Trending

Pelangi, Pernikahan Gay Dan Eksperimen Facebook

Terkejutkah kamu ketika tiba-tiba beberapa kawanmu mengubah Profile Picture Facebooknya menggunakan pelangi? Kenapa tiba-tiba banyak yang menggunakan filter terbaru besutan Facebook tersebut?

Sebagian mungkin hanya sekedar ikut-ikutan. Tidak tahu gerakan dibalik dicanangkannya filter pelangi itu. Namun sebagian lagi menggunakannya secara sadar, untuk menunjukan kemenangan. Kemenangan terhadap dilegalisasikannya pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat.

Yup! Pada tanggal 26 Juni 2015 lalu Mahkamah Agung Amerika Serikat menyetujui pernikahan sesama jenis di seluruh negara bagiannya. Hal ini dianggap tonggak sejarah penting, mengingat posisi Amerika sebagai negara super power.

Warna Pelangi Yang Dijadikan Simbol Perlawanan

bendera pelangi

Lantas apa hubungannya dengan warna pelangi? Semuanya bermula di tahun 1976, oleh seorang bernama Gilbert Baker asal San Fransisco. Ia adalah seorang verteran perang vietnam yang juga seorang gay. Kala itu mereka berpikir untuk mencari figur yang bisa memperkuat pergerakan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Setelah berulang kali berubah bentuk, pada tahun 1978 Gilbert beserta 30 orang lainnya memutuskan untuk membuat bendera. Potongan-potongan kain dimasukan kedalam wadah yang sudah diisi warna. Kemudian masing-masing warna berbeda inilah yang dijahit menjadi bendera pelangi.

Bendera inilah yang pertama kali dikibarkan di United Nations Plaza di San Francisco pada 25 Juni 1978 . Penerimaan terhadap bendera pelangi ini demikian besar, hingga digunakan sebagai simbol perlawanan kaum LGBT di seluruh dunia. Tak heran juga jika kemudian, nunasa pelangi ini yang banyak digaungkan di sosial media ketika peraturan pernikahan sesama jenis dilegalkan.

Reaksi Netizen? Banyak Yang Mendukung, Tak Sedikit Pula Yang Menolak

Reaksi di lini masa terbagi dua atas isu sensitif ini. Mereka yang mendukung menggunakan tagar #LoveWins disertai dengan diubahnya profile picture menjadi warna pelangi. Hanya dalam rentang waktu 72 jam tagar ini sudah dibuat sebanyak 10 juta kali.

Tokoh-tokoh penting ikut terlibat dengan penggunaan tagar kemenangan ini. Taylor Swift misalnya yang twit bertagar #LoveWins miliknya sudah diretweet sebanyak 100 ribu kali. Bahkan akun resmi gedung putih juga mengubah profile picturenya menjadi pelangi.

Tak hanya yang mendukung. Mereka yang kontra terhadap kebijakan ini juga menyuarakan keberatannya. Menggunakan tagar #StraightPride dan #LoveLoses. Namun kedua tagar tersebut masih jauh dari mereka yang menyatakan mendukung. Penggunaan #StraightPride hanya dikicau sebanyak 4700 kali, sementara #LoveLoses digunakan 9000 kali.

Perlawanan ini di Indonesia diwakili oleh Menteri Agama Lukman Saifuddin. Tak tinggal diam, menteri Agama gaul ini ikut mencuitkan pendapatnya pada akun pribadinya.

Aplikasi Filter Pelangi Diduga Salah Satu Eksperimen Big Data Milik Facebook?

Mark zuck rainbow

Masih ingat bagaimana permainan tebak-tebakan umur yang digagas Microsoft, ternyata digunakan untuk eksperimen sosial? Dugaan yang sama juga muncul terhadap aplikasi filter pelangi yang diluncurkan facebook diwaktu peraturan pernikahan sesama jenis ini digodok dan disahkan.

