Feature

Pacaran di Caption, Selingkuh di DM Instagram

Jadi dunia yang terlihat sempurna, kehidupan dan segala hal yang dipamerkan di media sosial, nyaris sempurna tanpa celah. Entah itu hal yang bersifat pribadi sampai kegiatan lain yang setiap hari dilakoni.

Sejalan dengan itu, hal lain yang juga mungkin sering luput dari perhatian. Potensi selingkuh di media sosial. Dilansir dari Mirror, memberi “tanda suka” atau “komen” disebuah postingan disebut sebagai salah satu aksi selingkuh atau micro-cheating di media sosial. Tak hanya itu saja. Sikap ini juga meliputi, sikap memberi emoji merayu, seperti memelet,cium, peluk pada orang yang tak hanya mantan kekasih, selain pasangan.

Kamu boleh mengaku setia pada pasangan untuk status hubungan, tapi sering sulit untuk mempertahankan omongan jika sudah merambah pada kolom pesan pribadi pada pihak-pihak yang mungkin kamu sukai.

Memajang Foto Mesra Tak Selalu Jadi Jaminan atas Kesetiaan dalam Hubungan

Begini, dari beberapa kasus. Mereka yang giat untuk menunjukkan kemesraan di media sosial justru jadi pasangan yang sedang bermasalah. Kamu boleh merasa jika si dia tak akan melirik perempuan lain. Karena toh, fotomu selalu ia pajang dan jadikan postingan. Tapi, itu tak selalu jadi jaminan.

Celah-celah kecil untuk mendua dari seseorang, justru kerap lahir ketika ia sudah memiliki pasangan. Dengan kata lain, meski katamu ia sudah berjanji untuk setia, berkata jika ia sudah mengikat hatinya untuk dirimu saja, sampai selalu memajang foto di media sosial. Tetap saja, itu bukanlah jaminan kawan.

Sebab Meski Foto Profilnya Adalah Potret Berdua dengan Pasangan, Toh Masih Banyak yang Diam-diam Menggoda Lewat Pesan

Beberapa pasangan memilih untuk berbagi kata kunci akun media sosial masing-masing, namun sebagian lagi justru memilih tak mengusik perkara ini. Benar memang, kadang kala hal-hal seperti ini jadi sesuatu yang menganggu hubungan. Melanggar privasi pasangan, sampai mungkin terkesan mengekang.

Baik jika memang si dia tak pernah macem-macem, hal yang justru akan jadi sumber masalah adalah, ketika ia justru diam-diam memberi banyak umpan pada lawan jenis melalui pesan. Apa iya kamu bisa tahu ia chat dengan siapa saja? Jika kata kunci akunnya saja tak dibagikan pada dirimu.

Benar Memang Kadang Hal Ini Hanyalah Selingan, Tapi Kadang-kadang Juga Keterusan 

Tanpa berniat untuk membenarkan para pelaku perselingkuhan, konon hal itu terjadi begitu saja tanpa niat yang khusus. Dari yang bermula hanya karena iseng semata, sampai keblalasan hingga mendadak berniat untuk menjalin kasih dengan si orang baru saja.

Fase bosan dalam hubungan memang akan ada, tapi memilih untuk bermain api dengan mencoba mendua jelas tak baik untuk hubungan. Awalnya kamu atau dia yang katanya tak berniat selingkuh, mungkin hanya coba-coba tapi yang namanya perasaan kadang tak bisa dibendung kan? Walau sudah ada si dia didekatmu. Melirik pihak lain yang lebih menarik, pasti selalu jadi hasrat tersendiri.

