Feature

Pacarku Sayang, Sebenarnya Ini yang Selalu Ingin Aku Dengarkan Darimu

Tanpa harus kujelaskan, kamu pastilah paham jika semua perempuan akan tersipu malu dan merasa tersanjung atas kata-kata manis dari lelaki pujaannya. Tenang! Aku tak akan memintamu untuk terus-menerus membuatkan puisi untukku, atau memaksamu agar selalu ada di dekatku setiap waktu kok.

Kali ini aku ingin membantumu untuk bisa lebih memahami. Bukan sesuatu yang susah, ini hanya perkara kalimat-kalimat sederhana yang mungkin bisa menguatkan hubungan kita. Karena, dibanding “I love you” yang kamu ucapakan setiap hari, kalimat-kalimat ini jadi sesuatu yang lebih aku ingini.

“Aku Cinta Kamu” Memang Membuat Hatiku Bergetar, tapi “Terima Kasih Sudah Memilihku” Jauh Lebih Nyaman Didengar

Mendengar bibirmu berujar kata-kata yang berarti kamu mencintaiku jelas membuatku bahagia. Tapi jika boleh berkata jujur, terima kasih yang kamu ucapkan akan hadirku jauh lebih membuatku bahagia. Seolah sedang mendangar rasa syukur dari dia yang juga kucinta.

Sederhana memang, karena hanya kalimat terima kasih pada pasangan yang memang sudah bersama sekian lama. Tapi percaya atau tidak, setiap kali mendengarnya, selalu ada rona bahagia yang tiba-tiba menghiasi hati dan pikiranku.

Tanpa Harus Kuminta Datang, Kamu Mungkin Akan Bilang “Sudah di Depan Nih!” 

Aku paham, kamu memang bukanlah sosok lelaki yang lihai dalam memberi kejutan. Bahkan beberapa hal-hal yang sering kamu rahasiakan mati-matian, seringkali ketahuan sebelum waktu yang sudah kamu tentukan. Tapi untuk kebiasaanmu yang selalu datang setiap kali aku bilang rindu. Jadi hal lain yang juga menambah rasa sayangku.

Tanpa harus diminta, kamu selalu hadir disaat dan waktu yang memang tepat. Memberiku kejutan dengan ketukan pintu yang mendadak, sekalipun itu tak membawa buah tangan apa-apa. Namun artinya, lebih dari sekedar bahagia.

Kamu Percaya Aku Bisa, tapi Kalimat “Nggak Apa-apa, Aku Bantuin ya!” Jadi Sumber Semangat yang Membara

Tak ingin dianggap sebagai sosok perempuan yang selalu mengandalkan pasangan. Beberapa kali aku pernah berujar, biarlah perkara-perkara kecil aku kerjakan tanpa bantuan. Merasa diriku memang bisa melakoninya, beberapa kali kamu memang melepaskanku dengan percaya.

Hingga pada satu masa, dimana aku memang sedang berharap bahwa kamu memahami apa yang kurasa. Karena meski sekuat apa pun aku bisa melakukan semuanya, ternyata ada rasa harap yang juga lahir dengan sendirinya. Dan harus kuakui, upayamu untuk terus-menerus menawarkan bantuan padaku jadi hal manis yang semakin membuatku percaya akan keseriusanmu.

Dirimu adalah Sosok yang Lebih Cerdas, namun Lewat Pertanyaan “Menurutmu Gimana?” Aku Selalu Merasa Dihargai Tanpa Diminta

Wawasanmu yang lebih daripadaku jadi salah satu alasan untuk memilihmu. Merasa bangga karena punya pacar yang lebih pintar dan lebih dewasa, tadinya aku berpikir bahwa kamu akan selalu menentukan sesuatu dengan kecerdasan dan pemahamanmu saja. Tapi ternyata tak selalu begitu adanya.

Beberapa kali, untuk urusan pekerjaan dan perkara-perkara pemilihan keputusan, upayamu untuk melibatkanku dalam hal memberi saran, jadi sesuatu yang baik untuk hubungan. Sebab dengan begitu, aku tak melulu merasa hanya sebagai pacar. Karena faktanya, juga dijadikan teman bertukar pikiran oleh dia  yang kusayang.

Paham apa yang Kurasa, Diriku Selalu Terpesona Setiap Kali Kamu Berkata “Ayo Cerita, Aku Siap Dengar Kok!”

Terlihat ingin membalas apa yang juga sudah aku lakukan. Keluh kesah yang sering aku suarakan juga selalu disambut dengan tenang oleh kamu yang kusebut pacar. Memintaku untuk belajar lebih terbuka, dan percaya bahwa berdua kita akan temukan solusinya.