Ini bukan kali pertama Facebook memanfaatkan momen pernikahan gay ini sebagai eksperimen Big Datanya. Mereka sudah pernah melakukannya pada Maret 2013. Kala itu sedikitnya 3 juta pengguna Facebook mengubah profile picturenya yang kala itu menggunakan warna merah sebagai lambang hak asasi manusia.

Apa yang hendak dilihat? Mereka mencoba membaca mood penggunanya lewat perilaku sosialnya di facebook. Siapa yang akhirnya ikut berpartisipasi dan siapa yang tidak. Data-data ini diolah dan menjadi tambang berharga untuk menggambarkan hal-hal apa saja yang mempengaruhi seseorang dalam memilih. Bayangkan betapa berharganya data tersebut! Karena bisa digunakan dalam urusan bisnis, kemanusiaan sampai politik.

Viral mengubah profile picture ini ditemukan tidak secepat dan segila viral lainnya, misalnya berita atau foto lucu. Berbeda dengan share berita lucu, berita menarik, foto atau video yang dilakukan langsung, dalam kasus ini orang cenderung menunggu kawan-kawan Facebooknya yang lain sebelum mengambil sikap mengubah profile picturenya atau tidak.

Namun untuk aplikasi filter pelangi kali ini Facebook melalui juru bicaranya William Nevius menolak jika dikatakan sedang mengadakan eksperimen seperti pada filter warna merah di Maret 2013. Menurutnya aplikasi pelangi dukungan terhadap pernikahan sesama jenis tersebut dibuat oleh 2 orang pegawai magang di Facebook. Aplikasi itu cukup populer dikalangan pegawai Facebook sendiri. Karena itu akhirnya diputuskan dirilis untuk public, secara tak sengaja waktunya bersamaan dengan keputusan legalisasi pernikahan gay.

Bagaimana menurutmu? Punya pendapat?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ingin Berhemat, Uang Kertas Rp.10 Juta yang Disimpan di Lemari Malah Dimakan Rayap

Selain menyimpan uang di rekening bank, ternyata masih ada orang-orang yang menyimpan uangnya secara konvensional. Mulai dari di celengan, brankas, atau lemari pakaian, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan. Tapi apa jadinya, jika uang yang disimpan justru mengalami kerusakan hingga tak bisa digunakan? Seperti yang baru-baru dialami oleh seorang pengguna Twitter bernam Putri Buddin yang menyimpan uangnya di lemari, yang kemudian jadi santapan rayap.

Niat hati biar ga boros, simpen uang di lemari, eh malah dimakan rayap,” twitnya melalui akun Twitter @putribuddin, Sabtu (17/8/2019).

Dari foto yang dibagikan oleh dirinya, uang miliknya terlihat terdiri dari lembaran uang Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang sudah tak lagi dalam keadaan utuh. Twit tersebut pun menarik perhatian warganet dan telah mendapat lebih dari 2,4 ribu likesdan retweet.

Nah, dari hasil taksiran Putri, total uang miliknya tersebut sekitar Rp.10 Juta.

“Itu uang yang aku kasih ke nenek aku sekitar Rp3 juta-an. Terus ditambahin sama nenek aku sampai Rp 10 jutaan.” kata Putri dilansir dari Liputan6.com, Selasa (20/8/2019).

Perempuan itu pun lupa menyimpannya di lemari. “Nenek aku udah meninggal satu tahun yang lalu sih, kemungkinan udah dua tahun,” tuturnya ketika ditanya berapa lama dirinya menyimpan uang itu.

Saat ditemukan, uang itu dipisahkannya menjadi dua buntelan. Satu tumpuk telah menjadi sarang rayap sehingga Putri memutuskan membuangnya. Tumpukkan uang lainnya dibungkus plastik seperti foto yang dibagikannya di Twitter. Dalam plastik itu, terdapat sekitar Rp 5,4 juta.

Awalnya, ia merasa pesimis dengan mengira uangnya tak akan bisa dipakai kemana-mana. Namun, perempuan itu pun memutuskan mengikuti saran dari orang-orang di Twitter, untuk membawa sisa uang yang telah dimakanan rayap ke Bank Indonesia (BI).