Tidak Berlaku Pada Semua Orang, Tapi Tak Menutup Kemungkinan Juga Terjadi Pada Kamu dan Pasangan

Yap, kamu boleh saja bersuara dan bilang tak akan selingkuh seperti mereka yang ketahuan mendua di pesan media sosial. Tapi, untuk menjamin kamu tak melakukannya jelas sangat susah. Lagipula, selingkuh itu tak melulu ketika kamu melakukan kontak fisik loh. Bahkan ketika kamu sudah mulai menghapus pesan dari seorang teman lawan jenis, itu artinya kamu sudah melakukan salah satu tindakan perselingkuhan. Maka jika kamu bilang kamu hanya berkirim pesan saja. Bukan berarti itu tidak selingkuh!

Hal Lain yang Bisa Jadi Pemicu, Situasi dan Kondisi Hubunganmu

DM atau Direct Message, konon jadi sesuatu yang sangat pribadi. Sebab hanya akan bisa dibuka dan diliat oleh sang empunya akun dan orang lain yang mungkin tahu kata kuncinya. Dengan begitu, seseorang bisa berkirim pesan dengan dia yang mungkin sedang ingin disapanya. Tanpa ada yang tahu, termaksud kamu yang mungkin menjadi kekasihnya.

Kesempatan untuk melangkah lebih jauh demi menjamah hati pihak lain, bisa terus berjalan jika ditambah suasana hubunganmu dengan si dia sedang tidak baik. Merasa bosan karena pertengkaran, atau keinginannya yang butuh didengar. Barangkali bisa didapatkan pada dia yang sejak kemarin dikiriminya pesan. Nah, kalau sudah begini siapa yang patut disalahkan?

Perkara Menjalin Hubungan, Peluang untuk Mendua Memang Selalu Ada

Jangan pernah merasa dirimu yang paling baik. Merasa membenci pihak-pihak yang selingkuh, yang secara kebetulan kamu tidak melakukan itu. Nih, asal kamu tahu saja ya. Setiap orang selalu memiliki potensi untuk berselingkuh. Yap, sejalan dengan itu. Konsultan cinta dan hubungan Lex dePraxis yang juga jadi CO-Founder situs kelascinta.com, pada salah satu kesempatan berkata bahwa “Potensi selingkuh ada di setiap manusia, termaksud mereka yang tidak menyadarinya”.

Agar potensi tersebut tak menjadi kenyataan, baiknya kamu memberi batasan pada dirimu. Sejauh mana kamu bisa berkomunikasi dengan lawan jenis, hingga bagaimana kamu akan menyikapi sapaan dari orang lain di media sosial. Dan hal lain yang lebih penting, jika memang punya teman dekat. Segeralah kenalkan pada pasangan.

Pada Intinya, Setia Tak Hanya dari Sekedar Memajang Foto Pasangan Saja. Tapi…

Lebih dari apa yang mungkin sedang kamu pikirkan. Setia tak melulu tentang sikapnya yang baik di media sosial. Karena jika hanya untuk terlihat manis dan baik-baik saja, pun semua orang bisa melakukan. Lebih dari itu, kesetiaan pada pasangan tak hanya perkara foto, like atau komen saja. Tapi bagaimana setiap pihak bisa menjaga hatinya. Untuk seseorang yang memang ia cinta.

Karena dia yang selalu bersikap manis di setiap postingannya, dekat dengan kebohongan yang mungkin sedang ditutupinya. Entah itu perempuan atau lelaki lain, hingga sikap manipulatif demi menutupi kebohongan lain. Setiap kita memang perlu waspada. Karena tak hanya memudahkan hidup saja, kadang kala Media Sosial juga hadir sebagai perusak relasi dua orang manusia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Karya Seniman Eko Nugroho Sedang Bertengger di Galeri Nasional Singapura

Cahayanya yang terang, jadi salah satu hal yang akan kita pikirkan setiap kali mendengar nama kunang-kunang. Dan ternyata, seniman Eko Nugroho juga punya kenangan indah akan binatang yang sering terlihat di malam hari tersebut. 

Ini bisa kita lihat, dari karya instalasi ‘Kenangan Kunang-Kunang’ atau ‘Memories of Fireflies’ miliknya, yang saat ini sedang turut serta dipajangkan dalam pagelaran ‘The Gallery Children’s Biennale: Embracing Wonder’ bersama seniman-seniman Asia lainnya. 

