Trending

Pelajaran Hidup dari Najwa Shihab, Si Kartini Masa Kini yang Bisa Anak Muda Teladani

Perempuan yang akrab disapa Nana ini, lahir di Makassar 16 September 1977 lalu, dan menyelesaikan bangku kuliah pada Jurusan Hukum di Universitas Indonesia. Dan memulai karir jurnalistik sejak tahun 2000, segala pencapaiannya jadi ajang yang juga turut membesarkan namanya. Kemampuannya menjadi pembawa berita sekaligus jadi tuan rumah dalam ‘Mata Najwa’ jadi hal lain yang juga membuat namanya semakin dikenal dan dicintai banyak orang.

Maka wajar, jika keputusannya pada Agustus 2017 lalu, melalui episode Catatan Tanpa Titik yang juga jadi ajang untuk memberitahukan mundurnya ia dari MetroTV membuat banyak orang merasa kehilangan. Padahal Nana sudah bilang hanya ingin beristirahat sejenak, bukan berhenti dari perjalanan.

Kali ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Kami ingin memberitahumu beberapa hal yang bisa kamu teladani dari seorang Najwa yang kini juga sudah aktif membuat konten-konten youtube menarik di Narasi TV.

Dari Najwa Kita Belajar, Bahwa Selagi Muda Cobalah Untuk Menemukan dan Hidup dalam Passion Kita Masing-masing

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

Berapa banyak sarjana pertanian yang malah bekerja pada meja perbankan? Mungkin bisa kita jadikan gambaran bahwa sesungguhnya masih banyak dari kita yang tak berani untuk tetap berjalan pada passion yang dimiliki. Ketika masih berada pasa usia yang terbilang muda, cobalah untuk terus menggali dan mencari apa yang sebenarnya hal yang menjadi kecintaan kita. Selama hal itu membuatmu bahagia, maka akan selalu ada jalan untuk sebuah cita-cita.

Walau faktanya tak mudah, atau mungkin kau akan bilang ini hanya berlaku pada mereka yang mendapat dukungan dari keluarga, atau berbagai alasan lain yang mungkin bisa melepaskanmu dari rasa bersalah. Percayalah sekecil apapun hasil yang akan kau dapat, jika hal itu lahir dari sesuatu yang dicintai jelas akan memiliki arti.

Najwa bisa saja jadi pengacara hebat, namun ia menemukan passionnya sebagai jurnalis dan mencoba menekuninya hingga akhirnya berbuah manis.

Dan Untuk Menjalani Itu, Waktu Jadi Investasi yang Menjadi Kunci Akan Seberapa Sukses Kamu

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

Semua hal-hal besar jelas tak lahir dalam waktu yang sebentar. Kamu butuh rentang waktu tertentu untuk bisa menikmati semua upahmu. Pada salah satu kesempatan Najwa pernah berkata “Kemauan kita untuk menunggu itu investasi waktu. Menunjukkan upaya kerja keras kita. Saya dulu nggak akan pulang sebelum dapat quote. Mungkin memang dulu belum terlihat hasilnya, tapi itu yang membentuk kita jadi wartawan yang kuat,”

Nana bercerita bahwa kemampuannya untuk bisa menghadirkan sejumlah narasumber penting di Acara yang dibawakannya, jelas adalah hasil dari kerja kerasnya selama 17 tahun jadi wartawan. Baginya menunggu pernyataan narasumber bicara adalah sebuah investasi waktu untuk seorang wartawan.

Untuk itu tanpa harus mengeluh, ia paham bahwa waktu jadi salah satu penentu, kapan semua upaya akan terbayar.

Tetap Tekun dan Mencoba Membangun Relasi yang Luas, Sebab Kamu Tak Akan Bisa Hidup Sendiri Tanpa Bantuan

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

Meningkatkan kualitas diri jadi salah satu hal yang kerap dicari oleh beberapa anak muda. Namun tak banyak yang berani untuk mulai keluar dan membangun relasi. Padahal ini adalah salah satu aset yang perlu dilakukan dari sekarang.

Sejak masih duduk di bangku sekolah Nana sudah aktif ikut berorganisasi. Dan hal ini jadi buktii bahwa ia adalah sosok yang memang suka bertemu orang baru dan membangun relasi. Pelan-pelan kita akan tahu, mana titik lemah yang kita miliki dan hal apa saja yang bisa dijadikan kekuatan diri.

Dan hal ini jadi salah satu resep sukses yang juga pernah ia bagikan, Nana berkata bahwa “Jejaring itu investasi. Hubungan dengan narasumber itu untuk wartawan sesuatu yang mahal. Saya diuntungkan dengan perjalanan karir cukup lama dan nama besar institusi tempat saya bekerja,” Maka tak heran jika setiap narasumber yang ia wawancara bisa buka-bukaan secara blak-blakan, marah, kesal bahkan menangis tatkala diberi pertanyaan olehnya.

