Feature

Orang Hebat Tak Selalu Merasa Perlu Berdebat, Apalagi Hanya Demi Membuat Lawannya Bisa Sependapat

Cara manusia berinteraksi dan melontarkan perkataan itu unik. Ada orang yang suka dicap ‘asal jeplak’, alias kurang memikirkan lebih jauh soal dampak dari perkataan yang dilontarkannya. Mereka cenderung cuek, entah perkataannya tersebut akan membangun atau justru menyakiti perasaan lawan bicaranya. Ada juga orang yang tipikalnya sangat berhati-hati kalau bicara. Mereka enggan memicu perdebatan hanya karena beda pendapat. Nah, kalau kamu tipikal yang mana?

Tapi bicara soal debat dan adu pendapat, pernahkah kamu bertemu dengan orang yang rasanya mampu sekali mendamaikan hati disaat kita sedang gusar dan maunya melontarkan semua isi kepala kita? Padahal mungkin tadinya mau menyanggah ucapannya, tapi caranya memperlakukan kita, justru membuat kita memikirkan ulang setiap argumen  yang selama ini kita yakini benar. Nah, mau tahu kenapa dia bisa sepiawai itu meredam tensi kita—sebagai lawan bicaranya agar tidak meledak-ledak ketika berargumen dengannya? Ini dia…

Untuk Meluruskan Pemikiran Kawan yang Keliru, Mereka Terbiasa Membuka Wawasan dari Hal Mendasar yang Perlu Diubah. Tak Langsung Menunjuk Kalau Apa yang Lawan Bicaranya Yakini Itu Salah

Bertemu dan bercakap-cakap dengan orang lain menurut mereka adalah aktivitas yang penuh tantangan. Terlebih saat lawan bicaranya memiliki pandangan yang kurang tepat tentang sebuah hal yang membuatnya jadi tak sependapat dengan apa yang dia utarakan. Nah, di titik ini, orang dengan kemampuan analisis yang hebat akan berusaha memahami pemikiran dari lawan bicaranya itu terlebih dulu.

Mereka tidak bermain dengan ego, justru berusaha memahami lawan bicaranya, hal itu akan membuat sang lawan bicara jadi lebih terbuka dan menerima setiap masukan. Di saat itulah orang hebat ini mulai meluruskan pemikiran kawannya yang keliru. Dengan apa? Bukan dengan opininya saja, tapi dengan wawasan yang sifatnya faktual dan keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah begini, pemikiran yang semula keliru, bisa dibenarkan tanpa harus debat panjang, bukan?

Bertanya dengan Melontarkan Pertanyaan yang Memicu Munculnya Sense of Belonging atau Rasa Memiliki

Manusia selalu butuh diakui dan dibutuhkan. Dalam lingkup sosial, manusia pun terbagi-bagi dalam grup dimana mereka bisa menunjukkan identitasnya kalau mereka adalah bagian dari grup tersebut. Sementara itu, dalam sebuah penelitian, seorang peneliti bertanya kepada partisipan dengan dua versi pertanyaan yang berbeda. Pertama, “Seberapa penting kamu harus melibatkan diri dalam Pemilihan Umum esok hari?”, kedua, “Seberapa penting bagimu saat namamu bisa termasuk sebagai daftar pemilih dalam Pemilihan Umum esok hari?”

Hasil dari pengamatan tersebut menunjukkan, bertanya dengan pertanyaan kedua, lebih membuat orang ingin menjawabnya, karena disitu mereka merasa terpicu untuk melibatkan diri seiring fakta kalau mereka sudah jadi bagian dari para pemilih. Jadi besok-besok kalau kamu mau bertanya, pakailah kalimat yang memicu sense of belonging.

Menyebut Nama Lawan Bicaramu Saat Sedang Bercakap-cakap Akan Membuatmu Diingat

Tak semua orang dibekali daya ingat yang bagus perihal nama seseorang. Ada yang biasanya saat bertemu ingat wajah tapi lupa nama. Tapi belajarlah yang mampu mengingat nama orang dengan baik, dengan kelebihan itu, mereka biasanya menyebut lawan bicaranya bukan dengan kata ganti orang seperti “kamu, anda, atau lo,” melainkan menggantinya dengan nama tersebut.

Dampaknya, lawan bicaranya akan merasa sangat dihargai dan berusaha membangun percakapan jadi lebih nyaman lagi di depan orang tersebut. Orang yang terbiasa menyebut nama lawan bicaranya diketahui lebih disukai dan lebih bisa meluluhkan hati, karena saat nama kita disebut orang lain, sejatinya kita jadi berpikir ternyata kita masih diingat olehnya.

Saat Berdebat dengan Seseorang, Orang yang Hebat dan Mampu Meredam Emosi Memilih Berdiri di Sebelah Lawan Bicaranya, Bukan di Depannya

Kita pasti pernah mengalami momen dimana kita terjebak pada perdebatan. Entah dengan teman, keluarga, atau pasangan. Namun tahukah kamu, cara terbaik menghadapi perdebatan adalah bukan dengan berhadap-hadapan dan saling adu argumen.