Sendiri memang bukan berarti aku tak bisa menemukan jalan keluar, tapi membantuku untuk lebih cepat mencari hal yang menjadi tujuan jadi nikmat baru dalam hubungan yang sedang kita jalankan. Lagi-lagi, harus kuakui. Kamu bukan sekedar kekasih. Tapi juga teman berbagi yang menyenangkan untuk diajak diskusi.

Bahkan Kalimat “Nanti Aku Kenalin sama Temen-temenku ya!”, Kadang Membuatku Bahagia Tak Terkira

Perempuan manapun pasti akan setuju dan suka, jika keberadaannya selalu dihargai oleh pasangannya. Tanpa merasa kehadiranku akan menganggu pertemuanmu dengan kawan lain yang mungkin belum aku kenal, dengan senang hati kamu selalu membawaku pada lingkar pertemanan yang kamu miliki.

Tanpa rasa canggung, sorot mataku setiap kali berkata “Kenalin, ini pacarku!”, seolah ingin menyampaikan pesan serupa dengan yang kurasa. Ya, serupa bahagia.

Bahkan Teguran “Itu Baik, Tapi Lebih Baik Lagi…”, Selalu Terdengar Jadi Arahan Tanpa Terkesan Meremehkan

Posisimu sebagai lelaki, memang harus lebih bisa membimbingku pada hal-hal yang lebih baik lagi. Bersyukur, karena kamu memang memiliki kemampuan itu. Kesalahan yang sudah terjadi selalu kamu jadikan pelajaran untuk bisa lebih mengarahkanku dalam membuat keputusan. Begitu pula, hal lain yang masih dalam tahap perencanaan.

Dengan sigap tanpa terlihat sedang menyalahkan apa yang aku perbuat. Kamu selalu mengapresiasi apa pun yang aku lakukan dengan memberinya label “Bagus”. Walau akhirnya, akan ada kata “Tapi…” untuk pilihan lain yang mungkin lebih baik.

Kalimat dan kata-kata manis memang membuat senang, tapi apa yang tadi sudah aku sampaikan selalu menambah rasa sayang pada kamu yang kupanggil pacar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perihal Jodoh Tak Melulu Mencari Dia yang Terbaik, Tapi Dia yang Bisa Menerimamu dengan Baik

Semua orang berhak untuk menentukan, manusia seperti apa yang akan dipilih menjadi pasangan. Perhitungan dan syarat yang digunakan pun tak sama, ada yang memilih dari penampilan, kemampuan berpikir, harta yang dimiliki, hingga kecocokan selera humor berdua.

Perkara memilih dan dipilih ini memang akan selalu menjadi pembahasan yang menarik. Tapi satu hal yang pasti dan penting kamu ingat dalam hati. Pencarian dia yang kelak menjadi jodoh, tak selalu memilih dia yang terbaik tapi siapakah dia yang bisa menerimamu dengan baik.

Kamu mungkin menggelengkan kepala tanda tak setuju atas apa yang baru saja kamu baca. Tapi setelah memahami beberapa hal dibawah ini, kamu mungkin akan menganggukkan kepala.

Kecantikan dan Ketampanan Memang Memukau Mata, Tapi Dia yang Memilihmu Tanpa Memandang Rupa adalah Jodoh yang Sebenarnya

Karena dia yang diharap menjadi jodoh adalah teman hidup sepanjang masa. Akan tiba saatnya kamu dan dia menua, terlihat keriput dan tak lagi bercahaya, maka jika rupa adalah alasan yang kau pakai untuk memilih seorang pasangan. Ini semua akan hilang.

Sebaliknya carilah ia yang memang mau bertahan dalam segala keadaaan. Tak menilaimu dari penampilan dan mengabaikan semua kekurangan. Ia menerimamu, meski kulitmu lebih gelap darinya, tetap memperlakukanmu baik walau dirimu tak secantik perempuan yang lainnya. Dan selalu setiap mempertahankan hubungan meski ada banyak orang yang lebih cantik dan lebih tampan.

Tak Hanya Tentang Dia yang Mau Berbagi, Tapi Dia yang Tetap Bertahan di Segala Situasi

Setelah nanti menikah dan hidup berdua, kisah perjalanan hubungan tak lagi tentang hal-hal yang bahagia. Akan ada duka untuk menguatkan rasa, ujian untuk  lebih saling mengenal dan cobaan yang bisa datang kapan saja tanpa adanya persiapan.

Pada titik inilah kamu akan paham, bahkan perkara jodoh tak hanya tentang dia yang bisa dijadikan teman berbagi untuk semua suka. Tapi bagaimana ia tetap tinggal, meski ada banyak cobaan yang kelak akan mengahadang. Tak peduli bagaimana keadaannya, ia tetap memilih bersamamamu dalam suka dan duka.