Cobalah Untuk Mengeksplorasi Hal-hal Baru dan Keluar dari Zona Nyamanmu

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

Menyelesaikan pendidikan S2 di Australia, perempuan lulusan Melbourne Law School ini juga jadi sosok yang bisa kita jadikan acuan untuk berani keluar dari Zona Nyaman. Saat masih duduk di bangku SMA, Nana pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke kota kecil di Amerika. Dan menariknya lagi ia jadi satu-satunya orang Indonesia sekaligus satu-satuanya peserta muslim.

Tak akan ada hal besar yang akan kita dapat, selama kita masih lelap dalam bayang-bayang akan sesuatu hal yang memuat diri terlalu senang. Bergerak untuk maju, atau diam untuk hidup yang hanya sampai disitu.

Terdengar Klise, Tapi Persistensi dalam Diri Akan Menguatkan Kita Untuk Tetap Memiliki Ambisi

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

“Persistensi, jangan pernah mau terima tidak dari narasumber, kejar terus sampai dapat,” kalimat ini jadi adalah salah satu acuan yang terus dipegang oleh Najwa. Ia tak mudah menyerah, tak akan pulang dari tugas wawancara dengan tangan hampa. Sebab putus asa dan menyerah hanya membuat kita jadi seorang pecundang, bukan pemanang.

Terus melangkah untuk sesuatu yang memang kita inginkan, dengan begitu semangat dalam diri akan terus berkibar hingga sampai pada tujuan. Semua pernyataan barusan mungkin terderngar sebagai kalimat pasaran yang biasa orang sampaikan. Tapi bagi Najwa itu adalah acuan untuk tetap mengobarkan ambisi.

Jangan Pernah Berhenti dan Malas Untuk Membaca

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

Yap, perempuan yang juga giat dalam kampanye literasi ini adalah Duta Baca Indonesia untuk periode 2016 hingga 2020 mendatang. Dengan kata lain, ia ingin menunjukkan bahwa membaca adalah salah satu jalan untuk sukses yang kita inginkan. Belajar hal baru, tanpa ada pautan usia tertentu.

Dan hal lain yang juga bisa kita pelajari dari Nawja adalah adalah, buku jadi salah satu wadah yang bisa memberi kita pengalaman dan banyak pelajaran berharga untuk menembus ruang dan waktu.

Dan Berdedikasilah Untuk Segala Sesuatu yang Sedang Kamu Kerjakan

Sumber : https://www.instagram.com/najwashihab/

Menjalani karir menjadi jurnalis selama 17 tahun lamanya, perjalanan yang telah ditempuh oleh seorang Najwa jelas tak singkat. Lalu bandingkan dengan kamu yang baru 2 tahun lulus kuliah tapi sudah 3 kali pindah tempat kerja. Ya, kami paham setiap orang mungkin punya alasan untuk satu keputusan. Entah itu pekerjaan yang tak sesuai atau tak adanya gambaran masa depan. Jelas ini sah-sah saja.

Namun hal yang sesungguhnya hal lain yang bisa kita contek dari seorang Najwa adalah, berdedikasi dan memiliki loyalitas yang tinggi pada satu pekerjaan yang kita cintai adalah kunci dari segala syukur dan sukses yang juga jadi cita-cita. Apapun itu jenis pekerjaannya, sebisa mungkin lakukan segala hal dengan versi terbaik dari dalam diri. Bukan untuk perusahaan, bukan pula untuk atasan melainkan untuk diri sendiri.

Lalu bagaimana dengan kamu? Sudahkah beberapa yang Najwa lakoni tadi, ada dalam diri?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Merasa Sedih? Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Hidupmu Lebih Bahagia Lagi

Ternyata, hal paling membahagiakan seseorang adalah ketika ia berhasil memecahkan sebuah persoalan dan bisa memahami semua keinginan yang ia inginkan. Namun untuk bisa mendapatkan itu semua, tentu tak akan mudah. Ada beberapa hal yang perlu dirubah, ditingkatkan dan ditambah dalam porsi yang lebih besar.

Ini bisa jadi susah, tapi bisa juga terasa mudah. Tergantung bagaimana kamu menilainya dan bertindak untuk menjadikannya nyata. Kira-kira apa saja ya?

Jangan Menunda-nunda, Kerjakan Apa yang Memang Harus Diselesaikan

Begini, kamu tidak akan bisa berjalan atau merasa bahagia. Jika hingga saat ini, kamu masih bingung untuk menentukan tujuan dan masih kerap menunda pekerjaan atau kegiatan.

Seorang penulis bernama Marilyn Vos Savant menyarankan kita untuk membuat daftar dari setiap tugas kecil yang harus dilakukan dalam sehari kemudian kamu bisa melakukannya  satu demi satu. Jangan sampai ada yang kelewatan ya. Hal tersebut juga bisa diterapkan untuk tugas mingguan dan bulanan lho.