Besok-besok, kalau pun mungkin situasi semacam itu terjadi padamu, belajarlah untuk meredam tensi dan berdiri atau duduklah disamping lawan bicaramu. Dengan duduk di samping, mereka tak akan merasa terancam sehingga harus melontarkan sanggahan demi sanggahan dalam perdebatan yang mungkin hanya melelahkan hati. Perlahan tapi pasti, tensi pun akan menurun kalau kamu bisa belajar mengendalikan situasi.

Ketika Kamu Harus Memberi Gambaran Tentang Seseorang, Gunakan Kata-kata yang Positif

Ketika kamu sedang berada di hadapan lawan bicaramu dan dia memintamu untuk menggambarkan sosok individu yang lain, belajarlah memposisikan diri jadi storyteller yang baik, yaitu berupaya menggambarkannya dengan kata-kata yang membangun dan positif. Sebab saat kamu memberi penilaian tentang orang lain di depan lawan bicaramu, bukan hanya orang tersebut yang dinilai, tapi lawan bicaramu pun ikut menilaimu. Kalau kamu justru menyerang orang lain diam-diam dengan memberi gambaran yang berbau negatif, jangan salahkan kalau lawan bicaramu jadi memiliki penilaian yang negatif juga tentangmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jatuh Cinta Dengan Ambivert? 7 Hal Ini Harus Kamu Ketahui

Sudahkah kamu mengenal tentang ambivert? Ternyata, selain introvert dan ekstrovert ada suatu kepribadian yang menggabungkan keduanya. Iya, ambivert merupakan gabungan dari introvert dan ekstrovert. Ambivert kadang tertutup kadang juga terbuka, dengan demikian seseorang yang memiliki kepribadian ambivert dapat merasa nyaman dalam kondisi apapun, seperti disaat mereka sedang sendiri ataupun sedang berada ditempat yang penuh dengan keramaian.

Nah, jika kamu jatuh cinta pada seorang ambivert, ini 7 hal yang harus tahu tentangnya.

1. Kamu Harus Bisa Mengatasi Perubahan Suasana Hatinya

Karena sifatnya yang memang perpaduan antara introvert dan ekstrovert, ambivert ini suasana hatinya seringkali berubah. Jika kamu jatuh cinta dengan seseorang yang memiliki kepribadian ini maka kamu harus bisa mengatasi perubahan suasana hatinya. Jangan sampai karena sifatnya ini hubungan kalian jadi terganggu, harus ekstra sabar ya!

2. Kamu Harus Tahu Kapan Dia Menjadi Introvert Dan Kapan Dia Menjadi Ekstrovert

Seorang ambivert terkadang disebut juga sebagai seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Ia bisa terbuka mengekspresikan dirinya, namun kadang juga tertutup. Kamu harus tahu kapan tepatnya dia menjadi introvert dan sebaliknya, jangan sampai tertukar ya!

3. Meski Suka Bergaul, Berilah Ia Ruang Untuk Sendiri

Seperti yang kita ketahui bahwa ambivert suka bergaul dengan dunia luar, namun ia juga bisa merasa ingin sendiri lho, menutup diri dari dunia luar untuk beberapa waktu seperti yang introvert rasakan. Berikan dia waktu jika dia butuh waktu sendiri. Tanpa mengganggu privasinya. Dan ketika ia ingin pergi jalan-jalan, temanilah ia atau ajak ia pergi bersama teman-temanmu.

4. Ambivert Mempunyai Intuisi Yang Kuat

Ternyata seorang ambivert mempunyai intuisi yang kuat lho, kamu jangan pernah untuk mencoba berbohong kepadanya. Dia akan tahu setiap kamu berkata jujur atau tidak, dan tentunya dia juga akan selalu berkata jujur padamu. Sehingga akan meminimalisir adanya kebohongan dalam suatu hubungan, kelebihannya yang satu ini memang bagus untuk hubungan kalian.

5. Ambivert Pandai Membaca Emosi Orang Lain

Selain pandai memahami emosi diri sendiri, ia juga pandai mengetahui emosi orang lain. Dari gerak-gerik, tatapan mata, perkataan atau juga caramu menghela nafas. Dia tahu emosi seperti apa yang kamu rasakan, bisa dibilang, ambivert ini sangat peka. Beruntung jika kamu dicintai olehnya.

6. Kamu Jangan Heran, Ambivert Biasanya Bersikap Unik di Media Sosial

Ambivert ini unik, terkadang dia paling lucu dan ceria di sosial media, namun terkadang dia juga bisa menghilang beberapa hari saat dirinya menjadi introvert. Baik dari postingan ataupun komentar-komentarnya, sosoknya memang paling asik di sosial media. Kamu jangan heran, dia memang sosok yang hangat dan menyenangkan.

7. Ambivert Tertarik dengan Pembiacaraan yang Dalam dan Spesifik

Jika kamu jatuh cinta dan ingin mendekatinya, maka carilah topik pembicaraan yang sesuai dengan karakternya. Karena dia tertarik dengan pembicaraan yang berat dan spesifik, maka kamu bisa membicarakan topik-topik yang lebih dalam saat bersamanya. Dia akan menyukainya dan bisa menjadi partner bicara yang asyik buatmu.

