Feature

Pada Relasi yang Bertahan Cukup Lama, Didalamnya Semata-mata Bukan Hanya Bermodal Cinta

Pernahkah kamu berpikir, adakah hal lain yang patut diperjuangkan selain cinta? Salah satunya mungkin rasa saling menghargai antara kamu dan pasanganmu. Kalau hal ini bisa terus kamu perjuangkan, bukan tak mungkin kamu akan diberkahi sebuah hubungan jangka panjang yang menjanjikan keseriusan hingga tahap pernikahan.

Di sekelilingmu, adakah pasangan yang bisa kamu jadikan panutan dalam berelasi? Coba tanya ke mereka, apakah mereka mengalami hal-hal yang kutuliskan di bawah ini? Sebab apa yang kutulis sejatinya akan membuat mereka yang sukses dengan hubungannya jadi merasa teringat lagi, betapa istimewanya pasangan dan hubungan yang mereka miliki.

Sudah Terbiasa Bersamanya, Kamu Selalu Ingin Mendekap Tubuh Pasanganmu

Saat kamu menemukan orang yang cocok denganmu kemudian menjalin relasi, tanpa terasa relasi tersebut membentuk dan memproses kalian, maka makna kedekatan yang kalian rasakan akan benar-benar luar biasa. Selalu berada di dekatnya adalah hal sederhana  yang selalu kamu nantikan. Lewat dekapan, pelukan, atau ciuman hangat di kening, berhasil membuatmu memaknai perjalanan cinta kalian. Tak ada kata yang bisa mewakili betapa bersyukurnya kamu memiliki dia di hidupmu yang sekarang.

Nonton Film Bersama di Bioskop Memang Menyenangkan, Tapi Meluangkan Waktu untuk Belanja Bersama Ternyata Lebih Seru

Kegiatan seperti nonton film memang menyenangkan. Tak ada yang menampik hal itu. Apalagi kalau nontonnya bersama pasangan. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin sering intensitas nonton bersama. Selanjutnya, kamu pun akan mencari kegiatan baru yang tak kalah menyenangkan. Nah, kalau sudah menikah dan memang sebelumnya sudah bersama untuk sekian lama, hal sederhana semacam ini terasa menyenangkan lho. Belanja sendiri saja sudah menyenangkan, bagaimana kalau berdua?

Kamu Tak Lagi Geli atau Ilfil Dengan Apa yang Ada di Tubuh Pasanganmu

Ciri kalau kamu begitu mencintainya dan hubungan kalian berhasil setelah melewati sekian waktu adalah hilangnya rasa geli atau ilfil pada pasangan. Apa yang ada di tubuh pasanganmu tak membuat kadar sayangmu berkurang. Bau keringat, kotoran di ujung mata saat bangun tidur, semuanya itu tak jadi masalah. Sebab kamu tahu, rasa sayangmu melampaui rasa geli atau ilfil-mu itu.

Kamu Mengapresiasi Segala yang Dilakukannya Untukmu

Saat sudah menikah, hubungan jangka panjang akan menunjukkan hasilnya. Tak ada yang namanya mengkotak-kotakkan pekerjaan. Justru kamu selalu ingin melakukan pekerjaan apa pun bersama-sama. Saling menolong dan meringankan pekerjaan satu sama lain. Dia tak keberatan mencuci bajumu. Sementara kamu pun tak keberatan membersihkan seisi rumah sendirian. Sebisa mungkin di sela-sela kesibukanmu itu, kamu mendatangi pasanganmu untuk menawarkan bantuan. Pada akhirnya memang sama-sama lelah, tapi rasa lega dan saling melengkapinya itu yang sukar digantikan dengan apa pun.

