Feature

Pacaran di Era Digital dan Hal-hal yang Perlu Kita Perhatikan

Menjalani kisah cinta di zama sekarang, tak lagi sesusah kisah cinta ibu dan bapak kita pada zaman dulu. Tak perlu susah payah menunggu surat datang, kini kita hanya perlu menggenggam ponsel kemudian wajah dia yang dicinta bisa terpampang di layar. Kemajuan zaman, khususnya di ranah teknologi memang merubah banyak hal. Namun terlalu sempurna jika tak ada cela yang juga di datangkan.

Kali ini, aku akan mengajak kamu untuk memikirkan lagi. Beberapa hal baik dan buruk dalam hal berpacaran yang dirubah oleh digital. Barangkali salah satu dampaknya juga pernah atau sedang kamu rasakan.

Dimulai Fakta-fakta Seputar Pacaran di Era Digital dari Hasil Penelitian

Kalau dulu bertukar kabar dengan pacar melalui surat, kini kita hanya butuh memegang ponsel untuk berkirim chat via whatsApp. Tak hanya dari pola komunikasi, teknologi memang sudah banyak merubah cara kita menjalin relasi. Apa yang tadinya susah berubah menjadi mudah, hingga sesuatu yang tadinya tak biasa beralih menjadi terasa biasa. Nah, dilansir dari Pew Research Center, ada beberapa fakta seputar pacaran ega digital yang perlu kamu pahami mulai dari sekarang.

Bahkan Ada Ciri-ciri Khas yang Menandakan Gaya Pacaran Era Digital

Perbedaan gaya pacaran di era digital, terjadi karena imbas teknologi yang di zaman sekarang yang konon mengalami kemajuan pesat. Sehingga membuat hal-hal yang dulu berlaku sudah tidak terlalu dipakai di zaman sekarang. Seperti telfon-telfonan berjam-jam mungkin tak lagi mengasyikan sejak adanya video call yang bisa menampilkan wajahnya secara terang benderang. Agar tak terjebak pada gaya pacaran digital yang mungkin buruk, kamu bisa membacanya disini. 

Selanjutnya Kamu Juga Perlu Mewaspadai Gawai Laki-laki, Barangkali Ada Aplikasi yang Wajib Diwaspadai

Hal lain yang juga berimbas pada hubungan pacaran kawula muda di zaman sekarang. Meningkatnya kekhawatiran dan rasa takut kehilangan atas hal-hal yang bisa saja terjadi, sebagai dampak buruk dari digital. Salah satunya adalah ketika pacarmu masih sibuk memakai apalikasi kencan meski sudah punya pacar. Nah, untuk bisa mengetahuinya, kami pernah menulis aplikasi apa saja yang perlu kamu waspadai pada ponsel laki-laki.

Fakta Lain Beberapa Orang Bermain Aplikasi Kencan Hanya untuk Cari Teman Tidur Semalam

Apa yang bisa dilahirkan oleh teknologi, sangatlah bervariasi. Tak hanya untuk kemudahan kehidupan, tapi juga berpengaruh pada cara kita memulai hubungan. Munculnya aplikasi kencan macam Tinder, memang sukup memudahkan. Apalagi untuk mereka yang tak begitu berani untuk berkenalan pada lawan jenis. Tapi jangan terjebak, karena beberapa pengguna hanya masuk ke situs tersebut hanya untuk mencari mangsa. Cobalah baca artikel ini, agar tak jadi korban dari kebuasan orang-orang dari urusan selangkangan.

Untuk Itu, Sebelum Bermain Aplikasi Kencan Ada Aturan yang Mesti Kamu Hafal

Jadi pilihan ribuan orang lajang, aplikasi kencan kini jadi peralihan dari proses pendekatan yang sebelumnya banyak dilakukan. Jangan bilang ini tak akan berhasil, sebab tak sedikit orang yang justru berhasil menemukan belahan jiwanya di aplikasi kencan online. Tapi tak semuanya sukses, beberapa orang lain justru mengaku trauma bahkan tak lagi berani mencoba. Untuk itulah penting untuk berjaga-jaga, tentang hal-hal apa saja yang sebenarnya perlu dipahami sebelum akhirnya berani terjung ke aplikasi kencan untuk mencari kekasih.

