Feature

Orang Kaya sampai Pemulung Menjadi Bagian Kontingen Indonesia di Asian Games 2018

Keberhasilan Indonesia berada di peringkat empat Asian Games 2018, berkat perjuangan para atlet Indonesia yang tak kenal menyerah. Apalagi target 19 emas yang ditetapkan pemerintah berhasil dilampaui dengan torehan 31 emas. Hal ini otomatis menjadi sejarah baru bagi Indonesia di ajang festival olahraga terbesar di Asia ini.

Tak hanya persoalan medali saja yang menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Namun para atletnya pun tak luput jadi bahan pembicaraan. Mulai dari penampilan gemilang Jonatan Christie, aksi sampai Hanifan YK yang berhasil merangkul dua kandidat presiden negeri ini. Di luar itu semua, ternyata kontingen atlet Indonesia pun terdiri dari kalangan yang beragam, ada yang dari orang terkaya di Indonesia, sampai ada yang hidupnya semasa dulu menjadi pemulung. Pelik dan bahagianya hidup mereka, bersatu atas nama Indonesia bisa.

Sepak Takraw Menyelamatkan Mereka dari Sulitnya Hidup sebagai Pemulung

Lena dan Leni adalah atlet Indonesia untuk cabang olahraga sepak takraw yang berhasil menyumbangkan dua medali perunggu di Asian Games 2018. Peluh keringat yang berjatuhan di lapangan, ternyata pernah dirasakan saat berjuang untuk hidup, mengitari jalan dengan mencari sampah yang bisa dijual. Keringat pun turun ke aspal, tanah sampai ke tempat sampah.

Leni pun mengunggah sebuah foto di akun sosial medianya, dengan caption, “Kehidupan ini keras.. Saudara.. Tapi jangan gampang menyerah dengan keadaan. Allah tidak akan merubah jika kita tidak merubahnya sendiri,” Sebelum menjadi atlet seperti sekarang dua srikandi Indonesia ini tumbuh dari keluarga yang kekurangan.

Bekerja sebagai cuci piring, buruh cuci baju sampai memulung mereka lakukan agar bisa bertahan hidup. Pilihannya menjadi atlet sepak takraw dipilih agar mereka bisa terus bersekolah.

“Soalnya di sekolah (SMA), kalau jadi atlet takraw, gratis sekolahnya,” kata Lena dalam sebuah wawancara yang diunggah oleh kanal resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, di Youtube.

Sekarang hidup dua srikandi ini telah berubah dan menjadi wajah Indonesia dalam cabang olahraga sepak takraw putri di mata dunia. Prestasi yang ditorehkan pun sampai memberangkatkan kedua orangtua pergi ke Tanah Suci.

Pasangan yang Menyumbang Emas Kemenangan

Mungkin tak banyak tahu, dibalik cabang olahraga pencak silat yang sukses sapu bersih emas di Asian Games. Teradapat pasangan suami istri yang kedua berhasil membuat Indonesia bangga dengan menyumbang emas di kelas berbeda. Iqbal Candra Pratama dan Sarah Tria Monita adalah pasangan yang baru menorehkan hari bahagianya pada 23 Maret 2018 lalu.

Iqbal meraih emas di kelas D (60-65 kg) setelah mengalahkan pesilat Vietnam, Ngoc Toan NGuyen dengan skor 1-4. Sementara sang istri, Sarah, merebut emas di kelas C (55-60kg) setelah menundukkan atlet Laos, Nong Oy Vongphakdy dengan skor telak 5-0.

Atlet Tertua namun Terkaya di Asia

Kabar ini cukup gempar, ketika Bambang Hartono yang masuk jajaran 10 orang terkaya di Indonesia turut serta menjadi atlet Indonesia untuk cabang Bridge, Pemilik Djarum Grup sekaligus pemegang saham terbesar BCA ini pun mengerahkan kemampuannya dalam memainkan bridge, olahraga yang dulu dianggap judi.

“Usaha saya 2-3 tahun lalu agar bridge bisa dipertandingkan di Asian Games akhirnya berhasil,” ujarnya dikutip dari Liputan 6.

Dari sudut pandangnya, bridge dimainkan karena membuatnya tidak pikun dan tetap fokus. Di Asian Games 2018, Bambang Hartono pun berhasil memberikan medali perunggu bagi Indonesia. Ia pun mendapatkan bonus sebesar Rp 500 juta. Tapi Bambang sangat cinta dengan olahraga ini, alhasil ia mengalokasikan bonusnya untuk pembinaan olahraga bridge. Toh, kekayaan Bambang sekarang berada di angka USD 11,4 milliar, jadi wajar kalau ia memberikannya.