Setidaknya, Eko Nugroho menampilkan enam Damar Kurung yang merupakan lentera kertas tradisional. Lentera tersebut menggambarkan adegan kehidupan Jawa sehari-hari sampai nilai-nilai penting seperti rasa hormat, perdamaian, cinta, dan lain-lain. 

Sumber : Galeri Nasional Singapura

“Pengunjung juga diundang untuk menjelajahi lentera dengan melakukan berbagai aktivitas interaktif,” tulis keterangan yang media, Selasa (25/6/2019). 

Aktivitas interaktif, pengunjung akan mengubah karya dengan cahaya, bayangan, warna, dan bentuk. Perubahan tersebut berkontribusi pada ide-ide besar demokrasi yang ingin disampaikan sang seniman. 

Tak hanya itu saja, karyanya juga dimeriahkan oleh mural di dinding yang berjudul ‘Tightly Hugging Care, Love, Peace’. Muralnya menggambarkan pemandangan harapan yang penuh cinta, perhatian, dan perdamaian antar umat manusia. 

Lelaki asal Yogyakarta ini memang dikenal sebagai seniman yang bekerja dengan berbagai medium. Ada batik, topeng, wayang kulit, dan mural berskala besar. Menetap di Yogyakarta, sebagian besar karyanya terinspirasi dari budaya Jawa dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. 

Warna-warni cerah yang dihadirkan oleh Eko membuat karyanya diminati publik dunia, termasuk digaet Louis Vuitton untuk dijadikan scraf. Karya instalasi tersebut akan berlangsung pada 25 Mei hingga 29 Desember 2019 di Galeri Nasional Singapura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kita Pegang: Syukur dan Sabar

Atas segala perkara yang kadang terasa jadi beban, beberapa cobaan sering membuat kita merasa kesusahan. Sibuk mencari jalan keluar, lalu bingung karena semuanya kian terasa tak terlewatkan. Tunggu sebentar, tarik nafasmu dalam-dalam lalu mulailah untuk meresapi semua yang sedang kau alami. 

Tak butuh sesuatu yang besar, demi bahagia dan sedih yang datang lalu lalang. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan. Jika dua hal ini sudah berhasil dijalankan, apapun sedih dan bahagia yang sedang kamu rasakan. Kehidupan akan selalu terasa baik dan menyenangkan.  

Meski Hidup Kadang Sulit, Sabar Akan Membantumu Mengurai Segala yang Rumit 

Ingat, perjalanan kehidupan yang akan kita lalui akan disertai dengan segala hal berat dan ringan, menyedihkan dan membahagiakan, dan segala titik baik dan buruk yang berjalan beriringan. Tak selalu sedih, tapi juga tak akan selalu bahagia. Berusahalah untuk tetap berdiri, bangkit dan mencari solusi.

Dan hal yang paling utama adalah mengontrol diri agar selalu sabar meski hidup kian berat saban hari. Kesedihan memang tak akan hilang dengan cepat, tapi sabar akan membantu kita menguraikan segala hal yang tadinya terasa berat. 

Bukan Tentang Besar dan Kecilnya Masalah, Selalu Bersyukur Akan Membut Hidup Terasa Mudah 

Banyak dan sedikitnya harta benda dan uang yang kita punya, digadang-gadang jadi patokan untuk hidup bahagia. Si kaya lebih bahagia, sedang dia yang tak punya dianggap sengsara dan nelangsa. Padahal kenyatannya tentu tak selalu seperti yang kita kira. Banyak atau tidaknya harta tak selalu jadi tolok ukur untuk bahagia.

Karena mereka yang tinggal di kolong jembatan bisa jadi lebih tertawa lepas dari dia yang duduk manis di dalam mobil mewah. Siapapun pun kita, dan berapa banyak pun harta yang kita punya, kesabaran selalu jadi kunci untuk membuat terasa mudah. 

