Feature

Nikmatnya Berpasangan dengan Dia yang Lebih Tua, Merasa Dilindungi dan Lebih Dimengerti

Berkaca dari Raisa dan Hamish Daud yang tahun lalu menikah, saat ini barangkali sesuatu yang Raisa rasakan saat menerima pinangan Hamish, kini juga sedang aku rasakan. Tapi ini bukan perihal mapan dan tidak, seperti yang mungkin sedang ada kamu pikirkan. Tapi lebih kepada rasa nyaman yang ia tawarkan untukku.

Dan benar memang, semua itu hanya kutemukan pada dia yang memang usianya terpaut jauh dariku.

Kalian mungkin akan berkata bahwa aku sedang mencari keuntungan, atau bahkan dibutakan oleh cinta atas semua yang ia punya. Kukatakan padamu, ini bukan perihal itu. Tapi bersamanya aku memang merasa jauh lebih baik dari dulu.

Tak Hanya Sebatas Jadi Pacar Saja, Dia yang Lebih Dewasa Mampu Mengerti Lebih dari Porsi yang Biasa

Sudah lebih dulu merasakan banyak hal, terlebih dalam urusan percintaan. Ia paham mana waktu yang pas untuk membuka suara dan tidak. Berperan untuk melakoni peran yang tak hanya sebatas pacar, ia juga jadi teman baik yang jauh lebih memahamiku.

Walau akan ada beberapa hal yang terlihat bertentangan dengan pemahamannya, ia tak akan memaksaku untuk mengikuti keinginannya. Sebaliknya, sebagai pihak yang jauh lebih dewasa, ia menurunkan ego untuk bisa menyesuaikan pemahaman akan hal yang kita percaya.

Dan saat beberapa teman seusia masih terlihat putus cinta hanya karena tak ada yang mau mengalah, bersamanya kita malah berubah jauh lebih dewasa.  

Emosinya Stabil, Tak Perlu Khawatir Ia Akan Cemburu Hanya Karena Sesuatu yang Konyol

Ketika berada pada usia kita sekarang, dulu ia juga adalah seorang yang masih memiliki pemahaman yang sama. Misalnya seorang pasangan tak boleh bepergian dengan lawan jenis, kecuali pacarnya. Ya, itu dia ketika beberapa tahun lalu, sebelum bertemu dengan kita sekarang ini.

Kini, dia yang sedang berdiri di depan kita. Bukan lagi manusia yang sama seperti dulu. Sebaliknya apa yang dulu ia lalui, barangkali sedang kita alami. Sering merasa cemburu ketika melihatnya bepergian sendiri. Anehnya ia tak pernah menunjukkan sikap yang sama, walau kita akan meninggalkan bepergian bersama dengan yang lain. Ia begitu paham, bahwa setiap orang butuh ruang.

Bersamanya Aku Selalu Merasa Aman dan Diayomi

Ada momen-momen tertentu yang akan membuatku diam, sembari menatap raut wajahnya. Entah kenapa ada kenyamanan yang tertular pada diri ini setiap kali bersamanya. Jadi pendengar dan penasehat setia tatkala sedang dirundung masalah, hingga akan mendekapku erat diwaktu yang tepat.

Hadirnya yang tak pernah terencana, jadi penenang disegala kekhawatiran yang ada. Ia selalu dapat memahami, bahwa usia kita kini adalah masa paling rawan terguncang. Untuk itu ia selalu menawarkan bantuan, meski tak diminta secara terang-terangan.

Dan tak hanya membimbing saja, ia juga memberi kita keleluasaan untuk berkembang bersama.

Tak Hanya Menentangku Saja, Dirinya Juga Selalu Meluruskan Pemahamanku yang Salah

Mereka yang sebelumnya hanya bisa memvonisku benar dan salah, tanpa bisa memberiku pemahaman yang sesungguhnya. Namun berdampingan dengannya, aku tak hanya menemukan sosok yang melengkapi hati. Ia juga berkontribusi pada pemahamanku akan semua hal.

Tak ada kata “terserah” yang kadang membuat diri merasa menang, ia datang dengan tawaran wawasan baru yang memang benar. Dimatanya aku sering salah, namun pandangannya akan banyak hal justru jadi ajang yang membuatku lebih tahu.

Pelan-pelan Aku Merasa Telah Dibuat Dewasa Juga Olehnya

Konon berhubungan dengan dia yang lebih tua, akan membuatmu cenderung mengikuti jejaknya. Dan benar saja, hal-hal yang tadinya masih bisa dikatakan cerminan para remaja, kini sudah tak lagi kulakoni. Tapi, kamu juga perlu bedakan. Sebab kedewasaan yang ingin kusampaikan bukanlah sikap-sikap yang belum sewajarnya. Melainkan pola pikir dan kemampuan untuk memahami suatu hal.

Jadi tak perlu heran, jika nanti akan bertemu beberapa orang. Biasanya mereka akan menyampaikan penilaian terhadapmu karena memang sudah tak lagi seperti dulu. “Kamu lebih dewasa ya sekarang!” kira-kira begitu.