Dari Tukang Lipat Parasut sampai Membawa Nama Paralayang Indonesia Berjaya di Asia

Hidup Jafro Megawanto adalah seseorang yang paling bahagia saat meraih medali emas di Asian Games untuk cabang olahraga paralayang, nomor akurasi tunggal putra. Perkenalannya dengan paralayang, bermula saat usia 13 tahun. Bukan sebagai pemain paralayang, namun ia bekerja dengan menjadi tukang lipat parasut demi menyambung hidup. Gajinya kala itu hanya menyentuh Rp 5.000.

Hasratnya untuk menjadi atlet sempat terkendala masalah biaya, namun segala perjuangan hidupnya terbayar, setelah mendapatkan medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 mewakili Jawa Timur. Prestasinya pun mulai mendunia, pada tahun 2017 ia mendapat peringkat kedua Piala Dunia Paralayang Akurasi (PGAWC) di Kanada.

Seorang Badut yang Rela Kehilangan Pekerjaan

Kisah atlet senam trampolin Yudha Tri Aditya, dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, sebab baginya membela negara dan harapan orangtua adalah yang utama. Yudha dari awal merupakan atlet pesenam artistik gymnastik, bersama Sindhu Aji Kurnia yang menjadi wakil Indonesia di nomor tersebut untuk Asian Games 2018. Dua tahun lalu, Yudha sempat berhenti setelah gagal di Pekan Olahraga Nasional 2016 dan juga cedera.

Laki-laki yang usianya sudah mau menyentuh kepala tiga ini tadinya bekerja di taman bermain di Bandung, semenjak berhenti jadi atlet. Yudha bekerja sebagai badut, pemain sirkus, sekaligus penjaga wahana. Pekerjaannya menuntutnya belajar senam trampolin yang ia pelajari secara otodidak mengandalkan video tutorial di YouTube. Pada prosesnya Yudha mulai berkembang dalam senam trampolin, hingga akhirnya masuk pelatnas trampolin untuk tanding di Asian Games 2018, setelah menyabet medali emas dan perak dalam ajang perlombaan trampolin di Houbii.

Ketika meminta izin untuk berlaga di Asian Games 2018, manajer tempatnya bekerja tak serta-merta memberikan izin. Apalagi sang manajer bilang bahwa Asian Games bukan momen penting. Hal itu melukai hati Yudha hingga ia bertekad bulat keluar dari pekerjaanya.

“Aku tidak dapat izin di tempat kerja itu, sampai akhirnya dia (manajer) memberi pilihan mau pekerjaan atau Asian Games. Dia bilang kerjaan tiap bulan ada (gaji) dan reguler juga ada, sedangkan Asian Games cuma sementara. Terus dia bilang Asian Games tidak penting juga,” ucap Yudha.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Sudah Pergi, Jangan Kembali Lagi 

“Setelah perpisahan kita, hatiku memang remuk. Dihantam dengan keras oleh perpisahan, hingga sulit untuk melupakan”

Kita pernah bersepakat, agar terus jadi dua orangyang sepaket. Bersama dalam suka dan duka, beriringan meski dihadang cobaan, dan akan tetap saling mengenggap apapun hal yang akan terjadi di depan. Sampai akhirnya, hari perayaan patah hati itu tiba tanpa diduga. Hubungan yang sudah sekian lama dibina, selesai begitu saja.

Sampai kini, aku masih bisa mengingat setiap janji yang pernah kamu sampaikan. Diucapkan dengan penuh keyakinan, dan memintaku percaya atas semua yang kamu bilang. Walau kini aku harus banyak-banyak menyadarkan diri sendiri. Meminta hatiku melupakan agar tak lagi terbayang atas kisah cinta yang pernah kita jalankan. Karena nyatanya, perpisahan itu sudah berlangsung lama, walau sampai kini masih menyisahkan luka.

Belajar melepaskan tentu bukanlah upaya yang mudah. Ada ribuan rasa sayang yang susah payah aku lupakan, jutaan kenangan yang juga harus kuhilangkan dari ingatan. Hidup tanpa dirimu, aku berjuang melepaskan semua cintaku. Pelan-pelan semuanya mulai membaik. Hidupku berjalan dengan alur yang hampir sempurna. Tak lagi berharap bersama, aku mulai berdamai dengan hidup yang kini aku punya.

