahui.

Sementara buat saudara yang baru memeluk Islam, mereka baru saja mulai melangkah. Jangankan tarawih yang rakaatnya banyak, subuh saja masih membuat mereka bergidik takut salah. Tapi ini tak menghentikan langkah mereka. Datang dengan risiko gerakan yang salah-salah.

Jadi dari pada kita hanya berdebat merasa benar sendiri, kenapa kita tidak mendatangi mereka untuk mengajaknya menikmati indahnya Sholat tarawih berjamaah. Selami bagaimana mereka begitu khusyuk menjalankan ibadah Sholat meski dengan ritual yang masih kaku belum lancar.

Maklumi Jika Mereka Masih Membawa Atribut Kehidupannya Yang Lampau

barry saint loco mualaf

Sumber gambar: www.liputan6.com

Coba perhatikan foto Barry Saint Loco ketika sedang di puncak karirnya. Jujurlah, bagaimana kita beranggapan ketika kita bertemunya di mesjid hendak sholat berjamaah atau sholat terawih ketika bulan Ramadhan. Tato menjalar dari leher, hingga ujung jarinya. Mungkin sebagian kita menganggapnya sebagai orang bengal yang hendak mengotori mesjid.

Tapi taukah kawan, Barry baru saja berhijrah dari kehidupannya yang lalu. Benar-benar baru saja, sehingga ia belum bisa melakukan apa-apa dengan tatonya! Ia kini sedang berusaha damai mempelajari Islam. Pergi ke mesjid mungkin sesuatu yang biasa bahkan malas buat orang yang sudah dari kecil memeluk Islam. Namun buat barry, tidak demikian.

Jangan coba bandingkan perasaan rasa dan jiwanya dengan kita yang sudah muslim sejak kecil. Karena bisa jadi kita malu. Di berbagai kesempatan, Barry tidak pernah bisa menyebut Astagfirullah, lebih dari tiga kali tanpa menitikan air mata. Begitu dalam ia ingat dosanya. Tak pernah pula Barry bisa mengatakan tiada Tuhan selain Allah, tanpa menangis. Karena menurut pengakuannya ia terus mengingat betapa Allah tak pernah meninggalkannya, ketika ia merasa tak diterima siapa-siapa.

Bagaimana kita? Mungkin lidah sudah sangat lancar. Tapi apa hati bisa ikut tergetar seperti mereka yang baru merasakan Ramadhan pertama kali? Jadi jangan menghakimi jika bertemu orang yang menurut penilaianmu berpenampilan “tak seharusnya” di mesjid. Karena bukan tak mungkin, justru “perjalanan” mereka sudah lebih jauh dari kita.

Alih Bisa Karena Biasa, Tapi Ini Puasa Pertamanya Bantu Mereka Menguatkan Fisiknya!

makan ketika puasa

Masih ingat ketika kecil kita suka mencuri-curi meminum segelas air? Atau mencicipi makanan yang sedang dimasak untuk mengganjal perut. Ya, buat kita yang muslim dari dulu, latihan menahan lapar dan haus perkara yang enteng. Karena sudah dilatih dari kecil.

Bagaimana dengan sahabat yang pertama kali hendak berpuasa sebulan ketika mereka sudah dewasa. Jelas ini bukan perkara mudah. Tubuh mereka belum lagi menemukan ritmenya. Bisa jadi ini perjuangan berat jauh lebih berat ketika kita masih kecil.

Karena itu bantu mereka. Berikan tips-tips kecil menjaga stamina dikala puasa. Gali kembali hal rutin yang biasa kita laksanakan. Sarankan memakan kurma atau yang manis ketika berbuka misalnya. Mengunyah timun ketika sahur untuk memperlambat rasa haus. Dan tips-tips sejenisnya yang bisa membantu mereka.

Jadi, buat saudaraku yang baru pertama kali menjalankan ibadah puasa, yakinlah kami ada bersama kalian!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top