Feature

Nyatanya Kamu Memang Bebal, Apalagi Caramu Menguntit Aktivitasku Benar-benar Membuatku Sebal

Punya penggemar itu tak selalu menyenangkan. Bukannya aku terlalu bermegah diri, tapi yang aku rasakan memang seperti ini. Aku pun tak ingin menjelma bak artis yang punya banyak penggemar. Aku hanya ingin hidupku tenang. Tapi ketika kamu datang, hal itu hanya tinggal angan belaka.

Aku tahun kamu memang karena kita pernah berkenalan. Tapi tak lantas hal itu meninggalkan kesan yang cukup spesial. Aku menjabat tanganmu hanya karena memang demikian etika dalam berkenalan, bukan?

Kamu mungkin perlu tahu, aku pun bukan orang yang suka pilih-pilih teman. Hanya saja, caramu yang ingin berteman denganku justru membuatku risih. Sebenarnya ada apa denganmu?

Kita Tak Pernah Bertukar Nomor, Tapi Tiba-tiba Kamu Mengirimi Pesan Singkat dengan Alasan Ingin Berkenalan Lebih Jauh Denganku

Siapa yang suka nomornya disebar untuk keperluan yang tidak bertanggung jawab? Tiba-tiba saja hari itu ada pesan singkat yang mampir ke ponselku. Lantaran penasaran, kubalas hanya karena aku ingin tahu siapa pengirimnya. Tapi kamu justru salah arti, memancing-mancing agar durasi obrolan kian panjang.

Sebentar, aku masih tak tahu siapa kamu. Selain karena kamu enggan memberitahukan siapa dirimu, pertanyaan yang kamu lontarkan pun membosankan. Jangan salahkan aku jika akhirnya pesanmu hanya kudiamkan.

Kamu Mengaku Sering Melihatku dari Jauh dan Merasa Penasaran Denganku. Mengapa Kamu Tidak Menyapaku Secara Langsung? Diam-diam Begini Justru Membuatku Risih

Sejujurnya aku lebih nyaman berteman dan berkenalan dengan orang yang wujudnya pernah kulihat. Mengapa? Karena dari situ aku bisa mengenalnya secara terbuka, bukan dengan kucing-kucingan sepertimu ini. Kamu mengaku malu kalau harus berkenalan. Tapi kukira bukankah lebih baik kamu mengatasinya dengan mengajakku berkenalan secara langsung? Bukankah itu juga akan melatihmu agar bisa berinteraksi lebih baik lagi saat berada di lingkungan sosialmu?

Aku tak keberatan jika harus menyapa orang baru. Sekalipun mungkin kita belum pernah bertemu sebelumnya, dengan mendapat teman baru, aku akan jauh lebih menghargai dibanding caramu yang kelihatan seperti penguntit begini.

Percakapanmu Denganku pun Terbatas, Tapi Tiba-tiba Saja Kamu Tahu Alamat Rumahku dan Mulai Mengirimiku Paket-paket yang Tak Pernah Aku Minta

Tiba-tiba saja ada sebuket bunga tanpa nama pengirim. Atau ketika aku tiba di kantor, ada paket berisi makanan di atas mejaku. Bukannya aku tak menghargai, tapi hal-hal seperti ini membuatku kesal sendiri. Mungkin menurutmu aku akan tersenyum melihat upaya ‘so sweet’-mu, tapi untuk apa jika mencantumkan nama pengirim saja kamu tidak berani? Aku akan sangat menghargai siapa pun yang berusaha peduli padaku, tapi bukankah ada cara yang lebih lazim dibanding seperti ini?

Sebentar, aku tak pernah sembarangan menyebarkan alamat rumahku. Tapi dengan tindakanmu ini, aku jadi berpikir yang tidak-tidak tentangmu. Kamu mungkin harus tahu, tingkah seperti ini sama sekali tak mengusik rasa penasaranku. Sebaliknya, aku jadi was-was dan tentu saja menguji kesabaranku.

Tiba-tiba Saja Ada Paket dan Pesan Masuk Lainnya yang Kuterima. Kamu Bilang, Kamu Menyukaiku dan Ingin Jadi Pacarku

Tak ada angin tak ada hujan, tetiba kamu menghujani pesan masukku dengan kata-kata romantis yang berujung sebuah pengakuan jika kamu sudah memendam perasaan padaku sekian lama. Benarkah? Inikah caramu setiap kali menyatakan perasaanmu?