Langkah ini hanya sederhana, karena kamu hanya cukup menyelesaikan apa yang memang jadi tanggung jawabmu sendiri. Tapi, yakinlah jika itu akan membuatmu lebih mudah untuk merasa bahagia.  

Tetapkan Tujuan dan Fokuslah Pada Apa yang Sedang Kamu Kerjakan

Pikirkan apa yang telah kamu capai mulai dari titik permulaan hingga sekarang ini. Kemudian belajarlah, untuk menghargai setiap proses yang akan kamu lakukan untuk pencapaianmu. Jika hal itu sudah berhasil kamu capai. Hal selanjutnya adalah melatih diri untuk bisa tetap fokus pada apa yang tadi sudah ditetapkan.

Kalau memang dirasa perlu, cobalah buat pengingat kecil yang bisa kamu lihat setiap saat. Dengan begitu, setiap kali kamu merasa lupa atau bimmbang, ada gambaran yang akan membantumu untuk tetap fokus pada tujuan.

Ubah Pandangan yang Selama Ini Kau Yakini, ‘Dari Mendapatkan Menjadi Memberikan’

Sebuah pepatah dari Wayne Dyer mengutarakan, “Ketika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah.”

Ini mungkin akan sedikit susah dirubah, apalagi jika selama ini yang kita jadikan ukuran kebahagian adalah ketika kita mendapatkan. Bergeser dari yang selama ini dipercayai, kamu perlu untuk merubah cara pandang yang akan memberikan kebahagian.

Titik ini akan membuat kamu termotivasi melakukan hal lain yang bertujuan membuat bahagia orang lain. Bukan sekedar membuat dirimu bahagia saja. Tapi anehnya, meski yang kau lakukan bukanlah untuk dirimu sendiri. Ada hal lain yang justru membuatmu lebih bahagia dari yang selama ini kamu jalani.

Rubah dan Tetapkan Kebiasaan untuk Konsistensi yang Lebih Bisa Dipegang

Dari semua sumber bahagia, konsistensi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati selalu jadi kunci untuk bisa lebih bahagia lagi. Kita butuh konsistensi dan pengulangan atas sesuatu hal. Karena ketika kita sudah berhasil untuk melakukan hal tersebut secara berulang dan konsisten. Ini akan membantu otak kita mudah beradaptasi akan runitinitas baru lain.

Selanjutnya keberhasilan kita untuk bisa tetap berpegang teguh pada rutinitas yang sudah dijadikan kebiasaan. Jadi hal lain yang selanjutnya akan melahirkan rasa bahagia dalam kegiatan yang kita jalankan.

Perbanyak Bersyukur dan Belajar untuk Lebih Fokus pada Lingkunganmu

Mereka yang menghabiskan waktu bersamamu akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, maka senantiasa tebarkanlah hal-hal positif disekitar orang-orang yang mendukungmu. Serta jangan lupa pula untuk berterimakasih atas kehidupan yang selama ini kamu dapatkan. Orang-orang baik yang ada di dekatmu, dan semua hal yang selama ini sudah ada dalam hidupmu.

Rasa syukur atas penerimaan diri atas apa yang dimiliki dalam kehidupan akan mendatangkan energi positif yang mampu membuatmu bahagia. Walau sebenarnya apa yang kau miliki adalah hal-hal sederhana.

Setiap Kali Hampir Menyerah, Visualisasikan Masa Depan Impianmu

Berita suka dan bahagia kerap datang tanpa diminta. Hari ini kita mungkin sedang berada pada tingkat bahagia yang tetinggi. Tapi esok hari bisa saja kita merasakan sedih yang paling bawah. Untuk bisa mengembalikan semangat yang hilang. Mari uraikan lagi gambaran masa depan yang kamu inginkan.

Buatlah bayangan, akan seperti apa hidupmu dalam 3 atau 5 tahun ke depan. Masih tetap menjadi dirimu yang sekarang, atau ingin jadi sosok yang lebih besar? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini, secara tak langsung kamu akan terdorong untuk melakuka apa saja demi mewujudkannya.

Dan Ambil Lebih Banyak Tindakan dari Semua Hal yang Sudah Kamu Rencanakan

“Talk Less do More”

Simpan semua omong kosong yang hanya bisa terdengar menyenangkan telinga. Mari ganti dengan sebuah tindakan nyata yang bisa merubah hidup kita. Karena selain membuat diri bahagia, satu tindakan tentu jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan semua hal-hal yang selama ini hanya kamu bicarakan tanpa dibuktikan.

Pakailah waktu untuk membuat diri bahagia, dan mewujudkan semua mimpi yang selama ini sudah ada dalam kepala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top