Itulah 7 hal tentang ambivert yang harus kamu ketahui, menarik bukan? Semoga bisa membantu meluluhkan hatinya, ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

4 Fakta Menarik tentang Efek Hubungan Seks yang Baru Kamu Dapatkan 2 Hari Setelahnya

Hubungan seks merupakan kebutuhan bagi pasangan suami istri. Ada bagian terbaik yang dihasilkan dari hubungan seks ini. Hasil terbaik bukanlah puncak kenikmatan yang didapatkan saat berhubungan seks, melainkan ada efek terbaik yang akan muncul dua hari setelah melakukan hubungan seks tersebut. Berikut adalah empat fakta tentang efek terbaik hubungan seks berdasarkan hasil penelitian.

1. Efek Ini Dinamakan Afterglow

Efek yang satu ini diberi nama oleh para peneliti sebagai efek afterglow. Kepuasan dari dua orang yang baru saja melakukan hubungan sex biasanya akan bertahan sampai 48 jam ke depan setelah melakukan hubungan seks. Hal inilah yang menghasilkan dampak baik pada hubungan dalam beberapa bulan ke depan.

2. Efek yang Muncul Dijadikan Data Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan teknik pencatatan. Sepasang suami istri diminta melakukan hubungan seks dan mencatat segala hal yang dirasakannya setelah melakukan hubungan seks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perasaan yang lebih bahagia pada dua hari setelahnya.

3. Kepuasan Jauh Lebih Terasa

Pasangan yang dijadikan subjek penelitian ini mengaku merasakan kepuasan yang sesungguhnya saat afterglow. Mereka merasa bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani. Hal tersebut juga membuat pertengkaran yang terjadi dalam rumah tangga mereka berkurang.

4. Tapi Bukan Berarti Efek Itu akan Membuat Pasangan Merasa Bahagia Selamanya

Efek afterglow bukan berarti kebahagiaan akan terus-menerus dirasakan selamanya. Setidaknya pasangan yang melakukan hubungan seks akan jauh lebih bahagia dibandingkan dengan pasangan yang tidak melakukan hubungan seks.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu Bisa Belajar 7 Hal Ini dari Serial Kartun Doraemon

Serial kartun doraemon merupakan salah satu serial kartun yang banyak digemari pecinta kartun. Serial kartun ini pertama kali ditulis oleh Fujiko F, Fujio.

Kartun ini menceritakan persahabatan manusia dengan seekor robot kucing bernama Doraemon. Meski berupa serial kartun, tetapi nyatanya kamu bisa kok belajar 7 hal positif ini dari serial kartun Doraemon.

1. Arti Persahabatan

Doraemon dan Nobita diceritakan sebagai sahabat. Mereka selalu ada untuk satu sama lain baik saat senang maupun saat sedang susah. Doraemon selalu memberi nasihat kepada Nobita saat Nobita melakukan sebuah kesalahan. Tak hanya itu, mereka juga selalu saling memotivasi satu sama lain.

2. Kebudayaan Jepang

Serial kartun ini memiliki latar budaya Jepang sehingga penyajiannya pun menunjukkan negara Jepang. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian penikmat serial kartun ini mampu memahami kebudayaan Jepang saat menontonnya.

3. Sikap Disiplin

Dalam kartun serial ini, Nobita memiliki karakter yang malas dan tidak berprestasi di sekolah. Kedatangan Doraemon ada kalanya membuat Nobita semakin malas. Namun akhirnya Nobita menyadari bahwa untuk menjadi sukses, dia harus memulainya dengan disiplin diri.

4. Tidak Mudah Menyerah

Ada kalanya Doraemon menahan diri untuk tidak menuruti segala keinginan Nobita. Karena itulah akhirnya Nobita belajar untuk lebih berusaha dan pantang menyerah. Nobita berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu melakukan segalanya meski tanpa bantuan dari Doraemon.

5. Berani Bermimpi untuk Hal Besar

Pencipta tokoh serial kartun ini memiliki tujuan untuk memperluas imajinasi anak yang menontonnya. Berbagai petualangan yang disajikan dalam serial kartun ini banyak menginspirasi penontonnya untuk berani memimpikan suatu hal yang besar.

6. Berjuang untuk Cinta Sejati

Tak hanya berkisah tentang persahabatan, serial kartun Doraemon juga sedikit menceritakan tentang kisah cinta Nobita kepada Shizuka. Nobita tak pernah menyerah untuk memperjuangkan rasa cintanya kepada Shizuka.

7. Tidak Bersikap Semena-mena

Dalam serial kartun Doraemon ada tokoh Giant yang digambarkan dengan karakter yang suka bersikap kasar dan semena-mena. Namun dalam kenyataannya Giant dihadapkan pada kondisi yang sulit dan membuatnya sadar bahwa dia tidak bisa bersikap kasar dan seenaknya sendiri pada teman-temannya jika dia tak ingin mendapatkan ganjaran yang buruk atas tindakannya itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top