Bukan Mencari dia yang Punya Banyak Kelebihan, Tapi Bagaimana Ia Menerimamu Meski Punya Banyak Kekurangan

Orang-orang dengan kemampuan segudang memang selalu terlihat mengangumkan. Tanpa sadar kita pun bisa terpesona dan jatuh hati padanya. Mencintai dirinya dari segala yang dimilikinya, namun kerap kecewa karena ia juga memaksa agar kita memiliki kelebihan yang sama banyakya. Untuk itulah, dalam hal mencari pendamping yang mumpuni.

Kita tak perlu menjadikan ‘punya banyak kelebihan’ sebagai syarat untuk menentukan. Cukup cari ia yang bisa menerima kita meski dengan segala kekurangan yang ada. Kelebihan yang dimiliki seseorang jelas hal yang patut disyukuri, tapi seorang partner yang bisa menerima kekurangannya pasangannya jauh lebih menentramkan jiwa.

Lupakan Berapa Banyak Kesamaan, Lihat Bagaimana Ia Merayakan Perbedaan

Ingat ya, untuk yang kesekalian kalinya kami katakan. Perihal mencari jodoh, bukan dilihat dari seberapa banyak persamaan yang kita dan si dia miliki. Lebih penting daripada itu, hal lain yang akan membantu kita untuk menjalani hubungan berdua adalah kesiapan kita untuk bisa bekerja sama meski dalam pandangan yang berbeda.

Karena menjadi berbeda dengan pasangan sendiri adalah perkara biasa, namun bagaimana kita merayakan dan memaknai perbedaan itulah yang kelak akan menjadi kunci dari suksesnya sebuah hubungan.

Mencari Jodoh adalah Perkara Melengkapi, Maka Carilah Ia yang Membuatmu Terlengkapi Setiap Kali Bersama dalam Segala Situasi

Dia yang emosional kelak akan bertemu dengan dia yang lembut dan tak suka marah-marah. Yang masih sembarangan makan, akan bertemu dengan dia yang pintar menjaga pola makan. Seorang jodoh yang sempurna, baiknya mampu melengkapi kekosongan yang tak dimiliki oleh pasangannnya.

Tak hanya sebagai teman hidup yang kelak akan dipanggil sebagai suami atau istri. Ia datang untuk menyempurnakan segala kekurangan dan kekosongan yang sebelumnya ada dalam diri. Sehingga, setiap kali bersamanya kita merasa sempurna. Sebab ada satu bagian dari kita yang mendadak di isi oleh dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lelaki Paruh Baya Tebas Kepala Temannya Hingga Tewas Karena Kesal Ditanya “Kapan Nikah?”

Sebenarnya pertanyaan kapan nikah adalah sebuah ungkapan biasa. Tapi akan berbeda jika ditanyakan pada mereka yang mungkin belum juga menikah pada usia yang terbilang sudah tua. Merasa tak nyaman, hingga menuai kesal seorang laki-laki bernisial AM alias Aswin (52) diberitakan menebas teman sekampungnya hanya karena ditanya “Kapan Nikah”.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 Wita, Aswin yang merasa kesal menebas temannya Ari Kongingi (47) dengan memakai parang. Peristiwa naas tersebut berawal ketika Aswin pergi ke rumah korban Ari untuk membeli minuman keras jenis cap tikus. Mulainya mereka sempat berbincang akrab, namun obrolan berubah menjadi tegang karena korban bertanya kepada tersangka perihal kapan menikah. Merasa kesal karena terlalu mencampuri apa yang sebenarnya bukan urusannya. Pelaku meminta korban untuk tak perlu ikut campur tentang statusnya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” jawab tersangka. Selapas obrolan tersebut, tersangka langsung kembali ke rumahnya. Namun ternyata diikuti oleh korban yang ternyata merasa tersinggung atas pernyataan Aswin.

Masuk ke dalam rumah Aswin, mereka berdua sempat berdebat di dalam rumah. Sempat dilerai oleh kepala lingkungan setempat, nyatanya pertengkaran tersebut tak bisa dilerai hingga akhirnya Aswin yang sudah mengambil parang dari dalam rumah menebas kepala korban bagian kiri.

Ari yang menjadi korban, sempat dilarikan ke Puskesmas Ratahan, namun nyawanya tak lagi bisa tertolong ketika dirujuk ke RSUD Noongan Langoan  karena mengalami luka robek dan pendarahan hebat di kepalanya. Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan perisitiwa berdarah tersebut terjadi di  jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita. 

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

“Korban meninggal dunia pada  Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny

Sempat melarikan diri selepas menebas kepala korbannya, hingga akhirnya berhasil diringkus di rumahnya untuk selanjutnya sudah diamankan ke Mapolsek Ratahan.

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat sehingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dari hasil menyelidikan semenatar dari Polsek Ratahan, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, disebabkan karena ketersinggungan atau sakit hati dirasakan tersangka atas ucapan korban. Dan ternyata saat ini, pacar dari tersangka sedang mengandung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top