Aku sampai kehabisan kata dengan tingkah lakumu, yang bahkan aku saja tak mengenalmu. Tapi kamu benar-benar sudah mengganggu hari-hariku. Bukan aku menutup kesempatan dan membuatmu patah hati, hanya saja caramu kali ini yang membuatku risih. Mau sampai kapan kamu terus begini?

‘Terormu’ Terus Berlanjut. Kamu Mulai Mem-follow Semua Teman Dekatku. Bahkan Ketika Aku Punya Kekasih Baru, Kamu Tak Segan Mencari Tahu Tentangnya. Siapalah Aku Hingga Harus Menghadapi Orang Sepertimu?

Kamu benar-benar menjadi stalker tingkat dewa! Hampir semua orang di lingkup pertemananku sudah masuk dalam daftar wajibmu untuk di-follow. Pun dengan dia yang kini resmi jadi kekasihku, kamu bahkan menyerangnya dengan pertanyaan yang sejatinya tak perlu kamu lontarkan.

Sadarkah kamu jika tingkahmu sudah melanggar privasi seseorang? Mungkin ini yang dirasakan banyak selebritis Hollywood saat ingin hidup bebas tapi tak bisa menghindari sorotan paparazzi. Tapi, siapalah aku? Aku hanya ingin bernapas lega. Pagi dan malamku tak lagi setenang dulu sebelum kamu melancarkan ‘terormu’.

Maaf, Tapi Tampaknya Semua Keresahan Yang Selama Ini Aku Rasakan Hanya Akan Hilang Dengan Memblokmu Di Semua Sosial Media Milikku

Jika kamu tak lagi dapat menghubungiku, atau hanya tertera ceklis satu di pesan instan itu, setidaknya kamu perlu sadar akan satu hal: aku sudah memblokmu. Nyatanya memang itu yang bisa aku lakukan dibanding repot-repot melaporkan tingkahmu dan menjadikannya sebuah perkara besar.

Aku yakin kamu masih punya kehidupan layak yang lebih menyenangkan untuk dinikmati. Semoga kamu bisa menemukan hobi yang lebih positif dan hidupmu bisa berdampak bagi teman-temanmu. Cukuplah aku yang menjadi ‘korbanmu’. Sampai jumpa, Stalker!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Takut Berlebihan, Jika Pasanganmu Sedang Ingin Sendirian

Entah karena apa, tiba-tiba pacar bilang jika sedang ingin menarik diri dan ingin sendiri. Tak ingin diganggu dan tak juga mau bertemu sementara waktu. Nah, kalau sudah begini, bukan tak mungkin pikiran kita akan segera dipenuhi berbagai macam perkiraan. Bukannya memperbaiki situasi, perkiraan yang tak berdasar justru kian menambah masalah dalam hubungan. 

Ingat ya, pacarmu juga manusia biasa yang berhak untuk menentukan apa saja dalam hidupnya. Jadi jika sewaktu-waktu dirinya ingin sendiri dulu, tak selalu ia sedang menyembunyikan sesuatu. Daripada menaruh curiga padannya, lebih baik pahami sikap seperti apa yang harus kita lakukan ketika pacar berkata ingin sendirian. 

Jangan Buru-buru Berasumsi yang Bukan-bukan, Jangan Sampai Hubunganmu Makin Runyam

Kita para perempuan memang lebih suka menggunakan perasaannya dalam menghadapi satu masalah. Pacar lama membalas chat dikiranya sedang selingkuh, tidak mengangkat panggilan dianggap sedang bersama perempuan. Iya, daripada berpikir dengan logika yang mungkin adalah kejadian sebenarnya, kita justru lebih suka menerka-nerka dengan ketakutan yang kita punya.

Jadi kalau nanti tiba-tiba pacarmu bilang ingin sendiri, jangan langsung berpikir yang bukan-bukan ya. Karna semua ketakutanmu bisa melahirkan anggapan yang tak benar dan merusak hubungan. Maka, cobalah berpikir dengan tenang. 