Kerja Selama Sepekan Membuatmu Semakin Merindukannya, Hawanya Mau Cepat-cepat Bertemu dengannya

Ini untuk yang memiliki relasi berbeda kantor dan bahkan berbeda wilayah tempat tinggal. Sepekan rasanya lama sekali untuk dilalui. Sekalipun kamu sudah melewati banyak minggu maupun bulan seperti ini, tapi rasa rindumu pada pasanganmu selalu ada dan semakin besar setiap waktunya. Pertemuan ada untuk mengobati rindu tapi kemudian menjadi pemicu rindu selanjutnya. Hawanya selalu ingin bertemu. Relasimu tak seperti yang dibayangkan banyak orang dimana setelah sekian lama bersama justru terasa biasa saja. Yang terjadi justru sebaliknya. Meski sudah lama bersama, entah mengapa kamu merasa hatimu kosong kalau dia tidak sedang ada di sampingmu.

Saat Sedang Bersama, Momen Konyol Seperti Mendapati Rambut Pasangan Jatuh di Dekatmu Sudah Jadi Hal Biasa

Bersamanya, kamu hapal banyak hal soal tingkah laku dan kesukaan, bahkan kekonyolannya. Menemukan sisi dimana dia konyol pun tak lantas membuat kadar sayangmu berkurang. Termasuk mungkin saat makan, kamu menemukan ada sehelai rambut pasanganmu yang jatuh, kalau orang lain mungkin akan geli, tapi tidak denganmu. Kamu justru bisa tertawa dengan kekonyolan semacam ini. Selamat, relasimu benar-benar sehat dan membahagiakan!

Melakukan Segala Aktivitas dan Hobi Ternyata Jauh Lebih Menyenangkan Kalau Bisa Dilakukan Bersama-sama

Meski kamu mungkin punya hobi yang berbeda, bukan berarti jadi hambatan. Coba temukan cara untuk menjadikan hobi tersebut sebagai media untukmu dan pasangan agar semakin dekat lagi. Atau, coba saja cari kesamaan hobi. Misalnya sama-sama suka membaca, ketika kamu dan dia menikmati waktu membaca, hal tersebut akan terasa sangat menyenangkan, lho!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kurang Tidur Bisa Merusak Otak, Maka Coba Atasi dengan Beberapa Hal Ini

Apakah kamu salah satu orang yang menyepelekan perihal tidur? Nah ternyata tidur merupakan salah satu proses restoratif yang paling penting pada tubuh, yang biasa dikenal sebagai sistem glymphatic menggunakan masa tidur sebentar untuk membuang zat buangan untuk keluar dari tubuh.

Namun ternyata kekurangan tidur bisa menyiksa tubuhmu jauh dari dari sekedar nggak bisa membuang sampah biologis tubuh. Kurang tidur bisa membuat otakmu dalam keadaan yang berbahaya.

Kenali Dulu Proses Pembersihan Diri Secara Biologis dalam Otakmu

Di dalam otak, terdapat dua sel pendukung, yaitu microglia dan astrocytes. Dimana kedua sel pendukung itu berfungsi untuk membantu aktivitas otak agar tetap prima dan bentuknya tetap utuh. Sel-sel ini terus bertugas membersihkan otak bahkan saat kamu tengah terjaga sekalipun.

Kurang Tidur Bisa Berdampak Pada Proses Pembersihan Otak Secara Keseluruhan

Sebelumnya sudah dilakukan penelitian oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia mengelompokkan tikus ke dalam empat grup untuk kemudian dijadikan bahan guna mempelajari otak mereka di bawah pengaruh gangguan tidur.

Kurang Tidur Bisa Mengubah Fungsi Astrocyte

Semakin kamu kekurangan tidur, maka aktivitas astrocyte yang terlihat di synapsis meningkat. Astrocyte akan berubah fungsi hingga memakan synapsis-synapsis otak.

Aktivitas Microglia yang Meningkat Tajam Dimana Bisa Menyebabkan Gangguan Otak Alzheimer

Para peneliti juga memeriksa aktivitas microglia. Nyatanya microglial phagocytosis bisa juga menjadi ganas akibat kurangnya tidur. Namun hal ini hanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan tidur kronis. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas microglia yang berkesinambungan terkait dengan gangguan-gangguan otak seperti Alzheimer’s dan gangguan neuro-degeneratif.

Sebenarnya untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, solusinya sangatlah mudah. Cobalah mulai saat ini untuk tidur dengan cukup. Jangan biasakan begadang jika memang tak ada urusan yang mendesak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Dulu Pernah Kamu Rasakan, Kala Dirimu Jadi Anak Lab!

