Feature

Pendidikan Tak Selalu Jadi Tolak Ukur Untuk Sukses, Asal Punya Semangat Dan Ketekunan Yang Keras Siapa Pun Kamu Tentu Bisa

Tanpa disadari, kita sering terlalu mengagungkan pendidikan. Bahkan merasa bahwa semakin tinggi bangku sekolah yang diduduki, semakin tinggi pula peluang suksesnya nanti. Faktanya hal tersebut tak selalu benar, pasalnya menurut data Badan Pusat Statistik pada Tahun 2016 terdapat 695 ribu jiwa sarjana yang tercatat sebagai pengangguran.

Dari sini kita belajar, untuk tak lagi berpikir bahwa pendidikan adalah faktor utama yang harus kita punya. Lebih dari itu, yang kita butuhkan adalah kerja keras dan usaha. Meski tak memiliki titel, bukan berarti kita tak bisa sukses kan?

Mustahil Merubah Mimpi Jadi Kenyataan Dalam Waktu Cepat, Untuk Itu Kita Butuh Kerja Keras

Sebagai langkah awal untuk mejajal medan tempur dunia kerja, pendidikan mungkin jadi satu syarat yang membantu kita. Namun faktanya, segala mimpi yang kita punya tentu tak dapat diwujudkan dalam sekejap. Untuk itu kita butuh tenaga dan usaha lebih keras.

Bayangkan jika ini adalah titik awal dari sebuah lari maraton yang harus kita menangkan. Selain semangat yang membara diawal perjalanan, kita juga tentu harus menyimpan amunisi spirit yang sama hingga garis finish di depan. Semangat yang tetap menggelora dengan porsi yang pas jadi komponen utama untuk sebuah keberhasilan yang kita mimpikan.

Ijazah Hanya Meloloskanmu Pada Satu Seleksi Alam Saja, Selanjutnya Kamu Butuh Ketekunan Demi Mimpi Yang Jadi Dambaan

“Syarat : – Pendidikan Min S1”

Wajahmu mungkin akan terlihat lebih sumringah karena merasa akan diterima setiap kali melihat beberapa syarat saat melamar kerja. Benar memang, pendidikan tentu jadi salah satu hal yang harus kita punya. Tapi itu hanya meloloskanmu pada satu tahapan seleksi saja.

Karena tak hanya kerja keras dan semangat saja, kita juga butuh ketekunan yang konsisten untuk bisa tetap bertahan dan giat bekerja.  Sikap tekun yang kamu punya, perlahan akan membawamu kepada pemikiran baru. Dan tentu akan sangat membantu jalan menuju sukses yang kamu inginkan.

Kita Memang Berbeda Atas Gelar Sarjana Yang Kita Punya, Tapi Itu Tak Jadi Alasan Untuk Terlalu Memewahkan Diri

Untuk mendapat beberapa embel-embel di belakang nama, memang bukanlah perjuangan mudah. Kita punya berbagai macam cerita dalam 4 tahun untuk mendapatkannya. Alih-alih berbeda dengan mereka yang tak mengenyam pendidikan sama. Bahkan barangkali kita berpikir bahwa mereka tak akan bisa sama hebatnya dengan kita.

Lebih parahnya lagi, mungkin kita akan bersikap jauh lebih congkak dari yang lainnya. Padahal jika dipikirkan kembali ini adalah bumerang yang akan menghancurkan diri sendiri. Menutup diri dengan menganggap diri jauh lebih hebat dari orang lain, tentu akan membuatmu semakin kerdil dan tak dapat ilmu baru dari mereka.

Pendidikan Tentu Jadi Jembatan Penghubung Yang Siap Mengantarmu Menyeberang, Lebih Dari Itu Perangaimu Dalam Bekerja Jauh Lebih Menentukannya

Percaya atau tidak, selembar kertas yang kita sebut ijazah itu hanyalah modal untuk sampai di pintu interview saja. Lagipula ketika kamu sudah masuk dalam dunia yang kamu jadikan tiang kehidupan, ijazah tak lagi ada artinya, Sikapmu dalam bekerjalah yang akan menentukan nasib selanjutnya.

Untuk itu berhenti berpikir bahwa ijazah milikmu adalah segalanya, kecuali kamu memang tak mau bangkit untuk berubah.

Keyakinan Akan Diri Sendiri Jadi Tumpuan, Simpan Semua Keraguan Sekalipun Kamu Bukanlah Orang Yang Bergelar

Tak hanya ketekukan yang patut dimiliki, kamu juga harus punya kepercayaan diri yang tinggi. Jika kepala milikmu masih diisi oleh ketakutan akan mereka-mereka yang berpendidikan tinggi, segeralah hilangkan. Tapi kamu hanya perlu menghilangkan pikirannya, tidak dengan kepalanya.

Kepercayaan diri jadi gawai utama yang harus kita punya, agar mampu tetap berdiri untuk semua rintangan yang ada. Tak perlu ada alasan untuk merasa rendah diri, hanya karena kamu tak memiliki gelar atau pendidikan yang tinggi.

Berkaca Dari Banyaknya Sarjana Yang Masih Tak Bekerja, Nyatanya Titel Tak Menjamin Hidupmu Akan Mapan

Terlepas dari nasib setiap orang yang berbeda, kita tentu bisa melihat kenyataan yang ada di sekeliling kita. Berapa banyak mereka yang berstatus sarjana, tapi masih susah payah untuk sekedar cari kerja.

Bahkan tak sedikit pula yang akhirnya banting stir, menjajal pekerjaan yang seharusnya bukan untuk mereka. Kenyataan ini setidaknya bisa jadi gambaran untuk kita, bahwa pendidikan dan gelar yang kamu punya tak selamanya jadi tolak ukur untuk hidup yang lebih sukses dan bahagia. Siapa pun itu orangnya tentu bisa sukses, jika memang punya semangat kuat serta usaha yang keras untuk mewujudkannya.

Tak Perlu Kamu Pikir Pilihanmu Telah Salah, Karena Setiap Manusia Punya Jalan Sukses Yang Berbeda

Namun meski hidupmu mungkin terasa sedang berada pada jalan yang salah. Sudah punya gelar namun hidup masih terasa susah saja. Buang jauh-jauh pikiranmu itu, karena setiap orang punya garis tangan yang berbeda.

Cobalah untuk terus berusaha menjajal semua kesempatan yang ada. Meski tak punya embel-embel gelar di belakang nama, bisa saja kamu duduk disebuah kursi yang seharusnya untuk mereka yang bergelar. Sebaliknya untuk kamu yang mungkin sedang gundah, karena bekerja pada bidang yang tak mensyaratkan gelar sarjanamu, simpan semua gundahmu, maksimalkan semua kemampuanmu. Siapa tahu pekerjaan itulah yang justru kelak mengantarmu pada sukses yang kamu mau.

Bekerjalah Keras Sekuat Tenaga Sembari Berdoa, Semoga Semesta Memberi Apa Yang Kamu Minta  

Satu hal yang juga tak boleh kita lupa adalah tetap berdoa sembari bekerja. Kamu harus tahu bahwa semua hal yang bergerak di semesta, tentu ada dalam kendali sang empunya. Berilah modal untuk diri berupa semangat dan ketekunan yang tiada henti. Tapi juga jangan lupa untuk meminta izin pada Sang Pemilik Semesta.

Karena pada akhirnya apapun gelar pendidikanmu, kamu tentu bisa berhasil jika terus mencoba. Tak ada hukum yang menetapkan batasan siapa saja yang bisa sukses dan berhasil dalam hidupnya.

Siapa pun itu orangnya, tentu bisa berhasil! Termasuk kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top