Berita Baiknya, Mereka yang Susah Menemukan Pasangan Seiman Bisa Dimudahkan Oleh Aplikasi Kencan Berbasis Agama

Sudah bosan menjalin hubungan dengan yang tak seagama, digital juga datang aplikasi kencan yang tak hanya menghitung tingkat kecocokan dari hasil kriteria pasangan idaman, tapi juga dari seiman. Aplikasi kencan berbasis agama macam ini jelas jadi kebahagian para lajang-lajang di luar sana. Sebab, kamu tak lagi perlu susah payah untuk bertanya perihal agama pada laki-laki atau perempuan yang ditaksirnya di aplikasi kencan online yang digunakannya.

Tapi Dibalik Semua Itu, Kamu Juga Perlu Meyakinkan Pacarmu Agar Tak Selalu Cemburu Pada Jejak Digitalmu

Berkirim pesan dengan teman kadang kala dicurigai sedang chatting dengan selingkuhan. Kawan lain mengirim emoji yang konon jadi tanda kedekatan, kita kerap dituduh sedang ingin berpaling dan memberinya perasaan. Cemburu memang sah-sah saja, karena itu adalah bagian dari tanda cinta. Tapi jika kita tak bisa mengelolanya bisa berdampak buruk pada hubungan berdua.

Daripada persoalan dan keraguan pasangan kian merumitkan hubungan, ada beberapa hal yang bisa kamu praktekkan agar tak lagi dicurigai oleh pasangan dari jejak digital.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Potensi Selingkuh dari Pamer Kemesraan di Media Sosial

Yap, foto mesra di media sosial, kadang hanyalah topeng untuk menutupi keretakan hubungan. Beberapa pasangan selebriti bisa jadi tolok ukur untuk melihat fenomena ini. Biasa disebut public display of affection (PDA) atau pamer kemesraan di depan publik, nyatanya sering terjadi jua di dunia nyata.

Netijen di media sosial tentu tak asing dengan berbagai macam pose mesra para orang terkenal. Mulai dari selebriti, penyanyi, selebgram, youtuber hingga siapa saja mereka yang merasa banyak dikenal orang.

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial.

Mulai dari profil Facebook yang menyatakan status hubungan mereka sampai dengan menautkan id profil nama pasangan di Bio instagram. Terlalu mudah ditebak, foto mesra yang dibagikan pun hanya untuk meraup ‘like’ dan ‘komentar’. Yap, orang-orang ini menganggap hubungannya akan kian bagus, jika mereka berhasil untuk menujukkan keintiman dari foto dan video mesra yang mereka bagikan.

Berangkat dari temuan tadi, benarkah kita merasa baik-baik saja atas ribuan foto mesra yang kita bagikan di sosial media, atau justru ada persoalan lain yang sedang menderu?

Merasa Ini Perlu, Agar Dunia Tahu Jika Hubungan Kita Sedang Baik-baik Saja Bahkan Selalu Bahagia

Masih hasil penelitian yang sama, sejumlah pasangan konon memiliki kecenderungan untuk menutupi hal-hal yang sebenarnya sudah tak nyaman dalam hubungan. Dan salah caranya, dengan membuat orang melihat bahwa kehidupan kita berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan. Padahal yang sesungguhnya dirasakan kehilangan kebersamaan dan kemesraan yang benar, sebab yang apa yang dilakukan hanyalah sebuah tameng untuk terlihat mesra di media sosial.

Bukan Sedang Ingin Berbagi Bahagia, Kita Hanya Berusaha Menutupi Keretakan Hubungan di Media Sosial Saja

Masih dari pernyataan Goldstein, mengunggah foto bersamaan dengan caption “sayangku”, “cintaku” yang juga disertai beberapa hastag pendukung macam #Loveyouforever #Happy atau sejenisnya, juga bisa diartikan bahwa kita dan pasangan sedang berupaya untuk menciptakan keterikatan satu sama lain, dan dalam titik tertentu cenderung mencerminkan sikap posesif.