Jadikan Syukur Sebagai Penguat, Agar Tak Ada Waktu untuk Mengeluh dan Berdebat

Pada masa-masa terberat, menyesali semua yang sudah dilakukan kita anggap jadi jalan keluar. Bukannya menemukan jawaban, kita justru lelap dalam liang sesal hingga akhirnya tak kunjung menemukan kesenangan. Nah, daripada sibuk menyalahkan situasi dan keadaan. Cobalah cari celah untuk bersyukur atas segala hal yang sedang menghadang.

Haturkan terimakasih pada diri sendiri karena sudah gagal, sebab dengan itu kita belajar untuk tak lagi sembarangan dalam membuat keputusan. Yap, bersyukur membuat kita lebih bijak, hingga akhirnya sadar bahwa segala hal yang terjadi datang membawa makna yang akan menghiasi kehidupan sekarang dan masa depan nanti. 

Tak Lagi Merasa Berhak Menuntut Tuhan Jika Ada yang Tak Sesuai Keinginan, Sabar Membuat Kita Banyak Belajar

Jadi jalan keluar termudah yang bisa kita lakukan, mengeluh memang kadang membuat kita bisa bernafas lebih lega. Merasa semua pertanyaan bisa tertuangkan, tapi sialnya, kita sering bersikap bak Tuhan yang berhak memprotes segala yang sudah ditakdirkan. 

Kita lupa, jika kita hanyalah manusia biasa. Bisa benar, bisa pula salah. Bisa bahagia, bisa pula  bersedih meski entah karena apa. Latihlah diri untuk lebih banyak bersabar, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pelajaran dari setiap kegagalan. 

Sebab Hidup Akan Selalu Baik-baik Saja, Jika Syukur dan Sabar Selalu Melekat dari Ingatan

Tak peduli kamu akan percaya atau tidak, tapi menjadi manusia yang penuh rasa syukur dan sabar akan mengubahmu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dengan syukur kamu lebih memaknai segala hal, tak lagi bersikap sembarangan, dan paham batas-batas mana yang harus tetap dijaga dan yang sekiranya boleh dilanggar. Sebaliknya, bersabar membuatmu jadi manusia yang berbeda. Mengerti arti dari menunggu dan berserah, serta tak akan gusar atas segala sesuatu yang masih jadi misteri dari semesta. 

Jika dua hal ini bisa berhasil kamu jalankan, percayalah jika hidupmu akan selalu dipenuhi kesangan dan segala keberuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Disomasi Lantaran Dianggap Melecehkan Simbol Agama Hindu

Pedangdut Via Vallen kembali menghebohkan publik. Kali ini bukan karena prestasinya, melainkan ia tersandung masalah lantaran panitia penyelenggara acara, Diana Ria Enterprise yang memajang posternya.

Dalam poster yang memuat potret Via yang berdiri di atas Sri Kresna mengendarai kereta perang bersama Harjuna ini dinilai telah melecehkan simbol agama. Somasi pun dilayangkan DPP Amukti Palapa Nusantara (APN).

Kami atas nama Keluarga Besar DPP Amukti Palapa Nusantara atas seijin Bapak Ketua Umum melakukan dan menyampaikan somasi terhadap pihak panitia acara yaitu Diana Ria Enterprise,” tulis Anom Windu mewakili APN dalam akun Facebook-nya.

Dalam peringatan tersebut Anom sebagai wakil umat Hindu menyampaikan empat poin somasi terkait hal tersebut.

“Kami meminta ini pelajaran bagi semua pihak untuk STOP dalam melecehkan simbol-simbol agama apapun yang ada di NKRI,” tulis dalam somasi tersebut.

Tapi sampai hari ini, belum ada tanggapan dari pihak Via maupun panitia acara konser tersebut. Umat Hindu menanti konfirmasi dari pihak Via Vallen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top