 

Namun dengan alasan tertentu yang sudah jadi ketentuan dari Bank Indones, uang milik putri tak semuanya bisa diterima dan diganti dengan uang yang masih utuh. Dengan ketentuan uang yang keutuhan fisiknya kurang dari 67 persen setelah diperiksa menggunakan alat ukur kelayakan uang milik BI.

Dan dari Rp 5,4 juta yang dibawa Putri ke BI, hanya Rp.1.050.000, yang bisa ditukarkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Glenn Fredly Resmi Menikah Lagi

Setelah selama ini dikabarkan dekat, akhirnya penyanyi Glenn Fredly resmi menikahi sang pujaan hati Mutia Ayu. Digelar secara tertutup pada Senin (19/08) kemarin, resepsi pernikahan Glenn tersebut hanya dihadiri oleh para keluarga dan sahabat dekat.

Meski demikian, beberapa foto bahagia dari acara pagelaran pernikahan Glenn sudah banyak beredar di media sosial. Selain pada akun-akun gosip, beberapa unggahan sahabat dari Glenn juga jadi salah satu bukti yang membenarkan hari bahagia penyanyi laki-laki 43 tahun tersebut.

Sumber : Instagram/@agustineligo

Digelar di Taman Kajoe, salah seorang kerabat dengan akun Instagram @agustineligo menunjukkan momen bahagia Glenn Fredly dan Mutia Ayu dengan wajah yang sumrinyah. Mengenakan setelan jas berwarna cream yang senada dengan gaun Mutia, keduanya tampak bahagia sembari bergandengan tangan berdua.

Hal lain yang juga menarik perhatian dari foto-foto pernikahan Glenn yang beredar, adalah nuansa rustic begitu terasa lewat venue outdoor berhiaskan lampu dan outfit vintage. Selamat untuk Glenn dan Mutia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Mahasiswa Papua di Jakarta : Kami Naik Angkot, Orang Tutup Hidung

Peristiwa penangkapan dan dugaan tindak diskriminatif serta rasial yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur membuat membuat masyarakat turut bersimpati dan merasakan apa yang mereka terima. Dan dirasakan pula oleh Albert, seorang mahasiswa asal Papua yang kini tinggal di Jakarta.

Dari hasil wawancarannya dengan Suara.com, ia mengatakan ikut tersakiti atas perlakuan yang diterima oleh mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. Ia berharap pemerintah Indonesia dapat menjamin kebebasan berpendapat mahasiswa Papua. Menurutnya, sebagai negara demokrasi sudah semestinya negara menjamin kebebasan tersebut dan meminta tidak ada lagi hal serupa yang terjadi terhadap mahasiswa Papua lainnya.

“Jangan mengintimidasi setiap mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia, karena negara ini negara demokrasi,” kata Albert saat ditemui di asrama mahasiswa Yahukimo Papua, Jalan Batuampar, Keramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019) sebagaimana dikutip dari suara.com. 

Sumber : Suara.com

Lebih lanjut, Albert bercerita jika selama tinggal di Jakarta untuk berkuliah dirinya masih kerap mengalami bentuk-bentuk diskriminasi. Namun, ia berusaha untuk bisa menerima meski merasa tersakiti.

“Kami naik angkot saja orang sudah tutup hidung. Kami sebagai manusia itu kami sakit, tapi itu biasa bagi kami,” kata dia.

Sebelumnya, setelah insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang, diketahui kerusuhan sempat pula terjadi di Manokwari pada Senin (19/8) kemarin. Massa yang berasal dari sejumlah elemen melakukan aksi menyikapi adanya tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang ditangkap di Surabaya, hingga akhirnya berakhir dengan kerusuhan.

Dari kerusuhan tersebut, massa dilaporkan melakukan pembakaran terhadap kantor DPRD Papua Barat. Tak berhenti disitu saja, kerusuhan pun menjalar ke wilayah lain termasuk Jayapura dan Sorong. Bahkan, massa dilaporkan membakar Lembaga Pemasyarakaan di Sorong dan perusakan di Bandara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top