Selalu Berperan Jadi Pihak yang Paling Memahami dan Menghargai Setiap Keputusan

Bagian ini akan jadi sesuatu yang patut disyukuri. Karena sikap seperti ini akan sangat jarang ditemui pada mereka yang masih seusia. Walau kadang kala ada pemahaman yang tak sesuai dengan pandangannya, ia memilih untuk lebih menurunkan egonya. Tak memaksaku untuk mengikuti kemauannya, namun memberiku pemahaman akan sesuatu yang seharusnya.

Dan sebagai pasangan yang memang lebih merdeka, aku dan dia bebas untuk menyampaikan suara. Aku tetap berkata “Tidak” jika memang tak suka, dan akan dengan senang hati menundukkan kepala pada hal-hal yang memang sewajarnya. Saling memahami, agar bisa menghargai.

Dan yang Paling Penting, Ia Punya Visi dan Misi yang Jelas Akan Kelangsungan Hubungan Ke Depan

Fase ala bad boy-nya sudah berlalu, ia tak lagi bergelut disitu. Meski saat sedang bertengkar hebat, ia tak akan sepertiku yang memilih diam dan pergi. Sebaliknya ia datang dan menawarkan solusi. Mencari titik salah dari pertentangan yang ada. Hingga nanti bisa kembali tersenyum karena sudah tak lagi saling marah.

Baginya ini bukan lagi bagian dari cerita putus nyambung yang akan selalu sia-sia. Ia tahu, jika hubungan ini adalah penjajakan serius yang akan dibawa pada tahap lebih sakral. Ia sedang menawarkan masa depan, untuk itu pula aku mengiyakan ajakannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kadang Seorang Teman Memberi Solusi Bukan Karena Empati, Tapi Sekadar Asal Bicara Saja

Sadarilah, tak semua teman tempat kita curhat adalah seorang pendengar yang baik, yang mau turut merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karenanya, tak usah heran kalau akhirnya yang kamu dapat adalah solusi yang terdengar ‘ala kadarnya’ bahkan terkesan menggampangkan sebuah masalah.

Padahal jika dikembalikan ke dirinya sendiri belum tentu mereka akan terima dengan masukan seperti itu. Namun bukan berarti berbagi cerita ke teman adalah langkah yang salah ya. Mungkin supaya tak mendapat respon yang tak enak, kamu perlu mengenali karakter mereka dulu. Carilah sosok teman yang benar-benar tepat, yang bisa menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik bagi dirimu.

Seorang Teman Belum Tentu Merasakan Emosi yang Kamu Rasakan

Bagaimanapun, seorang teman belum tentu bisa merasakan emosi seperti yang kamu rasakan saat kamu menceritakan ceritamu. Padahal ada kalanya kamu hanya butuh didengarkan saja dibanding meminta saran dari mereka. Hati-hati, salah cerita pada orang, justru bisa membuatmu merasa sia-sia.

Sadarilah, meski sejak awal kita berharap mereka mau turut merasakan emosi yang sama seperti yang kamu rasakan kala itu. Tak semua orang bisa merasakan apa yang kita sedang rasakan.

Selesai Cerita Justru Dapat Penghakiman dari Teman yang Kamu Ajak Cerita, Menyebalkan Bukan?

Percayalah, tak semua curahan hati kamu bisa diterima dan direspon dengan baik oleh teman yang kamu ajak berbagi. Bahkan, tak semua teman akan setuju dengan jalan cerita yang kelak kamu bagikan pada mereka. Alih-alih ingin mendapat hati yang plong setelah mengeluarkan segala keluh kesahmu, yang ada kamu hanya akan mendapatkan kecewa.

Jika tahu bakal mendapat penghakiman dari lawan bicaramu. Pastikan terlebih dahulu, sebenarnya seberapa besar ia mau mendengarmu.

Tak Menutup Kemungkinan Ceritamu Justru Disebarluaskan pada yang Lain

Tak semua teman bisa menjaga rahasiamu dengan baik setelah kamu ceritakan seluruhnya pada mereka. Karenanya, jangan menceritakan masalahmu ke sembarang orang. Namun carilah sosok teman yang dapat dipercaya bisa menjaga rahasiamu dengan aman.

Susah memang, tapi kuberitahu, jangan sampai setelah kamu curahkan semua pada temanmu, masalahmu malah makin runyam dan akhirnya hanya mengganggu ketentraman hatimu, kan?

Berujung Penyesalan yang Menderamu Karena Sudah Cerita ke Temanmu

Akhirnya ketika kamu tahu bahwa teman yang kamu ajak berbagi cerita tidak bisa dipercaya dalam menjaga segala rahasiamu, yang ada kamu akan merasa menyesal sendiri. Bahkan hal ini bisa berdampak pada merenggangnya hubungan pertemanmu dengannya. Mungkin pada akhirnya kamu bisa petik pelajarannya dari sini agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih teman untuk diajak berbagi cerita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jatuh Cinta Itu Mudah, Tapi Menjaganya Susah

Semua kita pasti setuju, jika proses jatuh cinta selalu dipenuhi dengan hal-hal manis yang menenangkan jiwa. Tak berhenti memikirkan dirinya, sampai senyum-senyum manis meski tak ada yang orang disamping kita.