“Lalu, kau datang lagi. Menawarkanku hati untuk kembali dicintai…”

Kamu mungkin tak tahu, bagaimana kerasnya upayaku. Belajar melupakan semua kenangan, menata hati yang kemarin kau porak-porandakan. Lalu  dengan mudah kau hancurkan. Tanpa rasa bersalah, kau haturkan maaf atas kepergian pertama, lalu mengajakku untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti pertama kali kita jumpa. Dirimu bisa saja menjadi manis dalam berkata-kata, tapi sikap dan perilaku bisa jadi masih serupa.

Harus kuakui memang, perasaan sayang dan cinta yang kumiliki masih serupa, ada untukmu sesuai porsinya. Tapi patah hati pertama, jadi alasan logis yang membuatku tak harus menerimau kembali sebagai yang tercinta. Tak bisa mencegahmu datang kembali, tapi kuharap dirimu akan mengerti jika sudah tak ada ruang untuk kembali saling mengasihi.

Bawalah cinta dan keinginanan yang kini kembali kamu sampaikan. Aku akan tetap melanjutkan hidup tanpa berharap bisa kembali bersama denganmu lagi. Tak lagi pernah berharap untuk bisa bergandengan, aku belajar jika sebagian cerita yang kuanggap menyenangkan tak selalu jadi sesuatu yang layak diperjuangakan. Mari sama-sama melupakan dengan tak lagi saling mengusik kebahagian. Sebagaimana aku yang sudah sejak lama menjauh darimu, kuharap kau pun bisa melakukan hal serupa atas diriku.

“Jika sudah pergi, tak perlu datang lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kedewasaan Seorang Laki-laki Dilihat dari Seberapa Sabar Ia Menghadapi sang Kekasih

Jauh lebih penting daripada wajah rupawan, kedewasaan adalah pertimbangan yang akan dipikirkan perempuan saat hendak memilih pasangan. Apalagi jika hubungan yang dijalani akan dibawa ke jenjang pernikahan. Memang usia tak bisa dijadikan tolok ukur kedewasaan seseorang, itulah mengapa perempuan akan melihat kedewasaan laki-laki dari caranya bersikap. 

Jauh dari sikap emosional, ia memiliki pembawaan yang tenang dan selalu tahu kapan harus bersuara untuk menentukan segala hal. Jangankan untuk berkata kasar, bicara dengan nada yang tinggi saja ia mungkin tak pernah. Sabar dalam segala hal, kemampuannya untuk selalu bersikap baik pada semua orang akhirnya membuatmu jatuh hati.

Dan jika kekasihmu benar-benar memiliki sikap yang seperti itu, bersyukurlah kamu. 

Meski Kadang Menerima Perlakuan Tak Menyenangkan dari Orang, Ia Tetap Kalem dan Tenang 

Iya, kesabaran yang ia miliki mungkin akan membuatmu geram pada beberapa situasi. Semisal, tatkala kebaikannya dimanfaatkan oleh orang-orang. Bukannya menjauh atau membalas perbuatan mereka, ia masih saja bisa berkata ‘tak apa’ lalu memafkan yang sudah memanfaatkan kesabarannya. 

Darinya kemudian kamu belajar, bahwa meski perbuatan baik tak selalu dibalas dengan yang baik. Tapi kita tetap harus sabar. Menerima semua balasan, walau kadang jauh dari apa yang kita harapkan. 

Kesabarannya Padamu, Selalu Ia Tuangkan dalam Bentuk Perhatian yang Penuh

Tahu bagaimana cara untuk menempatkan diri di hadapan pasangan. Lelaki dewasa, selalu mampu bersikap sabar untuk menunjukkan perhatiannya padamu. Walau tak diminita, ia sudah tahu kapan harus bertanya dan bersuara. Memberimu perhatian untuk hal-hal yang kamu kerjakan, dan memberi dukungan untuk segala mimpi yang sedang kamu inginkan. 

Walau jauh dari hal-hal manis atau romantis, namun perhatian yang ia sampaikan selalu berhasil membuatmu merasa senang. Tak berlebihan, tapi itu membuktikan jika dirinya memang benar-benar sayang. 

Tahu Apa yang Ingin Diraihnya, Termaksud Bagaimana Kelangsungan Hubungan Bersama

Seorang lelaki dewasa tentulah punya tujuan hidup yang jelas dan apa saja mimpi yang ingin diraihnya di masa depan. Begitu pula kelangsungan hubunganmu dengan dirinya. Jika di depan perjalanan nanti akan ada konflik yang akan melanda hubungan berdua. Ia selalu siap dan tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. 