Ketika Ia Bilang Ingin Sendiri, Coba Cari Tahu Apa yang Membuatnya Begini 

Lelaki memang sulit untuk menyuarakan apa yang sedang ia rasakan. Dan keinginannya untuk sendiri sementara waktu tentulah dipicu oleh sesuatu hal. Tak mungkin kan, tiba-tiba saja ia ingin bersikap demikian. Nah, sebelum ia menarik diri dan pergi menenenangkan diri, cobalah kamu korek sedikit apa yang membuatnya demikian.

Ajak ia dalam sebuah obrolan yang secara tak langsung membicarakan alasan keinginan ingin sendiri yang ia sampaikan. Namun, jika ia tetap kekeuh tak mau bercerita, sebaiknya kamu terima saja. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari tahu dari orang lain yang dekat dengan kekasihmu, bisa pada keluarganya atau sehabat-sahabatnya. 

Kalau Memang Dirinya Tetap Ingin Sendiri, Beritahu Ia Jika Kamu Juga Siap Mendengar Apa yang Ingin Ia Bagikan

Sebagai sepasang kekasih, sudah sewajarnya memang kita dan dirinya berbagi dalam segala situasi. Entah itu bahagia atau suka, pastikan jika kamu akan selalu berada dekat dengannya. Bersikaplah bijaksana dengan tak marah karena ia pun tak ingin berbagi masalahnya. 

Hargai dirinya dengan tetap membiarkan ia sendiri sebagaimana waktu yang ia ingini. Sesekali, tetap berikan ia perhatian dengan porsi yang secukupnya. Tidak berlebihan, tidak pula meninggalkan ia sendirian. 

Sementara Ia Sedang Sendiri, Cobalah untuk Menyibukkan Diri 

Tak selalu berdampak buruk untukmu, keinginan kekasih untuk sendiri bisa jadi alasan baik untukmu juga menikmati waktu sendiri. Manfaatkan situasi ini untuk membahagiakan dirimu juga, melakukan hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk hubungan berdua. Dan tetap menjaga komunikasi dengan pacar, walau saat ini sedang ingin sendiri-sendiri. 

Lakukan apa saja yang kamu gemari, kunjungi beberapa teman yang sudah lama tak ketemuan. Dengan begitu, isi kepalamu tak lagi hanya tentang pacar yang sedang ingin sendirian. Jika nanti si dia sudah mulai membuka diri, kamu pun akan lebih siap unutk menerimanya. 

Karena Hubungan Hanya Akan Berkembang, Jika Kamu dan Dirinya Saling Menghargai Keputusan

Selain rasa cinta, visi yang sama, komunikasi yang terjaga, sikap saling menghargai satu dengan yang lainnya adalah bagian yang perlu dijaga. Keputusannya yang mungkin terasa janggal ini, memag bisa saja membuatmu marah. Tapi walau ia adalah pacarmu, adda ruang-ruang yang memang sebaiknya tak disentuh.

Biarkan ia sendiri dengan apa yang memang ia lakoni. Kamu hanya butuh memastikan, jika ia tak kenapa-napa dan dirimu akan selalu menunggunya sampai ia selesai dengan kesendirian yang ia inginkan. 

Ini Bukan Salahmu, Ia Hanya Butuh Berdamai dengan Dirinya Tanpa Diganggu 

Berpikir ada yang salah dengan kita sebagai pacar, adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin kita akan mulai membuat daftar semua kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan. Meski selalu ada kemungkin jika keinginannya untuk sendiri dikarenakan kesalahan yang kita perbuat.

Tetap yakinkan dirimu, jika ini bukanlah salahmu. Kecuali kamu memang tahu, ada kesalahan yang benar-benar fatal baru saja kamu perbuat lantas ia berkata ingin sendiri detik itu juga. Tapi jika situasinya tak seperti itu, yakinlah ini hanyalah satu fase kehidupan yang memang perlu ia jalankan. Jadi jika memang ia ingin sendiri dulu, sungguh kamu tak perlu setakut itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Bertengkar dengan Pasangan, Redakan dengan Sebuah Pelukan

Pada berbagai momen tertentu, hubunganmu dan si dia tentu akan dihampiri masalah. Dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena pertengkaran atau perdebatan kecil ada bumbu pelengkap dalam suatu hubungan. Meski begitu, kita perlu pandai-pandai meredam selisih paham. Karena bukan tak mungkin, jika pertengkaran juga bisa berujung para perpisahan, antara kita dan pasangan.