Jika kamu hendak memilih jurusan,ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Terlebih jika kamu memiliki minat di bidang science. Tentu saja kamu harus menyiapkan dirimu untuk bersahabat dengan yang namanya laboratorium.

Nah, untuk sekedar bernostalgia pada masa-masa jadi anak IPA di SMA atau kamu yang juga jadi Mahasiswa dengan jurusan yang berhubungan dengan Lab. Berikut ini adalah hal-hal yang sering kamu rasakan. Kira-kira apa saja ya?

1. Harus Melewati Banyak Anak Tangga untuk Mencapai Laboratorium

Sebagai anak lab, kamu harus memiliki fisik yang juga kuat. hal ini dikarenakan pada umumnya laboratorium di sekolah atau universitas terletak di lantai paling atas. Jadi kamu perlu menaiki anak tangga yangcukup banyak untuk sampai di ruangan laboratorium.

2. Kalau Jas Lab Sampai Ketinggalan, Opsinya Hanya Satu yaitu Balik Lagi

Jas lab menjadi perlengkapan penting yang harus dipakai saat berada di laboratorium. Jadi saat jas laboratoriummu ketinggalan, otomatis kamu harus rela balik lagi untuk mengambilnya.

3. Datang Lebih Pagi

Anak Lab nggak boleh sampai terlambat. Terlebih biasanya praktikum lebih sering dilakukan di pagi hari dan kamu harus sudah ada di lab 15-20 menit sebelum praktikum dimulai.

4. Pulang Larut Malam

Kamu harus siap saat harus merelakan waktu soremu untuk menyelesaikan tugas di laboratorium. Tapi dengan hal ini kamu akan terlatih menjadi pribadi yang lebih dewasa kok.

5. Bermalam di Lab

Jika kamu merupakan mahasiswa tingkat akhir, kamu harus siap jika suatu hari harus bermalam di laboratorium. Kesannya memang menyeramkan, namun hal ini harus kamu lakukan untuk menyelesaikan penelitianmu secepatnya.

6. Tanggung Jawab Kalau Sampai Ada Alat Gelas Pecah

Harga untuk peralatan laboratorium cukup mahal, terlebih untuk kalangan mahasiswa. Jadi lebih baik kamu lebih berhati-hati lagi saat berada di lab. Jangan sampai kamu memecahkan alat gelas, karena kamu harus menggantinya jika hal itu sampai terjadi.

7. Menangisi Laporan yang Belum Selesai

Pertanyaan tentang laporan sudah selesai atau belum sama halnya dengan pertanyaan “kapan nikah?” bagi seorang anak lab. Kamu harus menyiapkan energi ekstra untuk mengerjakan segala praktikum dan laporannya.

8. Tertidur di Lab

Saking lelahnya, tak jarang kamu bisa sampai ketiduran di lab. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya anak lab memang menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium.

9. Selfie Pakai Jas Lab

Ya namanya juga anak lab, pasti juga nggak lepas dengan yang namanya jas lab dan perangkat laboratorium lainnya. Meski begitu, tentu saja kamu tak akan mau ketinggalan buat update di medsos. Alhasil foto yang kamu update adalah foto dengan jas lab.

10. Cinta Lokasi di Lab

Karena kamu menghabiskan sebagian besar waktumu di laboratorium, akhirnya kamu tak bisa melihat dan berdekatan dengan cewek atau cowok di luaran sana. Alhasil, kamu bisa saja cinlok di lab dengan temanmu satu jurusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Cinta, Tak Berarti Boleh Pinjamkan Barang Ini pada Pasanganmu

Bagi yang namanya pasangan, berbagi barang ini-itu sudah jadi hal biasa memang. Kamu pun tak keberatan sebab yang meminjam barang adalah orang yang kamu sayangi. Sejatinya maklum kalau kamu berpikir demikian. Dan bukan jadi hal yang aneh juga kalau kamu sering pinjam-meminjam barang dengan pasangan. Tapi bukan berarti semua barang-barang patut dipinjamkan, lho.