Percayalah ini bukan berbagai bahagai seperti yang kita pikir. Tindakan ini tak lebih dari sekedar malahikan kebohongan baru untuk kebohongan yang sudah lalu.

Sebab Kita Seolah Percaya, Like dan Komen yang Diterima Adalah Bentuk Kepercayaan Mereka Jika Hubungan Kita Baik-baik Saja

“Seringkali orang-orang itu hanya mencari validasi atas hubungan mereka di depan teman-teman media sosial. Likes dan komentar dalam media sosial tersebut mereka anggap sebagai bentuk validasi,” tambah Goldstein dikutip dari The Atlantic.

Bagaimana? Nampak menyinggung kita bukan? Sudah, tak perlu mengelak. Karena bisa jadi, aktivitas posting foto mesra berdua yang selama ini kita lakoni memang cuma sekedar ingin beharap like dan komen dari orang-orang di media sosial. Untuk kemudian, kita merasa senang. Sebab yakin bahwa mereka percaya bahwa hidup kehidupan hubungan kita lebih bahagia mereka.

Tapi Coba Pahami Persoalan Ini, Layakkah Hal Tersebut Dijadikan Solusi?

Memang media sosial kini berubah jadi wadah untuk menumpahkan semua hal yang kita ingin bagikan. Namun, untuk persoalan yang sedang melanda hubungan. Tentulah tak etis jika harus dibagikan ke media sosial. Kita tak harus berbicara jika kita memang sedang renggang, tapi tak juga dirasa perlu untuk memasangan kebohongan atas hubungan yang justru jadi beban baru.

Batasi apa yang ingin dibagikan, dan tak perlu terus berpura-pura senang jika memang sedihlah yang kita rasakan. Tampak bahagia di media sosial, memang terlihat menyenangkan. Tapi kebohongan akan selalu jadi beban.

Refleksikan Kembali Hubungan dengan Pasangan, Apakah yang Sebenarnya Kita Butuhkan untuk Memperbaiki  Hubungan

Bebagi foto (pura-pura) mesra tentu bukanlah jawabannya. Untuk perkara relasi dengan pasangan, entah itu pacar, atau suami/istri, baiknya dibawa dalam komunikasi langsung dengan bertatap muka. Pilihan ini lebih memudahkan kita mencari solusi apa yang tepat untuk memperbaiki hubungan. Bukan malah terus menerus berbagi foto mesra seolah-olah tak ada masalah, padahal sebenarnya ada keretakan dalam hubungan kita.

Tapi fakta lain yang juga perlu diingat, kenyataann ini tak selalu berlaku untuk mereka yang membagikan foto mesra. Tapi, sebagai netizen yang baik kamu pasti tahu. Pasangan mana saja  yang benar-benar bahagia dari foto berdua yang dibagikannya atau yang sedang berpura-pura bahagia dengan mengunggah foto mesra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Studi : Laki-laki yang Hobi Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari yang Setia

Merasa dicintai banyak perempuan itu memberi efek ‘nagih’, seolah bahagia atau berbangga. Beberapa laki-laki justru menantang dirinya untuk mendua. Ya, antara memang ingin atau terpaksa. Tapi sekalipun terpaksa, laki-laki yang selingkuh selalu sadar atas apa yang dilakukannya. Jadi kalau ada yang bilang ia ‘khilaf’, bisa jadi itu alibi saja.

Nah, jika kamu adalah lelaki yang disebut sebagai pelaku, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Kamu Bingung Bagaimana Itu Bisa Terjadi? Begini…

Masih dari penellitian yang sama, para ilmuan tersebut menemukan fakta jika, lelekai beristri yang memiliki perempuan simpanan, lebih beresiko terkena serangan jantung secara mendadak.

Hal ini terdengar masuk akal, sebab sejalan dengan hasil temuan dari banyaknya laporan yang menyatakan jika jumlah kasus lelaki meninggal saat tengah berkencan dengan selingkuhan akibat serangan jantung sangat tinggi. Sebaliknya, belum ada laporan yang mengatakan seorang lelaki tewas ketika sedang bercinta dengan pasangan sah-nya.