Tapi jatuh cinta, jelas tak hanya sampai pada proses menyatakan cinta lalu diterima saja. Setelah itu, kita justru diminta untuk berjuang dengan porsi yang lebih besar. Memulainya mungkin cukup dengan sebuah perasaan suka, tapi untuk terus bisa bertahan jelas kita butuh usaha. Maka dengan demikian, jika jatuh cinta terasa mudah, menjaganya sudah pasti susah.

Awalnya Semua yang Terasa Kurang Terkesan Manis, Tapi Percayalah Itu Tak Akan Berjalan Lama

Pada beberapa waktu awal, segala hal yang terasa kurang bisa dirayakan dalam sebuah kesederhanaan. Memesan satu porsi lauk dengan dua porsi nasi demi menghemat biaya, memang bukanlah sesuatu yang buruk untuk berdua. Selama masih bisa dinikmati bersama, jelas selalu terasa istimewa.

Namun juga akan terdengar manusiawi, jika kita menginginkan sebuah hubungan yang berjalan dengan angan besar. Bukan yang melulu jalan di tempat. Kita butuh perubahan, sesederhana bisa makan berdua di restoran mewah tanpa takut tak bisa bayar.

Bukan Tak Percaya Rasa Cinta, Tapi Pasti Bosan Jika Setiap Akhir Pekan Hanya Duduk Manis di Rumah Saja

Jangan bilang perempuanmu sedang ingin meragukan rasa sayang dan ketulusan. Biar bagaimanpun dia selalu percaya jika cinta akan mendatang berbagai macam hal baik dalam hubungan. Akan tetapi, kamu juga perlu mencari celah bagaimana caranya untuk terus menghidupkan rasa.

Bayang-bayang akan hidup berdua bisa jadi belum siap diterima. Karena masih pacaran saja, hubungan kalian terasa hambar tanpa ada istimewanya. Sesekali, kalian harus pergi kencan berdua. Walau hanya sekedar menikmati dua gelas kopi, sembari bercerita beberapa angan bersama. 

Kita Harus Realistis, Seberapa Serius Kita Akan Menjalani Hubungan Ini

Tantangan dalam hubungan kita jelas akan berubah, dari hal-hal remeh yang tak harusnya jadi sumber masalah. Berubah dengan berbagai macam pertanyaan seputar keseriusan berdua. Perempuanmu mungkin bisa mendadak marah, karena tahu kamu menghabiskan 30% gaji hanya untuk foya-foya. Padahal jauh lebih berguna jika uangnya kamu tabung saja.

Begitupun sebaliknya, lelakimu bisa saja merasa kecewa jika kamu masih saja bersikap kekanak-kanakan dan mempermasalahkan tentang mantan yang jelas-jelas sudah lama dilupakan. Belajar untuk terbuka dalam segala, mengemukakan sesuatu yang memang sekira tak benar. Dan sama-sama belajar untuk memahami, akan dibawa kemana hubungan ini.

Demi Cinta yang Tetap Terjaga, Kita Pun Butuh Waktu yang Baik untuk Berdua

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang, bukan hanya tentang ikatan. Bagi perempuan, perlu untuk bepergian bersama pasangan walau si lelaki mungkin merasa enggan. Hidupkan semua rasa dan cinta dengan cara yang istimewa, agar tak pernah ada kata bosan untuk bersama.

Tak harus sering, asal bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan berguna. Belajar memasak berdua kala akhir pekan, atau berkebun bersama untuk suasana yang lebih kekeluargaan. Dengan begitu kalian akan terlatih, jadi pasangan yang tak hanya saling mencintai tapi juga bisa jadi rekan kerja yang baik untuk segala hal yang akan dilakukan nanti.

Hingga Akhirnya Kalian Akan Sadar, Menjalin Hubungan Bukan Soal Cinta Semata

Membuat perhitungan dalam hubungan, bukan berarti sedang ingin menancapkan sebuah standar besar. Ini lebih kepada sebuah kesadaran, tentang hal-hal nyata lain yang memang akan dirasakan setiap pasangan. Kita butuh pergi berkencan, kita butuh makan malam berdua yang berkesan, kita butuh menghadiahi pasangan, dan berbagai hal lain yang memang membutuhkan perhitungan dan jelas jadi pengeluaran.

Maka dengan demikian, walau katamu jatuh cinta itu mudah, menjaganya jelas saja susah. Karena selain biaya, kau pun perlu untuk mau terbuka. Mempelajari bagaimana sebenarnya sikap aslinya dan seberapa besar kemungkinan bisa berdua selamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top