Feature

Pada Akhirnya Kita Harus Berjuang Sendiri, Karena Satu Per Satu Teman Akan Pergi

Satu hal yang akan kita sadari seiring dengan bertambahnya usia, hidup tak akan lagi pernah mudah. Dan bersamaan dengan itu, semakin sulit pula untuk menemukan teman yang selalu ada dalam suka dan duka. Tak lagi bisa bersama sesering dulu, satu per satu teman akan pergi dan menghilang. Melanjutkan kehidupannya, atau punya teman baru yang mungkin (lebih) asyik dari kita.

Semua hal memang akan berubah, apa yang dulu pernah kita lakoni dengan teman-teman, mendadak harus dilakukan sendiri. Pernah menjalani hari-hari yang panjang bersama mereka,  peliknya kehidupan sekarang membuat kita merasa kehilangan. Kehilangan teman bercerita, teman berbagi, dan sumber semangat setiap kali kita gagal.

Tak Semua Hal Bisa Berjalan Sesuai dengan yang Kita Inginkan

Kita mungkin sering berharap, semua yang kita inginkan baiknya berjalan dengan lancar. Menjalani hidup dengan orang-orang tersayang, terhindar dari masalah yang bisa jadi beban pikiran, hingga segala harapan lain yang belum tentu bisa jadi kenyataannya.

Tak ada yang salah dari berharap, hanya saja kita perlu membuka mata. Melihat bagaimana kenyataan hidup yang sebenarnya. Suatu kali kita akan terluka, diselingkuhi kekasih, ditinggal pergi teman-teman, hingga tak merasa punya tenaga untuk memperjuangkan semua yang kita inginkan.

Bukan berarti ada yang salah dengan diri kita, tapi begitulah semesta memberi pelajaran untuk kita. Maka sebelum masa-masa sulit itu tiba, selalu lah bersedia untuk kecewa kapan saja.

Seiring Bertambahnya Usia, Setiap orang Akan Sibuk dengan Cita-citanya

Setelah lulus kuliah, masing-masing kita akan bekerja. Tetap di kota yang sama atau hijrah ke tempat lain yang mungkin berbeda. Tak bisa menahan siapa saja, setiap kita akan memilih jalan yang berbeda-beda. Fokus pada pekerjaan, hingga perkara hidup lain yang mungkin perlu dikerjakan.

Pada titik-titik tertentu kita semakin sadar, bahwa menjadi dewasa memang harus siap sendiri tanpa siapa-siapa. Sebab akan sangat berdosa jika kita harus menuntut mereka untuk selalu berada di sisi kita. Karena biar bagaimana pun, semua orang punya kehidupan yang perlu dijalankan.

Prioritas Setiap Orang Sudah Berbeda, Kita Harus Berjuang Sendiri Tanpa Siapa-siapa

Satu teman mungkin sedang sibuk melanjutkan pendidikannya, sedang yang lain terlihat bahagia dengan keluarga kecil barunya, hingga akhirnya kita sadar jika saat ini kita sudah benar-benar sendiri. Ya, semuanya sibuk dengan prioritas berbeda dan kita tak mungkin untuk memaksa mereka agar selalu ada. Sebagaimana kita yang tengah sibuk memperjuangkan keinginan, mereka pun punya kewajiban lain yang perlu dijalankan.

Belajarlah untuk Tak Bergantung pada Siapa pun, Karena Kelak Kita Akan Berjuang

Ini adalah salah satu kunci baik untuk tak terlalu merasa kaget atas kejamnya kehidupan. Sebisa mungkin, sejak dini. Belajarlah untuk tak menggantungkan harapan pada orang lain, meski itu adalah pacar, keluarga atau teman terdekat sekalipun.

Mereka bisa saja berjanji untuk membantu kita setiap kali kita butuh didorong. Tapi yang bertanggung jawab atas hidup yang dilakoni, tetap diri sendiri. Siapkan amunisi untuk tak terlalu lemah, karena berjuang sendiri itu butuh tenaga ekstra.  

Dan Berjanjilah Pada Diri Sendiri, Meski Tanpa Siapa-siapa Kita Harus Tetap Berjalan ke Depan

Semua orang akan pergi, tapi hidup akan selalu berjalan ke depan. Menghadapi rintangan, hingga bertemu dengan berbagai macam cobaan. Satu hal yang wajib untuk selalu diingat adalah, apapun yang terjadi kita harus tetap bangkit dan berdiri. Tegakkan kapala, langkahkah kaki.

Semua hal berat yang selama ini selalu menghampiri, akan jadi sesuatu yang membuatmu lebih kuat lagi. Berjajilah, kamu tak akan menyerah dan selalu berjalan mewujudkan semua impian meski tanpa bantuan dari teman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Malaysia, 409 Sekolah Ditutup Sementara Karena Kabut Asap dari Indonesia

Dampak dari kabut kiriman yang diterima oleh beberapa wilayah di Malaysia dari Indonesia, Pemerintah Malaysia dikabarkan terpaksa harus menutup 409 sekolah di negara bagian Sarawak. Konon, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan 8di Indonesia tersebut sudah mengepung wilayah di perbatasan tersebut.

Kementerian Pendidikan Malaysia mengumumkan bahwa mereka menutup 409 sekolah di sembilan distrik pada awal pekan ini yang berdampak pada 157.479 siswa. Sebagaimana dilansir Malay Mail, Padawan menjadi distrik yang terkena dampak paling parah, yang mengakibatkan 101 sekolah harus ditutup.

Di sisi lain, distrik yang terkena dampak kabut asap dengan populasi siswa terbanyak adalah Kuching, di mana 60.509 pelajar berdiam. Dan tak hanya itu saja, pemerintah negeri jiran tersebut juga menutup 53 sekolah di Betong, juga 44 sekolah di Bau, dan 30 sekolah Lubok Antu.

Selanjutnya, di wilayah Samarahan, ada tiga sekolah dengan 3.411 pelajar, sementara Serian memiliki 20 sekolah yang menampung 2.230 siswa. Sebanyak 9.828 siswa di 41 sekolah Sri Aman, dan 3.895 pelajar di 30 sekolah di Lundu juga terpaksa libur akibat kabut asap ini.

Dilansir dari laman CNNIndonesia, Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap akan terus mengepul di semenanjung Malaya dan Sarawak barat jika kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung padam.

Akan tetapi, sebelumnya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan bahwa asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Hasil pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang menunjukkan pada 6 sampai 7 September, terjadi peningkatan jumlah titik api di Malaysia (Serawak dan Semenanjung Malaysia) yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik.

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, pun melansir data dari ASMC yang menunjukkan jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya tujuh.

*Featured Image : Antarafoto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top