Feature

Orang Rasis IQ nya Rendah

Seakan tak pernah mati dari dalam sanubari, entah kenapa rasisme masih terlihat hidup dalam setiap diri kita. Sebuah gagasan yang kerap kali menimbulkan polemik bagi kesatuan umat manusia. Tanpa perlu ditampik lagi, hal ini memang jadi suatu penyakit yang memecah belah kesatuan.

Diawal tahun 2012 lalu, seorang ahli kejiwaan Gordon Hodson dari Brock University, Ontario, Kanada, menunjukkan hasil dari penelitiannya, bahwa ternyata sikap rasis berhubungan dengan tingkat intelektualitas. Yang mana dalam hal ini Hodson berkata jika seseorang yang memiliki IQ rendah akan cenderung untuk bersikap rasis dan berprasangka buruk kepada sesamanya.

Lalu bagaimana dengan mereka yang katanya adalah manusia hebat dengan intelektual yang tak perlu ditanyakan, akankah mereka bersih dari sikap rasis? Jawabannya tentu saja tidak selalu demikian.

Mereka yang Intelejensinya Rendah Memang Cenderung Bersikap Reaktif Akan Sesuatu Yang Berbeda Dengan Pandangan yang Dianutnya

Mari memutar kepala ke sebelah kita, atau setidaknya bertanya pada hati. Pada beberapa kesempatan kita sering sekali bertemu dengan orang lain. Jika konteks pertemuannya adalah aktivitas yang menimbulkan interaksi dalam hal komunikasi. Tentu ada beberapa hal yang akan terlihat tak sejalan. Jika sudah demikian, kita justru kerap berkutat pada apa yang kita anggap benar.

Tingkat pendidikan dan kemampuan jadi tolak ukur yang sering kita gunakan untuk menilai rendah pada lawan bicara. Hasilnya tanpa disadari, pemikiran ini jadi jembatan yang akan membuat kita malah berlaku tak adil. Kita merasa lebih unggul, akhirnya hak-hak dari orang yang berbeda acap kali dilanggar.  

Tapi Tak Hanya Tingkat IQ Saja, Ada Variabel Lain yang Kerap Jadi Pemicu Seseorang Berlaku Demikian

Bukan berarti kita bisa jadi hakim yang akan memvonis mereka yang berpendidikan rendah jadi individu yang kerap membuat rusuh. Karena sejatinya intelektual seseorang kadang tak ditakar dengan tingkat pendidikan.

Karena Hodson juga mengungkapkan bahwa sikap prasangka buruk itu sangat kompleks, sehingga kemunculan sikap ini, juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya Entah itu untuk sebuah kepentingan atau kebutuhan akan pengakuan hingga keadaan yang justru memaksa, hingga akhirnya seseorang berubah demikian.

Disadari atau tidak, hal ini kerap terjadi pada siapa saja. Bahkan bisa jadi kita juga mengalaminya.

Jika Di Negara Lain Hal Ini Jadi Sesuatu Yang Terlihat Nyata, Di Negara Kita Juga Ternyata Sama

Sebuah hasil penelitian dari beberapa ahli menyatakan, setidaknya ada 5 negara dengan peringkat tertinggi untuk masalah rasisme. Amerika sebagai negara pertama, kemudian disusul  oleh India, Arab Saudi, Israel, dan ada Jepang pada peringkat ke lima. Kasus-kasus yang kerap terbungkus dalam rasisme ini jadi sesuatu yang menyebabkan adanya kesenjangan sosial.

Bahkan menyebar luas hingga rasanya sangat susah untuk dihentikan. Jangan dulu senang, karena sebagaimana polemik yang masih berlalu lalang pada kehidupan masyarakat kita, pertengkaran antar suku di Indonesia jadi sesuatu yang masuk dalam sejarah negara kita. Hingga pada sekat-sekat yang kerap dibina untuk mengkotak-kotakkan orang-orang yang ada di negeri kita.

