Feature

Nuansa Penerbangan yang Tidak Dirasakan Oleh Kamu yang Menjadi Penumpang

Bepergian keluar kota atau ke luar pulau memang paling efisien ditempuh dengan pesawat. Selain nyaman, ketepatan waktu pun menjadi perhitungan. Meskipun ada beberapa maskapai yang kerap delay atau meleset dari jadwal. Namun, sebagai penumpang ternyata ada beberapa hal yang tidak diraskan saat terbang dengan pesawat. Tetapi hanya seorang pilot lah yang merasakan.

Nuansa penerbangan yang kerap tersembunyi selama ini, ternyata coba dibocorkan oleh seorang pilot profesional yang dikutip dari Bright Side. Nuansa ini dirasakan oleh pilot karena pilot dan pramugari profesional memiliki pelatihan khusus yang setara dengan agen rahasia. Sehingga mereka peka terhadap detail terkecil, malfungsi dan hal-hal lain bahkaan saat ia duduk di kursi penumpang biasa.

Pilot Tau Terkait Pesan Delay Suatu Penerbangan

Tidak semua atau semua penumpang yang tidak tahu mengenai tertundanya penerbangan. Patrick Smith, pilot dan penulis Ask the Pilot mengatakan, kalau setiap penumpang  dapat bertanya kepada pramugari tentang permasalahan yang terjadi, sehingga membuat penerbangan anda delay.  Jika pesawat parkir di landasan terlalu lama, sekitar 20 menit atau lebih.

Pilot Kerap Memperhitungkan Jarak Pintu Darurat

Orang yang sering bepergian dengan pesawat tidak terlalu memperhatikan informasi yang diberikan tentang lokasi pintu darurat. John Chesire, salah seorang mantan pilot mengatakan bahwa ketika ia menjadi penumpang ia selalu memperhatikan pintu darurat. Demi mengukur sebarapa jauh jaraknya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa para penumpang keluar apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Saya selalu berpikir tentang jarak antara saya dan pintu darurat. Saya melakukan ini saat mengikuti pelatihan, ketika kabin diasapi, gelap, atau bahkan pesawat terbalik. Jadi saya bisa menemukan pintu itu, membukanya, dan keluar,” papar John.

Pilot Mengetahui Kalau Arah Cahaya yang Masuk Berarti Ada Perubahan Rute

Setiap pilot dapat mengetahui kalau pesawat sedang mengalami perubahan rute dari cahaya yang masuk dari jendela persawat.  Terkadang rute dapat berubah karena kondisi cuaca atau malfungsi tetapi penumpang tidak dapat diberitahu tentang hal ini guna menghindari kepanikan. Selain itu, dengan memperhatikan sudut cahaya pilot bisa memprediksi penundaan penerbangan.

Kadar Penciuman Pilot Cukup Tajam

Suara aneh, adalah tanda paling jelas bahwa kalau ada sesuatu yang aneh di pesawat. Tapi area penumpang adalah area yang keda suara, sehingga tidak bisa dirasakan. Namun pilot bisa memperhatikan tanda bahaya tidak hanya dari suara, tetapi dari bau.Menurut Tom Farrier, Mantan Direktur Safety Air Transport Association, bau mencurigakan mudah terdeteksi oleh pilot profesional, pasalnya bau-bauan seperti itu menyebar cukup bebas di kabin dan beberapa di antaranya cukup berbeda, seperti bahan bakar, cairan hidrolik, udara luar yang menyengat.

Penumpang Tidak Tahu Kalau Sandaran Lengan Dapat Dinaikkan

Sebagai penumpang pasti bung merasa kesal karena sandaran lengan tidak dapat dinaikkan. Tetapi ternyata itu semua bisa dilakukan dengan menyesuaikannya lewat kebutuhan anda. Lantaran ada tombol kecil yang dapat kamu tekat di dekat pangkal sandarang lengang. Tetapi kamu harus siap apabila pramugari meminta anda mengembalikannya ke posisi awal saat lepas landas dan mendarat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top