Tak akan mudah menyerah begitu saja, dalam dirinya ada kebulatan tekad yang kuat untuk menghadapi semua hal yang ada. Maka, ketika lelaki sudah punya tujuan yang jelas, ia akan dengan sabar menjalani proses dan melewati semuanya dengan baik. Meskipun butuh perjuangan ekstra, ia tak akan mudah patah arang. Jadi kamu cukup beruntung mendapatkannya. 

Tanpa Harus Terbawa Emosi, Dirinya Selalu Bisa Bersikap Lembut dalam Menyelesaikan Masalah

Lain denganmu yang tak bisa berpikir jernih jika tengah menghadapi masalah. Entah mengapa lelaki ini selalu berhasil membuatmu membuka mata. Jika orang lain akan lelap dalam amarah saat kecewa, dirinya justru sebaliknya. Tenang dan selalu memberimu kedamaian, adalah dua hal yang akan selalu kamu rasakan saat sedang menyaksikannya menyelesaikan masalah. 

Bertolak belakangan dengan sikap dan kemampuanmu, ada bagian dari dalam dirimu yang terasa penuh setiap kali ada dia di dekatmu. 

Menghormati Privasi dan Mengerti Batasan 

Walau sudah berstatus sebagai pacar yang kelak akan jadi suami, tak sekalipun ia bersikap mengekang. Ia selalu percaya jika saling menghargai dengan memberi pasangan ruang gerak adalah penting untuk hubungan. Ia memberimu kebebeasan untuk berekspresi, membantumu bergerak untuk mewujudkan mimpi, dan selalu bersikap jadi teman baik setiap kali kamu butuh berbagi. Ia akan selalu mendengar, setiap kali ada hal yang ingin kamu bagikan. Menopangmu ketika kamu butuh dibantu. 

Serta Menempatkanmu Sebagai Prioritas yang Harus Selalu Diperhatikan dan Diutamakan

Tahu jika dirimu penting, kedewasaan yang ia miliki membuatnya menempatkanmu sebagai sosok penting yang harus selalu diutamakan. Dirinya paham, apa yang harus dipikirkan sekarang dengan hal lain yang sebaiknya diabaikan. Ia berpikir jauh ke depan dan sadar mana yang penting untuk didahulukan dan salah satunya adalah dirimu. 

Jadi Tak Heran, Jika Bersamanya Selalu Membuatmu Senang dan Tenang 

Kesabaran dan kemampuannya dalam memperlakukanmu dengan baik, tentu memberimu rasa nyaman dan bahagia yang tak biasa. Berbeda dari laki-laki yang sebelumnya mungkin kamu temui. Ia hadir membawa suasana dan dampak yang berbeda. Berdua bersamanya, membuatmu belajar banyak makna. Memberimu bahagia sebab telah menghadirkan warna-warna yang berbeda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Selebgram Laporkan Lucinta Luna Karena Telah Menginjak Fotonya 

Lucinta Luna memang tak pernah luput dari pemberitaan. Baru-baru ini, ia dilaporkan oleh seorang selebgram bernama Rivelino Wardhana ke kepolisian, karena sikapnya dalam sebuah tayangan konten talkshow di salah satu channel Youtube.  

Pada tayangan tersebut, terlihat sesorang memperlihatkan foto Rivelino Wardhana, Lucinta Luna yang melihatnya terlihat tampak geram hingga kemudian menginjak foto tersebut di lantai. Lantaran tak terima dengan sikap dari Biduan tersebut, selebgram tersebut memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Dikutip dari Kapanlagi.com, pelantun lagu Bobo Dimana tersebut mengaku belum menerima kabar dari lawyer atau manajernya mengenai kabar tersebut.

“Oh aku sih belum tahu ya ada laporan kayak gitu dari lawyer aku, manajer aku juga enggak tahu. Di situ kita belum terima laporannya karena Lucinta ini baik terhadap siapa pun,” ujar Lucinta Luna, saat saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mantan personil Dua Bunga itu, akan dilaporkan karena ada dugaan pencemaran, penghinaan, dengan menyerang kehormatan. Akan tetapi, disinggung perihal sikapnya tersebut, dirinya merasa tak merasa bersalah kepada pria yang digosipkan pernah menjalin hubungan dengannya itu.

“Aku nggak tahu apa-apa ya, enggak ngerti. Intinya aku enggak menerima laporan tertentu karena aku baik-baik saja kok,” jelasnya.

Dan dari pengakuannya, Lucinta Luna menyebut kalau aksi menginjak foto itu adalah ide dari tim kreatif acara yang diisinya. Saat ini ia sendiri tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kasus itu.

“Oh nggak ada (motifnya) kok. Itu yang inisiatif orang kreatifnya saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top