Karena Kalimat Rasis Ini Tak Hanya Dipakai Untuk Sesuatu Yang Bersifat Serius Dengan Tujuan Tertentu Saja

Menurut Oxford English Dictionary, definisi rasisme merujuk pada pemahaman yang menganggap bahwa ras atau suku tertentu lebih superior atas ras atau suku yang lainnya. Dan terlepas dari penempatan kata rasis yang masih jadi polemik di semua negara, termasuk Indonesia. Faktanya kalimat-kalimat yang bertujuan untuk membedakan beberapa golongan, juga kita pakai pada beberapa kalimat yang mungkin bersifat guyonanSaya percaya jika salah satu diantara kita pernah berkata, “Pantesan pelit, Orang Padang sih!”. Padahal korelasi bahwa keturunan Minang dari Padang adalah manusia yang pelit tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.  

Dan Kita Sendiri Mungkin Jadi Salah Satu Orang Yang Kerap Melakukannya

Para tetua terdahulu sering berkata bahwa ketika jari telunjuk milik kita sedang mengarah pada orang lain, tiga jari lain justru sudah menunjuk pada diri sendiri. Dengan kata lain, ini jadi pengingat bahwa tak perlu menuduh orang lain yang kerap berlaku demikian rasisnya.

Karena bisa jadi, kita sendiri jadi pelaku yang terbilang cukup sering untuk melakukannya. Kita tentu tak ingin terlihat sebagai orang yang arogan atas pendapat yang bertentangan, atau tak terlihat berpendidikan hanya karena ucapan. Hingga disebut si IQ jongkok karena bersikap rasis pada sesama manusia.

Jadilah manusia yang lebih peka, dan berhati-hati dalam setiap tutur kata yang kita ucapkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Jembatan Terindah di Dunia, Dua Diantaranya Ada di Indonesia!

Fungsi utama jembatan adalah untuk menghubungankan dua jalan yang terpisah. Namun dengan semakin berkembangnya zaman, kini jembatan dibangun dengan seni dan model yang cukup menakjubkan. Nah, berkenaan dengan hal ini, ternyata ada tujuh jembatan yang terkenal paling indah di dunia loh. Langsung saja cek daftarnya berikut.

1. Jembatan Golden Gate, San Fransisco, Amerika Serikat

Sumber: www.pexels.com

Jembatan ini merupakan salah satu jembatan yang paling terkenal di dunia. Jembatan ini memiliki panjang 2.727 meter dimana difungsikan sebagai penghubung antara San Fransisco dengan Kabupaten Marin. Namun dibalik keindahannya yang menakjubkan, ternyata jembatan ini juga kerap dijadikan tempat untuk bunuh diri.

2. Jembatan Surabaya, Surabaya, Indonesia

Sumber: www.instagram.com/@dwisetijotjahjono

Jembatan ini merupakan landmark dari Kota Surabaya. Jembatan ini  dihiasi oleh air mancur warna-warni yang akan ada setiap malam Minggu. Selain itu biasanya keluarnya air mancur diiringi dengan tarian air mancur pada pukul 20.00 – 21.00 WIB.

3. Jembatan Vasco da Gama, Lisbon, Portugal

Sumber: www.sp-reinforcement.ch

Jembatan ini memiliki panjang 17, 2 ribu meter. Jembatan ini termasuk jembatan paling panjang di Eropa loh. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Tagus. Tujuan pembangunan jembatan ini adalah untuk memperlancar mobilitas pembukaan World Fair pada tahun 1998 silam.

4. Jembatan Banpo, Seoul, Korea Selatan

Sumber: www.worldfortravel.com

Jembatan Banpo merupakan jembatan air mancur terpanjang di dunia. Air mancur di jembatan ini biasanya akan dioperasikan pada bulan April sampai Oktober. Pertunjukan air mancur ini akan dilakukan selama empat sampai enam kali sehari dengan durasi waktu 20 menit di setiap pertunjukannya.

