Feature

Orang Terdekatmu Seharusnya Jadi Refleksi Kebahagiaanmu, Kalau Mereka Bahagia, Bagaimana denganmu?

Kalau orang-orang terdekatmu saja sudah terlihat bahagia, lantas kapan giliranmu? Putus cinta, sudah biasa, tapi bukan berarti kamu tak boleh bahagia. Pun dengan karier yang mungkin terasa masih disitu-situ saja, itu juga bukan alasan kamu jadi tak boleh berbahagia.

Berdasarkan pengamatan para psikolog, perihal bahagia bukanlah hal yang sukar didapatkan. Bahkan ada lho psikoterapi sederhana yang bisa dilakukan masing-masing orang demi menciptakan kebahagiaan yang sederhana dari dalam diri mereka. Tak percaya? Coba dulu saja pahami lima aturan ini yang dinukil berdasarkan pemaparan dari Profesor Martin Seligman.

Saat Tanda-tanda Depresi Mulai Menimpamu, Coba Amatilah Cermin dan Bayangkan Ada Wajah Siapa Saja di Dalamnya?

Berkontemplasi sebentar itu perlu. Apalagi saat kamu sudah merasa ada di titik jenuh dengan segala sesuatu yang ada di pikiranmu. Cobalah ambil napas dalam-dalam, kemudian ambil cermin atau berdiri di depannya. Coba bayangkan, ada wajah dan rona bahagia siapa saja yang sekiranya muncul di depanmu?

Ada yang mengatakan mungkin orang terdekat yang akan muncul. Hmmm, kamu perlu tahu, orang terdekatmu sebenarnya adalah sebaik-baiknya refleksi untuk menilik kembali setiap kepribadian, karakter, atau bahkan sesuatu yang tidak kamu suka. Setiap karakter yang kamu lihat pada orang-orang itu sejatinya bisa mendorongmu untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.

Menciptakan Kebahagiaan Adalah Sebuah Pilihan, Sudahkah Kamu Menentukan Pilihan Mana yang Paling Baik?

Apa pun yang terjadi di dalam hidupmu sebenarnya adalah hasil dari setiap keputusan atau pilihan yang kamu tentukan sendiri. Baik dalam berteman, gaya hidup, keseharian, hingga kepercayaan sekalipun, semuanya sebenarnya bisa kamu tentukan karena memang kepribadianmu yang menggiringmu.

Untuk itu, urusan kebahagiaan pun kamu tak perlu merasa bergantung pada siapa pun. Kalau memang kamu rasa-rasanya ingin mencoba hal baru, maka buatlah pilihan yang baru. Misalnya, kamu biasanya pergi berlibur ke pantai, nah coba saja kali ini pilihlah liburan yang lebih menantang seperti hiking atau naik gunung. Pasti selama melakoni liburan tersebut, akan tercipta pengalaman yang bisa membuatmu tetap berbahagia.

Jangan Takut Salah, Sebab dari Kesalahan Kamu Akan Banyak Belajar Hal Baru

Jangan takut salah. Sadarilah kalau setiap orang itu pasti pernah salah. Dengan begini, kamu tak akan ragu menjemput peluang baru yang mungkin bisa membuatmu untuk lebih berbahagia. Tak usah pikirkan seberapa benar pilihan yang kita buat menurut pandangan orang lain. Sebab apa yang menurut orang lain tepat, belum tentu tepat bagimu, bukan? Di dunia ini tak ada yang sempurna. Justru kalau kamu berani ambil risiko untuk setiap pilihan yang kamu buat, kamu adalah sosok yang hebat. Ke depannya, akan banyak hal baru yang bisa kamu pelajari. Selamat mencoba!

Bahagia Bisa dengan Banyak Cara, Tak Perlu Iri pada Kebahagiaan Orang Lain Apalagi Berusaha Merenggutnya

Melihat orang lain bahagia bukan berarti kita harus iri dan justru membicarakan yang tidak-tidak soal orang itu. Akan lebih baik kalau dia yang kamu lihat bahagia, bisa menularkan energinya agar kamu pun terpancing untuk ikut merasa berbahagia.

Kalau kamu melihat temanmu bahagia dengan pasangannya, sementara kamu belum menemukan tambatan hati yang tepat, jangan iri apalagi bersedih hati, kebahagiaan itu bukan hanya soal pasangan saja. Pergilah ke luar dan berjalanlah lebih jauh. Siapa tahu bahagiamu justru ada pada sesuatu yang baru yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.

Mulailah Menciptakan Kebahagiaan dengan Membuka Diri dan Berbuat Baik pada Sesama


Menjadi pribadi yang terbuka untuk sesama adalah sebaik-baiknya cara menjemput kebahagiaan. Bermula dari rasa empatimu yang besar terhadap orang lain, lalu hatimu tergerak untuk membentuk karakter diri yang bersahaja dan selalu menebar energi positif pada sesama. Dengan demikian, kamu sudah tahu caranya mencipta bahagia tanpa harus bersusah payah.

Bahagia yang sederhana pun selanjutnya bisa kamu maknai saat menyadari ada seseorang yang bisa merasa lega karena kamu selalu ada untuknya atau membantunya. Mulai dari keluarga, ketika kamu bisa membuka diri pada keluargamu, akan lebih banyak gelak tawa dan senyum yang tercipta. Selanjutnya, baru silahkan beranjak ke sekelilingmu. Selamat menemukan arti bahagiamu, ya Kawan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top