Melalui pertengkaran, sebenarnya kita dan pasangan bisa belajar untuk lebih memahami dan mengerti lebih dalam lagi antara satu dan lainnya. Lewat pertengkaran, pasangan juga akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mempertahankan hubungan yang ada di saat masalah ringan pun berat melanda.

Nah, melansir dari laman miracleandmess.com, pertengkaran dalam hubungan asmara khususnya pernikahan justru akan memberi warna baru dalam hubungan tersebut. Adanya pertengkaran juga akan membuat hubungan yang ada semakin kuat selama pertengkaran itu tidak berlebihan.

Bahkan Para ahli menyebutkan jika untuk meredakan pertengkaran dalam hubungan yang paling penting adalah sikap mengalah dari salah satu pasangan. Mengalah sendiri bukan berarti kalah, tapi lebih kepada menghargai dan menghormati pasangan dengan lebih baik lagi. Mengalah juga sering diartikan sebagai sikap untuk memahami dan mengerti lebih dalam tentang apa yang sedang dipikirkan pasangan.

Menurut Dr Michael Murphy dari Carnegie Mellon University, saat terjadi pertengkaran dalam hubungan, berpelukan bisa menjadi solusi pertengkaran tersebut. Berpelukan selepas bertengkar atau saat bertengkar, secara perlahan tapi pasti akan menenangkan perasaan pasangan antara satu sama lain.

Adanya kontak fisik lewat berpelukan juga akan membuat amarah yang sebelumnya membara, bisa terkontrol dengan baik hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan tenang serta damai. Karena sebuah pelukan yang tulus akan membuat seseorang merasa disayangi, dicintai dan lebih dihargai.

Lebih lanjut Murphy mengatakan, “Berpelukan adalah cara jitu untuk meredam amarah. Lewat pelukan, seseorang akan merasa mendapat kasih sayang, cinta, dukungan, perasaan tenang, kepuasan dalam hubungan dan semangat menjadi pribadi lebih baik lagi. Berpelukan secara ilmiah mampu memberikan emosi dan energi positif.”

Nah, karena ada banyak manfaat berpelukan dengan pasangan, jangan pernah enggan memeluk pasangan saat suka, duka pun kecewa ya. Apalagi selepas bertengkar karena satu-dua hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cinta yang Sesungguhnya Akan Dimulai Setelah Kita Menikah 

Pada proses penjajakan, sebelum akhirnya sah menjadi pasangan halal. Sebagian besar orang akan tampil dengan sempurna untuk masing-masing pasangannya. Mengalah pada setiap pendapat yang berbeda, mengaku salah walau sebenarnya tak salah, sampai pada hal lain yang bertujuan menyelamatkan hubungan. Anehnya, biasanya kita akan menganggap perbuatan-perbuatan tersebut adalah bentuk lain dari cinta. Padahal, belum tentu begitu adanya. 

Jangan dulu terbuai pada segala macam sikap romantis selama berpacaran dari lelakimu. Karena setelah menikah, kamu akan tahu, sesekali ia akan menentangmu. Begitu pula dengan para perempuan yang selama ini kamu kenal sebagai sosok lembut yang penyanyang, bisa jadi berubah memperlihatkan jati diri yang sebenarnya setelah menikah. 

Perihal menikah, memang datang dengan segala macam dilemanya. Tapi cinta yang sesungguhnya akan kian benar-benar terasa, setelah kamu dan si dia resmi menikah dan hidup berdua. 

Tak Akan Boleh Lagi Gegabah, Kita Lebih Teliti dalam Memilih Kata Jika Sedang Bicara

Jika pada saat pacaran, kita memilih kata agar enak didengar. Setelah menikah, kita memilih kata karena sadar jika melukainya bukanlah sesuatu yang benar. Beberapa kali kita mungkin akan terbawa emosi, salah ucap dan saling melukai. Tapi tak saling diam seperti saat dulu pacaran, setelah menikah buru-buru meminta maaf tanpa menunjuk siapa yang salah justru semakin menguatkan rasa.