5. Jembatan Danyang Kunshan, Jiangsu, Tiongkok

Sumber: www.traveltriangle.com

Jembatan ini memiliki panjang 164,8 kilometer. Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan Shanghai dengan Nanjing. Jembatan ini mulai resmi dioperasikan sejak tahun 2011 silam dimana pada proses pembangunannya ada 10 ribu orang yang dipekerjakan.

6. Tower Bridge, London, Inggris

Sumber: www.pixabay.com

Jembatan ini merupakan jembatan yang terdiri dari dua bangunan menara dimana di tingkat atas terdapat jalan untuk para pejalan kaki. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Thames dan memiliki panjang sekitar 61 meter.

7. Jembatan Ampera, Palembang, Indonesia

Sumber: www.ksmtour.com

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang terletak di Indonesia. Jembatan ini dibangun sebagai penghubung antara daerah Seberang Ulu dengan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Panjang jembatan ini yaitu 1.117 meter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Luna Maya Akui Jadi Salah Satu Fans BTS

Kepopuleran boyband fenomenal asal Korea Selatan, BTS tak perlu diragukan lagi. Bahkan di Indonesia sendiri, penggemar BTS pun berasal dari berbagai kalangan. termasuk fans dari kalangan artis, khususnya artis Indonesia. Banyak artis Tanah Air yang secara terang-terangan mengaku menyukai boyband yang mempopulerkan lagu Fake Love ini.

Artis yang menyukai BTS satunya adalah Luna Maya. Luna tak mau kalah dari penggemar BTS lainnya. Ia juga terpikat dengan pesona leader BTS, RM. Hal tersebut diketahui lewat unggahan Luna Maya di media sosial Instagram Story miliknya

Luna Maya mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pertanyaan dari warganet tentang BTS, lalu Luna Maya menjawabnya dengan lengkap sembari memberikan emoticon BTS-Army. Army sendiri merupakan sebutan untuk penggemar BTS.

“Kenapa suka RM BTS ?,” tulis pertanyaan dari warganet.

Lalu Luna Maya menjawab, “Menurut aku dia pintar dan cool gayanya santai, bahasa Inggrisnya bagus banget, keren enggak aneh-aneh. Dan suka dia setelah dengar dia speach di UN. Dan dia tinggi ya kayanya ha ha ha, #BTSARMY,” jawab Luna Maya.

Tak hanya itu, bahkan Luna secara mengakui keinginannya untuk menonton konser BTS di Bangkok, Thailand April 2019 mendatang.

“Gimana ini konser BTS ?” tanya warganet.

Luna pun menjawab, “Di bkk yuk,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Punya Followers Jutaan, Tatjana Saphira Justru Mulai Batasi Diri Pakai Media Sosial

Aktris Tatjana Saphira mulai membatasi diri dalam menggunakan media sosial. Hal itu sudah Tatjana lakukan sejak lama.

“Sekarang aku menjalankan rutinitas detoks media sosial, 3 hari aku matiin, 4 hari aku nyalain atau aku buka paling ada postingan yang aku wajib post, kalau enggak aku delete dulu atau uninstall aja. Sebenarnya udah dari lama tapi enggak dijalani secara konsisten sih. baru-baru ini ya sudah sekitar dua bulan lalu jadi lebih rajin,” katanya seperti dikutip kompas.com, Selasa (19/2).

Tatjana mengaku, dia merasa lebih tenang ketika tidak bermain media sosial. Kekasih aktor Herjunot Ali itu juga merasa kesal ketika ada orang yang sibuk dengan gawainya saat berkumpul.

“Menurut aku dia enggak respect sama waktu yang kita punya berkumpul satu sama lain,” ucapnya. Baginya, terlalu fokus dengan media sosial justru membuatnya tak merasakan sebuah momen secara menyeluruh.

“Menurut aku kadang-kadang kita terlalu fokus sama medsos sampe kadang suka lupa sama kegiatan kita sehari-hari. Kita lebih sibuk mengabadikan di medsos dibanding kita merasakan momen itu secara utuh,” ujar Tatjana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top