Lebih lanjut, para peneliti tersebut mengungkapkkan, banyaknya serangan jantung yang menyerang lelaki selingkuh disebabkan beberapa faktor. Mulai dari kondisi pikiran yang was-was berlebihan, penggunaan obat kuat demi menyenangkan teman kencan yang biasanya lebih muda, sebab peneliti juga menuturkan jika kebanyakan laki-laki selingkuh ialah mereka yang sudah berumur dan secara kejantanan menurun.

Sedangkan pasangan selingkuhannya biasanya adalah para gadis muda yang masih sangat kuat dan membara dalam hal seksualitas. Nah, inilah yang menjadi alasan mengapa banyak laki-laki selingkuh terkena serangan jantung karena mengonsumsi obat kuat berlebihan.

Lagipula Meski Terlihat Bahagia, Lelaki yang Selingkuh Sebenarnya Sedang Menderita

Coba bayangkan saja, setiap hari dalam hidupnya ia harus menjadi dua pribadi yang berbeda. Menjaga hubungan baik dengan selingkuhannya dan menutup rapat kebohongan dari istrinya. Dan untuk bisa menjalani dua sisi ini, tentu tak mudah.

Setiap saat kamu kan merasa tidak tenang, gelisah, cemas berlebihan dan bisa menimbulkan depresi atau stres. Kondisi inilah yang kemudian mempengaruhi kesehatan fisik para lelaki yang selingkuh. Fakta menarik lainnya, lelaki yang setia ternyata secara kejiwaan lebih sehat dan bahagia dibandingkan laki-laki yang doyan selingkuh dari pasangannya.

Sekilas Selingkuh Mungkin Asyik, Tapi Kalau Ternyata Mendekatkan Diri ke Maut. Untuk Apa?

Dari beberapa pengakuan laki-laki yang memang sudah doyan selingkuh, ketika mereka melakukan tindakan ini. Ada semacam rasa bangga yang kemudian hadir dalam diri mereka. Merasa cukup jago berbohong, berbangga diri karena tidur dengan banyak perempuan, merasa butuh dilayani lebih dari apa yang diberikan istri, hingga ke alasan pelarian dari masalah yang mungkin sedang diemban.

Terserah memang, kalian mau selingkuh atau tidak. Tapi jika itu justru mendekatkanmu pada kematian. Untuk apa kawan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Natasha Rizky Kian Banyak Belajar Jadi Desainer Lewat Bisnis yang Dilakoninya

Natasha Rizky baru saja menyelesaikan acara First Anniversary untuk bisnis hijabnya, ‘Alur Cerita’. Dalam membangun bisnisnya itu, Natasha mengaku banyak belajar. Ia bahkan mengembangkan kemampuannya sketsa dan desain. Ia mengaku belajar menggambar demi dapat membuat inovasi desain kerudungnya.

“Iya sih. Karena kebetulan yang desain sendiri itu aku sendiri dari mulai ide dari sketchnya sendiri itu aku. Yang dari tadinya aku nggak bisa gambar jadi bisa,” ujar Natasha seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (20/3).

Natasha mengaku belajar menggambar dari banyaknya tutorial yang ia ikuti. Kebutuhan untuk dapat menggambar dalam bisnisnya sangat penting apalagi dirinya memang ingin desain yang sesuai dengan keinginannya.

“Itu jadi awalnya emang aku suka ngikutin prosedur-prosedur gambar gitu sih. Tutorial-tutorial gambar. Jadinya lama kelamaan nggak tau kenapa ya secara alamiah aja gitu jadi bisa sendiri. Untuk nyetor ke desainernya kita harus berupa sketch gitu. Barulah dia yang iniin (atur) ke desain grafisnya gitu. Jadi karena percuma juga kalau aku cuma bilang, eh tolong dibenerin ya ntar mereka nggak ngerti nggak sesuai mau aku gitu. Jadi tetep sih pasti aku terjun langsung,” tutup Natasha.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top