Lebih tahu bagaimana caranya meredam semua amarah, semua kalimat atau ucapan yang akan disampaikan pastilah melalui pertimbangan. Bukan pujian manis yang terdengar puitis, kata-kata yang saling menguatkan justru jauh lebih dibutuhkan. 

Semakin Tahu Bagaimana Karakter Asli si Dia, dan Terbuka untuk Memperlihatkan Siapa Kita

Mungkin benar, jika sewaktu pacaran ada banyak kebohongan yang kita gunakan demi menuai simpatik dari pasangan. Memasuki kehidupan pasca pernikahan akan ada banyak rahasia yang mulai terbongkar. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang ternyata dimiliki, keinginan-keinginan lain yang masih ingin dilakukan, sampai pada rahasia-rahasia besar yang baru pasangan kemukakan setelah pernikahan. 

Beberapa mungkin terasa menyebalkan, tapi sebagian lain justru menguatkan hubungan. Tentang bagaimana kita dan pasangan akan saling terbuka. Memahami satu sama lain dengan pikiran yang lebih lapang. Lalu sadar, jika perjalan cinta yang akan dilalui ternyata masih panjang. 

Sehebat Apapun Cintamu Sebelum Menikah, Kasih Sayang Setelah Menikah Justru Lebih Indah dari Segalanya

Bersama dia yang pernah jadi kekasih, kita mungkin sudah menjejaki berbagai macam petualangan yang menyenangkan. Pergi berlibur ke tempat nyaman, makan malam berdua di restoran mahal dan segala cerita lain yang selalu jadi memori indah yang layak dikenang. Lalu setelah menikah, kita memang mungkin akan lebih banyak di rumah.

Menikmati momen berdua dengan sesuatu yang ala kadarnya. Anehnya, hal-hal sederhana yang begini justru terasa lebih bermakna. Memberikan kita waktu yang lebih banyak untuk bicara, hingga sadar jika bahagia itu ternyata selalu ada dan berada dekat dengan kita. Tak lagi butuh segala sesuatu yang mewah, setelah menikah menghabiskan waktu berdua dengan suami atau istri sudah lebih indah dari segalanya.  

Hidup Berdua Membuat Kita Belajar, Jadi Semakin Paham Apa Itu Ketulusan

Mulai terbiasa berbagi tempat tidur, saling bantu dalam membersihkan rumah, berbagi tugas jika ingin memasak makan malam berdua. Ya, hal-hal sepele yang selalu dikerjakan berdua seperti ini, jadi penguat rasa atas hubungan dengan pasangan. Tak ada rasa enggan atau berpikir jika itu bukanlah pekerjaan yang harus aku selesaikan. Bahu-membahu melakukan semuanya berdua, membuat kita membuka mata. Melihat apa itu ketulusan yang sebenarnya. 

Berbeda dengan Cinta Saat Berpacaran, Kini Kasih Sayang yang Dimiliki Semakin Menguatkan Hati 

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, tapi perubahan fase atas hubungan dari berpasangan menjadi suami-istri memang turut serta membawa perubahan baru pada masing-masing hati kita. Ketulusan dan keikhlasan untuk membantunya dalam segala hal, berusaha memberikan semuanya sepenuh hati tanpa berharap balasan seperti saat ketika masih pacaran. 

Kamu tak lagi berharap jika suamimu akan memberimu pujian, jika kamu membuatkan masakan untuk makam malam. Sebab kamu tahu, perbuatan itu adalah bentuk kasih sayang yang utuh bukan ajang untuk memperlihatkan kebolehanmu agar dipuji oleh pacarmu. Lelaki pun tak lagi merasa terlalu bangga, karena bisa melindungi istrinya dari hal-hal berbahaya. Karena sesungguhnya, itu adalah kewajiban yang sudah semestinya dijalankan tanpa menunggu adanya permintaan dari pasangan. 

Jika cinta dan kasih sayang yang kalian sudah miliki sudah sampai pada tahap ini, itu berarti rasa yang dimiliki memamg benar adalah cinta sejati. Cinta yang diberikan dengan tulus tanpa berharap adanya balasan dari dia yang dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top