Sekalipun kamu dan dia sudah bersama sekian lama, ada lho benda yang hanya diperuntukan bagi pribadi alias satu individu saja. Sebab kalau dipinjamkan justru membawa ancaman kesehatan tersendiri. Untuk itu, coba cek dulu apakah kamu masih sering menggunakan barang-barang ini berbarengan? Sebab kalau iya, cobalah berhenti dari kebiasaan itu. Dan kalau pasanganmu bertanya, jelaskan saja kalau semua ini demi alasan kesehatan.

Mendengarkan Musik Berdua Lewat Earphone Memang Romantis, Hanya Saja Apa Kamu Tega Membiarkan Pasanganmu Jadi Berisiko Kena Infeksi?

Setiap orang sejatinya memiliki bakteri unik di dalam telinga. Jumlahnya pun berbeda-beda. Bakteri ini ada untuk menyeimbangkan kinerja telinga. Nah, kalau kamu justru terbiasa memakai earphone bersama-sama, yang ada keseimbangan bakteri ini terganggu dan tak menutup kemungkinan memicu terjadinya infeksi telinga.

Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik gunakan earphone masing-masing. Pun kalau kamu dan dia mau mendengarkan musik bersama-sama, maka gunakan speaker saja atau beli earphone yang dibuat sengaja untuk pasangan.

Deodoran Itu Dibeli Bukan untuk Dipakai Bersama-sama

Kendati deodoran memiliki kandungan antibakteri, tapi permukaan roll deodoran yang melakukan kontak langsung dengan kulit ketiak seseorang pasti akan terkontaminasi bakteri. Untuk itu, jangan sekalipun memberikan deodoranmu untuk dipakai bersamaan. Selain tak menyehatkan kulit, memakai deodoran bersama-sama justru bisa dianggap jorok karena kamu dan dia terkesan saling berbagi bakteri.

Pun dengan Skincare atau Masker…

Masker sudah jadi kebutuhanmu baik perempuan maupun laki-laki. Sebenarnya tak masalah kamu dan dia berbagi produk masker yang sama, masalahnya, cobalah untuk tidak memakai satu kuas untuk memulaskan masker ke dua permukaan wajah. Artinya, akan lebih baik kalau kamu dan dia punya kuas yang berbeda saat sama-sama membersihkan muka.

Kamu perlu tahu, membersihkan wajah dengan kuas atau spons bisa membuat kuman dan bakteri di permukaan wajah jadi menempel pada kuas. Kalau kuasnya dipakai oleh orang lain, otomatis kuas tersebut mentransfer bakteri, bukan? Karenanya, selain menghindari berbagi pemakaian kuas, cobalah untuk rutin membersihkan kuas dan ganti kuas setiap 2-3 bulan sekali.

Sandal Rumahan Pun Bisa Jadi Media Transfer Kuman Lho, Kawan…

Kamu pasti sering, kalau habis dari kamar mandi, kamu kemudian langsung memakai sandal sehingga membuat kondisi sandalnya lembab. Nah, kondisi semacam ini yang bisa mempercepat pertumbuhan jamur di alas kakimu. Bayangkan kalau pasanganmu juga memakai sandal yang sama, berarti ada kemungkinan jamur pun jadi berpindah ke permukaan kakinya, bukan? Untuk itu, lebih baik terbiasa gunakan sandal milik masing-masing. Serta jangan lupa, cuci sandalmu sering-sering dengan sabun atau zat disinfektan seperti cuka.

Sama Halnya dengan Sandal, Kamu dan Pasangan Pun Tak Dianjurkan Memakai Handuk Bersama

Handuk adalah benda yang paling banyak menyerap cairan dari permukaan kulitmu, bukan? Kemungkinan handuk lembab, berjamur, dan tempat bakteri bersarang pun jelas ada. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan kamu dan pasangan untuk berbagi handuk. Karena kalau pasanganmu terkena masalah kulit, kemungkinan kamu pun jadi ikut kena sekalipun kamu sudah berusaha menjaga kebersihan semaksimal mungkin.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top